Precious'S TiMe With You, Baby!

Precious'S TiMe With You, Baby!
39. PTWY 39 # Pertarungan Black dan Bram



Di sisi lain, Black yang dikejar oleh Bram, masuk ke dalam sebuah club malam. Semua orang yang ada di sana tak menyadari kehadirannya dan fokus bersenang-senang, menikmati tarian dari wanita penghibur dan berfoya-foya.


Tak ada jalan lain, Bram akhirnya ikut masuk ke sana dan terus mencari Black yang memakai topi dan kacamata hitam. Berharap kali ini Evan tak hilang dari pengejarannya.


"Tak salah lagi! Dia masih hidup!" Bram mendecak lidah, melewati orang-orang di sekitarnya. Sementara Evan, saat ini bersandar di balik tembok. Mengatur nafasnya yang tersengal-sengal dan menarik kerah lengannya. Ia melihat bintik-bintik merah di pergelangan tangannya yang terasa gatal dan panas. Rasanya terbakar dan perih berkali-kali lipat.


"Sial, apa yang sebenarnya terjadi pada ku?" Evan tampak sulit bernafas dan jantungnya berdetak tak seperti biasanya.


"Gara-gara ini, aku tak leluasa bergerak dan sekarang ada yang mengejarku. Aku harus segera kabur sebelum dia menangkap ku." Evan berpikir, yang mengejarnya adalah anak buah Rayden.


Dengan langkah tertatih-tatih, Evan menuju ke pintu belakang sambil menggenggam erat dadu ajaibnya. Sontak saja, dari belakang sana, Bram menemukannya dan langsung meneriakinya dengan keras.


"EVAN! Berhenti, kau di sana!"


*Deg


Black dengan mata membola karena kaget, menoleh perlahan dan melihat orang itu rupanya—


"Aidan?" Black sangat-sangat terkejut, apa yang dia pikirkan ternyata benar kalau Aidan\Bram tidak mati.


'Sialan, kenapa dia tak mati saja?' Black mendorong pintu di depannya dan berlari sekuat tenaga. Menerobos geng kecil di depannya yang sunyi dan mencekam. Tetapi percuma, Bram terus mengejarnya hingga membuat Black terpojok ke jalan buntu.


*Shring!


Evan mengaktifkan dadunya, kemudian memegang erat pedang di tangannya dengan gemetar akibat tangan kirinya yang terasa sakit itu, sambil menelan ludah susah payah.


"Sekarang kau tak bisa kemana-mana lagi," kata Bram tak lupa juga mengeluarkan dadu milik Aidan. Keduanya saling berhadapan dengan senjata tajam di tangan mereka masing-masing.


"Lalu, kenapa kalau aku tak bisa kemana-mana? Apa kau sekarang mau membunuh ku di sini?" balas Black tak lupa masih bisa tersenyum sombong.


Evan tertawa, "Memangnya, kau sudah yakin aku yang akan menyebabkan kematian Qila dan putramu itu?"


"Ya aku sudah yakin. Dirimu saat ini sudah dipenjara, dan sekarang yang bisa mencelakai mereka hanyalah kau,"


"Apalagi Keyra yang ingin mencelakai Qila di hutan termasuk bukti perintah darimu. Aku sudah tak perlu mencari bukti lain lagi." Black menodongkan pedangnya ke arah Black, dan kemudian...


*Clang!


*Clang!


Dua senjata itu digerakkan, menyerang dan diayungkan dengan sangat cepat. Pertarungan sengit dan menakutkan yang tak dapat dihindari oleh Black, akhirnya dimulai di jalan buntu itu. Suara percikan dari ketajaman senjata mereka menggema dan menghasilkan suara yang mengerikan. Tak ada yang bisa menghentikan mereka, dan menyadari pertarungan antara hidup dan mati mereka.


*Whizz!


*Brukk!


Black terpental ke tembok saat pedang Bram terayung dan nyaris meNyayat perutnya. "Berhenti, Aidan!" ujar Black yang dibuat tak berdaya.


.


Nah loh, gak bisa kabur kemana-mana lagi😁


Like ya❤️biar author semangat nulisnya😇


—Terima kasih—