
"Ah, haha, itu tak ada apa-apa, Qi." Aidan dan Raiqa langsung cengengesan, dan tak lupa saling melempar senyumnya pada Qila.
Tiba-tiba terdengar keributan di mall itu. Semua berlarian dan histeris adanya musibah yang terjadi di tempat Keyra berada. "Mama, Keyra dan anak-anak ada di sana!" Qila dan yang lainnya ikut panik. Arum dan Kinan jatuh terduduk di lantai melihat api besar membumbung tinggi dan membakar apa saja di sana dengan cepat, sedangkan Qila, sudah tak bisa lagi berkata-kata, nafasnya sesak memikirkan nasib anak-anaknya. Aidan dan Raiqa menjatuhkan belanjaannya, dan segera berlari mencari Keyra dan si kembar.
"Aidan, Raiqa!" teriak Keyra terbatuk-batuk sambil menggendong Aila yang tak sadarkan diri.
"Ya Allah, di mana Aiko, Key?" tanya Aidan, tak melihat Aiko bersamanya. Setelah memberikan Aila kepada Raiqa, Keyra sambil menangis menunjuk ke dalam sana.
"Aiko-Aiko! Aku tak melihat dia, Aidan! Dia tiba-tiba sudah tak ada di samping ku, sepertinya dia masih terjebak di dalam! Hiks, maafkan aku, Ai!" Raiqa memapah Keyra yang hampir ikut pingsan.
"Celaka! Aku harus mencarinya!" Aidan tak punya pilihan lagi selain pergi menyelamatkan putranya. Ia masuk menyusul anak buah Rayden yang mencari Aiko juga. Tetapi, anak buah Rayden keluar dan menghalangi Aidan akibat api semakin berbahaya.
*BOMM!
"Tidak, AIKO!" pekik Aidan histeris, seketika membisu dan terguncang hebat melihat tempat permainan itu meledak. Hampir persis yang ada dalam mimpinya yang melihat Qila dan Aiko meninggal dalam sebuah ledakan. Pemadam kebakaran yang telah tiba, segera melakukan pekerjaan mereka dan melarang Aidan mendekati api.
Qila yang melihat Aidan, Raiqa dan Keyra hanya membawa Aila, tangisnya pecah. Arum dan Kinan memeluknya cepat dan menenangkan Qila yang menjerit memanggil Aiko. Mereka takutkan kondisi Qila memburuk dan membahayakan kehamilannya.
"Momi, Dadi," panggil Aiko dengan kondisi baik-baik saja.
Qila menangis bahagia dan segera memeluk putra kecilnya itu. Mencium dan terus mengucap syukur. Aidan menghela nafas lega, begitupun yang lainnya. Bersamaan api berhasil dipadamkan dan bersyukur tak memakan korban dari musibah ini.
Sementara yang pingsan dan luka-luka, termasuk Aila, mereka semua dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Dua jam kemudian, Aila sadar dan langsung menangis. Rayden yang datang melihat kondisinya, segera menggendong cucunya dan menenangkannya yang ketakutan. Sedangkan yang lain, merasa lega karena kondisi kehamilan Qila masih baik-baik saja. Kini tatapan mereka tertuju pada Aiko yang diam di pangkuan Kinan.
"Aiko, tadi kamu kenapa pisah sama Tante Keyra, sayang?" tanya Qila di sebelah Arum dan mengelus pipinya. Aiko dengan polosnya, menunjuk Aidan.
"Tadi, Aiko lihat Dadi kejal Om Evan. Telus, Aiko pelgih cali Dadi, Momi." Aiko berkata jujur, karena memang Bram yang tanpa penyamaran, datang untuk mengetahui apa penyebab dari kebakaran mall yang dipastikan akan terjadi dan semua itu murni kecelakaan adanya korsleting. Berkat Bram sengaja memperlihatkan dirinya pada Aiko, bocah itu selamat dari salah satu aspek kematiannya.
Pas sekali, Bram berhasil menemukan Black yang masih diam-diam mengawasi mereka. Dan akibat kebakaran ini, acara syukuran diundur beberapa hari sampai kondisi Qila dan Aila benar-benar pulih total.
.
Yeah! Bram dan Black bertemu kembali😱apa yang akan terjadi selanjutnya?👀