
Sementara Wira dan Rayden, pergi dari sana dan membiarkan dua bawahannya menyelesaikan urusan pribadi mereka. Dua pria berkuasa itupun telah menyimpulkan setelah menerima hasil penyelidikan yang lain, kalau manager itu memang hanya dimanfaatkan. Berawal dari itu, keduanya dekat di masa depan. Tanpa sadar dan secara langsung, Aidan sendiri yang menunjukkan jodoh mereka.
Kini, jam tiga sore. Qila terbangun gara-gara bermimpi buruk lagi. Ia pun terkejut hanya sendirian di kamar.
"Aidan, kamu di mana?" Qila perlahan berdiri, mencari Aidan ke kamar mandi, dan sekalian membersihkan dirinya.
"Momi!" panggil si kembar tak sengaja berpapasan Qila yang keluar dari kamar dan dengan penampilan baru.
"Momi, Dadi mana?" tanya mereka berdua mencari ayahnya juga.
"Qila, akhirnya kau sudah bangun, kira-kira kamu lihat Aidan, nggak?" tanya Keyra yang tadi masuk ke kamar tapi karena melihat Qila sedang tidur, ia keluar mencari Aidan ke ruangan lain. Keyra mencarinya, karena ingin mengajak Aidan membawanya ke tempat mesin waktu berada.
"Oh, Momi juga tidak tahu, sayang," jawab Qila pada Aila dan Aiko.
"Hm, kenapa kalian berkumpul di sini?" tanya Arum datang.
"Oma, kita calli Dadi, tapi Dadi ndak ada," ucap Aila menjawab.
"Loh, bukannya tadi sama Qila, ya?" Tunjuk Arum.
"Maaf, Ma. Qila baru bangun dan Aidan sudah tidak ada di kamar," jawab Qila mulai cemas.
"Siapa yang kalian cari?" sahut Rayden baru pulang.
"Aidan, Pa." Keyra dan Qila menjawab serempak.
"Hm, Aidan? Memang dia tidak izin dulu kemana dia pergi?" tanya Rayden berdiri di dekat istrinya.
"Tidak, Pa." Jawab mereka lagi. Rayden pun mulai memikirkan sesuatu. 'Hm, apa Aidan sedang melakukan sesuatu di belakang aku?' gumam Rayden curiga.
Tiba-tiba, ada panggilan masuk di hape Keyra.
"Siapa, Key?" tanya Arum.
"Aidan, Ma!" jawab Keyra, mengangkatnya.
"Shhht, aku di rumah sakit."
"Rumah sakit? Kok bisa?" tanya Keyra.
"Kemarin ada yang tiba-tiba memukul ku, dan setelah itu aku sadar sepenuhnya di sini. Sepertinya, semalam aku berada di rumah sakit ini," jawab Aidan, mengingat hal lain, tapi ragu mengatakannya. Tapi ia pikir, melihat dirinya berada di rumah mantan Ilmuwan ayahnya, cuman mimpi.
"Loh, tapi semalam kau bersama kita."
*Deg
Kali ini Aidan yang terkejut mendengar ucapan Ibunya. Tetapi suasana yang membingungkan itu berubah setelah Keyra tertawa.
"Haha, Aidan! Kau ini masih hidup, tapi roh mu sudah bergentayangan sekarang."
"Hei, Keyra! Ucapan mu dijaga dong!" ketus Aidan kesal. Tidak seperti Aila yang ketakutan. Kecuali Aiko, tiba-tiba berkata dan membuat semua orang diam membisu.
"Momi, kemaliln itu pasti Dadi yang kedua."
Akibat ucapan Aiko, mereka bergidik ngeri membayangkan ucapan Keyra tadi itu benar. Kalau roh Aidan sempat terlepas dari raganya.
Tapi tidak untuk Rayden, karena tak percaya takhayul. Ia pun pergi melihat putranya di rumah sakit. Mendengar langsung apa yang terjadi dari mulut Aidan. Sedangkan Qila, sedang berpikir keras.
"Kalau roh, kenapa Aidan kemarin bisa menyentuh ku?"
"Bahkan, rudalnya saja, itu asli!" Qila membatin yakin, karena semua sentuhan nikmat dan rasa sakitnya yang dia terima rasanya bukan kaleng-kaleng.
.
πππβ€οΈ
Ingat, Qila! Yang Asli ada badaknya wkwk