my love is a bad boy

my love is a bad boy
episode 26



Episode 26


Ramai, sesak penuh orang berlalu lalang dengan kesibukan mereka masing-masing, suasana rumah sakit husada malam ini, pemandangan seperti itu memang selalu menjadi pemandangan sehari-hari bagi para staf rumah sakit, begitu juga dengan mila yang baru beberapa waktu lalu menjadi warga di dalamnya


Mila menghela nafas, sembari terus berjalan menuju ruangan adit, hatinya merasa gusar semenjak kepergian angelo beberapa waktu, entah mengapa ia merasa tidak enak melihat angelo berlalu meninggalkannya, padahal biasanya ia tidak akan merasakan apa pun setelah mengantar angelo, tapi malam ini serasa berbeda, hatinya terus merasa gelisah ia merasa seperti akan terjadi hal buruk dengan angelo


Mila terus berjalan tanpa memperhatikan suasana sekitarnya yang ramai lalu lalang, ia terus sibuk dengan pikirannya sendiri


Bruk….. mila menabrak punggung seseorang yang berada di depannya


“ maaf saya tidak sengaja” mila menunduk


“gimana sih jalannya” ucap seorang lelaki berusia sama dengan ayahnya


“ maaf sekali lagi saya tidak sengaja”


Mila mengatupkan kedua tangannya, lantas berjalan kembali meninggalkan orang itu setelah lama mendapat omelan darinya, ia menghela nafas panjang mencoba mengatur kembali perasaan serta ekspresi di wajahnya sebelum bertemu dengan adit dan ayahnya


🍂🍂🍂🍂🍂


Sementara itu, deru motor angelo sudah memasuki area base camp xtc, terlihat beberapa anggotanya duduk di depan base camp sembari menyesap rokok mereka, ada beberapa juga yang bermain basket, mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing


Angelo mematikan mesin motornya di samping motor-motor para anggotanya yang berjejer di depan base camp segera mencopot helm yang ia kenakan lantas berjalan menghampiri anggota gengnya


“ dani mana” tanya angelo sembari ber tos ria dengan para anggota gengnya


“ ada tuh di dalem lagi main PS “ jawab seseorang di depan angelo


Angelo mengangguk, ia bergegas masuk ke dalam base camp, baru ia melangkahkan kakinya masuk ke ruang utama padangan matanya sudah di hiasi tawa dani yang sangat lepas sembari memegang stik PS di tangannya, di sana juga ada aan, rio dan rendi orang-orang kepercayaan angelo setelah dani, rupanya mereka berempat tidak menyadari kedatangan angelo yang sudah berdiri tak jauh dari mereka


“ ck, dasar bego “ gerutu angelo


Plak……angelo memukul kepala dani dari belakang


“ck, apaan sih” gerutu dani, ia menoleh melihat siapa yang memukulnya,


ia nyengir setelah melihat siapa yang memukulnya


“ bego lo yah dan, lo kira base camp kita rumah lo”


“ lah emang rumah gue kan” dani terkekeh


angelo diam mendengar jawaban dani, ia salah berkata, memang benar base camp xtc dani yang membelinya, otomatis juga menjadi rumahnya


“ aishh, yaya lo bener kali ini”


Angelo mengusap belakang kepalanya menatap dani yang terkekeh mendengar ucapannya lantas ia berbalik badan menuju matras yang tak jauh dari mereka berempat, angelo memutuskan untuk tidak menanggapi ocehan dani


Bruk….....angelo menghempaskan tubuhnya ke atas matras mengangkat satu lengannya untuk menutupi pandangan matanya dari sorot lampu di atasnya, ia diam dengan perasaannya sendiri


“ angelo kenapa dan” tanya rio menyikut dani di sebelahnya


“ iya tuh gak kaya biasanya dia kaya gitu” timpal aan


“kerasukan mungkin tuh anak” jawab dani enteng


“ bego lo ya dan, kalo angelo kaya gitu, gimana nasib kita nanti” ucap rio


Rendi dan aan menggut-manggut setuju dengan ucapan rio


“aishhh, musti gue nih yang nyamperin tuh bocah?” dani memadang tiga orang di sampingnya secara bergantian


