Precious'S TiMe With You, Baby!

Precious'S TiMe With You, Baby!
16. PTWY 16 # Diusir Dari Rumah



21+


"Aidan, lepaskan Evan! Kau bisa membunuhnya!" Keyra merangkul Aidan dari belakang. Menghentikannya sebelum Evan yang sudah babak be—lur itu mati di tempat.


"Lepaskan aku, Keyra! Dia harus ku beri pelajaran sudah berani menggoda Qila di belakang ku!" ronta Aidan, mendorong Keyra mundur, kemudian menarik kerah leher Evan yang tampak mengerti kenapa tiba-tiba Aidan marah. Sedangkan Keyra, terpaku mendengar ucapan Aidan.


"Meng—goda Qila? Kau bilang Evan menggoda Qila? Sejak kapan?" tanya Keyra, melihat Evan.


"Tanyakan saja pada suami berengsek mu ini." Aidan menunjuk Evan. "Dia dari awal menikah dengan mu hanya untuk mendekati Qila, dan tidak pernah mencintai mu, semua yang dia lakukan pada mu itu cuman kepalsuan. Dia sudah membohongi mu, Keyra!"


Keyra merasa terguncang dengan apa yang baru saja didengarnya. Hatinya hancur dan dipenuhi dengan perasaan sedih dan marah. Sungguh tidak bisa mempercayai bahwa suaminya telah mengkhianatinya.


"Evan, apa itu benar?" Keyra menatap dengan mata berkaca-kaca.


Evan tampak tersiksa dan tidak bisa berkata-kata. 'Sial, Qila pasti sudah mengatakan yang kemarin itu padanya.' Evan pun mengumpat kesal dalam hati.


"EVAN, JAWAB KEYRA, BRENGSEK!" ujar Aidan lebih kuat mencengkeramnya. "Jika kau diam saja, malam ini juga aku akan menghabisi mu," ancam Aidan dengan mata sinis.


Namun—


*Plak!


Aidan terkejut tangannya dipukul dan didorong oleh Keyra yang tiba-tiba maju memisahkannya. Evan pun juga terkejut melihat istrinya itu melindunginya.


Dengan perasaan campur aduk, Keyra mencoba untuk tenang dan berbicara dengan Aidan dengan nada yang lembut. "Aidan, sebaiknya kau tenang dulu dan berhenti menyudutkan, Evan. Aku rasa pasti ada kesalahpahaman di sini." Dia berusaha meyakinkan Aidan untuk melepaskan Evan.


"Salah paham? Sudah jelas dia cuma memanfaatkan kau, Keyra! Tidak ada yang salah paham di sini!" kata Aidan menunjuk Evan.


"Kau harus tahu, sebelum kau menikah, Evan memang menyukai Qila lebih dulu. Dan alasan dia menikah dengan mu hanya untuk menikung aku dari belakang, seperti kemarin, saat aku masih di luar, dia diam-diam menganggu dan menggoda Qila ketika kau sedang tidur. Jadi sekarang berhenti melindungi pembohong seperti dia!" ujar Aidan kecewa melihat Keyra tidak percaya kata-katanya.


"Pembohong? Kau bilang Evan pembohong? Lalu bagaimana dengan Qila? Dia juga bisa berbohong pada mu dan membuat tuduhan itu, Aidan." Ucapan Keyra membuat Evan tersenyum licik.


"Oh, jadi sekarang kau menuduh Qila yang memfitnah Evan? Begitu maksudnya?"


Aidan tambah emosi karena Keyra membela Evan. "Kenapa kau malah menuduh Qila dan bisa seyakin itu, Key?!"


"Karena kau tidak mencintainya, Aidan." Sahut Evan dan meraih sebelah tangan Keyra dan menatap Aidan dengan tajam. "Aidan, aku memang dulu menyukai Qila, tapi sekarang aku sudah menempatkan Keyra di hati ku. Mana mungkin aku mengkhianatinya. Kau lah yang seharusnya sadar diri untuk mengajari istrimu agar tidak menggoda suami orang dan Qila mungkin seperti itu karena kau juga yang kurang perhatian, membuat istrimu itu menyimpang menjadi wanita murahan."


"Karena itulah, kenapa kau setuju ingin pisah rumah, Evan?" tanya Keyra menatap Evan dan mengelus sudut bibir suaminya yang lebam itu.


"Ya, Keyra, itu alasan aku ingin kita keluar dari rumah ini." Evan tersenyum dan mencium tangan Keyra. "Maaf, kemarin aku tidak sempat jujur padamu karena aku tidak mau kau dan Qila bermusuhan, tapi sekarang tampaknya Qila sudah keterlaluan memfitnah ku agar kau dapat membenciku sebelum aku menjelaskan ini pada mu," tutur Evan dengan raut wajah sedih dan memutar fakta yang sebenarnya agar Keyra berpihak padanya.


*Duakkk!


"Ahhh, Aidan! Cukup, hentikan! Evan tidak bersalah di sini!" Keyra menarik Aidan yang kembali memukul Evan.


"Ck, wajah kau ini memang menyebalkan, seharusnya lebih cocok jadi sampah di luar sana daripada menjadi menantu terhormat di keluarga ku!" Aidan muak melihat akting Evan seolah-olah dialah yang dirugikan di sini. Terlebih lagi berani mencaci Qila 'murahan' dengan mulutnya itu. Kalau saja ada Raiqa, pasti akan menerima pukulan dobel darinya juga.


Di tengah pertikaian mereka yang memanas, tiba-tiba....


*DOR!


Satu tembakan dilepaskan ke atas langit dan berhasil menghentikan pertengkaran mereka. Keyra pun bergegas lari ke Rayden. "Papa, tolong hentikan Aidan." Memohon dan menangis tersedu-sedu. Arum pun memeluk Keyra, sedangkan Rayden menghampiri anak dan menantunya. Evan sedikit mundur karena takut, sedangkan Aidan masih berdiri kokoh di tempatnya. Ia percaya yang salah di sini adalah Evan, bukan Qila.


Benar saja, Rayden melewati Aidan dan langsung melayangkan tamparan cukup keras di wajah Evan.


*PLAK!


Membuat Keyra terkejut hebat pada ayahnya itu yang langsung mengusirnya juga. "Pergi kau dari sini dan jangan pernah menginjakkan kaki di rumah ini lagi."


"Papa! Apa maksudnya ini? Kenapa Papa malah mengusir Evan? Dia 'kan tidak salah di sini, Pa!" Keyra berdiri di sebelah Rayden yang tidak menanggapinya.


"Apa kau tidak bisa dengar?! Atau haruskah aku mengusir mu dengan cara lain yang lebih keras lagi?!" Kelakar Rayden dan menatap sinis pada menantu barunya itu.