
Episode 76
Hari-hari berlalu tanpa ada yang bisa menghentikan, tanpa ada yang bisa mencegah, begitu juga dengan hari-hari mila dan angelo, tiga hari sudah dirinya keluar dari rumah sakit, tiga hari juga angelo belajar bersama dengan mila, sebelum dirinya menghadapi ujian susulan yang akan di adakan besok pagi tepatnya hari jum’at pukul 08.00 WIB, peserta ujian wajib datang ke sekolah pada hari itu dan mengenakan seragam sekolah dengan rapi.
Pastinya bukan hanya angelo saja yang akan mengikuti ujian susulan tersebut, masih banyak siswa lain yang kondisinya mungkin sama dengan angelo atau mungkin ada kepentingan yang tidak bisa di tinggal.
🍂🍂🍂🍂🍂
Tuk…..tuk….tuk…., ketukan bollpoint terdengar beberapa kali dari arah angelo, mila menghela nafas panjang, menoleh ke samping.
“ ada apa gel? Susah banget apa? Kamu bisa ngomong sama aku, nanti aku ajari caranya” ucap mila menawarkan diri
“ iya, ini bagian ini agak susah, aku udah nyari sama cara yang ada di buku tapi tetep gak ketemu” jawab angelo sembari menggeser bukunya ke samping
Mila melihat soal yang angelo beri tahukan padanya, ia terdiam sesaat menganalisa soal yang angelo tunjukan, sedangkan angelo hanya memperhatikan wajah serius kekasihnya dengan tersenyum
“ gini, aku buatin jalan pintasnya ya, biar kamu gak susah, besok pas ngadepin ujian” ucap mila
Angelo mengangguk paham, mila mulai menggoreskan bollpointnya pada selembar kertas putih, angelo memperhatikan dengan serius, lima menit kemudian, mila selesai menunjukan jalan pintas untuk soal yang angelo berikan
Prok…..prok….prok, angelo menepuk tangannya, “ bener-bener hebat bebebku, gak salah nih aku nyari guru buat les aku, dari tadi aku nyari jawabannya sampai mau meledak kepalanya gak ketemu-ketemu jawabanya, kamu cuma dalam waktu lima menit langsung ketemu, hebat banget “ ucap angelo memuji mila
“ aishh apaan sih gel, berlebihan lah kamu, kalo kamu pahami soalnya kamu juga bisa ko cari jalan pintasnya, emang sih kadang guru jelasin ke kita pake cara yang tertera di buku tapikan kadang ada yang gak maksud sama yang di jelasin, jadi menurut aku, kalo ada cara yang mudah dan simple kenapa gak, ya kan?”
“ hmmmm, iya sih, pokoknya bebebku hebat lah”
“ hmmm, iya, iya, udah sekarang kamu coba pake caraku, kalo ada yang sudah lagi bisa ngomong ke aku nanti aku kasih tau lagi”
Angelo mengangguk, begitu mila selesai memberikan contoh, angelo mencoba sendiri, meski beberapa kali angelo menggaruk belakang kepalanya, perlahan tapi pasti sudah mulai terlihat bahwa angelo mau berusaha.
Melihat itu, mila yang tengah membaca novel tersenyum melirik sekilas angelo yang sedang serius, wajah angelo yang serius terlihat sangat manis dan tampan, mila tidak menyangka, kekasihnya yang setiap hari petakilan dan suka bercanda bisa juga berusaha dengan sungguh-sungguh, bahkan mau serius belajar
🍂🍂🍂🍂🍂
Beberapa menit kemudian,
“ aihhhh, ahirnya kelar juga satu soal, pusing juga nih kepala, beb haus gak?” ucap angelo meletakan bollpointnya ke atas bukunya lalu merentangkan kedua tangannya
Mila menoleh ke samping, “ lumayan sih, tapi gak terlalu juga, udah selese gel?”
