my love is a bad boy

my love is a bad boy
episode 34



Episode 34


Hiruk pikuk memenuhi sekeliling lapangan, semua mata tertuju pada mila dan angelo, ada yang berbisik-bisik, ada juga yang berteriak histeris melihat pemandangan romantis antara mila dan angelo, mereka semua iri dengan kisah cinta mila dan angelo


Terlebih lagi tiga orang di sudut lapangan yang menatap mereka berdua penuh dengan kebencian, mereka bertiga adalah nindy, via dan feni.


Nindy diam memandang angelo dan mila, hatinya sudah berkobar sangat panas, ingin rasanya ia melemparkan bom atom ke arah mereka berdua agar mereka berdua berpisah selamanya, banyak fikiran-fikiran jahat yang sudah melintas wara wiri di pikiran nindy, ia benar-benar terbakar api cemburu


“ah sial” gumam nindy tanpa sadar


Via dan feni segera menengok saat mereka mendengar samar-samar celetukan dari arah nindy sembari memperhatikan raut wajah yang baru pertama kali mereka lihat


“ lo bilang apa nin?” tanya feni


“ eh, enggak kok, kalian salah denger kali, nindy gak bilang apa-apa” ucap nindy tersenyum ke arah feni dan via, ia kembali memasang topeng di wajahnya


“ hmmm, gue kira lo kesel liat mereka berdua, tapi wajar kok jika lo kesel sama mereka” ucap feni sedangkan via mengangguk setuju dengan ucapan feni


“ ah gak lah, buat apa nindy kesel liat mereka, emang nindy siapanya mereka? Gak pantes juga kali kalo nindy kesel”


“ uhhh, hampir aja gue kelepasan, untung mereka dengernya gak jelas coba kalo jelas, mampus gue” batin nindy, ia masih memperlihatkan senyum palsunya


“ ya ampun nindy nindy, sampe kapan sih lo bakal bersikap baik kaya gini? Udah cukup lo di permainin sama linda kemarin di kantin, lo juga udah ngalah sama perasaan lo, gak bisa gini dong”


“ gak papa fen, biarin aja, udah ah nindy mau ke toilet dulu bentar ya”


Feni dan via mengangguk secara bersamaan menjawab pertanyaan nindy, meski mereka tidak puas dengan jawaban nindy namun mereka tidak mempunyai hak untuk melarang nindy lagi selain membiarkan nindy pergi meninggalkan mereka berdua, sepeninggal nindy, via dan feni merencanakan hal buruk yang akan mereka lakukan kepada mila untuk membalas rasa kekecewaan yang nindy rasakan


🍂🍂🍂🍂🍂


Mila masih mengusap lembut wajah angelo, tatapan matanya penuh dengan perhatian


Grep…..angelo memegang lengan mila saat ia melihat ada perban yang membalutnya, tatapan angelo berubah seketika melihat lengan mila, mendapat perlakuan seperti itu membuat mila terkejut hingga menatapnya lekat-lekat wajah angelo


“ apa yang terjadi, kenapa dengan lengan lo?” tanya angelo menatap langsung sepasang bola mata milik mila


“ eh ini, bukan apa-apa kok, gue yang ceroboh” mila mengalihkan pandangannya


“ lo pasti bohong sama gue, siapa yang ngelakuin ini”


“ gak ada, ini salah gue sendiri yang gak hati-hati , bukan salah siapa-siapa”


“sigh….” Angelo melepaskan tangan mila, ia menghela nafas berat, ia tau mila berbohong padanya dengan caranya tidak mau melihat tepat kearahnya saat menjawab pertanyaannya


Brughh…..angelo mendaratkan tubuhnya, mila menyusul untuk duduk di samping angelo, raut wajah angelo berubah seketika mendengar jawaban mila, ia diam tanpa menoleh sedikit pun ke arah mila