Mereka bertiga mengangguk tersenyum penuh arti, senyuman mereka membuat dani cukup kesal, sebenarnya ia tak mau menghampiri angelo apalagi melihat angelo yang seperti itu pasti nanti ia akan di cium seperti terahir kalinya, tapi dani tidak memiliki pilihan lain selain menghampiri angelo, jika bukan dia siapa lagi yang lebih dekat dengannya


Dani menghela nafas, ia berdiri untuk menghampiri angelo yang terdiam di atas matras


Tuk…tuk…..tuk dani menendang matras yang angelo gunakan dengan cukup keras


“ gel, lo mati yah “


“ apaan sih dan, lo tuh bisanya ngrecokin gue yah” angelo membuka lengan yang menutupi pandangannya, ia menatap marah pada dani


“ yaelah gel galak amat, ada apa sih sama lo”


“ck, gue gapapa dan, oia anak-anak udah dateng semua belum”


“oke kalo lo gapapa, kayanya si belum, kan masih sisa 30 menit lagi sebelum meeting”


“tapi gue gak suka mereka telat, oia lo udah buat strategi belum dan”


“ya biarin aja sih napa gel, suka-suka mereka, gak kaya lo banget deh kaya gitu”


“ck, ya ya serah lo deh, gue tanya lo gak jawab”


“iya iya gusti, galak banget si lo gel, udah lah semua beres, emang kaya lo yang masih bisa tidur-tiduran di rumah cewek lo, gue mah santai tapi ada hasil”


“ aishhh brisik banget lo yah, terus apa strategi buatan lo


Dani tidak segera menjawab pertanyaan angelo, ia memanggil rio, aan dan rendi yang masih sibuk dengan permainan mereka pada layar di depan mereka, mereka segera bergegas menuju angelo dan dani


“ gini, tar gue sama rio yang mancing tuh geng fire wolf di sarang mereka terus lo, aan sama rendi jaga di belakang kalo mereka udah keluar sarang” ucap dani pada empat orang di dekatnya, mereka sudah duduk secara melingkar


Rio,aan dan rendi sepertinya tidak masalah, mereka mengangguk paham dengan rencana dani, namun berbeda dengan angelo, ia seperti menimang-nimang strategi dani kali ini


“ gel gimana menurut lo” tanya dani yang sadar angelo tidak segera merespon strateginya


“gue gak setuju sama pendapat lo kali ini dan”


“kenapa? Apa yang salah?”


“ gue gak mau lo barengan sama rio, gue mau lo sama aan dan rendi berjaga di belakang, biar gue sama rio yang mancing”


“ gak bisa gitu gel, lo ketua kita, kalo lo kena di awal siapa yang bakal kasih instruksi buat anggota yang lain?” dani menatap serius wajah angelo


“gue hargai pendapat lo dan, tapi gue gak mau ambil resiko yang lebih besar, kalo gue yang maju duluan pasti lebih meyakinkan sendy beserta orang di baliknya untuk keluar” angelo menepuk bahu dani


Rio,aan dan rendi hanya menyimak percakapan mereka, mereka tau persis jika terjadi perdebatan di antara angelo dan dani mereka tidak boleh ikut campur di dalamnya


“tapi gel, keputusan lo juga beresiko tinggi, lo belum tau kan siapa yang di balik sendy”


“iya gue tau, tapi ini satu-satunya cara, tenang gue gak bakal kenapa-napa, kalo gue terdesak lo boleh bantuin gue, lo boleh perintah anak-anak yang ikut kita, nanti gue bagi dua kelompok biar gampang”


Dani mengangguk pasrah menjawab perkataan angelo, ia merasa tidak puas dengan keputusan angelo, tidak biasanya angelo menentang strategi yang dani buat, entah apa yang sedang angelo fikirkan hingga ia maju sendiri ke garis depan untuk memancing anggota fire wolf keluar, dani diam memikirkan banyak hal


rio,aan dan rendi sepertinya mereka tidak masalah dengan keputusan angelo, walau bagaimana pun tugas mereka semua sama pulang membawa kemenangan atau mati melindungi ketua mereka itulah sumpah yang mereka tanamkan dalam hati mereka masing-masing