Angelo mengangguk, “ ya udah, aku buatin minum dulu yah” ucap angelo
“ eh gak usah gel, kamu belajar aja” cegah mila
“ gapapa, aku juga haus kok beb” angelo bangkit dari duduknya
Baru kakinya akan melangkah, ny.sabrina sudah keluar sembari membawa nampan di tangannya,
“ mau kemana kamu nak” ucapnya ramah berjalan menuju angelo
“ ini mau buatin minum buat mila, eh bunda udah bawa minuman, ya udah gak jadi deh. Hehehe” ucapnya tertawa kecil
“ huh dasar kamu inih, emang bisa buat minuman, kemarin aja di suruh bikin teh manis jadinya teh asin, apa jadinya kalo kamu buat minuman jus jeruk” ledek ny.sabrina, ia sudah meletakan nampan di atas meja
“ apaan sih bun, jangan ngomong kaya gitu kenapa”
Ny.sabrina tersenyum, ia mulai mengangkat gelas yang berada di atas nampan meletakannya di depan mila
“ bunda repot-repot segala” ucap mila
“ aihhh, repot apaan sih, ya gak dong, buat anak sendiri masa repot, bunda sengaja bikin ini loh gak nyuruh bibi, karena bunda tau anak bunda yang cantik mau kesini belajar bareng anak bunda yang bandel “ ucapnya tersenyum ramah
Mila tertawa kecil, melirik angelo “ bunda bisa aja ngomongnya, terimakasih bun minumannya, mila jadi gak enak”
“ jangan gitu, anggap aja rumah sendiri ya, ayo di cobain jus jeruknya, sama ini bunda kemarin liat di internet, kue bolu pandan, kayaknya enak jadi bunda bikin, di cobain ya”
Mila mengangguk menjawab pertanyaan ny.sabrina
“ ya udah, nanti kita cobain bun, bunda ke dapur lagi ya, nanti angelo gak konsen kalo bunda disini” ucap angelo
“ dasar, bunda di usir nih ceritanya gel”
“ hehehe” angelo nyengir
“ ya udah kalo gitu, jangan lupa di cobain ya sayang, bunda ke belakang lagi, belajar yang rajin ya nak “
“ siap bunda “ timpal angelo
Ny.sabrina tersenyum lantas bangkit dari posisinya dan berjalan meninggalkan mila dan angelo berdua
“ harusnya kamu tuh jangan ngomong kaya gitu gel sama bunda, biarin aja kali bunda disini dulu, bisa aja bunda mau liatin kamu belajar” ucap mila sepeninggal ny.sabrina
“ hmmm, maaf deh beb, kan aku kira kamu gak nyaman kalo bunda tetep disini”
“ aishhh, mana mungkin aku ngerasa kaya gitu gel, malah bagus kalo bunda di sini, jadi tau anaknya udah jadi pinter sekarang “ ucap mila lagi
“ hehehe, iya deh iya, maaf, apa perlu aku panggil lagi bundanya?”
“ gak usah lah, biarin aja bunda istirahat, kasihan kan kalo musti bolak-balik lagi”
“ hehehe, ya udah beb di minum dulu jusnya,
kalo bunda yang bikin pasti enak”
“ hmmmm” mila mengangguk
Tangannya meraih gelas yang berisi jus jeruk di depannya, mendekatkannya ke bibir, sebelum jus itu mendarat di bibirnya, ia menoleh ke samping
“ kamu gak ikut minum gel? “ ucap mila masih dengan posisi gelas yang menggantung di depan bibirnya
“ gak lah, aku liatin kamu minum dulu, hehehe”
“ lah tadi katanya haus sampe mau buat minum sendiri”
“ hehehe, sekarang udah gak terlalu haus, kalo liat kamu minum, aku juga ngerasa haus ku ilang kok beb”
“ heleh lebay” ucap mila
Lalu, ia mulai meneguk isi gelas yang sudah siap meluncur ke tenggorokannya sedari tadi, rasa segar, manis, asam langsung memenuhi tenggorokan mila.
“ gimana, gimana, enak kan beb, seger kan?” ucap angelo tatapan matanya berbinar-binar
“ coba aja sendiri kalo mau tau rasanya dong. Hehehe”
“ halah, kasih tau kek, pake acara rahasia-rahasiaan, ya udah deh aku cobain, tapi aku udah tau si rasanya, pasti enak”
Mila tersenyum menjawab ucapan angelo.