Melihatnya seperti itu, mila mengalah untuk membuka percakapan terlebih dahulu, dengan lembut mila menyentuh pundak angelo, mengusapnya


“ gel gue gak bermaksud bohongin lo, tapi ini salah gue sendiri, lo jangan berfikir yang gak-gak ya, gue gak papa kok”


Angelo mengusap wajahnya dengan kasar, ia menoleh ke samping


“ bagaimana gue gak khawatir sama lo, pasti lo bakal kenapa-kenapa kalo gue gak di sekitar lo, maafin gue” angelo menatap wajah mila dengan penuh kekhawatiran


“ ini bukan salah lo gel serius, gue janji gak ada seperti ini lagi, lo percaya kan sama gue?”


“ hmmmm, untuk kali ini gue percaya, tepati kata-kata lo, jangan terluka lagi, biar gue aja yang terluka, lo jangan” angelo menyentuh pipi mila


“ thank’s gel”


Angelo mengangguk menatap wajah mila, senyum tipis di bibirnya mulai terlihat, mila menghela nafas lega, untuk kali ini angelo masih percaya padanya, ia tidak tau sampai kapan ia akan tetap merahasiakan apa pun yang terjadi dengan dirinya pada angelo, yang jelas mila tidak mau membuat angelo terlibat masalah lagi setelah ia baru saja lepas dari masalah yang menjeratnya beberapa waktu lalu


“ oia, gimana perasaan lo hari ini?” tanya mila setelah mereka satu sama lain diam saling memandang


Angelo menghela nafas, ia meletakan kedua tangannya di atas pahanya, padangan matanya lurus kedepan


“ udah jauh lebih baik, semua berkat lo”


“ syukurlah kalo gitu, gue ikut seneng dengernya”


“ hmmm, thank’s ya beb, kalo gak ada lo, gue gak tau deh mau gimana hadepin semuanya, untung aja gue kenal lo”


“ gak usah berlebihan kaya gitu, gue gak bantu apa-apa kok, semua berkat diri lo sendiri, gue cuma kasih dorongan sedikit”


“ ya tetep aja dorongan kecil lo bisa buat gue lebih baik, oia gimana keadaan adit, gue belum jenguk dia lagi setelah insiden itu”


“ hmmmm, dia baik kok, kata dokter kalo dua hari kedepan kondisinya lebih baik dia sudah boleh pulang kerumah”


“ kabar bagus dong kalo gitu, besok kalo mo keluar kasih kabar ya, biar gue bantuin”


“oke, thank’s gel”


Setelah mereka berbincang-bincang cukup lama tiupan peluit panjang satu kali membuat angelo mengalihkan pandangannya ke lapangan, disana sudah berdiri pak heru di susul dengan anggota tim garuda bangsa yang beranjak mendekat ke arah sumber suara, tak lama setelah bunyi peluit panjang satu kali bel tanda masuk juga berbunyi, mila dan angelo berpisah saat mereka mendengar bunyi tersebut, mila segera membawa langkahnya menuju ke toilet, ia merasa kandung kemihnya sangat penuh seperti sesuatu akan keluar dari dirinya dan ia tidak bisa lagi menahannya, dengan langkah terburu-buru mila membawa dirinya menuju toilet


Di depan toilet ia berpapasan dengan nindy karena mila sudah tidak bisa menahannya lagi lebih lama maka ia tidak menghiraukan nindy yang berjalan berpapasan dengannya, dengan cepat mila berlari kedalam toilet dan segera mengunci pintu


Nindy yang meperhatikan langkah mila tanpa menyapanya sedikit pun saat mereka berpapasan langsung berbalik badan, entah apa yang ada di fikiran nindy saat ini, ia berbalik melangkahkan kakinya ke depan pintu toilet dimana mila berada, tangannya dengan cepat meraih sapu pel menaruhnya secara menyilang di celah gagang pintu membuat pintu itu tidak bisa terbuka dari dalam, setelah melakukan itu nindy segera mempercepat langkah kakinya meninggalkan toilet yang sepi, senyum sinis menghiasi wajahnya hatinya berharap agar tidak ada orang yang datang untuk menolong mila sampai pulang sekolah.


