
ramai sesak penuh dengan siswa-siswi sma venus kondisi kantin pagi ini, mereka seakan berjalan tegesa-tergesa pantas memang jika seperti itu, bel masuk 15 menit lagi akan berbunyi mereka masih berada di kantin
🍁🍁🍁🍁🍁
mila berjalan dengan cepat menyusul linda yang sudah meninggalkannya sendirian di pintu masuk kantin, ia terus berjalan sembari menutupi wajahnya menyamarkan dirinya dari angelo, namun mila tidak tau angelo sudah melihatnya saat dirinya baru berjalan memasuki kantin dan sekarang sedang menghampirinya
brak.....angelo mendorong tubuh mila menyudutkannya ke dinding, mila yang sedari tadi menutupi wajahnya dengan tangan kini sudah di bukanya
matanya menatap cowok tampan yang menghimpit tubuhnya ke tembok, angelo sudah berada tepat di depannya tampak senyum berada di sudut bibirnya
"lo ngapain sih, lepasin gak" berontak mila sembari menutupi bagian tubuhnya
"ck, siapa suruh lo jalan kaya maling gitu" ucap angelo masih dengan posisinya
"siapa yang maling, orang gue lagi nyari linda"
"hahahha bohong" angelo terkekeh
"beneran gue gak bohong, lepasin gak"
"iya iya gue lepasin tapi ada syaratnya" angelo tersenyum miring
"apaan, buru bentar lagi mo masuk nih"
"cium gue, tar gue lepasin kalo gak" ucapan angelo menggantung
"lo gila yah ini di sekolah, kalo gue gak mau kenapa?" tantang mila melotot
"kalo gak mau, lo gue bawa ke tempat asing sekarang juga" ancam angelo
mila bingung apa yang harus di lakukan, ia benar-benar tidak mau mencium angelo apalagi di sekolah, nanti kalau ada yang melapor ke guru bagaimana dia akan menjelaskan, namun ia juga takut angelo akan bersikap lebih kasar lagi jika ia tidak menurutinya, mila bingung dengan perubahan sikap angelo yang tiba-tiba seperti sekarang ini, ia tak berani menatap angelo yang sedari tadi tersenyum miring ke arahnya
"buruan, gue hitung nih sampe 3 , 1..." angelo mulai menghitung
"iya iya gue mau udah diem jangan ngitung lagi" ucap mila mulai panik terpaksa mengikuti perintah angelo
"ayo buruan, nih chuuu" angelo memonyongkan bibirnya ke arah mila
cupp......sepersekian detik mila mendaratkan ciumannya di bibir angelo, namun angelo tidak melepaskan ciuman mila begitu saja, tangannya menyentuh rambut mila membalas ciumannya, mereka berdua berciuman dalam suasana kantin yang begitu ramai
dani menepuk jidatnya di posisi duduknya sedari memperhatikan angelo
"gila banget si gelo sumpah" ucap dani, ia tiba-tiba ingat kembali dengan dirinya yang di cium angelo tadi malam, ia bergidik
andi dan rio yang sibuk dengan baksonya menoleh ke arah dani mereka berdua saling bertatapan, seperti mengerti apa yang sedang dani fikirkan
"dan sabar ya" ucap andi menepuk pundak dani
"masih banyak ikan di laut" rio menimpali
"apaan sih kalian berdua, gue eneg tau liat mereka, lu berdua mikirin apa" ucap dani melotot
"lu eneg apa pengen dan?" ujar andi
"iya sampe ngences gitu parah.hahaha" rio terkekeh
"kalian pengen mati yah" dani menarik kerah andi yang berada di sampingnya
andi dan rio tertawa melihat ekspresi marah dani bukannya takut malah mereka dengan sengaja meledek dani
🍁🍁🍁🍁🍁
mila memberontak dari angelo setelah sadar apa yang di lakukan angelo padanya, muka mila merah padam menahan marah dan malu, mereka berciuman di sekolah bahkan di kantin yang sangat ramai saat ini, mila menggigit bibir angelo itu membuat angelo kaget hingga ia melepaskan ciumannya dari mila, darah menetes dari bibirnya, angelo menjilatnya menatap mila dengan tersenyum, tatapannya sungguh membuat mila merinding di buatnya
