
Seperti yang dikatakan Evan, mobil disetir oleh Aidan. Tibanya di parkiran kampus, Qila, Keyra dan Aidan keluar dari mobil. Menenteng tas mereka masing-masing dan menuju ke dalam kampus. Sambil berjalan ke arah kelas, Aidan yang penasaran soal Evan, ia bertanya pada adiknya.
“Key, tadi kemana Evan pergi? Kenapa dia tidak berangkat bareng kita hari ini?”
“Ngga tau, jangan tanya aku.” Menjawab Aidan dengan ketus kemudian pergi ke kelasnya yang berbeda dari saudara kembarnya itu.
“Yaelah, mau itu Raiqa atau siapa, memang sifatnya tidak pernah berubah. Selalu jutek kalau diajak bicara.” Aidan yang mendengkus sebal, tiba-tiba diajak bicara oleh Qila yang masih berjalan di sebelahnya.
“Aidan, aku mau tanya sesuatu,”
’Wih, tumben nih, ada apa? Apa dia minta tanggung jawab gara-gara kemarin malam? Tapi 'kan, kita sudah menikah, terus apa yang mau dia tanyakan?’ pikir Aidan mendadak tegang.
“Aidan, kau dengar, tidak, sih?” Menarik lengan suaminya yang malah diam.
“Oh, si-silahkan mau tanya apa, hmm?” tanya Aidan berhenti dan menatapnya sambil tersenyum lebar. Hatinya berbunga-bunga seperti lebah madu yang berhasil menemukan ratunya.
“Emh itu, apa kau tidak keberatan kalau kita pisah rumah?”
*Duar!
Bagaikan terkena rudal yang langsung meledakkan isi hatinya mendengar penuturan istrinya tersebut.
“Pi—pisah rumah? Kenapa tiba-tiba, Qila? A—apa karena semalam itu, ka—kau mau pisah dari ku?” Melontarkan tiga buah pertanyaan pada wanitanya itu.
“Bukan yang itu, maksud aku, kita dan anak-anak pindah rumah terus tinggal berempat saja. Bu—bukan bercerai, Aidan.” Qila meluruskan sebelum Aidan salah paham.
*Huuhhh...
Aidan menghembus nafasnya yang sudah daritadi tertahan. Untung Qila menjelaskan cepat. Kalau tidak, Aidan sudah jatuh pingsan sekarang.
“Boleh, 'kan?” tanya Qila lagi.
Aidan mengelus dada kemudian, “Memang kenapa harus pisah rumah dari Mama? Kau sudah tidak nyaman? Atau ada sesuatu yang mengganggu mu?” Bertanya balik.
Qila menunduk dan mere—mas jemarinya. Ingin mengatakan kalau Evan kemarin mau melecehkannya, tetapi takut juga akan menjadi bumerang diantara Aidan dan Keyra. Kalau saja di dapur terpasang cctv, pasti Qila sudah melaporkan ini kepada ayah mertuanya tadi.
“Oh, kalau begitu, soal semalam kau sudah tidak—”
“Aidan, tolong jangan bahas itu lagi.” Tegas Qila menatap Aidan dengan cemberut. Tapi dalam hatinya, merasa sangat malu.
“Haha, baiklah, nanti pulang, aku akan bicara pada Mama.” Aidan tertawa kekeh di sebelah istrinya yang kembali jalan.
“Hmm, makasih sudah mengerti.” Senyum Qila menoleh tiba-tiba. Membuat langkah Aidan sontak berhenti, karena tidak menyangka istrinya itu bisa tersenyum manis. ‘Hadeh, untung aku tidak punya riwayat diabetes jadi bisa menahan manisnya istriku, hehehehehe,’ cengir Aidan dalam hati. Tetapi seketika senyum Aidan hilang saat Qila berbalik badan dan mengatakan, “Tapi, setelah kita pindah rumah, jangan sentuh aku dalam sebulan dulu.”
*Deg
Hati Aidan yang tadi meledak dan sudah diperban, kembali retak karena Qila menjauh lagi dan melarangnya. ‘Huftt, kenapa sih sikap mu begini, Qi? Sampai kapan? Aku sangat tersiksa tau. Sampai rasanya ingin pindah planet sekarang. Aku sedikit iri kalau lihat Papa dan Mama romantis, aku juga mau kayak gitu, dimanja-manja sama istri juga. Mungkin yah setelah lulus, aku cocok jadi peran tokoh di film catatan hati seorang suami, terus curhat biar kau tahu isi hati ku di sana. Tapi yah ... sebagai Tuan muda dari Bos Mafia, aku harus tetap jaga image dan sabar meladeni sikap dingin mu ini.' Mengeluh dalam hati dan tidak sadar Qila sudah berjalan cukup jauh.
“Ehh, Qila, tunggu!” Aidan bergegas menyusul wanitanya yang berjalan ke arah seorang pria asing, tampak berdiri sendirian di depan kelas, yang tidak lain adalah Bram, Dosen baru yang resmi diterima mengajar hari ini.
.
Nah, di atas adalah gambar sambungan dari Bab terakhir season 1😁Aidan (Bram) dari masa depan bertemu kembali dengan Aidan di masa sekarang🙈apakah suara Bram akan dikenali oleh mereka?😳Dan siapakah pelaku pembunuhan yang sebenarnya? Apakah Qila sungguh mati karena Black?
Semua akan dibongkar di Bab-bab berikutnya😍tetap ikuti ya gaes, maaf kalau banyak kata salah dan anggap seru-seruan saja. Jangan terlalu dipikirkan tentang time travelnya🥰
^^^Bersambung.^^^
^^^Like, komen, share♥️^^^
^^^Biar Author semangat nulisnya!^^^
^^^Next to Chapter!^^^
^^^Thank's you😍^^^