Klik….klik…..jegreg…..jegreg, mila mencoba membuka pintu dari dalam, ia tidak bisa membukanya meski sudah mencobanya beberapa kali, hingga ia mengetuk-ngetuk pintu dari dalam tidak ada satu pun jawaban dari luar pintu


🍂🍂🍂🍂🍂


Sementara itu di dalam kelas 2 A, kelas mila, linda terlihat gelisah mendapati sahabatnya belum kembali setelah ia meninggalkannya bersama dengan angelo beberapa saat lalu, padahal pelajaran hampir berahir, namun mila belum kembali, bukan tanpa alasan linda tidak mencari mila hanya saja ia berfikir mila pasti bersama dengan angelo, ia berusaha meyakinkan dirinya seperti itu meski hatinya merasa sangat khawatir, terlihat dia beberapa kali menghela nafas panjang


Cukup lama linda berjalan menyusuri lorong kelas, membelah kerumunan siswa-siswi, ia ahirnya sampai di depan perpus tepat di samping lapangan tempat angelo berlatih bersama dengan anggota tim garuda bangsa yang lainnya, ia langsung mengedarkan pandangan matanya menyapu seluruh lapangan yang ada di depannya, pandangan matanya menangkap dani yang sedang berjalan ke arahnya, linda langsung bergegas menghampirinya, grep….. linda memegang tangan dani


“ eh sorry, gue mau tanya dimana angelo” tanya linda dengan nafas terengah-engah


“ tenang dulu, tarik nafas, ada apa lo nyari angelo”


" bukan saatnya lo tanya sekarang, yang penting lo kasih tau gue dulu angelo dimana”


“ oke, yuk ikut gue”


Linda mengangguk, lantas berjalan di belakang dani mengikuti langkahnya dengan cepat ke tempat angelo berada, ia tidak memperhatikan keadaan sekitarnya yang sudah terlihat sepi karena anak-anak yang lainnya sudah berhamburan keluar dari SMA venus setelah mendengar bel berbunyi, beberapa saat kemudian, dani menghentikan langkahnya di depan ruang olahraga, linda berdiri di belakang dani


“ woey gel sini, ada yang nyari lo” teriak dani


“ siapa yang nyari gue”


“ aish, gak usah banyak tanya lo kesini sekarang”


“ oke, gue kesitu”


Angelo berlari mendekat ke arah dani dan linda berada


“ siapa yang nyari gue” tanya angelo saat ia sudah berdiri di depan dani


Dani langsung minggir saat di tanya angelo, terlihat linda tertunduk berdiri di depan angelo saat ini, ia merasa ciut padahal sudah mengenal angelo sebelumnya namun tetap saja jika mengingat angelo yang menjadi ketua geng preman dan kapten dari tim sekolahnya ia merasa takut berhadapan langsung dengannya


“ oh lo, ada apa nyari gue”


Linda diam, mulutnya komat kamit tidak bersuara, ia berusaha memantapkan hatinya bukan saatnya merasa takut untuk sekarang


“ lo gak denger gue tanya, ada apa nyariin gue?”


“ eh iya sorry, gue mau tanya, lo liat mila gak?”


Tatapan mata angelo berubah saat mendengar nama kekasihnya di sebut


“ apa lo bilang?”


