
Episode 47
Tak……hentakan pada meja menghentikan ucapan-ucapan menggantung diantara mila dan linda membuat tangannya harus berhenti mengguncang tubuh sahabatnya demi mendapatkan sebuah jawaban yang di inginkannya, dengan segera ia menoleh ke sumber suara
Angelo sudah berdiri di samping meja tangannya masih menggenggam sebotol minuman kaleng yang baru saja ia banting ke meja untuk mengejutkan orang-orang di hadapannya
“ lin, lo kok mau sih sama abang gesrek kaya dia? “ angelo geleng-geleng kepala tanpa merasa bersalah sedikit pun, karena sudah membuat kaget dan dengan santainya malah duduk kembali di samping dani
“ elah gel, lo datengnya santai dikit napa sih, musti yah buat orang jantungan” oceh dani
“ lebay lo, gitu aja kaget, salah sendiri melongo kaya orang ****, gue dateng pada gak sadar” angelo mendengus sebal
“ sweet bngt si adek abang ini, minta perhatian sampe segitunya” ledek dimas
“ diem lo bang, gue tanya ke linda juga belum di jawab, lo gak usah ikut campur” angelo mendadak serius
Namun ucapan angelo malah membuat dimas terkekeh dengan keras, sedangkan linda diam tanpa menjawab apa pun sementara dani dan mila memandang dimas
“ udah-udah, kok malah jadi tegang gini sih, biar gue yang jelasin yah adek-adek manis, gini, gue sama linda udah jadian sejak satu minggu yang lalu, kebetulan gue hari ini gak ada kelas dan bosen di rumah terus jadi gue samperin dia, emang dia tadi sempet nyegah gue buat kesini, tapi gue gak dengerin dia, sekalian aja deh gue liat angelo adek kesayangan pas di sekolah kaya apa, kebetulan banget kalian malah lagi makan bareng, pas banget dong sekalian aja gue memperkenalkan diri sebagai cowoknya linda, begitu, sudah jelas” dimas menjelaskan dengan rinci seperti guru yang sedang memberi penjelasan tentang pelajaran
Mila dan dani menggut-manggut paham, sedangkan angelo tampak acuh mendengarkan sembari terus menyesap minuman kaleng
“ oh gituu, gue bilangin bunda nanti pas pulang” ucap angelo dengan wajah tanpa ekspresi
Rupanya reaksi angelo membuat linda merasa sedikit tidak nyaman, ia berfikir mungkinkah angelo tidak menyukainya hingga berkata seperti itu
“ gak usah dengerin orang **** ngomong lin, tenang aja bundanya bang dimas baik ko, tanya mila aja kalo gak percaya” ujar dani yang sadar dengan ekspresi khawatir di wajah linda
Mila mengangguk setuju dengan perkataan dani
“ iya bener banget tuh say, apa kata dani, kapan-kapan tak ajak main kerumah yah, bareng mila sekalian, oia kalo angelo berani macem-macem ke lo, ngomong ya, gak usah takut, biar gue kelitikin tuh anak” dimas menimpali
Linda mengangguk menjawab ucapan dimas, senyum tipis mulai menghiasi wajahnya, mila juga ikut mengangguk mengiyakan percakapan antara dimas dan dani, fikiran mila sudah banyak merangkum pertanyaan yang akan di lontarkan pada linda nanti setelah kelas selesai
“ heuhh, disini gue jadi orang jahat yah, emang gue gak punya kerjaan apa bang selain gangguin cewek lo, ya ampun” angelo menggelengkan kepala
Dimas hanya tertawa menjawab ucapan angelo, sedangkan dani sudah menjitak kepala angelo, mila dan linda tertawa kecil melihat tingkah mereka berdua
Teng…..teng…..teng…..teng, bel masuk berbunyi, dani,angelo, mila dan linda berpamitan pada dimas sebelum kembali ke kelas mereka masing-masing, angelo ikut dengan mila dan linda sampai ke kelas 2A lalu kembali ke kelasnya sebelum guru datang untuk memulai pelajaran di kelas mereka masing-masing
Mila dan linda sudah duduk di bangku mereka sembari menunggu guru datang ke kelas, seperti yang mila fikirkan di kantin tadi ia terus menghujani sahabatnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang sudah di rancangnya sejak tadi, linda hanya tertawa dan menjawab setiap apa yang mila tanyakan perihal hubungannya dengan dimas, seperti dimana mereka jadian, kenapa bisa sampai pacaran dan masih banyak lagi.
