my love is a bad boy

my love is a bad boy
Episode 62



Episode 62


Seberapa kuat kamu menyimpan masalahmu, seberapa lama kamu menyembunyikan perasaanmu, aku tidak tau seberapa kuat dan lamanya seseorang menyimpan masalahnya, karena waktu akan mengungkap segalanya, meski kita hanya berdiam diri tanpa berkata sedikit pun, masalah yang kita tutup-tutupi, perasaan yang kita tahan – tahan pasti akan menguap dengan sendirinya seperti air yang bila terkena sinar matahari.


Begitulah yang saat ini mila rasakan, meski suda bersusah payah ia menyimpan semua masalah dan perasaannya, tercium juga oleh sahabatnya, meski begitu, ia tidak mengetahui bahwa badai besar akan menghantam kehidupan asmaranya bersama dengan angelo, mungkin itulah cara Tuhan memberikan ujian kepada umatnya.


🍂🍂🍂🍂🍂


Seperti janjinya dengan linda, ahirnya sepulang sekolah, linda datang ke rumahnya, meski beberapa saat lalu, hatinya sempat merasa gundah sebab angelo tidak mengantarnya pulang, namun dani datang padanya dan mengantarkannya pulang sampai ke rumah, ia juga menjelaskan sebab angelo tidak bisa mengantarnya pulang ke rumah, sempat terlintas perasaan tak enak dalam hatinya, ia juga tidak percaya begitu saja dengan ucapan dani, namun dani berhasil meyakinkannya, bahwa angelo baik-baik saja dan ada urusan yang mendesak dengan keluarganya, begitu katanya


Ahirnya mila sampai di rumah dan sudah berganti pakaian, ia duduk di sofa ruang tamunya, anehnya ia tidak merasa ada yang janggal dengan adiknya yang belum pulang dari sekolah, mungkin karena adit biasa pulang agak telat jadi mila tidak merasa ada sesuatu yang musti ia khawatirkan


Tok….tok….tok, tamu yang ia tunggu ahirnya datang juga, ia langsung membuka pintu rumahnya.


Begitu pintu terbuka, linda sudah menenteng satu kantong berukuran besar di tangan kanannya dan satu kantung kresek berukuran sedang di tangan kirinya.


“ lo bawa apaan lin banyak amat, mo nginep di rumah gue “


“ hehehe, biasa jajan, paling enak kalo dengerin cerita kan sambil ngemil” ucap linda nyengir


“ astaga, lo kira gue mau dongengin lo yah lin, ya udah sini masuk dulu, mau gue buatin minum gak? “


“ eitss, gak usah repot-repot mil, lo cukup bawa gelas sama mangkok aja yang besar ya mangkoknya “


“ iya deh oke, tunggu sini dulu, atau mau ikut ya ayo, lo ke rumah gue juga bukan cuma hari ini aja kan tapi malahan kaya tamu gitu “


“ hehehe, biarin lah, emang gue tamu kan disini “


“ heuh, ya udah, gue ambil dulu pesenannya ndoro “ ucap mila sambil lalu meninggalkan linda sendiri di ruang tamunya


Sedangkan linda cekikikan mendengar ucapan mila


🍂🍂🍂🍂🍂


Sementara itu,


Deru motor angelo terdengar berhenti di depan gedung kosong yang besar, aura gedung itu begitu terasa sangat dingin dan mencekam dari luar, meski di kertas tidak tertera dimana ia harus menemui sang empu surat, namun pikirannya sudah langsung tau kemana ia harus menghampirinya.


Angelo celingak-celinguk melihat sekeliling, tidak ada seorang pun yang menjemputnya, tidak ada juga tanda-tanda orang di dalam gedung itu, apakah ia salah tempat, begitu pikirnya


Namun angelo tidak menghiraukan sekelilingnya, lantas ia turun dari motornya, mencopot helm full facenya, langkahnya cepat menuju ke dalam gedung kosong itu.


Srakk…..terdengar suara dari arah sepatunya, ia celingak-celinguk ke samping kanan kirinya, namun hening, ruangan itu juga cukup gelap meskipun hari masih siang, mungkin karena tempatnya yang lembab dan tidak pernah terjamah orang oleh sebab itu membuat ruangan itu gelap dan hening.


