my love is a bad boy

my love is a bad boy
episode 17



Episode 17


Chrip….chrip….chrip, suara burung mulai terdengar sayup-sayup di luar ruangan mila berada, jam masih menunjukan pukul 5 pagi


“nak, bangun nak sudah pagi” ucap pak maman mengguncang tubuh mila


Mila meregangkan badannya, mengusap wajahnya saat mendengar seseorang membangunkan dirinya, perlahan ia bangun dari tidurnya lantas duduk menatap lurus ke depan ia seperti linglung setelah bangun, mila mencoba mengingat dengan apa yang terjadi tadi malam, bagaimana posisi tidurnya bisa berubah dan bahkan ada selimut yang menutupi tubuhnya


“ mila ada apa? Kenapa ko diam? Ada yang sakit?” tanya pak maman yang melihat mila diam menatap lurus ke depan


“enggak pak, mila cuma bingung, bukanya mila tadi malam tidur duduk ko bisa sekarang mila tiduran terus ini selimut juga kan tadi malam gak ada” ucap mila menoleh ke arah pak maman


“oalah sayang, lah bapak kan masih di sini kamu lupa? Tadi malam waktu bapak pulang, mila udah tertidur, bapak rasa posisi mila tidak nyaman jadi bapak yang merapikan sekaligus memberi selimut”


“oia mila lupa pak, tadi malam bapak kan keluar jadi mila lupa,heheh” mila tertawa mengingat betapa bodohnya dirinya hal kecil seperti itu bisa lupa dan bahkan bertanya


“dasar anak bapak, ya udah sana mila pulang dulu, mandi terus berangkat ke sekolah, nanti pulangnya kesini lagi, nggak ada tapi-tapian” ucap pak maman di depan mila


Mila tertawa ayahnya dapat membaca fikirannya untuk tetap tinggal bersama pak maman dan adit di sana


“yah bapak tau aja, ya udah mila pulang dulu, bapak baik-baik disini ya, dah bapak” mila memeluk ayahnya lantas berjalan ke luar ruangan adit


Di depan pintu ruangan adit, mila meregangkan sedikit tubuhnya yang dirasa sedikit pegal akibat posisi tidur yang meringkuk terus-terusan, pandangannya menyapu setiap sudut rumah sakit yang masih belum terlalu ramai


“mungkin karena masih pagi kali yah, makannya masih sepi, panggil greb aja deh biar cepet” gumam mila sembari mengeluarkan ponsel dari tasnya


Mila duduk di kursi samping ruangan adit sembari memesan greb di ponselnya, setelah selesai memesan, mila membiarkan ponsel di tangannya begitu saja, ia menunggu greb datang dengan memperhatikan keadaan sekitarnya, pandangannya menangkap dimas yang berjalan ke arahnya dengan membawa kantong kresek di tangannya


“eh mila sendirian aja” ucap dimas saat ia sudah berada di depan mila


“iya nih kak lagi nunggu greb, kak dimas dari mana?” mila tersenyum


“ini dari beli sarapan buat bunda sama gue, mila udah sarapan?”


“hmmm, belum kak, bentar lagi, ini juga mau pulang dulu, oia gimana keadaan angelo kak?”


“oh gitu, apa mau sarapan dulu bareng yuk, hmmmm angelo masih belum sadar” dimas menghela nafas


“ eh gak usah kak, nanti mila sarapan di rumah aja, hmmm ya sudah kak kalau begitu, mila pulang dulu ya grebnya udah sampe di depan, salam buat bunda, nanti mila pulang sekolah kesini lagi” ucap mila tersenyum, ia merasa lesu mendengar angelo belum sadar


“oke kalau begitu, hati-hati di jalan” dimas membalas senyum mila


Mila mengangguk lantas berjalan meninggalkan dimas, ia berjalan dengan cepat keluar dari rumah sakit dan segera menaiki mobil greb berwarna silver yang sudah terparkir di depan rumah sakit menunggu dirinya.