Memang kabar hubungan dimas dan linda cukup membuat heboh teman-teman satu kelasnya yang melihat dimas berjalan menuju kantin hanya untuk menemuinya, apalagi bagi anak-anak yang suka bergosip pasti akan menjadi topik hangat bagi mereka, tapi itulah adanya, dimas dan linda sudah menjadi pasangan baru, mungkin ada alasannya juga kenapa linda tidak memberi tahu mila lebih awal mengingat dirinya mempunyai banyak masalah dengan angelo beberapa waktu lalu, akan tidak enak jika dirinya memberi kabar gembira pas sahabatnya sedang merasa sedih
Mereka berdua terus asik sendiri dengan obrolannya, hingga pak gito memasuki ruangan, namun kali ini ada yang berbeda dengan pak gito, ia masuk memberi salam terus, langsung menuju white board menuliskan sesuatu di sana, setelah selesai langsung melangkahkan kakinya untuk menyingkirkan badan dari white board agar siswa-siswinya dapat melihat apa yang di tulisnya, semua anak di kelas 2A langsung membaca apa yang pak gito tulis, sambil mengerutkan kening
“ baik, semua sudah membaca apa yang saya tulis di depan, akan saya jelaskan apa maksud dari tulisan saya, disitu saya menulis
“ carilah bahan makalah yang berhubungan dengan sistem reproduksi manusia,hewan,tumbuhan dan kelainan atau penyakit pada sistem reproduksi", di sini saya akan meminta kalian berkelompok untuk mengerjakan tugas dari saya sebelum kita ujian kenaikan kelas 2 minggu lagi, kelompok akan saya bagi secara acak, jumlah kelompok 3 orang, masing-masing mempunyai tugas sendiri, terserah kalian siapa yang akan kalian tunjuk untuk presentasi di depan kelas dan siapa yang akan mencari bahan serta menentukan ide, kalian bisa bekerjasama dengan kelompok kalian, jika ada salah satu dari anggota kelompok tidak mau bekerja, kalian bisa menulisnya di bagian belakang makalah yang telah kalian buat, lengkap dengan alasannya, sampai sini ada pertanyaan?” lelaki paruh baya itu mengedarkan pandangan matanya ke seleruh kelas setelah memberikan penjelasan panjang lebar
Semua anak di kelas itu terdiam dengan fikiran mereka masing-masing, lelaki paruh baya itu hanya menghela nafas panjang mendapati ucapannya tidak ada pertanyaan lebih lanjut lagi lalu ia bergegas menuju mejanya mengambil sebuah buku catatan miliknya dan mulai membacakan pembagian kelompok yang sudah di buatnya
“ baik saya akan membacakan kelompok yang sudah saya buat, kelompok pertama, ada, yeni, indri, feri. Kelompok dua, fani, melia , andri. Bla bla bla bla “ sampai dirinya menyebut kelompok 7 yang berisi, mila, linda dan yuda
Mila tersenyum menatap linda begitu juga dengan linda, perasaan lega tergambar jelas di wajah mereka berdua sebab dapat satu kelompok, hanya satu yang menjadi sedikit kekhawatiran di sana yaitu yuda tidak berangkat hari ini dan yang lebih parahnya pak gito sendiri pun tidak tau mengapa anak muridnya itu tidak berangkat hari ini karena memang yuda tidak memberikan surat ijin
Setelah selesai membacakan semua kelompok yang berjumlah 10 kelompok itu, pak gito memberikan penjelasan kembali tidak lupa memberikan nasehat untuk mereka
“ baik, saya sudah menjelaskan detailnya, untuk kelompok 7 karena anggota kalian hari ini ada yang tidak berangkat, bapak mohon kalian bisa bekerja sama dengan baik, jelaskan apa yang saya jelaskan pada anggota kalian yang tidak berangkat hari ini, kalian paham” pak gito menatap langsung ke arah meja linda dan mila