Hembusan angin lembut menerpa rambutnya, angelo terus berjalan menyusuri ruangan yang ada di dalam gedung itu, kakinya membawanya naik ke atas tangga, baru saja satu kakinya menyentuh anak tangga pertama.


Cklak…..lampu sorot tepat mengenai dirinya, tangannya reflek menutup pandangan matanya


“ Hahahahaahahaha, dateng juga lo bre**sek, ada nyali juga lo rupanya “ teriak salah seorang yang suaranya sudah tak asing lagi bagi indera pendengaran angelo, ia keluar dari kegelapan


Clap….clap…..clap, seseorang itu menepuk tangannya beberapa kali, terlihat senyum sinis menghiasi bibirnya.


Begitu melihatnya, kedua tangan angelo mengepal di sisi tubuhnya.


“ si*lan lo ron, mana adek gue, gak usah pengecut lo main culik-culikan, dasar ba*ci, bre**sek lo “ teriak angelo penuh amarah.


“ hahaha, baru dateng udah teriak-teriak, santai aja kali gel, adek lo aman kok walaupun udah babak belur, mau mati kayaknya dia “


“ si*lan lo ron “ angelo langsung lari menghampiri ron di tempatnya yang berada di gedung atas.


Namun sebelum angelo sampai pada ron, terdengar tepukan tangan tiga kali dari arah ron, bak pasukan berperang, orang-orang yang sudah siap dengan senjatanya keluar secara bersamaan dari bawah dan di samping ron, mereka sangat banyak ada sekitar 50 orang lebih, lebih banyak dari yang dulu pernah angelo lawan.


“ Ck, si*lan, beraninya main keroyokan, sebodo amat lah, yang penting adit selamet “ gumam angelo setelah ia berhenti beberapa saat.


“ Hajar guys, abisin tuh cecunguk satu, bawa mayatnya ke hadapan gue, kita balas kekalahan sekolah kita “ seru ron pada anak buahnya


Seketika seruan itu menggema di langit-langit


gedung kosong sunyi itu, bagaikan lebah yang di serang sarangnya, anak-anak SMA yupiter langsung menyerbu angelo tanpa pandang bulu lagi, kebencian dan kemarahan begitu kental menyelimuti wajah dan pandangan mata mereka semua.


Namun angelo tidak takut mati rupanya, ia sudah bertekad untuk menang dan membawa adit pulang bersamanya, sudah tidak ada kata mundur lagi dalam kamusnya, ia sudah terkepung puluhan orang yang siap membunuhnya jika ia lengah sedikit saja.


Buk….buk…..buk, satu persatu angelo menangkis tongkat-tongkat kayu dan baseball yang di ayunkan kepadanya, tubuhnya terus maju melawan orang-orang yang menghadangnya.


Bukkkk……seseorang dari arah belakang tubuhnya berhasil menghantam punggungnya, angelo menoleh ke belakang dengan tatapan yang tak kalah bengis dari mereka semua yang mengeroyoknya


Buk….bak…..buk, perkelahian tak terelakan lagi


Prang…..klontang….klontang, tongkat baseball dari salah seorang yang menghadangnya terpental dari tangan sang empunya, tanpa ba bi bu lagi, angelo langsung menghajarnya tanpa ampun


Satu orang berhasil tumbang olehnya, lanjut beberapa orang mulai tumbang.


Hosh…..hoshhh….hoshh nafasnya memburu seiring dengan keringatnya sudah berbaur dengan darahnya.


Raut muka ron yang semula tampak penuh dengan kemenangan dan senyum sinis mulai memudar melihat anak buahnya yang satu persatu tumbang oleh angelo.


“ Stop, gue bilang stop, fai bawa sandera ke sini “ teriaknya keras-keras, hingga mampu menghentikan perkelahian yang sudah setengah jalan itu, semua mata tertuju ke lantai atas, dimana ron berada.


