Precious'S TiMe With You, Baby!

Precious'S TiMe With You, Baby!
7. PTWY 7 # Melepas Semua Baju




...>>>Happy Reading<<<...


...21+...


“Hmm, begini ... kita 'kan sudah jadi keluarga, harusnya kau tidak usah panggil—Kakak. Kau panggil aku dengan nama saja, itu lebih terdengar mesra — eh maksudnya sopan.” Meraih cepat tangan kanan Qila dan menggodanya dengan nada lembut.


“Dan juga, aku tahu kau akhir-akhir ini tampaknya kurang diperhatikan Aidan. Jadi, kalau boleh ... aku bisa memberi mu kepuasan—”


'Plak!!!


Qila langsung menampar tangan Evan. Secepatnya mundur dan menjauhi suami Keyra. Perasaan Qila sudah tidak tenang sekarang. Jantungnya berdebar-debar ketakutan dan cemas karena tatapan Evan menyiratkan sesuatu yang tidak baik.


“Tolong, jangan asal sentuh, Kak!” ujar Qila menegaskan. Ia mengambil cepat-cepat mangkuk kotornya, lalu mencucinya tanpa mempedulikan Evan.


'Akhh!!!


“Sudah aku bilang, hentikan!” Qila menghempaskan tangan Evan yang tiba-tiba lancang memegang pinggangnya.


“Puft, kenapa harus marah? Kita ini 'kan bernasib sama, Qila. Kau tidak dicintai Aidan, begitupun aku yang juga tidak dicintai Keyra. Ayolah, kita dapat saling memahami loh, bahkan bisa sama-sama memberi kehangatan,” paksa Evan maju dengan nada merayu.


“Berhenti!” pekik Qila mundur dan terpojok ke wastafel di belakangnya.


“Ka—kalau Kak Evan berani melakukan sesuatu lagi, aku akan teriak dan laporkan ini kepada Papa!” ancamnya tidak main-main sambil menodongkan pisau. Raut wajah Evan seketika berubah kecewa dan kesal karena tampaknya efek obat belum bekerja.


Tetapi yang sebenarnya, Qila sedang menahan rasa aneh dalam dirinya. Melihatnya melirik setiap jendela yang tertutup, Evan pun menyadari efek obat mulai bereaksi.


“Kau kenapa, Qila? Kenapa gelisah dan resah begitu?” tanya Evan merebut pisau di tangan Qila. Menaruhnya di dekat wastafel dan mencekal kedua tangan Qila ke atas.


“Le—lepaskan! Lepaskan, Kak!” pekik Qila ingin berteriak tetapi mulutnya tiba-tiba dibungkam.


“Hei, Qila. Wajah mu sangat merah, apa kau sakit? Atau sedang menginginkan sesuatu yang menyenangkan dariku?” Senyum Evan mesum.


‘Ukh, kenapa rasanya gerah begini?!’ batin Qila berkeringat banyak dan seakan-akan ada yang mengontrol dirinya sekarang.


“Bagus, kau lebih baik seperti ini agar aku bisa mudah menuntaskannya malam ini juga.” Seringai Evan dalam hati ingin melepaskan sweater Qila yang menghalangi bentuk tubuh iparnya itu, tetapi tiba-tiba ...


Ting!! Tong!!!


’Kak Aidan?’ Qila yang nyaris tenggelam dalam pengaruh obat, ia sadar setelah mendengar pintu diketuk dan suara bel yang dipencet berulang kali.


*BRUAK!!


Evan terbelalak didorong secara mendadak oleh Qila yang bergegas melarikan diri. Keluar dari dapur dan menuju cepat ke pintu rumah.


’Sial, aku terlalu banyak membuang waktu!’ umpat Evan berdiri dan ingin mengejar Qila, tetapi Ibunda si kembar itu sudah berada di depan pintu.


*Kreeekh!!!


'Deg'


“Ehh, Qila? Tumben kau—”


'Plukh'


“Aidan, aku sudah menunggu mu. Kenapa kau baru pulang jam segini?” Mendongak dengan wajah yang merah dan imut menggemaskan kepada suaminya. Sudah jelas, Qila telah dipengaruhi efek obat dari Evan.


