Oplas

Oplas
bab 49



Ibu pun dengan wajah lelah berjalan menghampiri aku dan Hito "sudah belanjanya Bu" tanya Hito kepada ibu.


Ibu langsung duduk dan mengangkat kakinya "hari ini lelah."


"Ah masa lelah, bukannya ini hal yang menyenangkan bu bisa shopping" mendengar ucapan ku itu Ibu menurunkan kakinya lagi.


"Kamu nggak tahu yah tadi ada laki-laki menyebalkan, masa dia mau ambil baju yang sudah ibu ambil dia bilang ini untuk mantuku. Padahal nggak mungkin ada seorang perempuan yang mau jadi mantu nya kalau dia aja seperti itu menyebalkan" aku pun tersenyum mendengar cerita ibu.


"Ibu cari masalah lagi yah" tunjuk Hito.


"Dasar anak ngak guna mana mungkin ibu mu ini cari gara-gara kalau tidak ada yang ganggu ibu mu ini" marah ibu kepada Hito sehingga Hito pun tertawa mendengar ke marahan ibu.


Aku pun duduk di sebelah ibu dan memeluknya "siapa sih bu orangnya, apakah masih ada di dalam. Kalau ada aku mau lihat" ucapku kepada Ibu.


"Ah Ibu nggak tahu Ibu capek, pokoknya jangan sampai ketemu orang itu lagi" ibu memberikan sesuatu kepadaku.


"Apa" tanyaku.


"Ini" ibu memaksa aku mengambilnya sehingga aku pun mengambil dan mengeluarkan isinya.


"Terus ini apa maksud ibu" ibu pun mencubit tangan ku "Ibu pilih baju itu untuk kamu, sekarang giliran kamu yang coba. Banyak tanya banget ini apa" aku pun segera berjalan masuk ke ruang ganti baju.


Aku menggunakan baju itu "selera Ibu ternyata bagus juga ya, pas dan keren" ucapku sambil memutar-mutar kan tubuhku.


Aku pun keluar Ibu dan Hito kaget melihatku "Wah cantik banget" ucap ibu.


"Iya bener kakak benar-benar cantik banget, banget, banget, banget pokoknya banget" teriakan Hito itu pun membuat Meri melihat kearah kami yang sedang berganti pakaian di sebelah ku.


"Wow benar-benar perfect banget itu baju dan sangat cocok dipakai oleh Hiara" ucap Meri dalam hatinya, aku pun menoleh "Meriiiii" panggilku sehingga dia terbangun dari lamunannya "iya Kak."


"Gimana udah selesai pilih-pilih bajunya" tanyaku kepada Meri, Meri pun hanya mengangguk


"Ya udah kalau gitu aku akan ganti baju terus kita bayar, udah itu kita makan" ucapku kepada mereka semua "horeeeee makan, laper banget nungguin para ladies belanja" teriak Hito kesenangan saat diajak makan, selesai membayar semuanya kita berjalan masuk ke dalam mobil.


Ibu yang masuk duluan pun meluruskan kakinya "Hei aku juga mau duduk" teriak Mama yang melihat kaki Ibu mengambil tempat duduknya.


"Sebentar aja kakiku sakit banget" jawab ibu sambil memijit kakinya sedikit.


"Dasar norak nggak pernah belanja ya, masa baru ini saja sudah sakit kakinya. Ini tuh kurang tahu enggak, biasanya kalau kita belanja semuanya penuh di dalam mobil karena tidak ada tempat lagi untuk mobil ya udah kita belanja segini aja" ucap mama.


Ibu pun menurunkan kakinya "udah neh duduk sana" bawel ucap ibu.


Mama pun segera duduk ke tempatnya, kami pun makan di kafe bersama-sama "Hiara kenapa makan di sini sih" bisik ibu ke padaku.