Melihat seseorang dari arah belakang yang berjalan menghampiri ron, gigi angelo bergemeletukan, ia dapat melihat dari arahnya dimana adit yang sudah tidak berdaya, tangannya terikat ke belakang wajahnya sudah penuh luka, lebam dimana-mana.


“ hey bre**sek, kalo lo berani ngelawan anak buah gue, gue pastiin adek lo mati saat ini juga “ teriaknya keras menggema di langit-langit ruangan


“ Fai, maju tiga langkah ke depan “ ucapnya menyuruh seseorang yang memegangi adit


“ Ck, si*lan lo ron beraninya bawa sandera ke dalam pertarungan, suatu saat lo pasti mati di tangan gue “ teriak angelo penuh amarah


“ Hahahahha, itu juga kalo lo masih idup keluar dari sini, bagaimana? Lo terima tawaran gue atau lo mau liat adek lo mati di depan lo, pilihan ada di tangan lo “


“ oke, gue terima tawaran si*lan lo, kalo lo sampe gak nepatin kata-kata lo, gue kejar lo sampe ke kuburan lo, inget kata-kata gue “


Angelo mengangkat kedua tangannya ke atas, ia pasrah dengan apa yang akan terjadi dengan dirinya, toh kalaupun dia tidak menuruti ucapan ron ia juga akan masuk rumah sakit setelah keluar dari sini, jadi tidak ada bedanya bagi angelo.


Ctak…..ron memberi tanda, begitu tanda di berikan, orang-orang yang tadinya diam di tempat masing-masing langsung berhamburan kembali menyerbu angelo, bagaikan patung yang tersihir, angelo hanya diam di tempat melihat segerombolan orang mengacungkan senjata mereka masing-masing.


Buk….buk….buk….buk, semua orang yang mengelilinginya seakan berteriak dalam hati mereka masing-masing menyuarakan kemenangan mereka, angelo hanya bisa menerima pukulan yang di lakukan orang-orang itu.


Uhuk…..uhukk….uhukk, angelo terbatuk-batuk saat salah seorang dari mereka menghantam kuat-kuat perutnya, angelo tumbang, namun orang-orang yang mengelilinginya seakan tak mau berhenti memukulnya, mereka malah semakin menjadi-jadi.


Grumm…..grummm….grumm, tin….tin….tin….tin, terdengar suara gaduh dari luar gedung, suara itu semakin dekat menuju ke arah dimana angelo berada.


Semua orang yang berada dalam ruangan itu berhenti melakukan kegiatannya.


Deru nafas angelo semakin melemah, indera pendengarannya hanya mampu menerima suara gaduh dari luar sayup-sayup, senyum terlihat di bibirnya meski sudah bersimbah darah, dalam hatinya berkata “ syukurlah bala bantuan datang, gue serahin tugas gue sama lo dan, gue harap lo menang “


Grummm…..grummmm…..ciitttt, segerombolan orang masuk mengenakan motornya langsung mengelilingi orang-orang yang memukul angelo tanpa ampun, mereka semua menatap dengan garang ke depan, masih mengenakan helm full face.


Salah satu dari mereka, langsung membuka helm full facenya dan memberikan kode untuk mematikan mesin motor mereka


Tanpa ba bi bu lagi, ia langsung berlari menghampiri angelo yang masih setengah sadar


“ Dasar be*o, apa susahnya si minta bantuan ke gue, emang dasar mau jadi jagoan sendiri lo yah gel, untung gue baik, kalo gak udah gue biarin lo mati di sini “


“ Hehehe, hhh…hhhh, thank's dan udah nolongin gue, kekuatan gue cuma tinggal buat habisin ron, gue serahin sama lo sisanya“ ucapnya dengan nafas yang tersenggal-senggal


“ Oke, lo bisa percaya sama gue, lo istirahat dulu “


Angelo mengangguk. Dani langsung membuka helm full facenya begitu ia selesai berbicara dengan angelo.


