my love is a bad boy

my love is a bad boy
episode 73



Episode 73


Rintik….....rintik hujan terdengar pelan, hujan deras yang mengguyur kota Jakarta dalam waktu hampir 3 jam, perlahan mulai berhenti, langit putih tertutup mendung pun telah berganti gelap menandakan hari sudah petang.


Mila dan adit masih berada di ruangan angelo bersama dengan rio, dani dan dimas, saat ini waktu sudah menunjukan pukul 19.00 WIB.


Ring…..ring…..ring…..ring, ponsel dari arah mila berbunyi, mila segera mengambil benda bunyi tersebut untuk melihat siapa yang menghubunginya saat ini, terlihat nama bapak di layar ponsel mila, ia langsung mengangkat teleponnya


“ hallo “ ucap mila


“ hallo nak, kamu dimana sekarang? Adit sama kamu apa tidak?” ucapnya terdengar khawatir


“ iya pak, ini mila lagi di rumah sakit, iya sama adit kok pak”


“ syukurlah kalo gitu, kapan pulang nak?Bapak sudah di rumah sejak jam 17.30 tadi, kalian sudah makan apa belum?”


“ sebentar lagi pak, mila pulang sama adit, iya kami sudah makan kok pak, kalo bapak sendiri sudah makan apa belum? Apa perlu mila bawakan makanan nanti pas pulang?”


“ hmmm, baguslah kalo gitu nak, gak usah, bapak sudah masak ini, baru selese, kalo kalian mau, bapak bisa menunggu kalian, nanti kita makan bareng” ucapnya pelan


“ mmmm, ya sudah kalau begitu pak, kami akan pulang sekarang, bapak bisa menunggu kami sebentar lagi, tapi kalau bapak sudah lapar makan dulu aja gapapa nanti mila sama adit nyusul”


“ gapapa nak, bapak nunggu kalian pulang, ya sudah kalau begitu, pulangnya hati-hati ya”


“ iya pak”


Tut….., mila memutuskan sambungan teleponnya, lantas memasukannya kembali ke dalam saku celana jeansnya.


“ bapak yah kak” ucap adit yang dari tadi memperhatikan kakaknya mengangkat telepon


“ iya dit, kita harus pulang sekarang, sudah jam segini, bapak menunggu kita” jawab mila


“ ya sudah kalau begitu kak”


Angelo yang sedari tadi berbincang dengan dimas, tampaknya menyadari gelagat dari kekasihnya itu, lantas ia bertanya, “ ada apa beb” ucapnya


Pertanyaan angelo pada mila membuat dimas menoleh ke belakang, dani dan rio yang tengah kekenyangan sehabis menyantap pizza dengan lahapnya pun ikut ingin tau


“ ini, aku sama adit harus pulang sekarang gel, udah malem soalnya” ucap mila


“ hmmm, iya sih emang udah malem sampe gak berasa aja, ya sudah kalau begitu gapapa” jawabnya menghela nafas pelan


“ mila mau pulang? Biar abang anter ya? Sekalian abang mandi sama ganti baju, nanti gliran sama dani dan rio “ ucap dimas ikut menimpali


“ ide bagus itu bang, kamu mau kan beb, di anter bang dimas? Lagian ini udah malem abis ujan juga “


“ hmmm, ya sudah gapapa kalo tidak keberatan, aku juga harus cepat sampai rumah sih, sebab bapak sudah menunggu di rumah, sebelumnya terimakasih ya kak dimas”


“ ehmmm, gak masalah, ya udah yuk kita jalan sekarang"


Mila mengangguk, lantas mengajak adit, sebelum pulang ia berpamitan dengan rio dan dani lanjut dengan angelo, sedangkan adit sudah jalan dahulu bersama dimas


“ beb, kamu pakai jaket yah, ini bisa pake punyaku, pasti dingin di luar” ucap angelo sembari menyerahkan jaketnya saat mila berpamitan padanya


“ eh, gak usah gel, kamu pasti lebih membutuhkannya dari pada aku, lagian aku kan sama kak dimas naik mobil pasti ya gak bakal lama di jalan”


“ gak kok, aku gak butuh-butuh amat, nanti kalo aku dingin bisa minjam punya dani atau rio, lagian mereka berdua kan mau pulang sebentar lagi pasti bisa ngambil lagi, mau ya “ ucapnya memaksa


Mila menghela nafas pelan, “ ya sudah kalau begitu, aku ambil jaketnya, thank’s ya gel, aku pulang dulu” ucap mila tersenyum


Angelo mengangguk dan tersenyum pada mila


“ dan, yo, aku pulang dulu ya, titip angelo “


“ yoi, ati-ati di jalan” jawab dani dan rio bersamaan sambil mengangguk


Mila mengangguk lantas berjalan menuju pintu membukanya dan menutupnya kembali, ia langsung berjalan dengan cepat begitu berada di luar ruangan angelo menyusul adit dan dimas yang sudah berjalan jauh di depannya.


