Night Destiny

Night Destiny
Senyum Tiada Henti



"Berhenti tersenyum! nanti gigimu kering, Mas!."


Azka mengacuhkan, dia terus saja tersenyum bahagia. Bagaimana tidak, tadi jantungnya dibuat spot mendengar hukuman seminggu penuh. Tapi siapa sangka jika Salsa hanya bercanda.


"Yank, aku mau ulang lagi yang kayak tadi."


Blush


Wajah Salsa seketika memerah, bagaimana tidak. Azka tersenyum dengan begitu menawan. Ah bukan itu, lebih tepatnya dia malu dengan dirinya sendiri begitu agresif.


Tiga jam yang lalu


"Tuan Azka Ibrahim yang terhormat, nikmati puasa anda seminggu penuh!."


Azka belingsatan, dia terlihat panik luar biasa. "Sayang ... Aku kan jujur padamu. Daripada aku yang bersama Salwa, bukankah lebih baik aku menyerahkan dia pada pria yang memang mencintainya. Kenapa aku malah dihukum?."


Salsa menatap suaminya dengan santai. "Tetap saja kan? Kamu ikut andil bersalah dalam hal ini!."


Azka terlihat tidak terima dengan ucapan istrinya. "Aku memang bersalah, tapi ini demi kebaikan kita semua. Tahu begini, aku tidak cerita saja. Berharap dapat hadiah malah dapat hukuman!," ucapnya kesal.


Salsa terkekeh, dia menatap wajah suaminya yang tertekuk bak cucian belum disetrika. "Hilih ... Suamiku yang tampan bisa ngambek juga rupanya! Jadi makin ganteng kalau mukanya cemberut kayak itik begitu!."


Azka mendelik, setelah mendapat hukuman dia juga dikatai seperti itik. Benar-benar keterlaluan!


"Teruskan saja. Puasa seminggu, seperti itik lalu apa?," tanya Azka dengan nada kesalnya.


Salsa tertawa lebar, dia bahkan memegangi perutnya karena tak mampu menahan tawa. "Kamu lucu, Mas. Baru kali ini aku lihat kamu ngembek beneran!."


Azka melipat dua tangannya, dia terlihat begitu kesal pada Salsa.


Akhirnya perempuan itu berhenti tertawa. Dia menatap suaminya dengan intens. Tanpa kata, tangannya kini meraba dada bidang Azka. Pria itu masih dengan gaya cool nya. Dia tetap diam tanpa ekspresi dan suara.


"Kamu yakin bisa menahan godaan dariku?," bisik Salsa dengan nada sensual, tidak hanya itu, wanita itu juga dengan sengaja meniup telinga sang suami. Azka memejamkan mata, dirinya mulai terbuai. Jangankan sentuhan Salsa, membayangkannya saja bisa membuat Azka kelimpungan.


Grep


Dengan lihat jemari lentik itu menyapa King. Kalau dihitung, memang cukup lama ia tak memberikan service full untuk King. Dan malam ini, Salsa akan memberikannya. "Ini hadiah karena kejujuranmu. Dan bonus karena kamu melakukan hal yang tepat."


Azka tidak merespon, dia terlalu sibuk dengan rasa yang mulai menjalar ditubuh ya. "Rasanya akan lebih bagus kalau King ....," Salsa kembali membuat ulah. Lihatlah, Azka sudah merem melek dibuatnya. Tidak hanya lihai, Salsa bahkan tahu kapan dia bisa membuat suaminya tumpah.


"S-sayang, faster please!."


"As You Wish, Honey."


Dua insan itu terbang ke nirwana bersama. Tidak tahan, dengan cepat Azka membawa Salsa ke atas ranjang. Entah kapan, yang jelas. Kini mereka siap menuju permainan inti.


Lenguhan terdengar ketika keduanya menyatukan diri.


"K-kamu membuatku gila, sayang!."


Salsa memejamkan mata, entah setan apa yang merasukinya. Kini wanita itu memimpin permainan, memberikan nikmat yang dirasakan keduanya, khususnya sang suami.


"Sekarang giliranku!."


Salsa menggigit bibir bawahnya, dia selalu merasa gila jika bercinta dengan Azka. Tak perlu diragukan lagi keperkasaan seorang Azka Ibrahim. Dengan otot dan tubuhnya yang kekar, pria itu bahkan mampu membuat Salsa kalah telak.


"Thank You, honey. I Love You!," bisik Azka setelah dirinya tumbang disamping sang istri.


"Love You Too, aku akan selalu membuatmu bahagia, Mas. Tapi sekali saja kamu mengkhianati kepercayaan yang aku berikan. Kisah kita hanya akan tinggal kenangan."


Salsa melirik suaminya yang tidak merespon, rupanya Azka sudah terlelap. Hah, cepat sekali. Jelas saja. Mereka menghabiskan hampir tiga jam untuk mencetak Azka junior.


"Kenapa melamun? Ayo dong sayang. Aku mau lagi. King udah bangun nih!."


Salsa tersadar dari lamunannya, dia menatap suaminya yang tersenyum penuh arti padanya. "Kamu nggak capek?."


Azka menggeleng cepat, "Tadi udah tidur sebentar. Sekarang pas banget waktunya buat nyetak Saka junior lagi!."


"Saka?."


"Salsa dan Azka!."


Ada ada saja, aku kan lelah. Dia tenaganya terbuat dari apa sih? Kuat banget!.


"Tidak usah menggerutu dan merutuki ku dalam hati, sayang! Aku tahu kamu lelah. Jadi ... Sekarang waktunya aku yang memimpin!."