
"Dadi, Ayila mawu na ntuh, tolong ambilkan buwat, Ayila," pinta Aila menunjuk dua botol susunya yang lupa diambil oleh Qila. Aidan mengambilnya dan memberikannya pada Aila dan Aiko. Sontak saja, dua bocah kembar itu berlari untuk mengejar Ibunya.
"Ehhh, Aila, Aiko! Tunggu, Dadi!" Aidan bergegas menyusul. Bersamaan, tangan Keyra sedikit lagi mendorong Qila. Namun, tiba-tiba seseorang menyahut dari belakangnya.
"Keyra!" Suara itu milik Rayden. Membuat Qila juga terkejut dan membalikkan badannya. Ia pun heran melihat tangan Keyra tepat di depan matanya.
"Ah, hei, Papa, Qila," sapa Keyra cepat-cepat menyembunyikan tangannya di belakang dan tak lupa tersenyum gugup.
Qila tersenyum dan tak curiga, kemudian, "Papa, tadi panggil siapa?" tanya Qila pada Rayden yang menghampiri mereka. Seketika, Keyra tertegun mendapat pelukan dari ayahnya itu yang memang sangat mengkhawatirkannya. Rayden sudah mencari putrinya itu di rumah Evan, tetapi kakak Evan tidak tahu di mana Keyra. Bahkan Evan pun, tidak pernah pulang ke rumah.
"Keyra, kau dari mana saja? Kenapa akhir-akhir ini kau selalu membuat Papa cemas?" tanya Rayden setelah melepaskan pelukannya. Qila yang di sana, pun tersenyum lega melihat hubungan erat antara ayah dan anak itu.
"Maaf, aku butuh waktu untuk sendiri, terus, lagian Papa juga salah sih, selalu maksa Keyra pisah dari Evan," ucap Keyra dan melirik Qila. Ia sedikit kesal dalam hati karena gagal mendorong istri Aidan itu.
"Lalu, bagaimana sekarang? Apa kau sudah memutuskannya?" sahut Arum datang dan berdiri di sebelah Qila. Keyra diam, masih sulit memutuskannya lagi. Melihat Keyra yang kesulitan, Qila ingin bicara, "Maaf, itu—" Namun tiba-tiba si kembar mungilnya datang.
"Momi! Nah lupa ambil botol na Ayila!" pekik gadis kecil itu sambil melompat dan menarik tangan Aiko. Tingkahnya itu membuat semua orang tertawa, kecuali Keyra. Sebab, tampak Aidan ngos-ngosan mengejar kecepatan Aila dan Aiko. Tetapi, saat Aidan berhadapan dengan Keyra, nafasnya mendadak normal kembali.
"Momi, Ayila na Ayilo mawu na ikut tulun, boleh?" mohon Aila dan melewati Keyra.
"Baiklah, kalau begitu, kami ke bawah dulu, Pa, Ma," ucap Aidan membawa Qila dan anaknya. "Ehh, tapi Aidan—" Qila tampak ingin bicara pada Keyra, tetapi Aidan seolah-olah menghindar dari Keyra. "Udah, kita ke dapur dulu, ada yang mau aku katakan pada mu," ucap Aidan menarik mereka.
Melihat tingkah Aidan itu, membuat Keyra merasa, 'Apa Aidan menyembunyikan sesuatu dariku?' pikirnya, kemudian lanjut bicara pada Rayden dan Arum. Membicarakan dirinya, menolak bercerai dari Evan dan sekalian mendengarkan tentang pesta akhir tahun yang dirayakan khusus untuk Qila.
Iri, perasaan itu semakin membesar di hati Keyra. 'Kalau aku jujur soal kehamilan ku, apakah ada pesta untuk ku juga?' batin Keyra sambil memandangi punggung kedua orang tuanya yang pergi ke arah kamar mereka.
"Maaf, Mama, bukannya aku tidak mau jujur, tapi ini demi Evan dan anak ku." Keyra berjalan ke kamarnya sendiri dan memikirkan rencana berikutnya untuk Qila di pesta akhir tahun.
"Hm, iya, dia hamil dan belum ada yang tahu ini kecuali kita dan Raiqa," ucap Aidan sambil melirik Aila dan Aiko duduk di kursi sambil menghisap dot mereka.
"Terus, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Qila cukup senang mendengar kabar bahagia itu.
"Aku sebenarnya mau ceritakan ini kepada Mama dan Papa, tapi aku juga khawatir," kata Aidan, dan tiba-tiba Bik Ida datang ikut bicara.
"Tuan muda, lebih baik jelaskan saja pada Tuan dan Nyonya besar," sahut Bik Ida.
"Ehh, jangan-jangan Bibi sudah tahu soal kehamilan Keyra juga?" ucap Aidan dan Qila.
"Ya, Tuan. Saya sudah lama tahu ini, cuman saya dipaksa tutup mulut oleh Nona Keyra dan Tuan harus tahu, selama ini Nona Keyra tinggal bersama Tuan Evan,"
"Evan? Sungguh?" Kaget Qila dan Aidan.
"Betul, Tuan." Angguk Bik Ida terpaksa jujur.
"Saya khawatir, jika Nona Keyra terus-menerus tinggal bersama orang itu, sesuatu yang buruk akan terjadi padanya," ucap Bik Ida takut Evan punya niat jahat dan memperalat Keyra lagi.
Aidan mengepal tangan kemudian memegang bahu Bik Ida. "Bik, apa kau tahu di mana alamatnya?" tanya Aidan masih ingin memberi pelajaran pada iparnya itu.
.
Ayo Bik, katakan saja biar Evan ditangkap wkwk