
Malam itu di Milan...
Setelah puas berkeliling seharian, Alfa akhirnya tiba di depan apartemen yang Elea tinggali beberapa tahun belakangan ini.
“Oh ya, El. Besok aku sudah harus balik ke Jakarta.”
“Besok?”
Alfa mengangguk, “Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan.”
“Okay. Besok aku anter Mas Al ke bandara yah? Kalau gitu aku masuk dulu.”
“El, boleh aku tahu apartemen kamu?” Alfa tidak yakin bahwa tindakannya benar. Tapi ia benar-benar belum puas melepas rindu terhadap gadis kecilnya itu.
Awalnya Elea ragu, tapi mengingat Alfa akan kembali ke Jakarta besok, ia akhirnya mengijinkan Alfa masuk ke apartemennya.
Elea memperkenalkan Alfa dengan Alexa yang sangat ramah dan pengertian. Alfa bersyukur Elea bisa menemukan teman seperti itu selama tidak bersamanya.
Alexa kemudian pamit dan mengatakan bahwa ia akan bermalam di rumah kekasihnya malam itu. Alfa yang merasa mendapat dukungan dan lampu hijau dari Alexa berniat untuk memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin.
Ia berkeliling mengamati isi apartemen mungil Elea. Ia melihat beberapa foto Elea di beberapa tempat wisata populer di Itali. Ada juga foto Elea bersama teman-temannya di kampus yang ternyata ada Jack juga disana. Alfa reflek menutup foto itu dan membiarkannya tertengkurap menghadap ke alas rak yang terbuat dari kayu.
Karena Elea tak kunjung kembali dari dapur, Alfa memberanikan diri masuk dan melihat-lihat kamar Elea. Dan Alfa dibuat tersenyum oleh medali SH yang masih saja Elea simpan dan gantung di dinding kamarnya.
'Dasar udik! Masa medali beginian dia bawa jauh-jauh sampai ke sini.' gumam Alfa.
Tak lama kemudian, Alfa mendengar langkah kaki Elea mendekat, jadi Alfa buru-buru keluar dari kamar Elea.
"Mas Al lagi apa?" tanya Elea sambil membawa dua cangkir kopi di tangannya.
"Ngga... Cuma liat-liat aja kok." elak Alfa. "El, kamu bikin kopi?"
Alfa masih saja khawatir setiap kali melihat gadis itu meminum kopi.
"Mas Al belum tahu ya? Sejak pindah kesini, aku mengalami insomnia akut. Jarang banget bisa tidur. Tapi anehnya setelah minum kopi, aku malah bisa tidur dengan pulas."
"El! Bangun El! Kok kamu malah tidur disini sih?"
Alfa berkali-kali mengguncang tubuh Elea tapi gadis itu sudah tidak merespon sama sekali. Alfa akhirnya membopongnya dan menidurkannya di atas sofa. Dan tanpa sengaja tas slempang milik Elea yang terletak di sofa jatuh karena tersenggol kaki Elea.
Tas itu tidak ditutup dengan benar sehingga isi tas Elea keluar dan tercecer di lantai. Alfa memunguti barang-barang Elea satu per satu, termasuk dompet Elea yang jatuh dalam keadaan terbuka.
Alfa mengamati dompet itu dengan seksama dan ia dibuat bergejolak setelah mengetahui bahwa gadis itu juga masih menyimpan foto pernikahan mereka di dalam dompetnya.
Alfa menatap wajah Elea yang sudah terlelap, lalu mengusapnya perlahan penuh kasih sayang. Entah kenapa ia merasa semakin berat untuk meninggalkan gadis kesayangannya itu di sana. Ada hasrat yang sangat besar dalam diri Alfa untuk membawa Elea kembali ke Indonesia, ke dalam pelukannya, meskipun ia tahu bahwa itu bukanlah hal yang mudah.
Tanpa sadar, Alfa mengecup kening Elea seperti yang biasa ia lakukan dulu saat mereka masih tinggal bersama sebagai sepasang suami istri. Ada gejolak yang begitu menggelora di hati Alfa untuk terus memperlakukan gadis kecil itu seperti dulu.
Tapi Elea yang terlelap dan sama sekali tidak merespon, membuat Alfa sadar bahwa ia tidak seharusnya berbuat sejauh itu. Jadi Alfa menutup tubuh Elea dengan selimut, lalu ia tidur di karpet di dekat sofa.
Ketika tengah malam, Elea tanpa sadar terjatuh fari sofa dan menimpa tubuh Alfa. Sehingga ketika bangun mereka tengah berada dalam satu selimut yang sama di atas karpet.
***********
Dear readers...
Makasih yah udah pantengin kisah Alfa dan Elea. Jangan lupa intip juga karya-karya Jo lainnya :
Misi Jessy (on going)
Cinta, Harta dan Erlita (end)
The power of single mom (end)
Putri antah berantah milik ceo (end)