
Keanu merasa frustasi karena tidak kunjung menemukan keberadaan Wilona. Wanita tersebut tidak ada di apartemennya. Nomor telphonenya pun tidak aktif. Tujuan terakhirnya adalah Anstte. Ya, terakhir Keanu mengirim surat cerainya ke rumah gadis tersebut atas permintaan Wilona.
Apa Wilona masih di sana? Tanya Keanu dalam hati.
Tapi Keanu malu untuk kembali bertemu dengan Anette. Ia telah berbuat hal yang sangat buruk pada gadis itu.
...
Anette dan Rachel sudah siap dengan koper masing-masing. Mereka akan berlibur bersama keluarga Juno di Pulau Bali.
Juno sudah menunggu di ruang tamu. Ia berdiri saat Anette dan Rachel menghampirinya.
"Sudah siap?" Tanya Juno.
"Ya," jawab Anette.
"Ya sudah ayo."
Namun saat membuka pintu. Mereka dikagetkan dengan kehadiran Keanu di yang sedang berdiri di depan pintu. Reflek Anette menyembunyikan tubuhnya di balik tubuh Juno. Ia tidak siap bertatap muka dengan Keanu.
"Untuk apa kau datang kesini?" Tanya Juno dengan nada tidak bersahabat.
"Aku ingin bicara dengan Anette," ucap Keanu.
"Kau tidak lihat? Dia masih trauma atas ulahmu," ucap Juno sini.
"Aku minta maaf. Aku sangat menyesal. A-aku sedang mencari keberadaan Wilona."
"Wilona sudah pergi Nak Keanu. Ia telah kembali pada orang tuanya. Ah-ya tunggu," ucap Rachel lalu kembali ke dalam rumah.
Rachel kembali dengan map di tangannya. Ia menyerahkan benda tersebut pada Keanu.
"Map itu ditinggalkan Wilona," jelas Rachel.
"Terimakasih tante, kalau begitu saya pamit. Mohon maaf atas kesalahan yangvtelah saya buat," ucap Keanu lalu mencium punggung tangan Rachel.
Keanu menatap Anette sejenak. Anette masih menyembunyikan tubuhnya di balik tubuh Juno. Akhirnya Keanu beranjak pergi menaiki mobilnya.
Setelah mobil Keanu tidak terlihat lagi, Anette kembali memunculkan tubuhnya. Juno merangkul dan pengusap punggung tunangannya itu.
"Ayo," ucap Juno.
Mereka memasuki mobil Juno. Anette duduk di kursi penumpang bagian depan dan Rachel di bagian belakang. Juno melajukan mobilnya menuju bandara. Hara dan Daniel telah menunggu di sana. Mereka akan berangkat bersama menuju Pulau Dewata Bali.
...
Di vila pribadi keluarga Orlando Anette dan Juno sedang berenang di kolam renang vila tersebut. Juno mengenakan celana renang sedangkan Anette mengenakan jum suit tertutup berwarna merah muda.
Orang tua mereka sedang keluar, katanya ingin berburu kuliner.Jadi, Juno dan Anette hanya berdua di vila.
Anette terus menghindar dari Juno yang mengejarnya di dalam air. Namun saat menoleh ke belakang, Anette tidak lagi menemukan Juno.
"Juno..," panggil Anette.
Secara tiba-tiba tubuh Anette tertarik ke dalam air. Di dalam sana ia berhadapan dengan Juno yang tersenyum lebar sambil menunjukan cengirannya.
Mereka kembali ke permukaan dengan Juno yang memeluk pinggang Anette, membuat tubuh mereka bersatu tanpa jarak.
"Menyebalkan," ucap Anette seraya mencubit puncak hidung Juno. Kemudian tangannya dikalungkan pada leher laki-laki tersebut.
Juno menjulurkan lidahnya mengejek.
Dikecupnya seluruh permukaan wajah Anette.
