
"Karena bayi itu bukan anak Azka. Tapi anakku!."
Deg
Salwa terperangah, bagaimana bisa Seno mengaku jika anak yang dikandungnya adalah anaknya, sedangkan malam itu dia tidur dengan Azka.
"Jangan mengarang cerita. Anak ini anak Azka!."
Seno menatap Salwa dengan sendu. "Aku berkata yang sebenarnya, dia anakku bukan anak Azka!."
"I-ini maksudnya bagaimana? Saya bingung dengan semuanya. Bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?," pinta Anya.
"Mereka hanya mengarang cerita. Anak yang aku kandung adalah anak Azka," kekeh Salwa.
"Sal, kamu jangan egois. Jangan hanya berasumsi menurut pendapatmu sendiri. Disini ada Azka yang juga berhak memberikan keterangan," ucap Salsa tegas.
Salwa memandang Salsa sengit, "Kamu dengan mudah bicara seperti itu. Suruh suamimu bertanggungjawab atas perbuatannya!."
Azka menatap Salwa dengan jengah, "Mau aku katakan berapa kali? Anak itu bukan anakku!."
"Sudah! Sekarang kalian semua diam," ucap Dirga dengan tegas. "Salwa, kalau kamu yakin anak itu anak Azka, apa kamu punya bukti?," tanyanya pada Salwa.
Salwa tersenyum menyeringai, sekarang waktunya memberikan bukti yang dia punya. "Tentu saja punya. Aku menyimpan bukti malam panas kami!."
Gita menggenggam tangan menantunya, wajah Salsa sudah sedikit pucat. Tangannya juga sedikit terkepal. "Percayalah pada suamimu!," bisik Gita.
Salsa hanya mengangguk dengan perasaan campur aduk.
"Ini! Video ini adalah bukti bahwa aku dan Azka pernah melakukan hubungan badan. Lebih tepatnya malam panas yang kami lewati malam itu di kota S," Salwa berkata dengan percaya diri sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam tas.
"Kamu ingin kami menonton video kalian itu? Mana mungkin Sal," tolak Danar. Dia sungguh malu jika harus melihat video panas yang pemainnya adalah putrinya sendiri.
"Benar kata papamu, Sal. Bagaimana bisa kamu menyuruh kami menonton hal senonoh seperti. Itu."
Salwa memutar matanya jengah, "Lalu apa yang harus aku lakukan agar kalian percaya jika anak itu adalah anak Azka?."
"Apa salah aku melakukan hal itu? Bukankah kita tidak bisa menolak kepada siapa dan kapan cinta itu datang!."
Danar menghela nafas, sedangkan Anya menatap putri kandungnya. Salwa sangat keterlaluan, dia rupanya belum bisa melupakan Azka. Sungguh Anya merasa malu akan kelakuan putri angkatnya itu. "Tentu saja salah, Sal. Azka sudah menikah dan memiliki istri. Tidak seharusnya kamu melakukannya!."
Seno hanya diam memperhatikan perdebatan mereka. Sebagai seorang pria, dialah yang harus bertanggung jawab atas kejadian malam. Itu. Namun Seno memilih untuk diam dulu sampai semua tahu kebenaran yang terjadi. Toh dia bicarapun, Salwa pasti menyangkal semuanya.
Salsa memberanikan diri berbicara, "Baiklah, biar aku yang melihat video tersebut. Bagaimanapun, aku ingin membuktikan, apa benar pemeran laki-laki dalam video itu suamiku atau bukan?."
"Bagus! Kalau begitu lihatlah, lalu serahkan suamimu padaku!."
Anya mengelus dadanya, dia tidak mengira Salwa akan senekat ini.
Ya Allah, semoga semua tidak benar.
Semua orang nampak tegang, begitupun Salsa yang sudah memegang ponsel milik adiknya. Berbeda dengan istrinya, Azka justru terlihat sangat santai. Dia hanya menatap Salwa kasihan. Wanita itu menyerahkan video asusila yang justru akan membuatnya malu sendiri.
Salsa mengambil earphone, agar dia bisa mendengar suara video itu tanpa mengganggu yang lain. Mukanya terlihat sangat tegang. Dengan perlahan, jarinya menyentuh tombol bulat yang artinya video tersebut akan segera diputar.
Mata Salsa terbelalak, tubuhnya langsung gemetar kala video itu sudah terputar. Dia sedikit menahan nafas, saat dengan jelas mendengar obrolan keduanya.
Salwa tersenyum tipis, melihat ekspresi Salsa ia yakin jika apa yang diyakininya benar.
Salsa telah selesai menonton, dia meletakkan ponsel Salwa diatas meja. Pandangannya kita tertuju pada sang suami, Azka.
"Sekarang kamu percaya kan? Kami sudah melakukan malam panas bersama dan sekarang aku sedang hamil. Jadi, dengan terpaksa kamu harus mengikhlaskan suamimu untuk menikahiku," ucap Salwa dengan tenang.
"Sal, apa benar Azka pelakunya?," tanya Gita
"Sal, katakan sesuatu, Nak!," pinta Anya.
Salsa menghela nafas panjang, "Pemeran laki-laki dalam video itu ....!," Salsa menatap Azka sekali lagi lalu beralih pada adiknya, Salwa. Wajah semua orang nampak tegang begitupun dengan Seno. "Mas Azka ... Dia tidak harus menikahi Salwa, karena bukan dia pelakunya!."