
Setelah mengadakan resepsi mewah dan besar-besaran. Azka langsung memboyong istrinya pergi bulan madu. Sebulan lebih Azka membawa Salsa keliling ke tempat-tempat romantis. Mulai Paris, Maldives dan yang terakhir Turki.
Tidak terasa kini usia rumah tangga mereka sudah berjalan dua bulan. Keduanya tampak semakin harmonis, bahkan semakin mesra. Salsa kian memahami karakter dan sifat suaminya, begitupun sebaliknya. Tak jarang Azka memberikan kejutan romantis untuk istri tercinta.
"Sayang, kamu sudah pulang?," tanya Salsa saat merasakan sebuah tangan memeluk pinggangnya. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Azka.
"Kamu asyik memasak sampai tidak dengar aku datang!," sahutnya cemberut.
Salsa terkekeh pelan, "Kamu selalu saja cemburu, bahkan dengan hal - hal yang aku lakukan. Aku ini sedang memasak makanan kesukaan kamu loh?."
Cup
"Benarkah?," tanya Azka setelah mengecup singkat bibir Salsa.
"Kamu kebiasaan," Salsa mematikan kompor lalu berbalik dan menatap suaminya.
"Lelah?," Azka mengangguk, "Bagaimana dengan berendam di air hangat? Badan kamu pasti akan rileks."
Azka tersenyum nakal saat mendapat kode menyenangkan. "Kamu sudah selesai datang bulan?."
Salsa tersenyum dan mengangguk, "Kamu puasa seminggu. Pasti sudah ingin kan? Aku tahu isi kepalamu, Mas."
Azka tergelak, puasa atau tidak sama saja. Toh Salsa selalu punya cara memuaskannya meski tidak ke permainan inti.
Tanpa aba-aba, Azka menggendong tubuh istrinya memasuki kamar. Dengan pakaian kantor yang masih lengkap, pria tampan itu membawa istrinya masuk kedalam kamar mandi. "Aku lelah, sayang. Jadi, semua aku serahkan padamu!."
Salsa tersenyum nakal, memiliki suami hiper tentu dia harus bisa mengimbanginya. Kebahagiaan rumah tangga tidak hanya terletak dalam masalah finansial, tapi biologis juga. Jadi sebisa mungkin Salsa selalu memberikan apa yang Azka butuhkan, termasuk nafkah bathinnya. Semua tentu demi menjaga keutuhan rumah tangganya. Walau dia yakin Azka tidak akan pernah berkhianat, tapi tidak ada salahnya menyenangkan pasangan kita bukan?.
"Kamu selaku membuatku gila, Salsabila!."
Salsa terus memacu tubuhnya, perlahan semakin cepat. Betapa beruntungnya Akza memiliki istri seorang Salsa. Selain cantik dan pandai dalam urusan rumah tangga. Salsa juga pintar dalam hal memberinya kepuasan.
Permainan panas mereka masih berlanjut. Sementara diluar, Salwa terus saja mengetuk pintu. Gadis itu dongkol karena tak ada yang membukakan pintu, padahal ia tahu jika Azka sudah datang, sebab mobil pria itu sudah terparkir rapi di garasi.
Ini pertama kalinya Salsa mengunjungi rumah kakaknya, bahkan setelah resepsi pernikahan Salsa dan Azka, Salwa tidak pernah menemui mereka. Tentu saja bukan tanpa alasan, Salwa sempat disidang orang tuanya akibat rekaman CCTV saat dirinya masuk kedalam ruang fetting dan merusak gaun yang ternyata miliknya sendiri. Tak hanya itu, Anya dan Danar juga memberinya hukuman tidak keluar rumah selama satu setengah bulan. Jadi baru kali ini Salwa bisa pergi keluar.
Tanpa diminta, gadis itu membuka pintu yang ternyata tidak dikunci. Kaki jenjangnya terus berjalan masuk. Salwa memperhatikan setiap sudut rumah kakaknya. Terasa begitu nyaman, foto-foto pernikahan mereka terpajang apik diruang tamu. Bahkan ada juga foto honeymoon keduanya. Rasa iri kembali muncul dalam relung hati gadis itu. Seharusnya, dialah yang ada difoto itu, bukan kakaknya.
Salwa kembali berjalan ke arah dapur dan rupanya juga kosong. Hanya ada masakan diatas kompor dan masih hangat, artinya kakaknya itu baru saja selesai memasak.