Punggung Anette bersandar di tepi kolam. Kakinya dilingkarkan pada pinggang Juno, membuat tubuh mereka benar-benar tanpa jarak.
Juno tersenyum geli. "Awas-awas pipinya jatuh?" Kata Juno sembari menakup sebelah pipi Anette.
"Juno..," rengek Anette.
Juno terkekeh, "siapa suruh pipinya gemesin. Uuuu kayak bakpau, isinya apa nih? ayam, coklat, atau kacang hijau?"
"Ih...," Anette membentur-benturkan keningnya di pundak Juno.
"Hahaha," Juno tidak lagi bisa menahan tawanya.
"Aku diet aja deh biar tirus pipinya."
"Tidak boleh!" bantah Juno.
"Kenapa? kan biar cantik."
"Kamu sudah kelewat cantik." Juno menusuk-nusuk pipi Anette dengan jari telunjuknya. "Aku lebih suka pipi bakpau ini."
Pipi Anette merona mendengarnya.
...
Sore hari ini Juno dan Anette sedang bersandar sambil bsrpelukan di kursi santai yang disewakan di tepi pantai. Menikmati indahnya lembayung sore berwarna keemasan yang akan segera berlalu. Juno tersenyum menatap Anette yang tampak cantik dengan terpaan cahaya matahari pada wajahnya.
"Juno," panggil Anette seraya menoleh pada Juno di sampingnya.
"Ada apa sayang?"
"Apa kamu tidak merasa jijik denganku?" Tanya Anette.
"Mengapa kau berpikir seperti itu?" Ucap Juno yang malah balik bertanya.
"Apa kau lupa kalau wajahku ini hasil operasi?"
Juno mengeratkan pelukannya.
"Aku sama sekali tidak mempedulikan masa lalumu. Itu tidak penting."
Pipi Anette bersemu merah.
"Aku sangat mencintaimu An," bisik Juno di telinga Anette.
"Aku juga."
...
Di tengah hujan salju Wilona melewati terotoar seorang diri. Pagi ini ia sedang belanja bulanan untuk keperluannya di apartemen. Ya, Wilona lebih memilih tinggal di apartemen barunya. Ia tidak siap untuk kembali pada orang tuanya. Ayahnya pasti akan marah besar pada Keanu. Wilona tidak ingin hal tersebut terjadi.
Wilona mendorong trolli yang sudah beriai beberapa bahan makanan. Kini tinggal susu hamil yang sedang ia cari. Di usia kadungannya yang telah menginjak usia 4 bulan ini, perutnya sudah membuncit. Wilona masih membiasakan dirinya saat perutnya terasa kencang dan tekstur kulitnya mulai berubah.
Wilona merasa seperti ada yang memperhatikan dirinya. Namu saat menoleh tak ada siapa pun disana. Mungnkin hanya perasaannya saja.
Setelah membayar belanjaannya, Wilona menaiki taksi menuju apartemennya. Entah kenapa sedari tadi sang supir taksi beberapa kali melihat ke arah spion lalu beralih menatap pantulan Wilona dari spion tengah.
"Nona sepertinya mobil hitam di belakkang mengikuti kita," ucap sang sopir dalam bahasa Jepang.
Wilona menoleh ke belakang, benar apa yang dikatakan sopir tersebut. Wilona tidak bisa melihat wajah si pengendara karena kaca mobilnya yang gelap.
"Bisakah anda melewati jalan pintas?" Tanya Anette dalam bahasa Jepang.
"Baik nona," jawab sopir tersebut.
Sang sopir menambah kecepatan laju mobilnya. Mobil tersebut menyelinap beberapa mobil besar untuk mengelabui sang penguntir di belakang sana. Rupanya sopir tersebut cukup mahir mengendarai mobilnya.
Wilona memejamkan matanya sambik terus merapalkan do'a. Siapa pun penguntit tersebut dan apa pun niat dari penguntit tersebut, Wilona harap dirinya dan anaknya tetap baik-baik saja.
...
JengdutJengdut