
Feri hanya menggelengkan kepalanya melihat Hito pergi keluar dari rumah.
Aku yang saat itu selesai sarapan pun segera keluar untuk pergi bekerja, Aku menoleh ke arah taman melihat Kakek sedang bercerita bersama Feri "sepertinya kakek lagi bahagia" celoteh ku sampai tersenyum dan pergi meninggalkan tempat itu.
Feri yang menoleh melihat aku pun sudah pergi segera berpamitan dengan kakek untuk segera pergi kerja, aku yang baru sampai di kantor pun berjalan masuk di dalam kantor dikagetkan oleh seseorang berteriak dari samping.
"Kak oplassssss" orang itu sehingga membuat aku untuk menghentikan langkah kaki ku.
Aku pun menoleh dari seseorang yang tersenyum-senyum di sampingku "kenapa?"
"Kakak penasaran kan kenapa aku kemari" ucapnya sambil memegang tanganku.
"Enggak tuh, udah hari ini aku sibuk mendingan kamu pergi dari sini" usir ku sambil melepaskan tangannya.
"No, no, no, no, no, no. Aku ke sini karena disuruh oleh kak Nando, Kak Ayo" Jaya pun langsung menarik tanganku lagi untuk keluar.
Pada saat di luar pun Feri melihat aku hendak pergi segera menahan tangan Jaja sehingga Jaya pun berhenti dan menoleh ke arah Feri.
"Kenapa kamu menahan kam" tanya Jaya.
"Saya bukan bermaksud untuk menahan kalian berdua, tetapi hari ini akan ada meeting penting yang akan dilaksanakan langsung oleh Hiara jadi Hiara tidak bisa pergi hari ini sampai jam 02.00 siang. Tapi setelah itu Hiara boleh pergi ke mana pun ia mau, oh iya tapi kan tidak bisa di wakilkan karena hari ini adalah pertemuan dengan dewan direksi dari luar negeri untuk melakukan pengenalan bahwa Hiara adalah pemilik sah perusahaan ini yang sudah diamanatkan oleh kakek sehingga ialah harus bertanggung jawab dan harus bisa bekerja secara netral untuk melakukan pekerjaannya. Bukan untuk bersantai-santai atau pun bersenang-senang" mendengar ucapan Feri itu membuatku sadar.
"Orang ini mah ucapannya betul juga, aku kan nggak bisa kaya mendadak kalau tidak ada usaha" ucapku dalam hati.
Saat Feri menoleh ke belakang melihat ke arah Jaya sambil tersenyum sinis "sepertinya laki-laki itu sengaja banget" celoteh Jaya sambil melihat kan wajah sinis nya juga kepada Feri
Aku yang berjalan masuk di dalam ruangan tiba-tiba dikagetkan datangnya Nindi "ibu, ibu, ibu gawat-gawat" dengan nafas yang tidak beraturan.
"Kenapa?" tanyaku
"Sekarang, sekarang itu."
"Kenapa sekarang" Feri pun memberikan Nindi minuman agar dia lebih tenang, setelah meminum air itu dia pun menarik nafas lega.
"Ibu harus menghadiri rapat."
"Bukannya nanti ya rapat dengan dewan direksi."
"Iya tapi mereka sudah hadir 1 menit yang lalu, ayo cepat" Nindi segera menarik tanganku sehingga aku pun berlari mengikuti Nindk ke tempat tujuan.
Feri pun mengikuti kami dari belakang, dengan gugup aku pun masuk ke ruangan itu dan duduk di hadapan mereka.
Aku memperkenalkan diriku kepada dewan dan memberikan langsung paparan, tapi sebelum memberikan paparan aku sangat-sangat grogi. Feri melihat tanganku yang gemetaran grogi itu pun segera memberikan aku air putih yang ada di hadapanku itu.