Precious'S TiMe With You, Baby!

Precious'S TiMe With You, Baby!
35. PTWY 35 # Menyesal



Sudah tiga bulan berlalu, kehamilan Qila telah berusia enam bulan. Masa persalinannya tinggal tiga bulan lagi dan karena itu, Qila berhenti sejenak dari karirnya. Sedangkan Keyra, tante si kembar itu telah kembali ceria, meskipun begitu, ia kadang bersedih bila mengingat bayinya. Tetapi, adanya Raiqa yang selalu di sisinya, Keyra bisa mengurangi kesedihannya.


Seperti sekarang, mereka berdua sedang berada di sekolah si kembar untuk menjemput dua keponakan mereka. Sambil menunggu jam pulang, Keyra duduk di sebuah ayunan gantung dan menatap taman bermain anak-anak cilik di sekolah itu.


"Hei, Key. Nih, kau ambil satu," kata Raiqa, memberi satu buah eskrim kemudian duduk di sebelah Keyra.


"Terima kasih, Rai," ucap Keyra tersenyum setelah mengambil eskrimnya. Raiqa balas tersenyum kemudian menggoyangkan sedikit ayunan dan mulai menyantap eskrim mereka.


"Hm, kau kenapa, Key? Rasanya nggak cocok di lidah?" tanya Raiqa, melihat ipar adiknya menunduk.


Keyra menggelengkan kepala, "Tidak kok, eskrimnya enak banget."


"Terus, kenapa kau sedih begitu?"


"Hm, aku cuman memikirkan sesuatu,"


"Apa yang kau pikirkan?"


Keyra menoleh dan menatap Raiqa sesaat, kemudian menunduk lagi dan menjawab lirih, "Kalau saja waktu bisa diputar kembali, aku pikir, lebih baik aku menikah saja dengan mu, daripada menerima lamaran Evan dulu," katanya dengan nada menyesal.


Raiqa meraih tangan Keyra. Menggenggamnya dengan lembut dan hangat. Tahu, perasaan Keyra saat ini.


"Sudah, tak perlu disesalkan lagi. Kita ambil saja hikmahnya dari semua masalah yang sudah terjadi," ucap Raiqa menghibur dan mengusap sisa air mata Keyra yang jatuh.


Keyra mengangguk dan balas menggenggam tangan Raiqa. Sosok teman yang memiliki pikiran lebih dewasa daripada Evan.


"Makasih, Rai. Kau sampai sekarang masih ingin memperhatikan aku," katanya dan tersenyum lega.


"Sudah, jangan menangisi Evan lagi. Kau berdoa saja semoga dia bisa sadar dari kesalahannya itu dan—"


"Dan apa, Rai?" tanya Keyra penasaran kepada Raiqa yang tiba-tiba berhenti bicara dan malah cengengesan.


"Hm, itu, ku harap lamaran ku waktu itu masih berlaku," kata Raiqa malu-malu.


"Pufff," Keyra melepaskan tangannya dari Raiqa dan tertawa mendengar keinginan Raiqa.


"Loh, kenapa ketawa? Apa yang lucu dari ucapan ku barusan?" tanya Raiqa cemberut. Tapi dalam hati senang melihatnya tertawa bebas.


"Rai, daripada kau menikah dengan ku, lebih baik kau cari wanita lain yang lebih pantas menjadi istrimu," ujar Keyra.


"Aku sudah tak perawan lagi, sedangkan kau masih perjaka, mending cari wanita yang statusnya sama denganmu," saran Keyra geleng-geleng kepala.


"Hm, tidak! Aku tidak mau dengan yang lain, bagiku, kau sudah cukup menjadi istriku dan Ibu dari anak-anak kita," gombal Raiqa membuat wajah Keyra memerah.


"Dih, kau percaya diri sekali. Hahaha," tawa Keyra geli.


"Ihhh, aku serius ini, Key! Berhenti tertawa!" ketus Raiqa semakin memonyongkan bibirnya dan tersipu.


Keyra menghembus nafas panjang, kemudian berdiri.


"Pasti mau bilang, iya, kan?" tebak Raiqa pedenya.


