Precious'S TiMe With You, Baby!

Precious'S TiMe With You, Baby!
9. PTWY 9 # Program Bayi Tabung



Esok paginya ...


“Evan, tadi malam, kenapa kau keluar dari kamar?” tanya Keyra sambil menyiapkan baju suaminya itu yang keluar dari kamar mandi. Evan yang selesai mandi, pura-pura tersenyum dan menjawab, “Aku turun buang air besar di bawah.” Berbohong lagi.


“Loh, kita 'kan punya kamar mandi, kenapa turun ke toilet dekat dapur?” tanya Keyra duduk di tepi ranjang. Sudah siap berangkat ke kampus dan tinggal menunggu Evan saja.


‘Ck, dari dulu selalu ingin tahu, apa tidak bisa kau diam saja?!’ batin Evan menggerutu. Setiap hari selalu begitu di balik senyum palsunya.


“Itu, kalau BAB di toilet sana lebih nyaman dan takutnya, bau e'ek aku tercium olehmu. Kalau sampai tercium, istri yang aku cintai ini akan terbangun. Itu pasti sangat menganggu waktu istirahat mu, Baby.” Menjawab dengan gombalan palsu.


“Puftt, ada-ada saja alasan mu.” Keyra tertawa geli, sedangkan Evan segera memakai pakaiannya.


“Oh ya, Van ...” Keyra berdiri di belakangnya yang sudah lengkap.


“Hmm, ada apa?” tanya Evan dan menatap heran pada istrinya yang malu-malu itu.


“Emh... itu, semalam aku mimpi kita punya anak.”


Senyum Evan sirna setelah mendengarnya. Sedangkan Keyra bingung karena mengira Evan akan terkejut atau heboh seperti suami di film, tetapi tanggapan Evan hanya diam.


“Van, kau dengar, kan? Aku kemarin mimpi punya anak,” ucap Keyra lagi.


“Oh, terus?”


‘Terus? Hanya begitu saja?’ Keyra sedikit kecewa mendengar ucapan Evan yang singkat itu.


“Terus, kenapa kalau kau mimpi punya anak?” tanya Evan mengambil tasnya di atas lemari.


Keyra menunduk sedih. “A—aku harap bisa secepatnya melahirkan anak darimu dan berharap setelah pulang dari honeymoon, kita dapat memberi cucu baru untuk orang tua kita.” Jawab Keyra terbata-bata.


Evan yang membelakanginya pun berbalik badan. Memasang tas ke pundaknya kemudian menepuk kedua bahu Keyra. “Key, kita belum ada satu bulan menikah.”


“Ya terus, apa masalahnya?”


“Tidak ada masalah sih, cuman kau ini 'kan masih kuliah,”


“Tapi teman-teman aku ada kok yang kuliah tapi sudah punya anak,” ucap Keyra.


“Ya tahu, tapi kau—”


“Kau apa? Apa lagi alasan yang melarang aku punya anak? Apa, Evan?” tanya Keyra dengan nada kecewa. Serasa tidak mendapat dukungan dari suaminya itu.


Evan berusaha sabar dan tersenyum, tetapi dalam hatinya ingin berkata kasar, bahkan melontarkan cacian. Setelah membuang nafas sejenak, ia pun menarik Keyra duduk di sebelahnya.


“Kondisi aku sehat dan fisik juga kuat, kau tidak usah terlalu mencemaskan itu. Ibuku saja fisiknya lemah tetapi masih mampu dan kuat melahirkan aku dan Aidan,” tutur Keyra tidak lupa memuji Ibunya.


Evan pun terdiam.


“Evan, apa mungkin kau memang tidak mencintai ku?”


“Loh, kau jangan asal bicara, Key. Aku menikahi mu atas dasar cinta dan karena kecintaan aku ini padamu membuat aku takut kehilangan mu. Sebaiknya, kita tunda dulu punya anak sampai berhasil menyelesaikan kuliah kita.” Evan membujuk Keyra memahami dirinya.


‘Cih, kau memang benar, aku tidak mencintai mu, bahkan tidak punya alasan untuk mencintai mu. Pernikahan ini hanya jalan bagi ku mendekati Qila.’ Dan mendecak dalam hati.


“Tapi, aku ingin bayi,” ucap Keyra tetap kokoh pada pendiriannya. Evan yang sudah habis kesabarannya, ia pun berdiri. “Oke, kalau kau tetap ngotot pengen bayi, kita lakukan saja program bayi tabung dan tidak usah kita melakukan honeymoon.”


Deg


“Gimana? Setuju?” tanya Evan melihat Keyra diam tanpa rasa bersalah.


Dalam lubuk hatinya, Keyra terkejut, sangat syok diberi pilihan itu. Rasanya dihujam ratusan panah bara api yang menyakitkan. Benar-benar ucapan Evan diawal sebelum mereka menikah, sudah tidak sinkron dan tidak memegang kata-kata manisnya lagi.


Dengan perasaan sakit dan sedih, Keyra menolak. “Tidak, aku tidak setuju.” Lalu keluar meninggalkan Evan sebelum suaminya itu melihat buliran air mata jatuh dari pelupuknya.


“Sial, ngapain sih aku nangis gini?! Malu-maluin!” Keyra mengusap kasar air matanya yang berlinang karena Evan seakan tidak mau memberi nafkah batin, bahkan terasa tidak menginginkan anak darinya.


.


🥺Yang sabar ya, Key


😭suami mu emang jahat.


Peluk jauh dari Author syg🤗



^^^Like, komen, share♥️^^^


^^^Biar Author semangat nulisnya!^^^


^^^Next to Chapter!^^^


^^^Thank's you😍^^^