Precious'S TiMe With You, Baby!

Precious'S TiMe With You, Baby!
62. PTWY 62 # Dadi Jahat!



"Keyra, Papa kalian kemana, Nak?" tanya Arum, karena suaminya tak pernah terlihat sejak bayi Rafka lahir.


"Keyra nggak tau Papa kemana, Ma," ucap Keyra yang sedang memasukkan baju-bajunya ke dalam koper.


“Duh, kalau begini, kita pulang pakai mobil siapa sekarang?” Arum menghembus napas berat, kecewa sedikit pada Rayden yang suka pergi tak bilang-bilang dulu.


Tok...tok...tok...


"Hm, Kinan? Ada apa datang kemari?" tanya Arum.


“Aku dengar, kalian tak punya tumpangan, bagaimana kalau kalian ikut bersama kami?” Kinan menawarkan mobilnya.


"Tapi, Tante, ada Raiqa dan Hana," ucap Keyra.


"Tak usah pikirkan kami, aku dan Raiqa bisa pulang pakai taksi nanti," sahut Hana di belakang Kinan.


"Ya sudah, terima kasih, Kinan," ucap Arum merasa lega.


Mereka bertiga pun keluar dari hotel, menuju ke mobil Wira untuk ke rumah sakit terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah. Hana yang melihat mobil ayahnya pergi, tersenyum menyeringai.


"Woi, Hana!"seru Raiqa datang membawa motor yang telah dipinjam, karena malam ini toko penjual motor sedang tutup.


“Loh, ngapain bawa motor butut kayak gitu?” tanya Hana.


"Kata Papa, kita pulang pakai ini dulu, dan melarang kita pakai jasa taksi. Kau sendiri tahu, Papa sangat ketat melindungimu. Tenang saja, nanti di perjalanan ada beberapa anak mobil Papa yang akan melindungi kita dari belakang," ucap Raiqa menunjuk satu mobil yang dipenuhi penjaga.


"Ck, padahal aku lebih suka pulang pakai taksi," decak Hana.


"Nggak usah ngeluh, cepat naik sini!" suruh Raiqa memberi helm. Hana pun terpaksa menurut.


"Dadi," panggil Aiko menarik ujung baju Aidan.


“Hm, kenapa, sayang?”tanya Qila melihat Aiko resah.


"Aiko, masih betah di sini ya?" tebak Aidan.


"Bukan, Aiko ndak mau Dadi sama Momi pulang hali ini, besok saja," jawab Aiko pada Aidan yang menggendong Aila. Sementara Qila, masih di atas brankar sambil menyu-sui Rafka.


“Dadi, Aila mau tidul sama Nenek,” rengek Aila mengucek-ngucek matanya. “Ya sayang, Aila tidur aja duluan, nanti Dadi bawa kamu ke Nenek,” ucap Aidan.


“Dadi, dengal Aiko!” sentak Aiko tiba-tiba marah.


"Aiko, jangan berisik sayang, adik kalian sedang tidur," tegur Aidan menunjuk baby Rafka.


“Ada apa ini?” sahut Wira datang bersama yang lain.


"Papa, ini loh Aiko, nggak mau pulang," ucap Aidan. Wira mengelus kepala cucunya kemudian membujuk Aiko agar menurut, karena besok Wira sudah tak bisa menetap di kota karena harus bekerja kembali. Artinya, Wira tak bisa bebas lagi menjaga putri dan cucunya di sini.


“Sini, Qila, biar aku yang gendong dia,” pinta Keyra ingin merasakan juga bagaimana menggendong bayi yang dibalut dengan selimut empuk. Qila tersenyum, dihibur dengan hati-hati. bisik Keyra dan menahan tangisnya.


“Sini, Nak, Mama bantu kamu berdiri.”Qila turun perlahan dan menerima uluran tangan Kinan.Kemudian mendapat kecupan di keningnya.“Oma, Aila mau sama Oma,” rengek Aila ke Arum. .


