Precious'S TiMe With You, Baby!

Precious'S TiMe With You, Baby!
33. PTWY 33 # Kehilangan Anaknya



"Mama, Papa!" Tiba di Puncak, Aidan masuk ke dalam Vila. Memanggil dan berteriak sambil mencari keberadaan mereka. Kebetulan sekali, ayah si kembar yang sedang dilanda kepanikan itu berpapasan dengan Qila.


"Qila!!!" Pluk! Segera memeluk istrinya dengan erat.


"Kamu tak apa-apa, 'kan? Keyra tak melakukan sesuatu pada mu, kan? Tak ada yang terluka, 'kan? Semua baik-baik saja, kan? Iya, kan, Qila?" Melontarkan pertanyaan secara bertubi-tubi dan melihat keseluruhan tubuh istrinya dari kaki sampai ke ujung kepala. Berharap tak ada yang lecet.


"Alhamdulillah, aku sehat-sehat kok, Aidan. Kamu tak usah cemas dan panik seperti itu," ucap Qila sedikit tertawa geli melihat Aidan begitu ketakutan.


"Syukurlah, kamu tidak dilukai oleh Keyra," hembus Aidan bernafas lega.


"Oh ya, dari mana kamu tahu Keyra mau mencelaikan Qila?" tanya Hana tiba-tiba datang menghampiri suami istri itu. Di Vila itu, cuma ada Hana, Bik Ida dan anak kembar Aidan, karena yang lainnya membawa Keyra ke rumah sakit sebab kondisi Keyra tiba-tiba menurun drastis. Mungkin, Keyra yang tertekan akibat ulah Black, membuatnya drop. Begitupun Raiqa, juga ikut bersama Rayden.


Aidan pun menjelaskan bahwa, Evan sudah tidak bisa dimaafkan lagi karena orang itu yang meminta Keyra mencelakai Qila dan juga telah berhasil menyusup ke markas Rayden. Perbuatan Evan sudah pantas dibalas dengan hukuman penjara, karena berencana ingin membunuh Qila.


"Aneh, kenapa Evan begitu jahat? Apa yang membuatnya seperti itu?" tanya Hana. Tetapi Aidan cuman melewatinya dan berkata, "Lebih baik, kau diam saja dan tak perlu tahu apa yang telah terjadi diantara kami." Menarik Qila menaiki anak tangga dan pergi melihat Aiko dan Aila yang dijaga oleh Bik Ida.


"Ihhhhhhhh, selalu begini! Kenapa sih kalian sombong banget! Aku kan juga bagian dari keluarga ini." Dengan sesal, Hana menghentakkan kedua kakinya.


Di waktu yang sama, Keyra perlahan-lahan membuka matanya. Dengan penglihatan yang masih samar-samar dan kepala yang sakit, wanita itu menoleh dan melihat Arum di sebelahnya.


"Mama.... ini di mana?"


"Apa yang sedang terjadi?"


Keyra beranjak duduk, kemudian tersadar ada yang berbeda dari tubuhnya. "Loh, apa ini? Kenapa ada bekas jahitan? Te—terus kenapa perutku rata? Jangan—jangan——" Keyra dengan perasaan takut, menoleh ke Arum. Air matanya tiba-tiba berlinang dengan sendiri.


"Ma—mama, apa jangan—jangan aku keguguran?"


Arum mengangguk, dan secepatnya mendekap Keyra. "Kamu yang sabar, Nak." Seketika, tangis Keyra pecah kembali. Hancur dan sedih atas kehilangan anaknya.


Raiqa dan Rayden di luar, hanya bisa diam mendengarkan ratapan pilu dari kesedihan Keyra. "Mama, aku salah, harusnya tak merahasiakan ini pada kalian. Hiks, Mama." Rayden cepat masuk, membantu Arum menenangkan putri mereka. Dalam hatinya, dia juga sedih dan hancur melihat Keyra terpuruk. Itu, membuat rasa bencinya pada Evan semakin besar.


"Mama, katakan padaku, ini cuma mimpi kan?" Isak Keyra ingin rasanya gila. Sudah sepenuh hati mencintainya dan tak sabar atas kelahiran anaknya, tapi sekarang, ia tak sanggup menerima kabar buruk itu.


.


Pantas Evan tak tahu Keyra punya anak, yang bunuh adalah Black sendiri🥲kasian Keyra, berhasil jadi korban suaminya sendiri🥺Padahal cuma ingin dicintai, tapi berakhir kehilangan sang buah hati🥀 hufff..


Bersambung,.