Night Destiny

Night Destiny
Happy Forever



"Putri Ayah sudah cantik. Sini sama Ayah dulu, biar Bunda mandi sekarang."


Salsa tersenyum, suatu keberuntungan karena memiliki suami seperti Azka. Jika kebanyakan suami hanya fokus bekerja, tidak dengan Azka. Sesibuk dan selelah apapun dia bekerja, Azka akan tetap membantu Salsa menjaga buah hati mereka. Keduanya selalu bahu - membahu membesarkan Gavin dan Kara.


"Ayah, kita akan pergi kemana?," tanya si tampan, Gavin


"Kita mau jalan-jalan ke pantai? Gavin mau?."


Mata pria kecil itu berbinar, "Aku mau, Ayah."


Kara pun ikut bertepuk tangan seolah ikut senang seperti kakaknya. Azka yang melihatnya semakin dibuat gemas.


"Semuanya sudah siap? Ayo kita berangkat."


Azka menatap istrinya yang baru saja selesai mandi. Lebih tepatnya, Salsa sudah terlihat cantik dengan setelan kulot berwarna hitam yang sangat kontras dengan kulit putihnya. Ibu dua anak itu semakin terlihat cantik.


" Bunda, kata Ayah kita akan ke pantai."


Salsa menggendong Gavin, "Iya Sayang. Gavin senang?."


"Senang, senang, senang!."


Salsa mengambil alih Kara, kemudian Azka menggandeng Gavin dan istrinya menuju mobil. Mereka akan menghabiskan hari minggu ini untuk menikmati suasana pantai.


Perjalanan menuju pantai ditempuh hampir satu setengah jam lamanya. Azka langsung masuk ke kawasan vila dan memarkirkan mobilnya tepat dipelataran yang langsung menghadap pantai. Suasana terlihat begitu indah. Ombak yang berguling - gulung terlihat jelas didepan mata.


"Selamat datang, tuan dan nyonya."


"Terima kasih, pak. Tolong bawakan barang - barang kami kedalam ya, Pak."


Penjaga vila mengangguk. Sedangkan Azka sendiri langsung membopong Gavin yang tertidur dalam perjalanan. Mereka masuk kedalam kamar. Suasana disana tak kalah indah. Kamar yang mereka tempat menatap langsung ke laut. Ada gazebo dan kolam kecil didepan kamar mereka.


"Mumpung anak-anak sedang tidur. Bagaimana kalau kita main diluar!."


Salsa memukul lengan suaminya. Bisa - bisanya, Azka meminta main diluar. Ini bukan luar negeri yang bebas mempertontonkan adegan vulgar. Walaupun diluar sekalipun, Salsa tidak akan mau melakukannya.


"Ayo sayang, mumpung tidak ada yang mengganggu," ajak Azka dengan nakalnya.


"Kamu sudah tua, sudah punya anak dua. Kenapa masih berlagak seperti pria muda."


Azka meraih pinggang istrinya dan mencium sekilas bibir candu miliknya.


Salsa mendelik, "Terus anak-anak siapa yang jaga kalau maunya kamu begitu?."


"Hahahah, aku hanya bercanda sayang. Walau aku bisa membuktikannya. Tapi, aku tidak mau egois dan mengesampingkan anak-anak. Kamu cintaku, tapi anak-anak, buah cinta kita. Dan aku mencintai kalian semua."


Salsa mengelus lembut wajah sang suami, "Aku beruntung memilikimu sebagai pendamping hidupku. Tetaplah seperti ini sampai maut memisahkan kita."


"Aku berjanji. Aku akan mencintaimu sampai maut memisahkan."


Salsa mengangguk, dia memeluk suaminya dengan erat. "Aku minta jatahku. Jangan menolak, keburu anak-anak bangun."


Salsa menatap suaminya dengan senyum menggoda, "Aku punya firasat tidak enak, tuan Ibrahim. Anda pasti menginginkan sesuatu yang tidak biasa."


Azka menyeringai, "Kamu memang selalu tahu apa yang aku inginkan."


Salsa membelai dada suaminya, "Jadi, apa yang kamu inginkan?."


"69."


*


*


*


Hai kakak kakak semua. Aku kembali dengan cerita baru nih.


Karena kalian setuju dengan adanya novel "Saga", maka aku akan menuliskan novel baru tentang Ayang Saga. Judulnya "Cinta Dadakan!"



Udah ada satu bab yang bisa kalian baca. Jadi untuk "Night Destiny" Benar - benar tamat ya kak. Yang mau tahu kelanjutan ceritanya Ayang Saga bisa mampir ke sana.


Nanti dalam cerita juga aku bubuhin komedi sedikit biar nggak membosankan. Aku usahain up setiap hari walau cuma satu bab. Soalnya, aku sebelumnya nggak ada niatan buat nulis ceritanya Ayang Saga. Tapi karena kalian semua pengen tahu siapa yang akan Berjodoh dengan Ayang Saga, maka aku jadi kepikiran buat nulis ceritanya.


Ayang Saga yang biasanya peka, apakah akan tetap demikian ketika dia tiba-tiba menikahi gadis yang masih mencintai pria lain. Ish, kepikiran nggah sih gimana rumah tangga mereka? Akankah ayang Saga jadi suami diatss kertas yang nggak dapat apa-apa atau rumah tangga mereka berjalan seperti rumah tangga Bang Azka yang mengalir seperti air. Nah, penasaran kan? Jangan lupa mampir kalau begitu


Terima kasih atas semua suport dan dukungan kalian. Aku sungguh merasa beruntung punya pembaca seperti kalian semua.


Terima kasih, love