Oplas

Oplas
Mencuri Perhatian



Anette membenarkan roknya yang sedikit terangkat setelah turun dari mobil Keanu. Saat ini ia dan boss-nya tersebut sedang berada di sebuah taman bermain. Entahlah, Anette tidak tahu apa tujuan Keanu datang ke sini.


"Pak mengapa kita ke taman bermain, Pak Robi bilang bapak ada pertemuan dengan klien di Restaurant Misquin?" Tanya Anette bingung.


"Sudah kubatalkan, lagi pula itu hanya proyek kecil yang keuntungannya tidak seberapa," jelas Keanu.


Keanu mengulas senyum pada Anette. "Untuk hari ini biarkan kita bersenang-senang, ayo."


Keanu berjalan mendahului Anette. Anette yang tersadar dari lamunannya segera mempercepat langkahnya. Anehnya, mereka bisa langsung masuk tanpa harus membeli tiket terlebih dahulu.


Keanu menarik tangan Anette menuju wahana kora-kora. Membuat tubuh Anette terhuyung ke depan mengikuti langkah laki-laki bertubuh jangkung tersebut.


"Pak s-saya tunggu di sini saja ya," pinta Anette dengan wajah tegangnya.


Keanu menggoyangkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri tanta tidak setuju. Laki-laki itu kembali menarik tangan Anette.


Kaki Anette bergetar saat kedua kakinya mulai menapaki Kora-kora. Wahana perahu berayun tersebut mulai bergerak, dari pelan sampai sangat kencang.


"Huaaa gak mau.. pak pelanin pak!"


Keanu tertawa, "hahaha, aku tidak bisa mengendalikan kora-kora An."


"An mau pulang.. hiks buna..," Anette mulai terisak.


"Hey mengapa kau menangis?"


Keanu membelalakan matanya kebingunan. Atas inisiatifnya, Keanu merangkul Anette. Memyembunyikan wajah gadis itu di dadanya. Tanpa sadar Anette membalas memeluk lengan Keanu.


Mereka terus berpelukan sampai kora-kora berhenti berayun.


Anette berjalan sempoyongan sambil memijat pelipisnya, sedangkan di sampingnya Keanu terus tertawa melihat selembar foto di tangannya.


Itu merupakan foto yang ditangkap saat mereka menaiki kora-kora. Di sana terdapat Anette yang sedang menangis dan keanu yang sedang tertawa.


"Dasar penakut, padahal rencananya aku ingin menajakmu menaiki wahana itu," keanu menunjuk ke arah roller coaster.


"Maaf pak," cicit Anette.


"Sudah kubilang jangan panggil aku seperti itu."


"Tapi ini masih jam kerja."


"Kita sedang liburan An," ucap Keanu mengingatkan.


Keanu menghentikan langkahnya, diikuti oleh Anette.


"Baiklah aku akan membuat peraturan baru. Kau harus bersikap formal hanya ketika di kantor atau sedang bersama klien, diluar itu semua bersikaplah biasa. Jujur aku merasa tua saat dipanggil 'bapak."


Anette tersenyum, "baik pa-eh Kak Keanu."


"Bagus," keanu mengusap kepala Anette kemudian berjalan mendahului Anette.


...


"Wow, jadi dulu kau satu sekolah dengan Juno. Pasti kau sangat populer, kau juga pasti banyak disukai siswa laki-laki kan," ucap Keanu menebak-nebak sendiri.


Tidak, tidak sama sekali! Teriak Anette dalam hati.


"Tidak, aku hanya murid biasa," sanggah Anette.


Anette terlihat memaksakan senyumnya. Membahas tentang masa sekolah hanya membuatnya merasa tidak nyaman, karena hanya kenangan buruklah yang mendominasi ingatannya.


"Ah kau terlalu merendah An, gadis cantik sepertimu mana ada yang tidak mau mendekati."


Faktanya aku seorang gadis buruk rupa, balas Anette dalam hati.


Oh ya, saat ini Anette dan Keanu sedang duduk besisian di kursi. Dengan baiknya tadi Keanu mempersilahkan Anette untuk beristirahat terlebih dahulu.


"Hi guys!" Sapa sesosok laki-laki secara tiba-tiba dari arah belakang kursi membuat Anette dan Keanu menoleh ke sumber suara.


"Juno!" Ucap Keanu dan Anette bersamaan.