Mobil silver yang membawa mila melesat dengan cepat, mila duduk diam di belakang sembari memainkan ponsel untuk menemani rasa sepi serta perasaan sedih mendengar angelo yang belum sadar, mila baru sadar di ponselnya tidak ada satupun hal yang menarik, di galeri fotonya pun hanya ada sedikit foto dirinya bersama dengan linda, memang mila tidak terlalu suka berfoto seperti teman-temannya, tapi sekarang mila sedikit menyesal akan hal itu, ia jadi tidak mempunyai banyak kenangan bersama sahabatnya itu


🍂🍂🍂🍂🍂


Cittt…..mobil yang membawa mila berhenti tepat di depan kompleknya, mila segera menyimpan kembali ponsel yang ia mainkan sedari tadi, membayar biaya greb yang tertera pada layar ponselnya lantas melangkahkan kaki keluar dari mobil


🍂🍂🍂🍂🍂


Mila melanjutkan langkahnya menuju ke rumah, ia berjalan dengan pelan sembari menikmati senin pagi yang membosankan bagaimana tidak di hari senin SMA venus akan mengadakan upacara bendera yang mengharuskan ia berangkat lebih pagi dari hari biasanya


Ceklek…..mila membuka pintu setelah ia sampai di depan rumahnya, segera untuk berbenah menyiapkan dirinya dengan rapi sebelum ia berangkat ke sekolah


Beberapa menit kemudian mila mematut-matutkan dirinya di depan cermin, hari ini mila sengaja membiarkan rambutnya tergerai begitu saja, seperti biasa ia tak lupa membubuhkan lip balm ke bibir tipisnya lantas menyemprotkan parfum bulgari rose ke tubuhnya, mila menghela nafas menikmati aroma parfum yang baru saja ia semprotkan sembari memandang wajahnya di dalam cermin


Tok…tok…..tok…tok, “mil…….mila” teriak seseorang dari arah pintu depan


Mila segera tersadar saat mendengar teriakan yang cukup keras dari arah pintu depan rumahnya, ia berlari untuk membuka pintu


“morning be, lama amat buka pintunya” sapa linda saat mila membuka pintu


“morning too, eh elah gak sabaran amat jadi orang, belum lumutan juga kan lo nunggunya” ucap mila sembari mengajak linda masuk


“ck, dasar, eh lo udah ngerjain PR matematika belum” celetuk linda tersenyum jail sembari duduk di sofa


“hah emang ada, ko gue lupa” ucap mila kebingungan


“bentar, bentar gue ke kamar dulu ambil buku matematika sama tas, lo tunggu sini” mila berlari meninggalkan linda sendiri di ruang tamunya


Linda tertawa melihat wajah panik mila, ia baru saja mengerjai sahabatnya, linda merasa pagi ini mila sangat sedih dari pandangan matanya, walaupun ia tetap jutek padanya seperti biasa tapi linda tau persis dengan sahabatnya itu, ia tidak akan mudah di bohongi olehnya


Linda menunggu mila dengan santai sembari menatap ke sekeliling ruangan di rumah mila


Tak lama mila sudah bediri di depan linda, nafasnya memburu akibat ia berlari dengan panik bolak balik dari kamar menuju ruang tamunya walaupun jaraknya tidak jauh tapi tetap saja bisa membuat nafasnya terengah-engah


“nafas dulu bu, gue gak mau lo mati gara-gara gue” ucap linda sembarang


“ck, gila lo yah lin, gue bener-bener panik sumpah, gue lupa beneran tentang PR matematika” ujar mila sembari membuka buku pelajaran matematikanya


“lo nyari tuh PR sampe nenek moyang lo idup terus jadi muda lagi juga gak bakal ada kali, gue bohong. Wlee hahahaha” linda menjulurkan lidahnya lantas tertawa


“sialan lo yah lin, masih pagi juga udah buat gue jantungan astaga” mila memukul linda dengan bukunya


“hahahaha ampun, ampun bu, lagian lo napa pagi-pagi tuh muka udah di tekuk gitu” ucap linda melindungi diri dari pukulan mila


“apaan sih, gue gapapa kali lin, lo yang salah liat” mila menghentikan pukulannya lantas mengemas kembali bukunya dan memasukan ke dalam tas