"gue mau pergi minggir" ucap mila yang sedari tadi melihat tatapan angelo
"ok silakan, makasih ciuman hotnya" angelo terkekeh berbisik di telinga mila
mila mendengus kesal meninggalkan angelo yang tersenyum miring di tempatnya, mila berbalik ke kelasnya menghentak-hentakan kakinya ia sangat marah saat ini, ia merasa di permainkan angelo, padahal pagi tadi angelo tidak seperti itu, mila bagaikan melihat orang asing berada di dalam tubuh angelo, tatapan matanya sangat menakutkan membuat merinding mengingatnya
mila berjalan ke kelasnya sendirian, ia sudah tidak peduli lagi dengan linda sahabatnya yang entah pergi kemana tadi ketika di kantin yang jelas mila sangat kesal pagi ini
mukanya masam memasuki ruang kelasnya, gosip beredar bagaikan angin yang berhembus
dirinya yang berciuman dengan angelo di kantin dengan cepat sampai di ruang kelasnya, anak-anak kelas 2 A berbisik-bisik saat mila mulai masuk ke dalam ruang kelasnya
mila bingung dengan pandangan anak-anak satu kelasnya yang seperti sedang membicarakan dirinya, ia menengok ke arah samping sembari berjalan menuju mejanya, tatapan anak-anak di kelas A begitu terlihat tidak suka padanya, mila duduk di kursinya sambil dirinya masih menatap sekitar
ahirnya ia memberanikan diri untuk bertanya pada teman di depan mejanya
"eh rin anak-anak pada kenapa sih?" bisik mila dengan tatapan polos
"mil lo gak tau apa gosip lo yang ciuman hot di kantin udah tersebar di kelas kita" ucapnya berbisik menjawab pertanyaan mila
mila syok mendengar ucapan teman sekelasnya, ia diam hal yang di takutkan ahirnya terjadi begitu terang-terangan membuat ia menjadi bahan gosip panas bak selebriti yang sedang naik daun, ia menghela nafas setelah terdiam begitu lama
"udahlah biarin aja udah terlanjur kelihatan buruk ya sekalian aja tambah buruk, pusing gue mikirinnya" batin mila memijit-mijit pelipisnya
🍁🍁🍁🍁🍁
sementara itu angelo sudah duduk kembali menemui anggota gengnya
"gila lo sumpah gel" celetuk dani menatap angelo yang baru saja mendaratkan tubuhnya di kursi
"brisik lo dan, lu mau lagi" ucap angelo mengancam
dani bergidig mendengar ancaman angelo, sedangkan angelo hanya terkekeh melihatnya
"woy bos kita bolos aja yuk" usul andi
"iya nih udah lama gak bolos kita" rio menimpali
"yuk ah, lu ngikut kagak dan?" angelo melihat ke arah dani
"serah kalian aja lah gue makmum" ucap dani menyeruput es teh di depannya
"eh elah kaya cewek aja lu dan makmum" celetuk andi
"stttt brisik, yuk buru cabut" ajak dani
angelo and the geng berangkat menuju base camp mereka, mereka menggunakan mobil andi yang sengaja di parkir di luar sekolah, biasanya andi dan rio jarang membawa mobil ke sekolah, hanya dani dan angelo yang membawanya, namun kali ini berbeda andi sudah merencanakan bolos dari rumah oleh karena itu ia repot-repot membawa mobil hari ini
andi memutar kemudinya memasuki area base camp xtc, memarkirkan mobilnya, angelo and the geng telah sampai di base camp
"gue ngerokok dulu ya" ucap angelo yang baru saja turun dari mobil
"ck, ya udah sana, udah lama gue gak liat lu ngerokok, gue kira lu udah tobat gel" ujar dani yang tak jauh darinya
"ishh belum waktunya gue tobat dan, tar dunia ini gak seru lagi kalo gue tobat" angelo terkekeh
"ndi pinjem korek" ucap angelo yang sudah mengapit rokok di bibirnya
"ck, dimana lagi korek gue, yo korek yo" andi merogoh saku celananya