"Kenapa? Kalian terkejut?" Tanya Juno.


"Mengapa kau bisa ada di sini?" Tanya keanu seraya membuang botol tadi pada tong sampah yang berada di sampingnya.


"Tadi aku ke kantor dan ruanganmu kosong, kata Pak Robi kalian berada di sini. Ck, kalian keterlaluan berlibur tanpa mengajakku," jelas Juno panjang lebar.


"Kau bolos kulian?" Tanya Keanu lagi.


"Ya," jawab Juno singkat.


Juno bangkit dari duduknya sambil meraih tangan Anette, membuat gadis tersebut terhuyung ke depan mengikuti langkah besar Juno.


Keanu terlihat tidak terima melihat asisten pribadinya tersebut dibawa pergi oleh adiknya sendiri. CEO muda itu segera menyusul keduanya. Setelah berhasil mensejajarkan langlahnya dengan mereka, Keanu meraih tangan Anette yang terbebas dari genggaman Juno.


"Ayo kita naik biang lala," ajak Keanu seraya menarik tangan Anette namun tertahan oleh Juno yang juga menahan tangan Anette yang satunya lagi.


"Tidak-tidak! Matahari masih terik, lebih baik kita ke wahana ice age."


"Aku yang membawanya ke sini, jadi Anette harus ikut denganku," balas Keanu.


"Sayangnya Anette lebih tertarik dengan pilihanku, ya kan?" Juno terlihat mengancam Anette melalui tatapannya.


Jika bukan demi rahasianya, pasti Anette akan menolaknya secara mentah-mentah.


"I-iya kak, matahari masih cukup terik. Sebaiknya kita mengikuti ajakan Juno," ucap Anette dengan tak enak hati menolak ajakan Keanu.


"Baiklah jika itu maumu."


"So, lets go!" Seru Juno.


Mereka mulai mencoba beberapa wahana yang dianggap tidak ekstrim, menyesuaikan dengan tingkat keberanian Anette.


Entah siapa yang memulai, Juno dan Keanu saling berupaya merebut perhatian Anette. Mulai dari Keanu yang menggunakan jasnya untuk melindungi dirinya dan Anette dari paparan sinar matahari. Juno yang dengan perhatiannya meniup mata Anette yang sedang kelilipan. Sampai keduanya yang berebut memberikan ice cream pada Anette.


Anette sangat menikmati harinya dengan dua laki-laki tampan tersebut. Ia benar-benar bahagia. Ternyata menjadi cantik dapat merubah hidupnya yang sebelumnya abu-abu kini mulai berwarna.


Anette tersenyum menatap Juno dan Keanu yang saat ini masih saja ribut hanya karena patahnya sebuah bando yang sebelumnya Ingin Keanu berikan pada Anette namun patah terinjak Juno.


"Sudah-sudah tidak apa-apa kak, biar nanti aku perbaiki di rumah," ucap Anette berusaha melerai.


"Maaf ya," ucap Keanu seraya mengusap puncak kepala Anette membuat jantung gadis tersebut berdebar tak karuan.


"Ekhem," Juno berdehem sambil menepis tangan sang kakak dari balik tubuh Anette tanpa sepengetahuan gadis tersebut lalu merangkul punggung Anette.


Keanu kembali menatap tajam Juno yang dibalas dengan senyuman licik serta acungan jari tengah oleh adiknya tersebut.


Dari atas biang lala yang mereka naiki saat ini, mereka dapat menikmati keindahan senja tanpa terhalang gedung-gedung tinggi seperti biasanya.


...


Anette sampai di rumah dengan senyuman yang tidak luntur dari wajahnya. Membuat sang ibu terheran-heran melihatnya.


"Sepertinya harimu begitu menyenangkan An," ucap Rachel.


"Iya buna, tadi An habis berlibur di taman bermain."


"Kau tidak bekerja?"


Anette menggeleng, "Kak Keanu yang mengajak An berlibur."


"Sepertinya dia sangat baik."


"Iya buna dia sangat baik."


"Apa kau menyukainya?" Tanya Rachel menggoda puterinya.


Anette mengangkat bahunya sambil tersenyum malu.


Rachel tersenyum senang melihat puteri sematawayangnya itu terlihat semakin bahagia. Mengetahui Anette dapat bersosialisasi seperti remaja normal lainnya saja sudah membuat Rachel senang.


...


Terimakasih sudah singgah..