
Sementara Keyra, hari ini dia benar-benar tidak masuk kuliah karena sepanjang hari berada di vila. Tampak sekarang satu wanita hamil itu mencari keberadaan Black yang tidak terlihat sejak tadi.
Karena hening dan sepi, Keyra mulai cemas dan berpikir Black mungkin telah pergi, tetapi setelah dia masuk ke dapur, Keyra tertegun melihat pria berambut blonde itu sedang berdiri di depan wastafel, mencuci sisa piring kotor sambil memakai celemek berwarna abu-abu.
Keyra tampak kaget karena selama menikah, ini pertama kalinya melihat pria itu mengenakan celemek dan juga tidak lupa menguncir poninya dengan penjepit rambutnya. Terlihat manis dari samping. Sudah tampan, sekarang suaminya mulai mandiri.
"Apa dia sengaja memakai itu demi mempermudah tugas ku?" Keyra menunduk dan tersenyum-senyum sendirian di samping Black yang tampak fokus memikirkan sesuatu sehingga ia tidak sadar kehadiran Keyra di sebelahnya. Tentu saja yang dipikirkan Black adalah Aidan\Bram dan misteri anaknya di perut Keyra yang tidak diketahuinya dulu.
"Apa dulu Keyra mengaborsi janinnya? Atau memang Aidan sudah mengubah masa depan?"
Keyra terlonjat kaget mendengar ucapan itu yang aneh.
"Evan, apa arti dari yang kamu katakan itu?"
"Kamu ingin aku aborsi?"
Black pun spontan menoleh setelah mendengar suara Keyra.
"Salah! Kau salah paham! Aku tidak meminta mu aborsi," timpal Black cepat.
"Lalu, apa maksud perkataan mu itu?" tanya Keyra ingin tahu sambil menatap lurus kacamata hitam Black yang sengaja menutupi sebelah matanya itu. Black mendesis dalam hati, sulit menjelaskan yang sesungguhnya karena, Keyra pasti tidak akan percaya penjelasannya dan mungkin akan menganggapnya sudah gila.
Black meraih kedua tangan Keyra, menatap serius dan bergantian bola mata biru wanita hamil itu yang lebih cantik dari mata Aidan.
"Key, berjanjilah, jangan pernah berpikir melakukan aborsi dan tolong jaga baik-baik janin di dalam perut mu," ucap Black.
"Tanpa kamu suruh, aku tidak akan pernah mengugurkan kandungan ku, dan aku pasti akan selalu menjaganya. Ini anak kita berdua, Evan. Mana mungkin aku tega menghilangkan calon pewaris tahta Rayzard," jelas Keyra mengejutkan Black.
"Tahta Rayzard? Maksudnya?" ucap Black.
"Loh, bukannya penerusnya itu, Aiko, kan?" ucap Black.
"Hm, bukan, Aidan menolak anak-anaknya bergabung dengan organisasi Papa. Terutama Qila, dia juga tidak mendukung itu. Itulah sebabnya Papa berharap penggantinya datang dari anak kita," kata Keyra, kemudian dia menundukkan kepalanya dengan sedih.
"Tapi sekarang aku tidak yakin apakah Papa akan menerima anak kita. Kamu tahu sendiri, Papa sangat membencimu sekarang, bahkan dia telah menekan ku untuk menceraikan mu," tambah Keyra.
"Papa juga memintaku untuk menikah dengan Raiqa, tetapi aku menolak. Aku hanya hanya ingin hidup bersama mu, Evan." Keyra maju dan memeluk Black yang tetap diam.
"Evan, jika kamu mau, aku bisa membujuk Papa untuk berbicara pada mu dengan baik-baik," tawar Keyra.
Black menggelengkan kepala. "Tidak, tahan dulu. Jangan beri tahu siapa pun bahwa aku di sini, dan rahasiakan kehamilan ini dari orang lain."
"Mengapa? Tidak maukah kamu kembali ke rumah bersamaku, Van?"
Black memegang bahu Keyra dan menjawab dengan serius, "Keyra, dengar baik-baik, ini adalah cara ku untuk melindungi mu dan bayi di dalam perutmu." Black tampak bertekad membuktikan sesuatu dari keputusannya itu.
'Jika itu benar Aidan sudah mengubah sesuatu, maka apakah Qila dan Aiko masih hidup di masa depan? Jika itu terjadi, artinya aku benar-benar akan menjadi seorang ayah di masa depan juga, kan?' pikir Black, dan tanpa sadar, dia membelai perut Keyra, membuat wanita hamil itu tersipu merah bisa merasakan kehangatan dari tangan Evan.
'Benar, meskipun Aidan merubah sesuatu, aku tetap harus memastikan kematian Qila dan anaknya itu. Tujuan ku datang kemari untuk membunuh mereka.' Black dalam hati, menyeringai jahat dan berpikir alasan kematian Aiko akhirnya terungkap. Yaitu, menyingkirkan bocah itu agar tidak menjadi penerus Mafia Rayden selanjutnya.
.
Bukannya tobat, makin menjadi-jadi si blonde ini ya😤
Maaf kemarin tidak update, maag author kambuh🥲🙏