"yaya nih korek" rio melemparkan korek ke arah angelo
angelo menyalakan rokoknya, ia berjalan menuju tempat duduk yang berada di depan base camp
"kalian masuk aja dulu, gue pengen sendiri disini" ucapnya
"ya udah kalo gitu, hati-hati gel mbok nanti di culik miss teti (waria komplek samping base camp) " dani terkekeh berlari menjauh dari angelo
"ck sial" gerutu angelo
angelo duduk sendiri di depan base camp menatap lapangan basket yang terlihat dari tempatnya duduk sembari menyesap rokok menghembuskannya ke udara, tatapan matanya kosong, baru sempat beberapa jam lalu ia merasa lebih baik berkat mila tapi kini ia berubah menjadi dingin kembali
hasratnya sangat kuat untuk membalas dendam geng fire wolf namun pikirannya mencoba sekuat tenaga untuk mencegahnya
ia masih ingat tragedi 1 tahun yang lalu, yang menimpa dirinya dan para anggota gengnya
kelakuannya dulu menjadi pukulan berat untuknya, dimana ia selalu bertindak gegabah tanpa memikirkannya terlebih dahulu, sikapnya yang seperti itu malah membuat anggota gengnya di hajar mundur dengan telak, ia tak mau mengulangi kesalahannya lagi
kalaupun kali ini ia balas dendam ia akan memikirkannya dengan penuh strategi, kejadian 1 tahun itu benar-benar berbekas sangat dalam di fikiran angelo
angelo menghela nafasnya, mencoba menikmati sebatang rokok di tangannya
sudah lama memang angelo tidak menyentuh rokok, ya semenjak ia bertemu dengan mila beberapa waktu yang lalu
tapi kini ia mulai kembali menyetuhnya, fikirannya yang kacau membuatnya melampiaskan dengan sebatang rokok, hanya itu yang bisa angelo lakukan
rokok habis di hisapnya, angelo membuang sisa rokok di tangannya, ia beranjak dari tempat duduknya berjalan menuju ruang utama base camp, terlihat andi sibuk dengan ponselnya tampaknya ia sedang bermain game online, rio tertawa bersama dani entah apa yang sedang mereka bicarakan hingga tertawa seperti itu, tapi nampaknya angelo sedang tak berselera untuk ikut gabung tertawa dengan rio dan dani
angelo menghempaskan tubuhnya di samping andi
"ck kaget gue gel" gerutu andi menoleh ke samping
"diem jangan berisik gue mau tidur, bangunin gue kalo udah waktunya pulang sekolah, gue mau jemput cewek gue" ucap angelo menutup wajahnya dengan lengan, ia memejamkan matanya tanpa peduli keadaaan sekitarnya
"oke" jawab andi pandangannya tak bergeming dari ponsel
dani dan rio saling pandang mereka tau jika sikap angelo seperti itu berarti mereka tidak boleh menganggunya sama sekali jika ingin tetap hidup, mereka hanya bisa menunggu angelo berbicara dengan sendirinya, dani yang notabene sahabat baiknya pun saat ini belum berani untuk bertanya, selain menunggu waktu yang pas untuk bertanya secara pribadi
🍁🍁🍁🍁🍁
tet....tet....tet bel istirahat berbunyi
mila sibuk merapikan buku serta alat tulis di depannya memasukan kedalam tasnya, wajahnya tampak masam sedari pagi tadi
"eh mil lo masih marah sama gue yah gara-gara tadi pagi, sorry deh mil, gue traktir makan yah" ujar linda memegang lengan mila
"ck, gue gak marah ko sama lo lin emang sikap lo keterlaluan banget sih, gue cuma lagi sebel aja" ucap mila mendengus
"aish lo pasti sebel gara-gara angelo kan? oia btw tuh anak gak keliatan biasanya nyender di pintu" linda celingak celinguk
"biarin aja lah gue gak peduli"
"bohong kalo lo gak peduli mil, nyatanya mata lo gak bisa bohong sama gue"
"ah udahlah jangan berisik, kantin gak?"
