
Aku yang saat itu masuk ke dalam ruangan segera duduk di tempat yang di sediakan, Dokter Nando dan Jaya yang melihat pun bingung "gimana kita bisa tahu kalau mereka masuk ruangan kak" bisik Jaya.
Dokter Teguh dengan cepat segera menemukan Dokter Nando dan Jaya yang duduk di pinggir sekali "mereka berdua itu mata-mata tapi kenapa mereka seperti orang bodoh seperti itu hanya bisa bisik-bisik, harusnya mereka itu bergerak bukan hanya melihat" celoteh Teguh langsung duduk di dekat mereka berdua sambil mengawasi.
Aku yang saat itu menunggu tiba-tiba ada pelayan datang menghampiri aku, pelayan itu melihat dari ujung kaki sampai ujung kepalaku seperti aneh sambil menyiap hidangan makanan di depanku.
Dengan ragu dia pun memberanikan diri bertanya ke padaku "Mbak Hiara?"
Dengan ketus "iya aku Hiara, sekarang aku mau bertemu sama bos kalian yang mengundangku ke sini dengan beribu-ribu bunga yang menyebalkan. Sekarang cepat panggil bos kalian di hadapanku aku tidak mau menunggu, kalau sampai 5 menit lagi dia tidak datang maka aku akan pergi dari sini" dengar ucapanku itupun pelayan itu hanya bisa terdiam dan tidak berani menjawab apa-apa.
Tapi di belakang ku, aku mendengar suara tepukan tangan yang sangat keras sehingga aku pun menoleh. Saat itu laki-laki yang kulihat membuat ekpresi wajah ku kesal "kamu" tunjuk ku di hadapannya, saat itu Lira berjalan senyum mendekati aku.
"Melihat kamu berpenampilan apapun, menggunakan apapun, ternyata tetap cantik" ucapnya dengan nada yang membuatku jengkel.
Dengan kesal aku pun segera berdiri "kamu mau ke mana?" tanyanya mencegah ku.
"Aku mau pergi dan aku tidak butuh ini semua, aku ke sini hanya ingin melihat siapa orang yang sudah memberikan aku satu kebun bunga sehingga membuat hidupku sesak di dalam ruangan penuh dengan aroma bunga. Ternyata kamu, jadi saatnya aku pulang" mendengar ucapanku itu pun Lira gelisah memegang pundakku.
"Enggakkkkkk" tolakku "aku akan pulang, aku tidak butuh makanan karena aku harus diet dan aku juga tidak mau makan bersama dengan kamu" ucapanku sambil pergi meninggalkan Lira sehingga itu membuat Lira marah.
"Kamu pikir aku juga mau makan sama kamu, aku ngelakuin ini sama kamu karena mau mengucapkan terima kasih kepada kamu" ucapan Lira itu pun membuatku menghentikan langkah kakiku.
Sehingga aku pun menoleh ke arahnya "maksud kamu apa."
"Iya aku mau berterima kasih karena kamu sudah membantuku malam itu."
Aku pun berpikir dengan ucapannya "membantu, kapan aku membantu kamu" mendengar ucapan Lira malah tertawa terbahak-bahak hahahaha sehingga membuatku merasa jengkel "kamu kenapa tertawa, emangnya ada yang lucu dari pertanyaanku."
"Itulah yang aku suka dari kamu, ya kamu membantu seseorang tanpa imbalan sedikitpun dan bahkan apa yang sudah kamu bantu kamu lupakan. Tapi kamu tidak tahu orang yang kamu bantu itu tidak akan melupakan semua itu dan akan selalu mengingatnya" ucapan Lira itu pun membuat ku semakin bingung.
"Kalau mau bicara langsung saja, aku tidak mau basa-basi karena sangat mengganggu pikiranku" ucap ku membuat Lira berjalan mendekatiku aku.
Dari luar Dokter Nando dan Jaya mencoba membuka sedikit pintu untuk mengintip ke dalam.