“ lo gak bisa bohongin gue mil, lo gak jago akting kalo di depan gue”


“ck, yayaya master linda yang maha tau, gue nyerah, lo pasti tau lah gue galau kenapa” ucap mila sembari mengenakan sepatu


Mila diam, tebakan linda tepat sasaran


“lo diem aja, brati bener nih tebakan gue, sejak kapan lo jadi suka sama si preman, bukannya beberapa waktu lalu lo kekeh nolak si preman, ekhm ekhm ada apa nih” ledek linda


“apaan sih lin, gue gak mood bercanda, tau ah” mila cemberut


“eh elah nih anak, gapapa kali kalo lo suka sama si preman gada yang nglarang juga, kalian cocok kok, lo putri es si preman penghangat ruangan, eh kok penghangat ruangan ya. Hahahaha” linda tertawa dengan ucapannya sendiri


“ck, dasar sinting. Hahaha “ mila tertawa


Linda menghela nafas melihat tawa di wajah mila, ahirnya dia berhasil membuat mila melupakan sejenak beban fikirannya


“hahahaha ye kan gue bener, apaan lagi deh kalo bukan penghangat ruangan atau kompor gas,” cerocos linda masih tertawa


“hahahaha udah udah lin bercandanya, yuk ah kita berangkat ntar telat lagi, upacara kan sekarang” ucap mila berdiri


“eh iya gue lupa, duh yuk buru udah jam berapa sekarang” linda menarik tangan mila


“eh bentar, bentar gue tutup pintu dulu”


Mila menutup pintu rumahnya sedangkan linda sudah menunggunya di depan halaman, mila bergegas menuju linda, mereka berdua berjalan bersama sambil terus bercanda, di perjalanan menuju mobil linda mereka bertemu dengan ibu RT dan beberapa ibu-ibu komplek


“eh nak mila, selamat pagi, mau berangkat sekolah ya” ucap bu nining tetangga rumah ibu RT


“iya ini bu, habis belanja ya bu” mila tersenyum, linda juga ikut tersenyum di sebelahnya


“iya ini, loh nak angelo tidak jemput nak mila?” tanya bu nining, ibu-ibu yang lain menyimak


“iya ini bu, angelonya lagi di rumah sakit”


“loh kok bisa? Sakit apa dia?” bu RT ikut bertanya


“bukan sakit bu tapi dia kecelakaan, eh maaf bu, mila harus segera berangkat ke sekolah, kalau begitu mila permisi dulu” ucap mila menunduk


“eh iya nak hati-hati di jalan, tolong sampaikan salam ibu-ibu komplek sini ke angelo kalau nak mila menjenguknya ya” ucap bu RT, ibu-ibu komplek yang lain tersenyum


“iya bu nanti mila sampaikan, ya sudah mila permisi”


Mila melanjutkan lagi perjalanannya dengan linda, sedari tadi linda hanya memperhatikan percakapan antara mila dan ibu-ibu komplek, ia juga ikut tersenyum tadi menyapa ibu-ibu komplek mila


Mila dan linda sudah sampai di samping mobil berwarna hitam metalik, mobil linda, mereka segera masuk ke dalam mobil, di dalam mobil mila melihat seorang lelaki paruh baya yang ia ketahui sebagai supir linda, setelah mereka masuk tak selang waktu lama mobil yang membawa mereka sudah melesat membelah jalanan kota Jakarta yang mulai ramai


“eh mil dari kapan si preman jadi idola ibu-ibu komplek, baru tau gue” celetuk linda di dalam mobil


“gak tau gue kalo itu, gue juga gak nyangka anak kaya dia bisa jadi idola ibu-ibu komplek” ucap mila


“hahaha lucu juga yah, preman kaya gitu di sukai ibu-ibu gak pas banget sama dandanannya”


