Oplas

Oplas
bab 72



"Kamu tahu laki-laki yang dikeroyok oleh preman malam hari itu."


Aku pun berpikir "laki-laki dikeroyok preman, kapan ya karena aku sudah banyak banget nolongin laki-laki dikeroyok orang."


Ucapan itu membuat Lira pun kaget "banyak, laki-laki yang saat itu sudah terguling lemah saat kamu datang malam hari. Kamu menggunakan baju gaun yang sangat cantik di hadapanku."


Aku pun berpikir ooooOh aku mengingatkan kejadian itu, malam di saat aku membantu laki-laki yang sedang dikeroyok oleh preman "jadi itu" tunjukku kepada Lira "kamu mengingatnya, ya betul itulah aku."


"Aku banyak musuh karena aku di juluki orang dengan sebutan anjing gila, tapi di hadapan kamu aku seperti anjing yang tidak bisa."


Sebelum Lira melanjutkan ucapannya pun aku memotong "ya udah kalau kamu mau ucap terima kasih aku terima terima kasih kamu, berarti kalau kamu tidak menyukai aku itu sangat menguntungkan buat aku. Karena aku benar-benar tidak suka disukai sama laki-laki yang sok romantis seperti kamu, sekarang aku mau pulang. Kamu bisa dinner dengan pacar kamu sendiri, byeeee" dadah ku langsung pergi meninggalkan Lira.


Saat membuka pintu meninggalkan Lira dokter dan Jaya pun kaget melihat aku membuka pintu sehingga dia langsung berlari duduk melihat daftar menu dengan terbalik, Aku pun tersenyum melihat mereka ada di hadapanku itu.


Sehingga aku langsung menjewer telinga mereka dan menarik mereka pergi ke depan parkiran "Sakit, sakit, sakit" teriak mereka berdua, Dokter Teguh yang melihat mereka pergi segera mengikuti secara diam-diam.


"Dokter dan Jaya Kalian ngapain tadi?" tanyaku.


"Kak Oplas jangan marah, kami tidak ngapa-ngapain. Iya kan Kak" jawab Jaya menoleh ke arah dokter.


"Kak apaan sih, sakit" kesal Jaya kepada ku.


"Tidak perlu berbohong dan berpura-pura, aku sudah tahu kalau dari pagi tadi Dokter tetap ingin mengikuti aku ke sini. Makanya aku tidak penasaran lagi kalau dokter tiba-tiba berada di sini."


Mendengar ucapanku itu pun Dokter Teguh yang menguping bener-bener penasaran "siapa ya orang yang ditemui Hiara sampai-sampai Nando dan Jaya itu harus menyelidiki ini, aku jadi penasaran dengan ucapan mereka" berceloteh sambil melihat ke arah kami dari kejauhan.


"Udah ah, ayo kita pulang" sambil membuka pintu mobil.


"Eh nanti dulu, nanti dulu Kak" mereka pun menghentikan langkah tanganku saat ingin membuka pintu mobil.


"Kenapa?"


"Kakak cerita dulu apa yang terjadi di dalam tadi dan siapa" oceh Jaya kepadaku.


"Iyaaa, kan bisa cerita di dalam mobil saja. Aku sudah lelah dan aku ingin duduk cepat" ucapku sehingga mereka pun bergegas masuk ke dalam mobil.


Dokter Teguh yang saat itu melihat kami pergi kecewa sehingga ia pun segera masuk lagi ke dalam cafe tersebut "aku harus cari tahu orang itu" celoteh Dokter Teguh, sehingga dia pun menanyakan pada resepsionis tapi di daftar buku pesanan resepsionis mengatakan orang yang memesan ruangan itu atas nama anjing gila.