
Episode 7
Nit…nit…nit hanya suara itu yang menguasai ruangan saat ini, tampak adit tergeletak matanya terpejam dengan slang infus di tangannya, serta perban yang membalut kepalanya, pak maman menghela nafas panjang mendapati putranya berbaring tak berdaya di depannya, matanya berkaca-kaca melihat kondisi anaknya
Mila pun hanya bisa terdiam menahan tangisnya, ia berusaha tegar di hadapan ayahnya, mila berfikir jika bukan ia siapa lagi yang akan menjadi semangat hidupnya, sedang putranya kini berbaring tak berdaya
“pak , adit pasti baik-baik saja, bapak gak usah khawatir” mila mengusap punggung ayahnya mencoba menenangkannya
Pak maman mengangguk namun tatapan matanya masih tertuju pada putranya
“ya udah mila keluar sebentar ya, bapak belum makan kan dari tadi, mila beli makan dulu” ucap mila lembut
“iya hati-hati ya nak, cepat kembali kesini ” pak maman menoleh ke arah mila
Mila menggangguk tersenyum padanya, ia mulai melangkahkan kaki meninggalkan ruangan itu dadanya begitu terasa sesak jika ia terus berada di dalam, mila ingin keluar sebentar menghirup udara serta mencari makan untuk ayahnya, matanya menyapu seluruh penjuru rumah sakit,
“ dimana angelo?” batin mila, matanya terus mencari keberadaanya
Kakinya terus melangkah menjauhi ruangan tempat adiknya di rawat, hingga ia sampai di depan pintu kantin rumah sakit, namun ia tetap tak menemukan keberadaan angelo di manapun, meskipun sikap angelo suka seenaknya sendiri, tapi beberapa hari ini sikap angelo sangat baik padanya hatinya mulai tersentuh dengan keberadaanya
Mila mulai khawatir tak biasanya angelo bersikap kalem seharian ini, dimulai dari pertama mereka memasuki rumah sakit, mendengar berita dari ayahnya serta mendengar ucapan dari dokter sikapnya jadi berubah dingin
“kemana sebenarnya ni anak, mana gue gak punya nomor teleponnya” gumam mila
Kakinya terus berjalan mencari keberadaan angelo, mila dan angelo memang berpacaran tapi mereka tak mempunyai kontak telepon satu sama lain, memang lucu tapi ya seperti itulah keadaanya, mila yang terlalu gengsi pada angelo enggan memberi tahu nomor ponselnya, sedangkan angelo yang terlalu di mabuk asmara sampai lupa untuk memintanya
Hanya dani yang mengetahui nomor ponsel mila, namun ia belum menghubungi mila sejak pertama kali mila memberikan nomornya
🍁🍁🍁🍁🍁
Wushhh…. Anginm malam menyapu wajah mila, ia berhenti tepat di depan rumah sakit melihat ke sekeliling, pandangan matanya tertuju pada sesosok lelaki yang sangat familiar di matanya ia sedang duduk menatap jalanan di depan rumah sakit, pandangannya tak bergeming sedikit pun dari jalanan di depan sana
Mila membawa kakinya menuju ke arahnya, ia ingin memastikan sesuatu yang di lihat dirinya saat ini tidak salah bahwa itu angelo, tapi sikap angelo lah yang membuatnya tampak berbeda
Mila berhenti di depan angelo, angelo mendongak menyadari seseorang telah menghalangi pandangannya
“apa yang lo lakuin disini” tanya mila memandang wajah angelo
“gue pengen cari angin” jawab angelo cuek tak seperti biasanya
“udah kan cari anginnya? Yuk masuk” ajak mila mengulurkan tangannya, mila merasa sikapnya saat ini wajar ia lakukan
Tapi bagi angelo berbeda, ia yang selalu melihat mila jutek setiap hari, bahkan tak mau ia sentuh kini dengan sukarela memberikan tangannya untuk ia genggam, ada sedikit perasaan senang di hatinya, namun perasaan gelisah masih begitu besar menyelimuti hatinya, ia hanya menatap uluran tangan mila
“ayo,ngapain diam, kalo lo sakit ntar bapak gue di marahin sama bapak lo” mila menutup buka tangannya di depan angelo
Angelo menerima uluran tangan mila setelah mendengar ucapannya, ia berdiri di depan mila matanya menatap gadis cantik itu, pluk..... ia mendaratkan kepalanya tepat di pundak mila, angelo terdiam
“lo kenapa si hari ini? Kan bukan adik lo yang masuk rumah sakit ko lebih galauan lo daripada gue” ucap mila menghela nafas tapi tetap membiarkan angelo bersandar padanya
“stttt gue pengen kaya gini bentar aja” ucap angelo pelan
Mila diam mendengar ucapan angelo ia menuruti perkataanya, walaupun angelo anak yang nakal tapi kalau sudah menyangkut masalah perasaan apalagi yang berhubungan dengan orang-orang terdekatnya pasti ia akan merasa gelisah seperti saat ini apalagi ia tau apa penyebab dari kecelakaan yang menimpa adit berhubungan dengan dirinya, ia menyayangkan dirinya tak bisa berbuat apa pun untuk saat ini
