
Yohan berdiri dari posisi duduknya saat melihat Ray baru saja datang.
"Apa kau sudah datang sejak tadi?" Tanya Ray.
"Iya tuan."
"Panggil aku pak atau Presdir jika di kantor." Ujar Ray.
"Baik Presdir."
"Kirimkan jadwalku hari ini lewat email, aku akan memeriksanya."
"Baik Presdir." Jawab Yohan.
Setelah itu Ray masuk ke dalam ruangannya. Senyuman senang kembali terukir di wajah pria itu. Ray sangat senang, karena ketika dirinya bangun tidur tadi, ia mendapati sepotong sandwich yang Ana buat dengan sepenuh hati. Itu artinya, Ana tidak lagi marah padanya.
"Ah aku jadi tidak sabar untuk pulang dan bertemu dengannya." Ujar Ray sembari duduk di kursi kerjanya.
Pria itu mulai menghidupkan laptopnya, siap untuk bekerja setelah mendapatkan energi dari Ana.
Laptop dengan logo perusahaan itu menyala, notifikasi pesan masuk dari email muncul di layar.
Ray pikir itu email dari Yohan, tapi saat ia meng—klik notifikasi email itu, ada dua email yang masuk ke inbox nya.
Ray mengernyitkan keningnya, satu email dari Yohan dan satunya lagi dari alamat email anonim.
Karena rasa penasarannya, pria itu membuka pesan masuk dari email anonim itu.
Sebuah video menjadi lampiran dari email dengan subyek Anggota keluarga Gavin yang buruk.
Ray menahan napasnya sejenak lalu mengehembuskannya. Perlahan tangannya terarah untuk memutar video itu.
Apakah ini semacam video teror, ancaman atau hanya video iseng?
Video itu terputar. Awalnya, hanya kegelapan yang terlihat. Ray sudah yakin dengan dugaannya, jika ini hanya video iseng dari pengiriman acak yang biasa dilakukan hacker pemula atau apalah itu.
Tapi kemudian, terlihat waktu terhitung mundur dari video itu.
Video horor ya? — pikir Ray.
Pada durasi selanjutnya, tertulis disana hari, tanggal, tahun dan bahkan waktu kejadian menjadi awal mulainya isi video yang sebenarnya muncul.
Alex?!!
Ray terkejut saat melihat adik beda ibunya itu menjadi konten utama dalam video yang sedang di putar nya.
Tapi, yang lebih mengejutkan lagi adalah seorang perempuan yang bersama Alex.
Kedua manusia beda jenis itu ada di sebuah kamar hotel, dengan pintu tertutup dan pencahayaan redup, juga suara-suara yang membuat Ray merinding mendengarnya.
Ray mengepalkan tangannya kuat, ia marah. Pria itu bahkan tanpa ragu melemparkan laptop nya ke sembarang tempat.
Menimbulkan suara hantaman antara benda padat yang begitu keras. Yohan sampai berlari masuk ke dalam ruangan Ray tanpa mengetuk pintu.
Assisten pribadi nya itu menatap Ray dan laptop malang itu secara bergantian.
Apa yang terjadi? — batin Yohan.
"Tuan..maksud saya Presdir Ray, ada masalah apa?" Tanya Yohan.
Ray menghembuskan nafasnya kasar, ia menarik dasinya agar sedikit longgar. Rasanya emosi telah membuatnya merasa tercekat oleh pakaian formalnya.
"Dimana Alex? Panggil dia kemari." Ujar Ray, pria itu kembali duduk di kursinya dengan gusar.
"Sekarang?" Tanya Yohan.
"Baik Presdir, saya akan memanggilnya." Ujar Yohan, kemudian keluar dari ruangan itu dan pergi menuju bagian manajemen pemasaran untuk memanggil Alex secara langsung.
•••
Lalu lintas terlihat macet ringan, perbaikan jalan raya membuat beberapa sisi jalan ditutup menyebabkan sempitnya area yang dapat dilewati, hal itu mengakibatkan kendaraan berjalan lebih lambat.