Hati Salwa begitu penasaran, dimana kakaknya berada? Dengan langkah pelan, Salwa kembali berjalan menyusuri rumah Salsa tapi kali ini langkahnya ia tujukan ke arah kamar.
Pintunya tidak ditutup rapat.
Salwa mengintip dari balik pintu. Merasa ada kesempatan, gadis itu melangkah masuk dengan sangat pelan. Tidak ada siapa-siapa, jadi kemana mereka pergi? Salwa hendak berbalik dan tubuhnya menegang sekatika saat telinganya mendengar de*sahan dan er*angan yang berasal dari kamar mandi. Dadanya bergemuruh hebat, dia langsung paham apa yang terjadi disana. Cemburu, jelas. Seharusnya Salwa lah yang menikmati kehangatan itu bersama Azka. Namun semua sirna karena kehadiran Salsa yang merusak semua mimpinya.
Semua ini karena wanita sialan itu. Awas saja, kebahagiaan kalian tidak akan bertahan lama karena aku akan merebut kembali apa yang menjadi milikku.
Salwa pergi meninggalkan rumah Salsa dengan perasaan begitu kesal. Suara mereka kembali memenuhi kepalanya. Salwa mengepalkan tangan. Tidak, dia tidak boleh kalah terlalu lama. Dia harus melakukan sesuatu.
*
*
Sementara di kamar mandi, dia insan yang dimabuk cinta itu masih melakukan kegiatan mereka. Namun kali ini, Azka yang memimpin.
"Bersama!."
Era*ngan panjang yang entah keberapa kalinya mereka lewati lagi. Tubuh Salsa masih bersandar ditembok, nafasnya terengah-engah begitupun suaminya.
Le*nguhan kembali keluar dari bibir Salsa saat suaminya itu melahap dadanya seperti seorang bayi. Oh sial ... Kapan Azka akan puas.
"Kamu belum puas, sayang?," tanya Salsa dengan nafas terengah.
"Aku hanya mengisi vitamin dengan ini!." Azka kembali melahap istrinya seperti bayi kehausan. Salsa tak protes, dia membiarkan suaminya melakukan apapun yang dia mau.
"Kiss Me," Salsa melakukan yang suaminya perintahkan. Dengan lembut bibirnya menyapa bibir Azka. Pria itu tersenyum senang. Setelah selesai berciuman. Azka menatap istri dengan lembut.
"Kita lanjut nanti malam saja ya. Aku takut kamu masuk angin!."
Salsa mengangguk, akhirnya mereka menyudahi mandi khususnya. Azka dengan santai memakai pakaiannya didepan sang istri tanpa risih.
"Aku bantu keringkan!," Azka mengambil hair driyer lalu membantu Salsa mengeringkan rambutnya. "Aku suka wangi rambutmu, sayang!."
Wanita itu tersenyum, "Kamu selalu mengatakannya setiap kali membantuku mengeringkan rambut!."
Azka terkekeh, "Supaya kamu tahu, aku selalu menyukai semua yang ada pada dirimu!."
Setelah selesai membersihkan diri, keduanya menuruni tangga sambil berpegangan tangan. Tak lupa mereka lontarkan pada pasangan masing-masing.
"Apa?," tanya Azka saat istrinya menatapnya lama.
"Tangannya lepaskan dulu. Aku mau menghangatkan masakannya!."
Azka terkekeh geli, dia akhirnya melepas tangan sang istri lalu duduk manis mengamati Salsa yang dengan lihai menyiapkan makan malam untuknya. Seperti biasa, perempuan itu berkutat dengan alat dapur yang membuat terlihat semakin seksi, menurut Azka.
Sungguh indah ciptaan-Mu Ya Allah. Selain baik, perhatian dan penyayang. Dia juga pandai dalam segala hal. Semoga rumah tangga kami selalu kau limpahkan kebahagiaan. Bathin Azka.
"Masakan siap!."
Ayam bumbu Bali, perkedel kentang, bakso ayam dan kerupuk sudah tersaji diatas meja. Salsa memang pandai memasak berbagai olehan ayam, menu kesukaan Azka. Tak ayal pria tampan itu kini tampak makin berisi.
"Pasti selalu enak seperti biasa!," pujinya
"Jadi, mau makan apa dulu? Ayam Bali atau baso?," tawar sang istri.
"A--!."
"Baso dulu, kakak ipar!!."
*
*
*
Heheh, kira-kira, siapa yang datang ya? Salwa? Atau si jahil Saga?