*Blushh!!


Wajah Aidan ikut memerah tomat. Padahal ini cuma hal sepele tapi entah kenapa jantungnya ingin keluar dari tempatnya berdegup-degup.


“Haha, i—itu tadi di jalan ada masalah dikit,” kekeh Aidan menggaruk rambutnya dan malu dipeluk-peluk oleh istrinya. Seketika saja, Qila bertingkah aneh dengan meraba dada bidangnya.


“Eh, kau kenapa? Kenapa wajah mu merah sekali? Kau demam?” Aidan meletakkan tangannya ke dahi Qila. Belum juga merasakan suhunya, Ibu Aiko itu menarik tangannya.


“Hmm, ada apa dengan mu?” tanya Aidan lagi dan mengunci pintu rumah.


“Kita ke kamar, yuk,” ajak Qila memohon manja dan menggodanya.


“Oh begitu, ya sudah kita ke kamar dulu.” Aidan pergi dan menggandeng istrinya menaiki anak tangga. Membuat Evan yang bersembunyi di pintu dapur, tampak cemburu berat. 'Sialan, aku sudah capek-capek memberinya obat, tapi direbut oleh Aidan! Seharusnya aku yang ada di sana!' Menggerutu kesal sendirian.


*Tiba-tiba ...


“Tuan Evan, ada apa anda berdiri di sini?” tanya Bik Ida datang dan heran melihat menantu Tuan majikannya berada di dapur.


Evan yang sedikit terkejut, cuma mendecak lidah. “Tch!” Lalu pergi tanpa menjawab pertanyaan Bik Ida.


“Hmm, mungkin barusan aku salah dengar. Tapi kenapa raut wajah Tuan Evan kecewa begitu tadi?” gumam Bik Ida sambil mengecek pintu rumah. Ia melihat sepatu Aidan ada di rak dan sandal rumahan anak majikannya sudah tidak ada.


“Hmm, sepertinya tadi yang menekan bel memang Tuan Aidan. Tapi siapa yang membuka pintunya?”


“Ya sudahlah, mungkin itu nyonya.” Bik Ida kembali masuk ke dalam kamar dan tidak merasakan kecurigaan lagi. Setelah masuk ke kamar, Aidan tertegun diam melihat di atas tempat tidur ada dua malaikat kecilnya. Ia mendekati mereka dan sedikit tertawa gara-gara posisi tidur Aila yang jungkir balik.


Sedikit gerak saja, bisa menendang wajah imut saudaranya. Oleh sebab itu, sebelum ada tangisan kesakitan berdendang, Aidan memperbaiki posisi Aila.


“Sepertinya aku akan tidur di ruang kerja Papa, Qi. Kau tidurlah di ranjang ku—”


*Blushh!!!


“Aidan ...” lirih Qila mengagetkan Aidan yang menoleh ke arahnya. Bagaimana tidak, Qila tiba-tiba melepas semua kain di tubuhnya. Memperlihatkan body polosnya di depan suaminya itu yang memerah layaknya kepiting rebus dan nyaris mimisan. Jantung Aidan pun juga berdebar-debar 10x lipat sekarang setelah diberi suguhan indah menggoda yang sangat-sangat langka malam ini.


“Astaghfirullah, kau kenapa lepas semua baju? Ada anak-anak di sini, Qila.” Aidan menarik selimut dan menutupi cepat tubuh keranjang istrinya. Mau menjerit senang sudah mendapat suprise, tapi sekarang bukan waktunya berbahagia.


“Umhh ... aku umh... tidak tahan lagi, Aidan.” Memohon dengan suara candunya setelah merasakan puncak gairah dalam tubuhnya yang sedang terang—sang.


“Ti—tidak tahan apanya?” tanya Aidan dan lagi-lagi Qila melepas selimut yang membalut tubuhnya. Kemudian menarik Aidan jatuh ke tempat tidur.


.


Kasian ada yang gagal tuh wkwk😹


Waduh, apakah ini awal mula terbentuknya bayi Rafka?👀


Moga-moga si debay twins tidak terganggu ya dengar suara ceplok malam-malam haha...