Alex menghela napasnya berkali-kali, menahan kesal karena ia sudah sangat terlambat datang ke kantor karena lalu lintas sangat tidak memihaknya hari ini.
Suara kebisingan dari kendaraan dan juga bunyi klakson dari pengendara yang tidak sabaran semakin membuat hati merasa kesal, ini adalah perasaan yang selalu dirasakan semua pengendara roda dua ataupun roda empat saat lalu lintas padat menimpa diri mereka.
Di saat sedang fokus pada jalanan yang mulai longgar, suara nada dering panggilan masuk dari ponsel Alex berbunyi. Pria itu mengalihkan pandangannya sekilas pada ponselnya yang ia letakkan pada dasbor mobil.
Alex mengabaikannya, ia pikir itu panggilan dari sekertarisnya.
Tapi kemudian ponsel itu berbunyi lagi, berapa kali pun Alex mengabaikannya, ponsel itu terus berdering sampai terlihat dua belas panggilan tak terjawab.
Pria itu menghela napasnya saat ada panggilan masuk lagi, ia melihat ponselnya, disana tertera nama assisten Yohan.
Assisten Yohan? Ada apa? Apa perempuan itu menghubungi assisten Yohan untuk mengambil tas nya?
Alex memakai headset bluetooth nya dan menerima panggilan itu.
"Halo?"
"Kau ada dimana? Tuan Ray menyuruhmu untuk datang ke ruangannya sekarang juga. Cepatlah, jangan membuatnya menunggu." Ujar Yohan dari seberang sana, setelah mengatakan semua itu. Yohan langsung mematikan panggilan itu tanpa mendengar perkataan Alex dahulu.
"Dimatikan? Ah sialan. Bahkan aku belum mengatakan apapun, aku hanya mengucapkan halo saja. Menjengkelkan. Tapi, kenapa kak Ray ingin menemuiku? Apa ini masalah saham?" Gumam Alex.
Pria itu kemudian melajukan mobilnya lebih cepat setelah melihat jalanan lebih longgar dari yang sebelumnya.
•••
Yohan masuk ke ruangan Ray, ingin memberitahu jika Alex belum datang ke perusahaan.
"Dimana dia?" Tanya Ray yang tidak melihat Alex saat Yohan masuk.
"Direktur Alex belum datang ke perusahaan. Tapi, baru saja saya menghubungi nya. Sebentar lagi dia akan datang ke ruangan anda." Jawab Yohan dengan sopan.
"Baiklah, kau boleh keluar."
Yohan membungkuk hormat, ia membalikkan badannya dan berjalan menuju pintu keluar.
Tapi, Ray tiba-tiba memanggilnya kembali.
"Yohan."
"Iya tuan? Maksud saya, iya Presdir?" Tanya yohan, pria itu sepertinya belum terbiasa memanggil Ray dengan panggilan umum di perusahaan.
Ray diam, ia berpikir, apakah ia perlu membagi masalah ini pada Yohan?
"Apa kau tidak penasaran kenapa aku membanting laptopku?"
"Sekalipun saya penasaran. Tapi jika anda tidak ingin saya mengetahuinya, maka saya tidak perlu tahu dan tidak akan penasaran tentang hal itu." Jawab Yohan.
Ray mengangguk pelan kemudian menghela napasnya sejenak.
"Ada seseorang yang mengirimkan email anonim padaku. Saat aku membukanya, itu berisi video untuk orang diatas umur yang menampilkan Alex dan Rachel, adik tiri Ana." Ucap Ray.
Mendengar itu, Yohan membelalakkan matanya terkejut.
Video? Ada yang merekam mereka berdua? Itu artinya ada orang lain yang mengetahui hal itu selama ini. Tapi, atas dasar apa dia merekamnya? Apa yang dipikirkan orang itu? Kenapa baru sekarang ia membocorkan video itu? Dan lagi, kenapa ia membocorkannya pada tuan Ray daripada ke media, jika memang ia ingin menghancurkan nama baik perusahaan. Apa sebenarnya motif tersembunyi dari orang itu?