
"Yuk, sekarang kita gabung sama anak-anak, Mama dan Papa pasti sudah menunggu kita untuk sesi foto keluarga bersama." Aidan merapikan dasinya sambil melirik Qila yang memperbaiki tatanan rambut dan juga make-upnya.
"Hm, yuk!" Qila mengangguk, namun Aidan tiba-tiba diam. "Kenapa? Kok lihat aku begitu?" tanya Qila.
"Sebentar, ada sesuatu yang lebih cocok untuk mu!" Aidan membuka lemari. Mengambil kotak di paling bawah, kemudian menaruhnya di atas kasur.
"Apa itu?" tanya Qila deg-degan.
"Surprise! Ini ada hadiah paling cocok untuk istri yang paling ku sayang dan ku cintai di dunia ini," kata Aidan berdiri di depan Qila, menunjukkan gaun mewah dan juga tak lupa menggoda istrinya dengan kata-kata manis.
Netra hitam Qila membola, ia kaget.
"Loh, kenapa gak senang? Apa gaunnya jelek?" tanya Aidan mengira Qila akan teriak heboh, tapi sekarang cuman diam termangu. Tentu saja, Qila dalam hatinya cukup senang, tapi melihat gaun itu, ia teringat foto Bram. Persis! Gaun itu persis yang ada di foto itu dulu!
"A-aku senang sekali, terima kasih, atas suprisenya," ucap Qila tersenyum.
"Huff, kirain tadi gaun ini bukan seleramu," balas Aidan tersenyum lega kemudian menarik tangannya. "Sini, kamu pakai ini dulu." Terpaksa, Qila memakainya meskipun hatinya terus berdebar-debar aneh.
"Aidan, apa kamu yang pesan sendiri gaun ini?" tanya Qila tiba-tiba, memakai gaun itu sambil dibantu olehnya.
"Ya sayang, ini gaun yang aku rancang sendiri kepada seorang desainer kenalan Mama. Gaun ini belum pernah dipromosikan di luar sana," jawab Aidan.
"Lihatlah, kamu cantik-cantik sekali kalau pakai ini. Bidadariku dari Tuhan memang paling manis di dunia ini," sambung Aidan memuji Qila yang tersipu malu.
"Ihh, kamu dapat gombalan begitu darimana, sih?" tanya Qila menatap Aidan yang salah tingkah.
"Haha, itu dari teman bisnis." Aidan garuk-garuk kepala, tak bisa jujur kalau itu dari Bram yang sengaja memberikan buku panduan dan 999+ kode menggoda pasangan.
"Yuk, kita turun," ajak Aidan sudah tak sabar memperlihatkan betapa manis dan spesialnya Qila kepada semua orang.
"Tunggu," tahan Qila.
"Hm, kenapa? Ada yang kurang? Atau mau dicium dulu?" tanya Aidan lagi-lagi menggodanya sambil menaikkan kedua alisnya.
"Ih, bukan! Aku cuman mau tanya, apa kamu sudah mengundang Pak Brian?"
*Deg
Benar saja, yang ditakutkan Aidan benar terjadi. Istrinya itu pasti akan bertanya soal pria itu.
"Ah, kamu jangan gitu deh, siapa tahu 'kan lagi di jalan," ucap Aidan gugup.
"Tapi, ini sudah terlambat," kata Qila murung.
"Duh, jangan dipikirkan ya, mungkin saja juga dia sudah ada di bawah. Yuk, kita turun dulu." Aidan menarik dan secepatnya menggandeng istrinya.
"Duh, kenapa perasaanku gak enak, ya?" Qila dalam hati kembali merasa resah dan gelisah. Pasalnya, gaun yang dia pakai adalah gaun perdana rancangan dari Aidan.
"Apa jangan-jangan waktu itu Om Bram sudah berbohong?"
"Dalam foto itu pasti adalah aku! Dan Om Bram, pasti telah menukarnya! Jika benar, itu artinya Om Bram mungkinkah masih hidup?"
Qila terus menyakinkan foto yang sempat ia temukan dari foto Bram empat tahun lalu adalah fotonya sendiri yang diambil malam ini.
Seperti yang telah Aidan katakan, semua orang yang melihat kedatangan Qila dan Aidan ke ruang sesi foto, mereka diam terpana.
"Ahhh, Momi! Cantik sekali!" pekik Aila turun dari pundak Raiqa, kemudian berlari ke Ibunya. Sedangkan Aiko, hanya diam dengan wajah memerah. Begitupun yang lainnya nge-blus, kecuali Hana yang berdiri di sebelah Wira, tampak semakin muak. Sudah kalah populer, sekarang kalah cantik.
"Terima kasih, Aila juga malam ini cantik banget! Lebih cantik dari Momi." Balas Qila memuji putri mungilnya yang langsung salah tingkah. "Hihihi, ma-acih, Momi."
"Sama-sama, sayang." Qila mengecup tangan putrinya yang berada di gendongan Aidan.
"Mari, sayang, kita ke sana dan foto bersama," ajak Aidan.
"Isokey, Dadi!" seru Aila girang. Semua orang tertawa geli melihat kelucuannya itu. Di tengah sesi foto, ada-ada saja gaya dan posisi Aila yang konyol. Ekspresinya pun sangat mengocok perut nenek dan kakeknya. Kecuali Hana, ingin rasanya menampar mulut kecil Aila yang tak bisa diam itu.
Namun, tiba-tiba di akhir sesi foto, Aidan, Keyra, Rayden, Raiqa dan Wira mendadak diam setelah merasakan kehadiran seseorang yang sangat kuat dan suaranya yang terdengar jelas sangat familiar, yang tak lain orang itu adalah Bram. Sedangkan Hana, mengernyit heran, karena ini pertama kalinya, melihat ekspresi terkejut mereka yang beda.
"Kamu kenapa, sayang?" tanya Qila, Arum dan Kinan pada suami mereka.
.
Suprisenya apa nih dari Bram?🤫
Jangan lupa like🥰dan semangat beraktifitas🤗ikuti selalu ya😆