“hmmmm” ucap mila sembari menyapu pandangannya ke jalanan di samping kaca mobil


Di dalam mobil mereka masih terus berbincang banyak hal, bercanda bahkan menceritakan diri mereka masing-masing seperti biasa, linda dan mila cukup dekat satu sama lain tapi mila belum terbiasa untuk terbuka tentang perasaannya ke angelo padanya beberapa waktu yang lalu, namun sekarang tampaknya mila sudah tidak bisa lagi menutupi perasaanya itu dari linda, mungkin karena tingkat kepekaan linda yang di atas rata-rata membuat mila menjadi tidak bisa lagi menyembunyikan segala sesuatu darinya jika sudah bersama seperti sekarang, linda terus bertanya pad mila sejak kapan ia mulai suka pada angelo dan pertanyaan-pertanyaan lain yang menyangkut angelo, mila tampak malu-malu menjawab pertanyaan linda


🍂🍂🍂🍂🍂


Tak terasa mereka sudah sampai di gerbang SMA venus, ucapan supir linda menghentikan percakapan mereka berdua


Mereka berdua lantas keluar dari mobil dan segera memasuki halaman SMA venus yang sudah mulai ramai, siswa-siswi SMA venus yang menjadi petugas upacara tampak sedang mempersiapkan diri di tempatnya masing-masing sembari melatih kembali tugas mereka


Mila dan linda bergegas menuju kelas mereka dan segera kembali lagi untuk berbaris mengikuti teman-temannya yang lain, mila dan linda sengaja memilih berbaris di barisan belakang karena mereka akan mudah bosan jika di depan hanya mendengarkan pidato dari guru


Mila mengedarkan pandangannya ke samping kiri tubuhnya, ia berjinjit-jinjit seperti sedang mencari sesuatu


“heh lo ngapain, petugas udah ngasih aba-aba buat lurusin barisan, lo gak denger” sikut linda berbisik yang menyadari mila seperti mencari sesuatu


“sttt jangan berisik, iya gue denger” mila kembali menatap lurus ke depan mendengarkan aba-aba petugas barisan kelasnya, ia sudah fokus kembali dengan upacara hari seninnya


Tak lama, terdengar nyanyian lagu kebangsaan saat petugas mengerek bendera, seluruh murid SMA venus memberi hormat pada sang saka merah putih, begitupun dengan mila dan linda, mereka menatap bendera yang sudah berkibar di atas sana


🍂🍂🍂🍂🍂


Beberapa menit kemudian upacara telah selesai, barisan pun di bubarkan, mila mencopot topi yang ia kenakan sewaktu mengikuti upacara, ia berjalan menuju barisan kelas C, kelas angelo yang sudah mulai membubarkan diri, linda menarik tangan mila


“heh lo mau kemana? Bentar lagi kelas masuk” ucap linda


Mila menoleh, “ gue mau ke kelas angelo bentar”


“mau ngapain lo kesana, angelo kan gak ada, mau cari siapa” linda masih memegang tangan mila


“aistt, yuk ikut, gue mau nyari dani bentar” mila menarik tangan linda kemudian


Mereka berjalan menembus anak-anak SMA venus yang masih berlalu lalang menuju kelas mereka masing-masing, mila mengendarkan pandangan ke seluruh penjuru halaman SMA venus sembari terus menarik tangan linda di belakangnya, mila tidak menemukan dani ataupun rio di mana pun


“eh lo liat dani gak” ucap mila menarik tangan cowok dari kelas C yang berjalan di depannya


“dani gak berangkat kayaknya, gue gak liat dia dari pagi” ucapnya


“ya udah kalo gitu, makasih ya” mila mengangguk lantas berjalan kembali


Teng….teng….teng…..teng bel sekolah berbunyi, mila segera menghentikan langkahnya untuk mencari dani, ia berbalik menuju kelasnya bersama dengan linda yang memberontak ia tarik-tarik sedari tadi


author's: gimana ceritanya? lanjut gak.hehehe terimakasih tidak bosan-bosan saya ucapkan untuk pembaca setia yang menemani perjalanan saya, semoga kalian bahagia selalu ya dimana pun kalian berada dan jangan lupa terus berikan like serta dukungan kalian ya. terimakasih banyak. 💙💙💙❤️❤️❤️😘😘