30 menit kemudian, angelo menyuruh aan dan rendi untuk memanggil anggota yang lain, mereka segera bergegas memenuhi ruangan utama base camp xtc, angelo sudah berdiri di depan bersama dengan dani dan rio di samping kiri kanannya, sedangkan rendi dan aan masih memanggil anak-anak geng xtc yang lain


semua mata tertuju pada angelo, rendi dan aan segera berlari ke barisan depan untuk mendengarkan perintah lebih lanjut dari angelo meskipun mereka sudah mendengar sedikit darinya


" malam ini kita perlu babat habis anggota geng fire wolf, bagaimana pun caranya, gue mau kalian yang ada di sini ikut gue, malam ini gue butuh 30 orang, sisanya jaga di base camp" tutur angelo


angelo menatap aan dan rendi di depannya, mereka berdua mengangguk paham dengan tatapan mata angelo lantas melakukan perintah angelo untuk memilih 30 orang dengan kekuatan fisik yang lumayan tangguh untuk menemani mereka berlima membabat geng fire wolf, 30 orang yang sudah di pilih mereka memisahkan diri di samping kiri angelo, sisanya berada di samping kanannya


Angelo melangkahkan kakinya ke depan 30 orang yang sudah di pilih aan dan rendi


“ dengarkan gue, 15 dari kalian yang berdiri di depan gue ikut gue sama rio maju ke garis depan, 15 sisanya ikut dani, aan, rendi di barisan belakang, kalian tidak boleh maju sebelum gue printahkan, kalo ada sesuatu terjadi sama gue, kalian ikuti perintah dani sebagai gantinya, ada pertanyaan” tutur angelo menatap garang 30 orang di depannya


30 orang yang di pilih angelo mengangguk paham dengan ucapannya, aan dan rendi segera memilih 15 orang untuk ikut bersama dengan angelo dan segera mempersiapkan keperluan yang akan mereka bawa


Sedangkan angelo memerintah sisanya yang berada di sebelah kanannya untuk tetap tinggal di base camp, tak lupa juga ia membekali anggota yang tidak ikut bersama dirinya dengan beberapa alat untuk berjaga-jaga, angelo sudah sangat matang mempersiapkan rencananya malam ini


“ dan gue percaya sama lo, kondisikan anak-anak yang ikut bersama lo, gue berangkat dulu” angelo menepuk bahu dani


Dani mengangguk, menatap kepergian angelo


🍂🍂🍂🍂🍂


Deru motor bersahut-sahutan memekikan telinga, angelo and the geng sudah berangkat untuk menyerang geng fire wolf,


Mereka membawa tongkat base ball, balok kayu serta batu bata sebagai senjata yang akan mereka gunakan nantinya


Angelo berboncengan dengan rio, ia sudah berjalan di depan sedangkan anggotanya berjejer rapi di belakangnya


Prang….. angelo melempar batu bata di tangannya menghantam kaca base camp fire wolf


“ woy ******* keluar lo” teriak angelo


angelo sudah berhenti di depan base camp fire wolf, ia terus berteriak di ikuti dengan deru motor anggota gengnya


telihat sendy keluar dari base camp diikuti beberapa orang di samping kiri kanannya ada ron juga di sana


“ cihhh, bernyali juga lo gel datang ke sini, anggota lo gak terlalu sedikit” ucap sendy menyapa angelo dengan senyuman sinis


“ gak usah banyak bacot lo sen” teriak angelo, ia segera memerintah anggotanya untuk menyerang geng fire wolf


Angelo berlari menuju sendy di ikuti anggota geng yang lainnya, mereka memulai perkelahian dengan sengit


Angelo menghantam wajah sendy terus menerus tidak memberikan jeda sedikit pun, begitu juga dengan anggotanya yang lain, mereka juga menghantamkan tongkat base ball mereka secara bertubi-tubi


Satu persatu anggota geng fire wolf tumbang, namun perkelahian mereka masih berlanjut, tatapan mata mereka masih menggebu-gebu


Hosh….hosh…..hosh nafas angelo memburu, ia menindih tubuh sendy tangannya mencengkeram kerah sendy dengan kuat