“mil maafin gue” ucap angelo masih pada posisinya
“emang lo kenapa musti minta maaf sama gue” tanya mila heran
“bukan apa-apa gue hanya pengen minta maaf sama lo” angelo bangkit dari posisinya
“lo aneh banget sih jadi orang” ucap mila menatap mata angelo
“gue mau pulang dulu mil, lo gapapa gue tinggal disini?” tanya angelo memegang kedua pundak mila, angelo tak menimpali ucapan mila seperti biasanya
“beneran lo mau pulang? Gak masuk dulu liat adit, tapi kalo lo mau pulang sekarang juga gapapa”
“iya sorry banget mil gue ada urusan mendesak, besok gue jemput lo sekolah” ucap angelo berusaha menghindari kontak mata
“ya udah gapapa kalo gitu, besok lo gak usah jemput gue, gue bisa naik angkutan”
“baik kalau itu yang lo mau, gue cabut dulu” angelo berbalik
Mila diam menatap kepergian angelo, sebenarnya ia ingin mencegah angelo pergi meninggalkan dirinya, ia juga tak mau angelo membiarkan ia menuruti ucapannya tapi gengsi di hatinya masih tinggi hingga ia tak mampu untuk mengatakan apa yang ada di hatinya saat ini selain hanya membiarkan angelo berlalu dari pandangan matanya
🍁🍁🍁🍁🍁
Di dalam mobil, angelo memukul kemudi di depannya tatapan matanya sangat dingin, ia sangat marah ia takut tak bisa mengontrol dirinya saat berada di depan mila, hanya dengan menjauh darinya jauh lebih baik untuknya
“shhh sial sial sial” angelo memukul kemudinya berkali-kali ia melirik kaca kecil di depannya, aura dendam begitu kental di sana angelo menggertakan giginya melihat bayangan dirinya di cermin
Brum….angelo menancapkan gas dengan sangat kuat, mobilnya melaju cepat menembus malam yang dingin, ia mengarahkan mobilnya ke base camp xtc tempat yang ia gunakan bersama rio,dani, dan andi saat mereka bolos dari sekolah juga termasuk tempat anggota gengnya mengadakan pertemuan
Mobil angelo memasuki area base camp, bangunan yang cukup luas lengkap dengan lapangan basket di sampingnya, bangunan yang di beli dani sebagai tempat nongkrong mereka menjadi base camp pertemuan anggota gengnya juga
Bangunan itu terlihat gelap,sunyi tak ada seorang pun di sana, namun angelo tetap berjalan masuk ke dalam, ia ingin menenangkan fikirannya sembari mengatur strategi kalau-kalau geng fire wolf menyerangnya secara terang-terangan
Angelo menghempaskan tubuhnya di atas matras yang ada di dalam ruangan utama, menaruh tangannya di atas kepala menghela nafas beberapa kali, pikirannya kacau baru pertama ia jatuh cinta pada seseorang nampaknya itu membuat dirinya terlihat lemah bagi geng fire wolf sampai mereka melukai anggota keluarga wanitanya dan mencoba memancing emosinya
Duk…duk…duk
“apaan sih sial” angelo membuka lengan yang menutup wajahnya, ia merasa tempat tidurnya terguncang
“ck, ada apa nyari-nyari gue, gue pengen sendiri” angelo membalikan badan
“hoy kampret bunda lo telepon gue mulu sial, untung ayah lo lagi dinas keluar kota bisa ribet kalo tau juga, lo gue telepon gak nyambung-nyambung, lo pengen bunuh gue” ujar dani marah
“ck, brisik sial, pergi sana gue mau sendiri”
Bruk….dani menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh angelo ia cukup bersabar meladeni sikap dingin angelo sedari tadi, kini ia sudah tak bisa sabar lagi, ia tak peduli angelo kesakitan di tindihnya yang penting amarahnya tersalurkan dengan baik
“ck, woy kampret lu mau gue bunuh apa, buru bangun” gerutu angelo
“gak, gue gak mau, biar tau rasa lu” ucap dani enteng
“ni lo yang minta yah dan, gue bunuh lo dan” teriak angelo
Ia berusaha mengangkat tubuh dani menjauhi tubuhnya, mereka berguling-guling di atas matras, angelo beberapa kali mengucapkan sumpah serapah pada dani, dani pun tak mau kalah darinya mereka berkelahi bak anak kucing memperebutkan makanan memang seperti itulah yang di lakukan dani dan angelo saat mereka berdua, dani sahabat terdekat angelo ia yang paling mengetahui sifat sahabatnya saat sahabatnya dalam mode buruk
Perkelahian mereka tetap berlanjut tak ada yang mau mengalah satu sama lain hingga tubuh angelo tepat berada di atas dani, seperti adegan film romantis sepasang kekasih, dimana sang cowok berada di atas cewek menyangga tubuhnya dengan kedua tangannya