Hito pun mengambil menu dan memesan banyak makanan, Hito melihat ibu masih berbisik pada ku sehingga Hito pun ikut ke turun dari kursinya mendekati kami "ibu makan ke sukaan ibu sudah di pesan" ucap Hito hingga kami pun menoleh ke arah Hito.


"Makasih anak baik" ucapku.


Ibu pun berbisik kepada Hito "Hei kamu tidak memesan yang aneh-aneh kan untuk ibu mu ini" Hito pun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kembali duduk ke tempatnya.


Makanan pun dihidangkan di atas meja Hito yang mengaturnya "Om itu berikan sama Ibu yah" sambil menunjuk ke arah ibu.


Ibu pun kaget makanan yang ada di depan mejanya yang dipesan oleh Hito "ini makanan apa" ucap ibu dalam hatinya.


Aku pun mulai memakan makanan ku, ibu yang kebingungan melihat semua orang mulai memakan makanannya jadi Ibu pun mencoba mengikuti gaya kami ibu pun berbisik ke pada ku "Hiara ini makanan apa" aku pun menoleh ke arah makanan ibu.


Aku menoleh ke arah Hito yang mengedipkan matanya "Dasar anak nakal, kalau ibu tau kamu bakal di omelin habis-habisan" ucapku dalam hati.


Aku menjawab bisikan dari ibu "ini steak bu, cara makannya gunakan garpu dan pisau kecil yang ada di sampingnya" ucapku.


Ibu pun mengambil apa yang aku katakan garpu dan pisau yang ada di sana, ibu menoleh ke arah Hito yang di mana makanannya tidak asing "Hito itu apa?" tanyanya.


"Ini nasi goreng" jawab Hito sambil mengunyah makanannya"itu kamu nasi goreng terus kenapa Ibu dipesankan makanan seperti ini" mama yang melihat ke arah Ibu pun tertawa melihat steak yang ada di meja makannya.


"Hei norak makan aja makanan kamu nggak usah banyak tanya, kalau kamu nggak bisa makan steak ya udah sini biar aku aja yang makan" Mama menyindir ibu.


Ibu pun menjawab pertanyaan Mama "Hei kamu pikir aku nggak pernah makan kayak gini sih steak ini, aku mah sering makan kayak gini" ucapan ibu membuat mama tidak peduli sama sekali pun karena dia melanjutkan makanannya.


Ibu ke susahan memotong steknya dalam hati ibu "ini daging apa sih keras banget" Ibu masih berusaha memotong steknya itu. Aku yang melihat ibu sangat ke susahan pun segera mengambil steknya "sini" aku memotong semua steknya dan memberikannya kepada ibu.


"Sekarang ibu tinggal makan" ibu pun tersenyum dan mulai memakan daging steak itu, saat mengunyah ibu pun merasa senang "ini enak banget tapi sayangnya nggak bikin kenyang" ucap ibu dalam hatinya.


Selesai makan kami langsung pulang ke rumah, sesampai di rumah aku mendapat pesan dari Nindi dan papa.


Isi pesannya Nindi mengatakan bahwa acara jumpa persnya Lidia akan dilaksanakan 20 menit lagi.


Aku pun membaca chat dari papa mertua ku papa mengatakan bahwa Feri sudah keluar dari penjara dan papa segera pergi ke Singapura untuk segera mengobati penyakitnya karena jadwal untuk operasi sudah di tetapkan sehingga papa membutuhkan waktu 5 bulan untuk semuanya, mulai pengobatan serta perawatannya di rumah sakit.


Aku hanya membalas pesan papa semoga berjalan dengan lancar serta merahasiakan ke adaan papa karena papa sudah membuat rencana untuk mama dan anak-anaknya.


"Bu aku pergi yah" pamitku kepada ibu.


"Baru pulang masa udah mau pergi" jawab ibu.


"Ada yang harus aku selesaikan, 20 menit lagi ibu nonton televisi yah. Dadah ibu" aku segera keluar rumah.