Angelo mulai menyesap minumannya, rasa segar yang sama seperti mila rasakan pun ia rasakan juga.
“ ahhhhh, bener kan, enak seger banget” ucap angelo mengangkat gelasnya di depan wajahnya
Setelah istirahat sebentar, angelo memulai kembali acara belajarnya, semenjak bersama dengan mila, angelo banyak berubah dari yang malas belajar kini menjadi terdorong untuk belajar dengan rajin, melihat sikap angelo yang seperti itu tentunya membuat ny.sabrina tersenyum lega, ia tidak salah bahwa mila mampu membuat perubahan baik untuk putranya. Dimas pun merasa seperti itu, banyak doa baik yang terpanjat untuk hubungan dua sejoli itu.
🍂🍂🍂🍂🍂
Ting…..tong…..ting…..tong, di tengah kebosanan yang melanda, bel rumahnya berbunyi, mila menoleh pada angelo
“ siapa gel yang dateng” ucap mila
“ biarin aja, nanti juga di bukain sama bibi, kita di sini aja “ ucap angelo santai
Tak lama setelah angelo berbicara pada mila, bel rumahnya berhenti, mulai terdengar langkah kaki yang mendekat ke arah mereka berdua
“ dorr” ucap dani dari arah belakang angelo
“ apaan sih, gak kaget, mau apa kesini” ujar angelo cuek
“ elah, sombongnya, gue mau liat temen gue belajar, gak boleh emang” jawab dani, ia langsung memposisikan dirinya di sofa samping angelo
Karena angelo duduk di bawah bersama mila, dani memilih duduk di atas sofa dan dengan santainya meraih gelas yang berada di depan angelo
Angelo melirik dani dengan tajam, meski begitu sepertinya dani tidak peduli dengan lirikan angelo yang seakan mengatakan,
“ letakan balik gak, kalo gak gue bunuh”
Seolah tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, dani menyesap habis jus jeruk angelo yang baru terminum sedikit
“ ahhhhh, seger banget, di luar panas, kebetulan ada jus jeruk, ini pasti buatan bunda” ujar dani dengan santai
Plak……angelo menepuk paha dani, “ enak yah, seger ya, dateng-dateng bikin rusuh orang, minum-minuman punya orang, enak banget si idup lo dan” gerutu angelo
“ hahahaha, ya harus dong, hidup itu gak usah di bikin susah gel selama ada banyak cara yang mudah, ya gak mil” ucap dani melirik mila
Mila tertawa kecil menjawab dani, “ udah lah gel, belajar dulu, selesein dulu yang ini” ucap mila menunjuk soal di depan angelo
Angelo menghela nafas panjang lantas berbalik pada buku pelajarannya kembali.
“ emang cuma lo mil yang bisa ngejinakin tuh anak” ucap dani, bangkit dari duduknya
“ mau kemana lo” tanya angelo menyadari dani bangkit dari duduknya
“ mau berenang bentar, bosen gue di rumah sendiri, sekalian minta minum lagi “ ucapnya mengibaskan satu tangannya ke belakang
“ aishh dasar tuh anak “ ucap angelo geram
“ udah-udah biarin aja, bukannya udah kebiasaan dani ke rumah kamu gel, pake acara marah-marah segala”
“ hmmm, iya udah biasa, udah kaya rumah dia sendiri malah, bedanya dia gak tidur di sini doang, bunda juga udah anggep dia kaya anaknya sendiri jadi dia enak-enak aja kalo ke sini, kalo ada ayah si beda lagi ceritanya, yang aku liat, dia kaya ngerasa gak enak kalo ada ayah” ucap angelo menjelaskan
Mila mengangguk paham dengan apa yang angelo katakan, “ ya udah gel, belajar lagi yuk, biar cepet selese nanti kamu bisa ikutan berenang sama dani biar fresh otakmu”
“ iya deh iya, oia beb, ini aku tanya yang ini, kaya susah banget, dari tadi gak ketemu”
“ oh ini, caranya tuh gini, kamu konferesikan X ke Y, terus di bagi A setelah itu kamu jumlah hasil konferesi X sama Y di bagi A ke hasil Z kali N, pasti ketemu hasil ahirnya” ujar mila menyoret-nyoret kertas yang tadi ia gunakan untuk menjelaskan ke angelo
“ hmmm, oke, aku coba ya”
Mila mengangguk, setelah itu angelo mencoba sendiri soal-soalnya dengan cara yang mila tunjukan lagi, angelo mengangguk tanda ia paham dan berhasil menyelesaikannya.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 13.30 WIB yang artinya 30 menit sudah berlalu sejak kedatangan dani.