"Sekarang, mari ikut pulang dengan kami bersama." Wira mengajak mereka keluar dari rumah sakit. Kini Aiko sungguh diam saja, tak berdaya di hapadan mereka. Aiko sadar, tubuhnya masih kecil dan tak mampu menghentikannya.


"Ada apa, Aidan? Kok belum naik mobil?" tanya Qila di samping Aiko. Sedangkan Wira, Kinan, Arum, Keyra dan Aila berada di satu mobil yang sama dengan baby Rafka, karena mobil Wira cukup besar dari mobil Aidan, sehingga muat beberapa orang.


Qila, sepertinya kita benar-benar tak bisa pulang malam ini, ban mobil kita pecah, jawab Aidan menunjuk ban bagian depan dan belakang.


"Ya, tapi sekarang bermasalah lagi, sayang," ucap Aidan garuk-garuk kepala, bingung.Tiba-tiba Wira datang.


“Kenapa kalian belum naik juga?”tanyanya.


"Pah, mobil kami tidak bisa dipakai," ucap Qila menunjuk ban suaminya.


“Momi, masuk lumah sakit lagi, yuk.” Aiko mulai lagi.


"Aiko, berhenti merengek. Kita sedang susah, jangan tambah bikin suasana hati Dadi rusak," tegur Aidan.


"Aidan, kamu jangan begitu dong sama Aiko," balas Qila menegur Aidan yang menatap tajam anaknya.


"Sudah, jangan pergi," kata Wira mencairkan suasana.


Tiba-tiba Raiqa dan Hana datang ke arah mereka. "Ada apa ini? Kenapa kalian masih di sini?" tanya Raiqa yang sedang membonceng Hana dan mematikan mesin motornya.


"Lihat sendiri, Raiqa. Ada yang iseng-iseng membocorkan larangan mobil kita," jawab Aidan menyadari seseorang dengan sengaja merusak mobilnya. Itu adalah perbuatan suruhan Hana.


"Oh, kalau begitu, pakai ini saja," kata Hana sambil memberikan kunci mobil.


"Loh, mobil siapa?" tanya Raiqa dan yang lainnya heran.


"Mobil Papa kita lah, aku ke sini pakai mobil dari rumah, bukan pakai taksi," jawab Hana ketus.


"Kalau begitu, kenapa tidak kasih tahu aku?"lirik Raiqa kesal.


“Habisnya, kalau aku kasih, kamu bakal ngebut!” sentak Hana sudah merencanakan semuanya.


"Ck, adik dasar bodoh!"


"Sudah! Kalian jangan ikut bawa juga!" sesal Wira memarahi dua anaknya itu.


“Nih, Qila, kamu pakai saja,” beri Hana sambil tersenyum.


Qila bingung merasa dan ragu, tapi karena melihat Aidan susah payah, dia pun mau menerimanya tapi Aiko mengambilnya dan membuangnya ke tanah, membuat semuanya terkejut.


"Aiko, kenapa?" Aidan bertanya.


"Ndak mau pakai itu!" jawab Aiko lantang.


"Dadi, jangan pakai itu, jangan pulang pakai itu," rengek Aiko dan menangis-nangis. Mohon sepenuhnya. Hana mendecak kesal dalam hati melihat Aiko melarang Aidan memakai mobilnya.


"Aiko, kalau kamu tidak mau, kamu pulang saja sama Kakek," ucap Hana memohon.


"Diam!!!"bentak aiko marah.Membuat semuanya kembali diam terkejut melihat anak yang tak pernah marah itu tiba-tiba emosi kepada Hana, sampai memukul Hana.


"Aiko!! Kamu kenapa?!"Aidan menarik Aiko dan tak lupa membentaknya, karena semua orang mulai memperhatikan mereka. "Huwa, Dadi jahat!!"balas Aiko memeluk Qila yang juga geram melihat Aidan yang kasar pada anaknya.Sedangkan Hana, tersenyum menyeringai.Lumayan bahagia melihat mereka pecah malam ini.



Hana memang😤


Maaf ya, baru update, kemarin author sakit🥲


Jangan lupa suka❤️