
Setelah sampai di rumah sakit, Qila diperiksa oleh dokter dan hasilnya menunjukkan bahwa Qila sudah hamil selama sembilan minggu. Arum dan Rayden sangat senang mendengar berita ini. Karena Aiko dan Aila takut suntik, Rayden pun menjanjikan akan memberi hadiah pada cucunya kalau bersedia diberi vitamin oleh Dokter. Si kembar yang berhasil dibujuk, mereka terpaksa menahan rasa takut mereka. Terlihat lucu melihat Aiko dan Aila yang menangis manja di pelukan Qila.
Setelah selesai dari rumah sakit, mereka berhenti di sebuah restoran untuk makan malam.
"Sekarang, kita harus memikirkan nama untuk cucu ketiga kita. Kalian punya ide?" tanya Rayden menatap Qila dan Aidan.
"Aku ingin memberikan nama Rafka yang artinya 'Lemah lembut' atau 'Penyayang'," jawab Aidan ingin sendiri memberi nama untuk anaknya.
"Bagus. Namanya penuh makna dan Papa suka itu. Kali ini Papa mengakui kau cerdas, Aidan," ucap Rayden tidak lupa menyindir putra sulungnya itu. Membuat Aidan cemberut.
"Mama juga suka nama itu," seru Arum.
"Rafka, ya? Aku juga setuju," kata Qila melihat Aidan, dalam hati merasa senang karena nama anaknya kali ini dari Aidan.
"Yeayyy, nama adik balu na Ayila, Laskah," seru Aila sambil kegirangan di sebelah Aiko yang malah sibuk menghabiskan makanan di piringnya.
Mereka pun melanjutkan makan malam mereka dengan suasana yang penuh kegembiraan dan rasa syukur. Mereka mengira kehadiran Rafka akan menjadi tambahan kebahagiaan bagi keluarganya. Aidan yang menikmati kebahagiaan malam ini, berharap dapat merasakan selalu kebahagiaannya di masa depan sampai hari tua mereka.
"Atok, sebeylum pulang, ayok na belih hadiah banyak-banyak dulu!" rengek Aila di sebelah Rayden. Menagih janji Kakek Mafianya itu.
"Hiyak, Ayiko mawu na ke situ, Atok!" Aiko menunjuk toko swalayan besar yang tidak jauh dari restoran. Aidan yang melihat toko itupun diam termenung, teringat dengan gambaran tiga tahun lalu yang memperlihatkan sekilas dirinya masuk berbelanja di sana bersama dua anak kembar dan juga Qila. Waktu dan tempatnya benar-benar sama!
"Hmm, kau kenapa?" Qila bertanya kepada Aidan yang tiba-tiba ketakutan karena bukan cuma ingatan itu yang dia dapatkan saja, tapi ada satu ingatan yang lebih mengerikan tentang kematian Qila dan satu anak kembarnya. Ini bukan lagi konsep Dejavu yang dia pikirkan, tetapi ini sungguh ingatan masa depannya yang nyata.
'Tidak mungkin, ini pasti cuma kebetulan!' Aidan bersikeras mengabaikan firasat buruknya itu dan tetap berpikir tenang.
Padahal semua itu akibat dampak lain dari perbuatan Bram yang melakukan time travel. Secara tidak langsung, ingatan Bram terhubung pada Aidan tanpa mereka ketahui selama ini. Ingatan itu, lebih tepatnya seperti kode penyelamatan dari masa depan, namun Aidan mengabaikannya dan itu memberinya penyesalan besar.
"Akhhh, sial. Apa-apaan ini?! Di mana si berengsek itu?" Bram frustasi karena apa yang dia lakukan tidak mengubah apapun. Seperti yang akan terjadi, Evan menghilang dan sudah pasti sedang merencanakan sesuatu. Bram pun ingat kalau dua bulan ke depan Evan akan muncul di laboratorium Rayden untuk mencuri dadu canggih dan beberapa alat di sana. Sebelum itu terjadi, Bram yakin akan membereskannya terlebih dahulu. "Kali ini, aku harus berhasil!" Bram duduk dan mencoba tenang.
"Nona, anda baik-baik saja?" Bik Ida datang dan mengetuk pintu kamar karena tidak sengaja mendengar suara saat melewati kamar Keyra.
Keyra belum menjawab, ia perlahan mendekati orang itu dan kemudian dengan perasaan was-was, ia membuka maskernya. Seketika, detak jantung Keyra berdegup cepat 2x lipat melihat rupa orang itu adalah Evan, alias Black yang ternyata masih selamat. Keyra berdiri, mengambil gunting dan ingin menusuk suaminya itu, tetapi pada akhirnya ia hanya menangis. Tidak sanggup menghabisi ayah dari anak di dalam perutnya itu.
"Nona, tolong jawab saya, apakah yang sedang terjadi di sana?" Bik Ida yang cemas, terus memanggil di luar.
"Hiks, Evan, satu yang aku inginkan darimu hanya ketulusan. Hanya itu saja." Keyra terisak di atas dada bidang Black. Masih berharap suaminya yang sedang pingsan itu dapat berubah dan memberi sedikit cinta untuk janin di dalam perutnya.
.
Black \= Evan dari masa depan yang melakukan timetravel.
Evan \= Suami Keyra yang akan menjadi Black di masa lalu. [Season 1]
Bram \= Aidan dari masa depan yang melakukan timetravel.
Aidan \= Suami Qila saat ini dan juga akan menjadi Bram di masa lalu untuk menyelamatkan Qila dari kematian.
[Season 1]
Semoga paham ya hehehe...
Gambar hanya pemanis🥰