Angelo juga sudah hampir selesai mengerjakan soalnya.
Ting….tong…..ting…..tong, bel rumahnya berbunyi lagi, mila yang sudah tau tidak perlu membukakan pintu hanya menengok sebentar ke arah angelo, lantas melanjutkan kembali membaca novelnya
Kali ini dimas yang datang, namun ia tidak sendiri rupanya.
Grepp…….,seseorang memeluk leher mila dari belakang, mila terlihat sedikit terkejut, tapi ia segera sadar setelah mencium parfum yang di kenakan seseorang yang memeluknya,
Ia menoleh ke samping, dan benar saja, linda sahabatnya yang memeluk lehernya dari belakang.
“ udah lama mil disini” ucap linda
“ iya lumayan dari jam 10 tadi, dari mana lo” tanya mila ingin tau
Linda melepaskan pelukannya, berjalan menuju samping mila
Angelo yang tengah serius ahirnya mengakhiri acara belajarnya, ia menutup bukunya
“ loh udahan gel belajarnya, apa malu abang kesini” ledek dimas
Angelo menatap dimas dengan jengah.
Dimas tertawa, “ hay mil, gimana, susah yah ngajarin adek abang” ucap dimas ramah
“ gak kok kak, angelo udah lebih ngerti sekarang, mungkin udah mulai terbiasa kali dia “ jawab mila
Dimas mengangguk, berjalan menuju sofa di samping angelo, sedangkan linda sudah duduk di samping mila
“ kalo susah ngomong aja mil biar nanti abang bilang ke bunda”
“ apaan sih bang, kan tadi mila udah bilang, gak, tanya lagi, masih kurang jelas”
“ hahaha, iya deh iya, abang salah”
Dimas tertawa menimpali ucapan angelo lantas mereka berdua berbincang ringan seperti biasa.
“ eh dari mana lo lin, belum jawab pertanyaan gue tadi” ucap mila menoleh ke samping melihat sahabatnya yang ingin tau novel apa yang tengah di baca oleh sahabatnya itu
“ eh iya, sorry mil, gue gak darimana-mana kok, jalan-jalan doang bentar tadi di taman”
“ oh, emang gak panas, jam segini jalan-jalan di luar ruangan?”
“ hmmmm, ya gak dong, kan pake payung”
“ aishhh dasar, manja”
Linda terkekeh mendengar ucapan mila.
Di tengah-tengah perbincangan hangat antara mila dan linda, serta angelo dan dimas, terdengar suara yang lumayan keras dari arah kolam renang seperti sesuatu yang besar jatuh ke dalamnya.
“ apaan itu gel” ucap dimas
“ halah, paling si dani lagi gaya-gayaan loncat indah, kan emang biasanya kaya gitu dia kalo ke sini bang”
“ emang dia kesini”
Linda dan mila menyimak percakapan angelo dan dimas
“ iya tadi dia kesini, bilangnya bosen di rumah sendiri, terus pamit mau berenang katanya”
“ oh gitu, tapi lain suaranya loh ini, abang mau liat dulu ya “ ucap dimas bangkit dari duduknya
“ lah di bilangin gak percaya, dani cuma gaya-gayaan doang, ya udah, gue ikut deh bang” angelo bangkit dari duduknya
Mila dan linda pun ikut di belakang dimas dan angelo menuju ke kolam renang, untuk melihat dani di sana dan melihat apa yang tengah dani lakukan hingga menciptakan suara keras seperti itu.
Tbc…..