Precious'S TiMe With You, Baby!

Precious'S TiMe With You, Baby!
6. PTWY 6 # Obat Berdosis Tinggi




...>>>Happy Reading<<<...


“Hmm, enaknya makan apa ya?” gumam Qila, memandangi isi kulkas di depannya yang penuh bahan sayuran dan segala macam lainnya.


“Tidak usah masak yang lain, sebaiknya tinggal panaskan sisa makanan di dalam lemari saja deh.” Qila menutup kulkas, pindah membuka lemari di dekatnya. Mengambil panci berisi soto ayam yang cukup mengisi perutnya.


“Hmm... hmm...“ Bersenandung kecil seraya menunggu soto ayamnya mendidih. Dua menit saja, Qila menuangkannya ke dalam mangkuk kemudian duduk dan siap untuk dihabiskan.


Saat menyantap satu sendok soto, tiba-tiba Evan masuk mengejutkannya.


“Hei, lagi makan apa tuh?!” tanya Evan dengan nada rendah, supaya Bik Ida yang kamarnya berada di sebelah dapur tidak mendengar suaranya.


“Ka—kak Evan, ini lagi makan soto ayam,” jawab Qila gugup didekati olehnya.


“Oh, masih ada, nggak?” Evan berdiri di sebelahnya dan meliriknya dengan aneh.


“Cu—cuma ini, kak. Eee... aku duluan ke atas ya.” Qila berdiri dari kursi, ingin membawa sotonya ke kamar, karena perasaannya mulai tidak nyaman.


“Loh, nggak usah, kau di sini saja. Lagian aku cuma sebentar kok, cuma mau ambil air es di kulkas.” Evan menahan bahu Qila, menyuruhnya kembali duduk. Tetapi rasanya, tangan yang menekan bahunya, membuat Qila sedikit bergidik geli karena Evan tampak seperti sengaja memijatnya dengan lembut.


“Oh ya, Aidan sudah pulang, Qila?” tanya Evan seraya jalan ke arah kulkas. Menuangkan segelas air dan membelakangi Qila.


“Hm, be—belum, Kak,” jawab Qila lanjut makan. ‘Duh, masa malam-malam dingin begini Kak Evan turun cuma mau minum air es?’ pikir Qila cemas dan tidak melihat Evan di sana tampak diam-diam menuangkan sesuatu ke dalam gelas.


“Ma—makasih, Kak,” ucap Qila menunduk dan tambah gugup saat Evan duduk di kursi yang ada di dekatnya.


“Hmm, Qila, aku mau tanya sesuatu nih, kau bisa jawab, nggak?” Evan bertanya dan terus meliriknya dengan tatapan yang sulit diartikan. Aneh dan tidak seperti biasanya.


“Apa yang mau Kak Evan tanyakan?” Balas bertanya lalu menunduk dan cepat-cepat menghabiskan sotonya supaya bisa naik ke kamarnya.


“Kau ... masih mencintai Aidan?”


Uhuk ... uhuk ...!!


Seketika terbatuk-batuk mendengar pertanyaan Evan yang tiba-tiba itu.


“Ehhh, maaf—maaf, nih kau minum dulu.” Evan berdiri dan memberi cepat segelas air itu padanya. Setelah meneguk secukupnya, Qila mengelus dada lega. Hampir saja mati tersedak daging ayam yang tadi sempat tersangkut di tenggorokannya juga.


“Ma—makasih, tapi, kenapa Kak Evan ingin tahu itu?” Qila bertanya dan berhenti makan. Dalam hatinya, Evan yang senang, ia menyeringai melihat Qila barusan meminum setengah gelas air yang sudah diisi dengan obat kuat berdosis tinggi, dan tinggal menunggu iparnya itu gerah kepanasan. Kalau mau jujur, body Qila lebih mantap dan hot daripada istrinya. Itu membuat Evan sangat ingin mencoba bagaimana rasanya mencicipi istri dari saudara kembar Keyra. Sekalian membuktikan bahwa rasa cintanya masih ada untuk pujaan hatinya tersebut.


“Ahh itu ... begini, sebenarnya aku—” Evan maju mendekati perlahan-lahan Qila dan tersenyum smirk.


.


Aidaaann buruan balikkkk, sebelum Evan melakukan kejahatan sama istrimu😞