“lo mau ngapain gel” teriak dani panik melihat seringai di wajah angelo
“kalo lo berani lebih dekat dari ini lo mati gel gue gak bohong sumpah” oceh dani
Cup….angelo mencium bibir dani dengan cepat
“huek huek, gila lo gel” dani muntah-muntah mendapat ciuman di bibirnya, ciuman pertamanya di ambil seorang cowok, ia tak dapat membayangkannya
“lo berisik kuping gue budeg dengerin lo, gue cium aja biar lo diem” ucap angelo terkekeh
Sebenarnya angelo juga geli mencium dani, tapi apa boleh buat hanya dengan itu yang mampu membungkam mulut dani
“sumpah lo gel parah banget, ciuman pertama gua lo rebut, kampret” oceh dani mengelap-elap bibirnya dengan terus mengucapkan sumpah serapah
Bruk….angelo menjatuhkan kembali tubuhnya di atas matras memandang langit-langit base camp ia diam, menyisakan suara dani yang ngoceh tiada henti di sampingnya
“woy dan lo bisa diem gak, berisik sumpah, tu juga salah lo sendiri gangguin gua” ucap angelo enteng
“sumpah lo ya gel, jangan-jangan lo suka sama gue selama ini? tapi lo malu ungkapin sama gue terus lo pacaran sama mila buat pelarian dari perasaan lo ke gue” oceh dani nyerocos tiada henti
“sttt amit-amit gue suka sama lo dan, kalo gue suka cowok gue udah cari yang lebih ganteng dari lo kali, lo tuh kaya ibu-ibu komplek yah ngomong terus, gak tau gue lagi pusing”
“pusing si pusing tapi itu ciuman pertama gua gelo,ish sial” gerutu dani
“terus kalo itu ciuman pertama lo gue harus nikahin lo gitu biar lo diem” celetuk angelo
“ish amit-amit mending gue gak usah nikah sekalian kalo lo jadi pasangan gue”
“ya udah diem bisa” bentak angelo
Bentakan angelo membuat dani diam di tempat ia tahu saat ini angelo sudah sangat marah akibat dirinya memperkeruh suasana hatinya
“gue bingung dan sumpah” ucap angelo lagi setelah mereka diam satu sama lain
“hmmm, gue tau lo mikirin apaan” jawab dani yang kini tiduran di samping angelo
“iya gue kira geng fire wolf udah gak berani muncul lagi setelah tragedy 1 tahun itu, ternyata gue salah”
“lah terus apa yang lo pikirin saat ini gel?”
“gua gak tau dan, sebenernya gue udah gak mau urusan sama geng fire wolf, tapi siapa tau malah mereka yang cari masalah sama gue” ucap angelo matanya menerawang jauh
“saran gue yah gel mendingan lo diem aja dulu gak perlu nampakin diri lo buru-buru, ni baru permulaan gue yakin mereka pasti menyimpan trik-trik yang lebih licik dari ini,
kita musti waspada”
“iya lo bener dan, tapi gue gak terima adik mila di buat kaya gitu, gue pengen bales mereka” angelo bangkit dari tidurnya
“gue tau gel lo marah, dengerin saran gue dulu, gue yakin ni jebakan biar lo masuk sarang mereka sendiri, mereka kan tau banget sifat lo” ucap dani yang ikut bangkit dari tidurnya
“terus apa yang musti gue lakuin ke mila dan, gue gak berani liat matanya apalagi wajahnya” angelo menutup wajahnya
“baru kali ini gue liat lo segini frustasinya karenga cewek gel, tapi bagus juga bisa nahan emosi lo buat masuk perangkap geng fire wolf, coba kalo lo yang dulu mungkin lo udah mati sendirian di sarang mereka, lo bersikap biasa aja ke mila atau kalau gak jauhi dulu mila sampe lo tenang” ujar dani member nasehat
“tapi gue gak bisa jauhin mila dan, gue takut geng fire wolf mengincarnya setelah mengincar adiknya, lo tau kan gimana geng fire wolf”
“ck ya udahlah terserah lo aja gel, dasar bucin” celetuk dani
“oia gel, lo gak pulang sekarang di cariin bunda loh, gua tadi Cuma lewat sini tau-tau lo beneran ke sini ya sekalian aja gue bantu bunda lo”
“gak dan gue gak mau pulang, mumpung ayah lagi dinas, gue juga pengen tenangin diri gue dulu kalo gue di rumah pasti abang gangguin gue” ucap angelo
“ya udah gue telepon bunda lo dulu bilang lo nginep di rumah gue” dani mengambil ponselnya menelepon ke rumah angelo
🍁🍁🍁🍁🍁
Sementara itu di rumah sakit
Mila duduk diam di samping tubuh adiknya yang tertidur tak berdaya,sedangkan pak maman berada di sampingnya mereka sama-sama diam memandang adit
Ada perasaan yang menganggu mila sejak angelo meninggalkannya, tak biasanya angelo bersikap dingin padanya, padahal biasanya angelo tak akan dengan mudahnya menuruti kata-katanya, apa yang sbenenarnya angelo fikirkan, fikiran mila terus bertanya-tanya, nampaknya mila mulai merasa kehilangan angelo, tiba-tiba ia merasa rindu dengan sikap jail angelo.