“ iya gue bilang, lo liat mila gak? Soalnya dia belum balik ke kelas sejak gue tinggal berdua sama lo” jawab linda tanpa ragu, ia sudah bisa mengontrol perasaan takut yang menghantui dirinya beberapa saat lalu


Angelo mengusap wajahnya dengan kasar, ia juga menghela nafasnya dengan berat


“ gel tenang dulu, kita cari sama-sama, pasti masih di sekitar sini” dani menyentuh pundak angelo


Angelo menoleh ke arahnya, “ oke, kita berpencar cari keseluruh sekolah, hubungi gue kalo ada info, sini ponsel lo”


Linda menyerahkan ponsel di sakunya ketika angelo meminta padanya, dengan cepat angelo mengetikan nomor di ponsel linda tidak lupa memberinya nama dan langsung menyimpan kontaknya sendiri


“ gue udah save kontak gue di ponsel lo, hubungi gue kalo lo nemuin mila atau gak, lo kudu hubungin gue, ini berlaku juga buat lo dan” angelo menatap linda dan dani secara bergantian


Setelah memberikan nomor ponselnya, angelo, linda dan dani langsung berpencar kesegala penjuru sekolah untuk mencari keberadaan mila


Angelo mencari ke ruang laboratorium


biologi, perpustakaan, dan berbagai tempat yang ada di sekolahnya, semuanya nihil tidak ada mila dimana pun, begitu juga dengan dani dan linda mereka berdua juga mencari ke segala penjuru sekolah hingga naik ke tangga dimana ruang komputer berada, sekolahnya sudah sepi saat ini, tinggal mereka bertiga dan beberapa anak yang sedang piket di kelas mereka


Beberapa menit kemudian, setelah mencari ke segala penjuru sekolah linda,angelo dan dani berkumpul di samping lapangan setelah mereka berkomunikasi satu sama lain, namun ada satu tempat yang tidak mereka pikirkan sebelumnya yaitu toilet sekolah karena saking paniknya berlari kesana kemari


“ gimana ada sesuatu yang mencurigakan gak selama kalian mengelilingi SMA venus” tanya angelo menyambut dani dan linda yang baru saja sampai di depannya


“ gak ada, semua udah gue cek” ucap dani nafasnya terengah-engah


“gue juga gak nemuin mila dimanapun”


“ tempat mana lagi yang belum kita datengi, gue udah nyari kesana kemari, jangan sampe mila kenapa-napa”


“lo tenang aja gel, cewek lo pasti baik-baik aja”


Linda diam mengatur nafasnya agar menjadi lebih tenang hingga fikirannya mampu bekerja dengan baik, ia mencoba mengingat tempat-tempat yang baru saja ia periksa, cukup lama linda diam, sesuatu seperti melintas di dalam fikirannya, ia teringat satu tempat yang belum mereka datangi


“ gue tau tempat mana yang belum kita datengin” ucap linda memecah perbincangan antara angelo dan dani, mereka berdua menoleh secara bersamaan


“ mana yang belum kita datengin, gue udah sebutin semua ruangan yang ada di SMA venus, semua gak ada”


“iya gue juga udah kasih tau tadi”


“ toilet cewe, kita belum kesana kan” linda menaruh telunjuknya di dagu mengetuk-ngetuk dagunya


Angelo langsung berlari setelah mendengar perkataan linda, ia berlari tanpa ba bi bu lagi meninggalkan dani dan linda bengong menatap punggungnya lantas mereka berdua juga berlari menyusul angelo yang sudah melesat jauh di depan, angelo berlari dengan sangat cepat, secepat yang ia bisa menuju toilet yang berada di ujung ruang guru


Ia berhenti di depan toilet nafasnya terengah-engah, setelah di rasa cukup tenang angelo langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam toilet wanita yang ada di sekolahnya itu, ia sudah tidak peduli lagi dengan aturan yang ada di sekolahnya bahwa laki-laki tidak boleh masuk kedalam toilet wanita


Pandangan matanya langsung tertuju pada deretan pintu di sampingnya saat pertama kakinya melangkah masuk kedalam, ada satu pintu di ujung dari tempatnya berdiri terganjal sapu pel, angelo bergegas membawa kakinya kesana


Ia langsung membuang sapu pel yang menghalangi pintu


Brakkk…….


Tbc….