“ paham pak” jawab mila dan linda bersamaan
Pak gito manggut-manggut tanda paham lantas melanjutkan pelajarannya kembali seperti biasa setelah menjelaskan perihal tugas yang di berikannya
Mila terdiam, pandangan matanya menatap lurus ke depan namun pikirannya tidak bersama dengan dirinya
“ apa yang sebenarnya lo lakuin yud, bisa-bisanya gak ada kabar hari ini, gimana cara gue nyari lo coba, nomer hp aja gue gak punya, hmmmm” gumam mila dalam hati
🍂🍂🍂🍂🍂
Sementara itu,
Segerombolan cowok sedang duduk dengan asiknya di pojokan dengan menyesap rokok mereka sembari terus bergurau tanpa memperhatikan sekitar, mereka saat ini berada di warung mbok jum seperti biasa, warung yang akan ramai jika jam pelajaran tiba, apalagi kalo bukan menjadi base camp bagi mereka yang tidak ingin ikut pelajaran, mereka-mereka yang tidak ikut pelajaran adalah angelo, dani, aan dan rendi serta beberapa anggota xtc lainnya
“ katanya lo udah mikir pake otak gel, kok masih bolos aja” celetuk dani sembari mengangkat gelas yang berisi es teh manis
“ lah lo ngapain ikut coba, gue juga lagi mikir kali dan, cuma gak lebay aja musti ngasih tau ke lo “ ucap angelo menatap dani jengah
Dani terkekeh mendengar jawaban angelo
“ eh btw si ron udah berenti gangguin kita lagi nih” ucap aan ikut dalam percakapan
“ iya yah, dia kan kalah kemaren dari kita, gak ada kabarnya lagi” rendi menimpali
“ aishhh, gue udah gak peduli lagi sama tuh anak lah, mau mati kek, mau jungkir balik kek mana gue pikirin” ucap angelo cuek
“ iya bener banget tuh, ya bagus dong kalo dia gak gangguin kita lagi, gak perlu repot-repot kita kotorin tangan pake darahnya” dani menimpali
Angelo manggut-manggut sambil menghembuskan asap rokok ke langit-langit, ada pertanyaan dalam dirinya setelah mendengar aan mengucap nama ron dalam percakapannya, memang benar ron tidak ada kabar ataupun memperlihatkan batang hidungnya lagi setelah kalah darinya, justru itu malah membuat aneh mengingat sikap ron yang tidak akan pernah mau mengalah dengan mudah darinya, tapi seperti apa pun angelo berfikir tentang ron tetap saja ia tidak bisa menemukan jawabannya dan hanya bisa bertanya-tanya sendiri sambil menikmati hembusan asap rokok yang menari di langit-langit
🍂🍂🍂🍂🍂
Kamar luas dengan aroma khas rumah sakit terlihat sepi, hanya ada nindy sendiri yang tengah berbaring di ranjangnya sembari menatap langit-langit di atasnya, pikirannya menerawang jauh setelah mendapat mimpi buruk pagi tadi, semua gambaran-gambaran yang sudah susah payah di lupakannya kini bagaikan terputar kembali di atasnya dalam bentuk layar lebar, masih teringat wajah ibunya yang sudah pucat dengan air mata berderai menghiasi wajahnya tergeletak tak bernyawa di ruang baca rumahnya, ruangan yang penuh dengan tawanya dulu bersama dengan kedua orang tuanya,
semua kenangan-kenangan indah yang mereka ciptakan selama kurang lebih 14 tahun sirna dalam waktu hanya beberapa jam saja, htatinya pilu, sakit, sesak jika mengingat itu, rasa benci di hatinya dalam sekejap menyelimutinya semenjak kepergian ibunya, hingga saat ini ia masih belum mampu memaafkan ayahnya dan sekertaris kesayangan ayahnya itu yang membuat nyawa orang paling berharga dalam hidupnya hilang dengan sia-sia.