"serah lo deh mil, gue cuma ngingetin aja sama lo takutnya lo nyesel belakangan sama perasaan lo, ya udah yuk gue juga udah laper" ujar linda beranjak dari tempat duduknya
mila mengikutinya di belakang, ia teringat dengan apa yang linda katakan, meski mulutnya bilang tidak peduli tapi hatinya berkata lain,mila memang masih sangat kesal dengan perbuatan angelo tadi pagi tapi tidak bisa di pungkiri ketidak hadirannya waktu istirahat membuat hatinya gelisah memikirkan keberadaannya
"eh mil lo mau makan apaan" sikut linda, mereka sudah sampai di kantin
mila tidak merespon ucapan linda, fikiran serta pandangannya sibuk celingak-celinguk mencari sesosok cowok tampan yang biasa mengusulinya, matanya tidak dapat menangkap sesosok cowok tampan itu di mana pun
"woy mil lo dengerin gue gak sih" teriak linda
"eh iya apaan lin" mila gelagapan
"ck, lo dari tadi gue tanyain mau makan apaan, lagi nyari apaan sih lo" gerutu linda, ia sudah memesan 2 mangkok bakso
"sorry lin gue gak denger lo ngomong, gue mau bakso aja lah biasa" ucap mila
" aish dasar, udah gue pesenin" ucap linda kesal
setelah mendapat bakso yang mereka inginkan, mila dan linda mencari tempat duduk yang menurut mereka nyaman
"eh mil lo napa sih dari tadi gue perhatiin fikiran lo kaya gak disini? gue panggil, lo gak nyaut, gue ajak mgobrol kaya gue ngomong sendiri, ada apa?" tanya linda sembari menyuap
"gue juga gak tau lin gue kenapa, gue juga bingung, mungkin gue kepikiran bapak sama adit" mila memainkan makanan di depannya
"emang kenapa bapak lo sama adit?"
"adit kecelakaan lin, bapak gue sekarang lagi jagain" mila menghela nafas
"ko bisa? terus gimana keadaan adit sekarang mil?" tanya linda menatap mila kaget
"gue juga gak tau gimana bisa kecelakaan, masih belum sadar" mila menghentikan sendok yang sedari tadi ia mainkan
"hmmm yang sabar ya mil, besok gue ikut jenguk ya, hari ini gue ada urusan yang gak bisa di tinggal" ucap linda memegang pundak mila
mila mengangguk, fikirannya begitu kacau memikirkan kondisi adiknya, di tambah ia juga merasa bingung dengan perasaannya pada angelo, kadang ia merasa senang jika bersamanya walaupun angelo selalu menjailinya, namun ia merasa sedih angelo tidak menghampirinya seperti biasa, hatinya bertanya-tanya, apa yang angelo lakukan, kenapa ia merasa sangat tidak enak dengan tidak adanya angelo?
ia hanya bisa diam memikirkan segalanya, mila belum bisa mengatakan apa yang ia rasakan kepada linda sekarang meskipun linda adalah sahabatnya.
author's: hay semua pembaca setia, terimakasih banyak untuk waktu kalian, semoga kalian selalu bahagia ya, maafkan segala kekuranganku dalam karya ini, semoga kalian memaklumi. terimakasih 😘😘😘