Smirkkk, sendy tersenyum sinis di cengkeraman angelo, meski wajahnya penuh dengan darah senyum nejengkelkannya masih tetap menghiasi wajahnya


Bukk…..angelo memukul kembali wajah sendy


“ hahahaha gue suka tatapan lo gel, gue suka” sendy tertawa layaknya orang tidak waras


Perkataanya justru semakin membuat angelo membara, ia semakin membabi buta menghajar sendy


“ udah gel, lo gak mau bunuh orang kan” dani menarik angelo dari atas tubuh sendy


“ gue belum selese dan, gue gak mau lo ikut campur masalah gue” teriak angelo


Angelo tertahan di tempatnya, matanya masih menatap tajam ke arah sendy yang sudah tergeletak di tempatnya


“hahahahaha lo salah gel, biarin gue hidup”


sendy tertawa kembali dengan nafasnya yang memburu


Ia bersiul dengan keras, siulannya membuat anggota angelo yang masih berjibaku dengan beberapa dari anggota geng fire wolf menghentikan perkelahian mereka, anggota geng xtc beringsut mundur menuju ketua mereka, meninggalkan tubuh-tubuh tergeletak di lantai tak sadarkan diri, masih ada beberapa yang dapat berdiri meski tubuh mereka mulai goyah akibat beberapa pukulan dari geng xtc yang membabi buta


Nafas mereka memburu tak beraturan, terlihat tiga orang keluar dari base camp mereka membawa seorang tawanan di tangannya


Pandangan angelo berubah penuh aura membunuh, tangannya mengepal kuat setelah melihat siapa yang mereka tawan, dani menyadari angelo seperti akan mengamuk melihat pemandangan di depanya, maka ia dengan segera menyentuh pundak angelo


“ lo gak usah gegabah, kita dengerin dulu apa mau dia”


“gue gak bisa nunggu lagi dan, andi bisa-bisa mati, lo gak liat dia”


“iya gue tau, makanya lo diem”


Sendy bangkit dari posisinya dengan susah payah, ia meludah ke samping berjalan menuju andi yang sudah sangat parah keadaanya, wajahnya penuh darah, babak belur dimana-mana, ia menunduk dengan posisi tangan terikat, nafasnya semakin melemah


Sendy mencengkeram rahang andi, ia tertawa puas melihat keadan andi di depannya


“ lo liat ketua kebanggan lo berdiri di sana, panggil dia, suruh nyelametin lo” ucap sendy tertawa


“bacot lo sen, sini lawan gue” angelo berteriak lantang, ia maju beberapa langkah dari posisi semula


Sendy mengalihkan pandangannya, senyum sinis masih menghiasi wajahnya memandang rendah pada angelo yang sudah sangat terbakar api amarah


“ hahahaha boleh lo lawan gue, sebelum itu lo liat dulu pertunjukan gue”


Sendy memerintah orang di samping kiri kanan andi untuk memukulnya kembali menggunakan balok kayu


Buk….. “ arghhhhh” andi berteriak di ikuti nafas memburu


“lanjut” perintah sendy


angelo memandang sendy, giginya bergemeletuk, ia sudah tak tahan lagi, namun dani menghampirinya, ia mencegah angelo untuk tidak maju lebih dekat


Buk….buk….buk, andi tersungkur ke lantai setelah mendapat pukulan bertubi-tubi dari orang-orang di samping kanan kirinya, dia masih sadar dengan nafas yang semakin lemah, padangan matanya sayu menatap angelo


“ cukup, lepasin dia” teriak angelo


“ hahahaha gue bisa lepasin orang lo dengan syarat”


“ apa syarat lo, ngomong anjing”


“ hahahaha, gue suka, gue suka lo tersudut, lo maju sini ke depan sendiri, serahin diri lo” ucap sendy


Angelo melangkahkan kakinya, baru beberapa langkah, dani memegang kembali lengan angelo


“ lo gak boleh maju ke depan?”


“ gak bisa, gue gak bisa biarin andi mati di tangan sendy” ucap angelo tatapan matanya dingin


Angelo melepaskan pegangan dani, ia berjalan mendekat kearah sendy berada, tatapan mereka bertemu satu sama lain, masih sama-sama memancarkan aura membunuh yang kental


Tbc...........