"Aihhh, lagi-lagi tak diberi jawaban yang pasti!" gerutu Raiqa.


"OM!" panggil si kembar.


"Apa?" tanya Raiqa ketus.


"Ihh, Om, kenapa malah?" tanya Aiko dan Aila.


"Ndak, Om ndak malah kok," timpal Raiqa.


"Telus, kenapa wajah Om jelek begitu?" Tunjuk Aiko.


'Puff, apa dia mulai kesal ya?' pikir Keyra melihat Raiqa ngambekan.


"Enak saja, Om ini tampan, lebih tampan dari ayah kalian!" kata Raiqa tak mau kalah dan menunjuk bergantian kepala mereka.


"Ihhhhh, Om ndak boleh gitu!" sentak Aila protes.


"Hm, iya! Ndak boleh!" lanjut Aiko berkacak pinggang.


"Wih, kalian udah mulai berani ya sama Om!" balas Raiqa melototkan kedua matanya.


"Akhh, Untii! Om Laika, selam, jahat!" pekik keduanya dengan manja bersembunyi di belakang Keyra.


"Sudah, sudah, jangan ribut, ayo kita pulang sekarang." Ajak Keyra merasa senang dapat melihat kelucuan Raiqa dan dua anak kembarnya Aidan.


"Isokey, Unti Keylla!" Seru Aiko dan Aila berlari ke mobil mereka. Berjalan bersama-sama, layaknya keluarga kecil yang bahagia. Tampak, mereka tak sadar, dari kejauhan sana ada seseorang sedang memperhatikan mereka. Keyra reflek menoleh, tetapi tak melihat siapa-siapa di dekat pohon besar yang tumbuh di sebelah jalan.


"Huh, mungkin perasaan ku saja." Keyra masuk ke dalam mobil dan tak sempat melihat Black yang bersembunyi di pohon itu. Pria berjubah hitam tersebut menatap mobil merah Raiqa dengan tatapan yang sulit diartikan, dan kemudian meninggalkan tempatnya berdiri. Dia paham, mengapa Keyra tak pernah mengunjungi di penjara, karena istrinya itu tampak tak sudi melihatnya lagi. Perasaan aneh itu kembali timbul di hati Black.


Di sisi lain, Rayden berada di markasnya. Tampak di sana, kekacauan yang dibuat Black masih belum terkendali, karena dadu ajaibnya yang masih hilang. Rayden sudah mendesak Evan untuk mengatakan di mana barang itu disembunyikan tetapi, Evan mengakui tak pernah mencuri apapun. Begitupun Aidan tak pernah juga mengatakan dadu yang satu berada di tangannya.


"Sial, percuma kita memaksa si berengsek itu, benda itu tak ada padanya," kesal Rayden sambil memandangi dadu rusak yang tak bisa diperbaiki karena jaringan dalam subjek benda itu rusak permanen dan untuk memperbaikinya, mereka membutuhkan potongan pedang itu agar bisa disambungkan kembali.


"Tuan Rayden," panggil sekretaris datang menghadap.


"Ya, ada apa?" tanya Rayden dengan nada wibawanya.


"Anda dipanggil untuk melihat Vincent," kata sekretarisnya.


Rayden dan sekretaris, menuju ke ruang khusus miliknya. Tiba di sana, Rayden berdiri dan tersenyum lega melihat bayi di dalam box kaca di depannya masih hidup. Detak jantungnya normal dan pertumbuhannya pun cukup baik. Hanya saja, bentuk wajah bayi itu mirip dengan orang yang paling dibenci Rayden saat ini. Demi Keyra berhenti memikirkan Evan, Rayden terpaksa memindahkan bayi itu dari kandungan anaknya. Perbuatan yang cukup ekstrim dan berbahaya, namun beruntungnya, bayi itu masih diberi umur yang panjang berkat alat pernapasan canggihnya dan nutrisi yang cukup untuknya. Jangan tanya bagaimana itu berhasil, karena cara ini hanya Rayden yang tahu.


.


Waduh, bayi siapa itu?👀


Jangan lupa like ya!


Supaya Author semangat nulisnya❤️