Sepeninggal ibunya hidup nindy berubah drastis, dari anak yang manja,ceria dan penuh kasih sayang terhadap siapa saja berubah menjadi anak yang tidak memiliki perasaan belas kasihan kepada siapa pun, dirinya mulai memasang topeng tebal di wajahnya demi mendapatkan apa yang di inginkannya,
ia pernah berfikir, jika tidak memasang topeng tebal maka ia akan tersakiti seperti apa yang ibunya alami karena ibunya sangat baik dan penuh kasih sayang, ia tidak mau itu terjadi, rasa sakitnya terhadap perbuatan yang ayahnya lakukan sangat membekas di hatinya, hingga membuatnya seperti itu,
di tambah lagi tak lama dari ibunya meninggal, ayah nindy langsung menikah dengan sekertarisnya dan mengabaikannya sendiri di rumah bersama dengan para asisten rumah tangganya, kesepian, ya jangan tanya lagi, rasa sepi, sesak selalu ia dapatkan setiap harinya
Perlahan namun pasti, sikapnya berubah menjadi dingin, emosi tidak stabil jika berada di rumah, semua asisten rumah tangganya sangat paham dengan watak nindy semenjak ibunya meninggal, walaupun kadang Rosaline ibu tirinya datang beberapa kali untuk menjenguknya dan bahkan memberikan perhatian padanya namun tetap saja dirinya sudah sangat membencinya hingga tak pernah sekalipun menatap kedatangannya
Krieettt……pintu terbuka, yuda berdiri di depan pintu sembari menenteng satu kantung kresek berukuran sedang, tatapannya langsung tertuju pada tubuh nindy yang tengah berbaring tanpa menengok sedikit pun ke arahnya, ia menghela nafas panjang menatap pemandangan seperti itu, setelah menutup kembali pintu, ia langsung berjalan menghampiri nindy
“ nin, makan dulu yah, gue bawain bubur ayam, lo kan suka banget sama bubur ayam” ucap yuda sambil sibuk mengeluarkan apa yang ada di kantung kreseknya
Tangannya sudah siap memberikan suapan pertama untuk nindy, namun nindy tidak merespon tindakan yuda, malah membalikan tubuhnya hingga membelakanginya
“ gini, gue tau lo lagi gak ada mood, tapi lo harus makan, kita bentar lagi mo ujian kan udah mau kelas 3 SMA loh, hidup kita masih panjang, lo gak bisa kaya gini terus nin, mama pasti sedih di atas sana”
“ diem!!!!! Tau apa lo sama hidup gue” bentak nindy, rupanya mendengar kata mama terucap dari mulut yuda cukup menyulut emosinya
“ okeh, gue emang gak tau apa-apa sama hidup lo selama SMP, kalo lo gak suka gue nyebutin mama lagi, lo harus makan ya”
“ gue bilang diem ya diem, lo budeg apa **** hah!” teriak nindy kembali, kini ia sudah menatap yuda dengan penuh amarah
“ aishhh, napa sih nin, lo jadi anak susah banget di bilangin, gue masih sabar ngadepin lo dan gue juga udah hubungi papi sama mami di amerika”
Plak……” apa lo bilang! Siapa yang suruh lo hubungi mereka! Gue gak sudi liat mereka dateng, lebih baik gue mati daripada harus liat muka memuakan mereka” nindy menampar yuda dengan keras
“ heh, lo sadar apa yang lo ucapin itu salah! mereka berdua masih orang tua lo, seburuk-buruknya mereka, lo gak bakalan bisa memutuskan hubungan darah dengan papi sampai kapan pun! Dan untuk mami Rosaline, dia orang yang baik, kalo aja lo mau buka hati lo buat dia, lo bakal tau bagaimana dia sangat menyayangi lo, apa yang lo pikir itu semua salah”
“ tau apa lo! Lo hanya orang luar di hidup gue, apa pun yang lo bilang gue gak peduli, gak usah sok nasehatin gue, kalo lo mau lo aja yang jadi anak mereka, gue benci sama orang yang gak tau apa-apa tapi sok kasih nasehat, lo kira gue ****, gak punya otak, terserah lo mau mikir gue kaya apa”
“arghhhh, terserah lo lah, sialan”
Brak…..yuda membanting pintu ruangan nindy dengan keras meninggalkannya sendiri masih di selimuti amarah yang sangat kental, dirinya juga tak kalah marahnya dengan nindy
Tbc…..