“ Woey kalian, kenapa berenti, lanjut hajar “ teriak ron keras-keras


Dani menoleh ke samping kanan dan kiri lantas mengangguk, seperti paham dengan maksud yang di berikan dani, mereka semua yang berada di sisi kanan kiri dani, langsung turun dari motornya dan menyerbu orang-orang yang berada dalam gedung itu


Buk….buk….buk….bak….bak, perkelahian sengit terjadi lagi, bedanya sekarang mereka imbang.


“ Woey angelo bre**sek, inget kata-kata lo, gue lempar ni adek lo “ teriak ron di tengah-tengah perkelahian


“ Ck, sia*lan tuh orang, ganggu gue istirahat aja “ ucap angelo pelan, lantas ia bangkit dari tidurnya, meski kakinya sudah tak mampu lagi menopang berat tubuhnya namun ia lebih tidak mau lagi melihat adit mati di depannya dengan mengenaskan


Istirahat sebentarnya sudah cukup sedikit memulihkan tenaganya, meski ia merasa tangan sebelah kirinya patah, tapi ia berfikir masih mempunyai satu tangan lagi yang masih sanggup menghabisi ron


“ hahahaha, masih bisa bangun ternyata lo gel, tapi lo telat, mana bisa lo kesini dengan keadaan kaya gitu “ ucapnya lagi


Smirkkk, senyum sinis tercetak di bibir angelo


“ Fai, dorong sandera, kita liat ketua geng xtc nangis bareng-bareng “ ujar ron tertawa keras


Namun baru saja fai yang di suruh ron untuk mendorong adit melangkahkan kakinya maju satu langkah ke depan


Buk….seseorang dari arah belakang menghantam tepat di kepala ron


“ Kalo lo berani dorong dia, gue dor kepala lo, biar isi otak lo berhamburan “ ucapnya bengis


Fai langsung mundur membawa adit, sementara ron tersungkur dengan kepala yang bersimbah darah, namun ia masih sadar.


Dengan susah payah ia bangkit dari posisinya, memandang ke arah seseorang yang mengacungkan pistol dengan senyum sinisnya.


“ Hahahaha, gak gue sangka, si sia*an bakal menang lagi hari ini, tapi tidak semudah itu “ ucapnya masih dengan posisi setengah berdiri


Clap….clap….clap, datanglah 10 orang dari kegelapan membawa senjata tajam


“ Duh, ****** deh gue “ gumam rio yang masih mengacungkan senjata tajam bohongannya itu


“ Gimana? Bingung kan lo “ ucap ron terkekeh


“ hajar “ teriak ron kembali


Buk…buk…buk, rio menangkis belati, menendang perut lawannya, ia berputar-putar seperti aktor laga yang sudah sangat profesional satu persatu lawannya tumbang, sementara ron sibuk dengan rio dan memegangi belakang kepalanya.


Ia tak menyangka angelo sudah berdiri tepat di sampingnya, meski terseok-seok ahirnya angelo sampai juga di atas berkat pertolongan dani yang membuka jalan untuknya, sementara di bawah perkelahian terus terjadi tanpa terelakan, hasilnya sudah mulai terlihat, anak-anak SMA yupiter sudah banyak yang tumbang.


“ heh, lo ba*ci yang beraninya main keroyokan, emang lo itu ibarat jamur, meski udah gue pites tetep aja tumbuh, lo mesti kudu gue cabut sampe akarnya biar gak bisa tumbuh lagi “ ujar angelo di samping ron, ia sudah memegang tongkat baseball di tangan kanannya, karena tangan kirinya sudah tidak bisa berfungsi lagi.


Ron tersentak, pandangan matanya terlihat sangat terkejut


“ lo pasti bertanya kan? Bagaimana bisa gue nyampe sini, liat aja ke bawah, pasukan lo udah pada tumbang, sekarang giliran lo “


“ hyaaa “ bukkk….. angelo menghantamkan tongkat baseballnya ke arah ron, namun sayang ron berhasil mengangkisnya.


Buk….buk…..buk….duk, angelo terus menyerang membabi buta ke arah ron, tatapan matanya seakan tak peduli lagi mau lawannya mati atau tidak, yang penting amarhnya dapat tersalurkan


Perkelahian itu masih terus berlanjut hingga pemenang dari salah satu mereka di tentukan.


Tbc…..