Oplas

Oplas
Bukan Orang Jahat



"Aaaaa sakit buna!" Teriak Anette saat wajahnya tersiram sebuah cairan, seperempat wajahnya seakan meleleh. Tangan ibunya yang berusaha melindungi puterinya tersebut pun ikut terluka.


"Sakit! Awhhh!! Ampun!" Anette berteriak, air mata sudah membanjiri wajahnya.


"An, hey kau kenapa?" Tanya Juno khawatir.


Juno menepikan mobilnya. Ia menepuk lembut pipi Anette agar cepat terbangun dari mimpi buruknya. Perlahan Anette membuka matanya, nafasnya terengah-engah. Reflek Juno memeluk Anette, berusaha menenangkan.


"Hiks, dia datang."


"Sst, di sini tidak ada siapapun selain kita," Ucap Juno seraya mengusap punggung Anette.


Juno tidak berani bertanya lebih melihat kondisi Anette yang saat ini masih syok.


Mobil Juno sampai di depan pagar rumah Anette. Rumah sederhana yang ukurannya cukup kecil namun rapih.


"Terimakasih, maaf merepotkanmu," ucap Anette.


"Tak apa, sebaiknya kau cepat istirahat."


Anette mengangguk. Ketika ia akan membuka pintu mobil, Juno kembali bersuara.


"Apartemenku sudah berantakan, besok jangan lupa merapikannya."


Tetap menyebalkan, rutuk Anette dalam hati.


Anette tetap melebarkan senyumnya dan mengangguk patuh sebelum keluar dari mobil. Saat Juno sudah melajukan mobilnya, senyum Anette luruh perlaham.


"Mengapa mimpi itu datang lagi setelah lama tak muncul?"


...


Anette kembali melakukan aktivitasnya seperti biasa. Datang ke kantor lebih awal dari waktu yang telah ditentukan.


Anette mengawali pekerjaanya dengan menyiapkan makanan buatannya di meja kerja Keanu, lalu merapikan tumpukan dokumen-dokumen yang tercecer di meja tersebut. Anette tidak sengaja melihat sebuah buku jurnal yang terbuka hingga menapilkan tulisan di dalamnya.


Ternyata itu merupakan buku jurnal berisi tulisan Hiragama yang tidak dimengerti oleh Anette.


"Selamat Pagi," Sapa seseorang di belakang Anette yang tak lain adalah Keanu.


"Eh e-em pagi pak."


"Hari ini kau masak apa?" Tanya keanu seraya duduk di kursinya.


"Bubur ayam pak."


Keanu menganggukan kepalanya kemudian mulai menikmati sarapannya. Matanya tiba-biba terpejam dan wajahnya menjadi datar, seakan ada yang salah dengan makanannya.


Hal itu membuat Anette tegang bukan main. Apakah bubur ayam buatannya sangat buruk?


"I-iya pak."


Kedua sudut bibir Keanu tertarik membentuk sebuah senyuman. Pria tersebut membuka matanya menatap Anette.


Perubahan ekspresi yang aneh.


"Mulai besok dan seterusnya, cukup bubur ayam saja yang menjadi menu sarapanku. Bubur buatanmu sangat enak," puji Keanu.


"Ba-baik pak."


"Duduklah, temani aku makan."


Anette duduk di kursi sebrang meja Keanu. Menunduk menatap tangannya yang sedang memainkan ujung lengan bajunya.


Keanu tersenyum geli, gadis di depannya ini begitu menggemaskan dengan sikap malu-malunya.


"Semalam aku tidak menemukanmu di pesta, apa kau tidak jadi datang?" tanya Keanu yang telah menyelesaikan makannya.


"Saya datang pak, ta-tapi hanya sebentar."


Anette tidak mungkin bilang jika adik dari bosnya tersebutlah yang membawanya pergi dari pesta.


"Pantas saja aku tidak menemukanmu."


Anette bangkit dari duduknya untuk mengambil mangkuk kosong bekas bubur tadi.


"Permisi pak."


"Termakasih," ucap Keanu dengan senyumnya.


"Sama-sama."


Anette menaruh mangkuk kotor di pantry. Saat akan melewati mini bar tak sengaja ia mendengar namanya disebut dalam obrolan dua karyawan wanita yang sedang membuat teh.


"Gara-gara si Anette itu Mas Gio jadi menjauh dari aku, benar-benar bawa sial," sungut si wanita berambut ikal.


"Iya mbak, aku juga gak suka sama anak baru itu, merasa paling cantik kali ya jadi pusat perhatian," tambah teman satunya.


"Lulusan SMA masa bisa jadi asisten pribadinya Pak Keanu, temanku yang jelas lulusan Harvard saja ditolak mentah-mentah saat melamar. Kira-kira dia sudah memberikan apa saja ya ke Pak Keanu?"


Anette menghembuskan nafasnya berat, kemudian berrlalu pergi melewati kedua wanita tadi sebelum mendengar kalimat selanjutnya yang mungkin akan semakin menyakiti hatinya. Ini bukan pertama kalinya Anette mendengar rumor negatif tentang dirinya dikalangan karyawan wanita yang mungkin merasa tersaingi.


Aku bukan orang jahat, tapi mengapa mereka membenciku? Tanya Anette dalam hati.


...


Namanya juga hidup ya guys😑