Dan benar saja, saat kakinya sampai di pintu depan rumah sakit, adit dan dimas sudah tidak kelihatan lagi.


Beeppp….......beeeppp, klakson mobil mewah berwarna biru yang biasa di pakai angelo untuk menjemput dirinya sudah menyambutnya di pintu rumah sakit, mila langsung berlari menghampiri mobil tersebut, dan membuka pintunya


“ maaf lama kak “ ucap mila begitu masuk ke dalam mobil


“ iya gapapa, pasti di tahan sama angelo yah, udah tau abang kalo itu” jawabnya enteng


“ hmmmm, gak kok bang “


“ ya sudah kita jalan sekarang, pake sabuk pengaman dulu biar aman “


Mila mengangguk, lantas menarik sabuk pengaman di sisi tubuhnya.


Brummm…..wushhh, mobil berwarna biru yang mila tumpangi langsung melesat dengan cepat membelah gelap dan dinginnya malam, terlihat lampu-lampu jalan sudah banyak menerangi setiap sisi jalan yang mereka lewati


🍂🍂🍂🍂🍂


Di ruang angelo,


Dani yang tadi duduk sambil menyandarkan kepalanya langsung merebahkan dirinya, ia merasa sangat kenyang, sedangkan rio sudah memainkan ponsel miliknya.


“ udah kaya ba*i aja lo dan, abis makan kekenyangan langsung tidur” ucap angelo sembari mengambil gelas yang berada di samping ranjangnya


“ terserah gue dong gel, suka-suka gue, btw si andi kok gak nyampe-nyampe yah dari tadi, apa dia kesasar” ucap dani santai


“ iya nih, gimana yo, udah hubungin lo lagi belum? Jangan-jangan beneran, apa yang di katakan dani lagi “


“ gak mungkin lah, emang andi bocah, tapi dia belum hubungin gue sih, bentar gue hubungin dulu kalo gitu “ ucap rio


Angelo mengangguk, rio langsung mencari nama andi di kontaknya lantas memencet namanya


Tring….tring…..tring, suara ponsel berdering di luar ruangan angelo


“ loh kok suara ponselnya ada di luar” ucap angelo


Ceklek…….,pintu terbuka, terlihat andi membawa dua kabtung kresek berukuran besar di kedua tangannya


“ yoy, semua, sorry gak gue angkat, tangan gue gak muat, nih pesenan lo yo, vitamin” ucap andi sembari menaruh kantung kresek di meja depan dani dan rio


“ wuihhh, banyak amat ndi, lo bawa satu toko kesini?” ucap dani, ia langsung bangkit dari rebahannya


“ iya parah nih bawa apa aja lo ndi” timpal rio


Angelo ikut menyimak pertanyaan yang di lontarkan dani dan rio pada andi, karena dirinya juga memang ingin tau apa yang andi bawa sampai sebanyak itu


“ aishhh, sembarangan, kalo gue bawa setoko ya gak segini lah dasar be*o, itu makanan yang lo minta, terus ada oleh-oleh dari brebes rumah sepupu gue yang nikahan kemaren” jawabnya, ia mengambil posisi duduk di samping rio


“ wahhh, udah telat lo ndi bawanya, dua cecurut itu udah kekenyangan “ ucap angelo terkekeh


“ isttt, tenang gel, masih muat kok, buat nanti, kan kita biasa begadang nungguin lo, jadi ya lumayan makanan banyak biar gak ngantuk, apalagi udah lengkap nih kita” sahut dani


“ iya tuh, ada apaan sih di sana” timpal rio


Sementara rio dan angelo sibuk mewawancarai andi, dani tampaknya tengah sibuk sendiri dengan kantung kresek di depannya, ia hanya menyimak sesekali obrolan yang terjadi di antara teman-temannya


“ oh iya, gue sekalian liburan, biasa lah kan udah mulai libur semester kita, lagian di suruh berangkat juga gak ngapa-ngapain kan di sekolah, ya mending jalan-jalan hirup udara seger enak deh “ ucap andi


“ oh gitu pantesan, eh btw si angelo juga mau ngadain piknik ndi, lo ikutan gak?” tanya rio


Angelo mengangguk menimpali ucapan rio


“ serius gel, kemana emang?” tanya andi ingin tau


“ ke vila kakek gue di puncak, kebetulan banget gue udah lama gak kesana, sekalian nengok mereka sekalian kita nikmati udara segar disana, ibarat sambil berenang minum air” ucap angelo tersenyum songong


“ elah kutu rambut, songong banget kata-kata lo, udah pake ibarat segala” cibir dani


“ woey sembarangan ganteng gini lo panggil gue kutu rambut, kalo gue kutu rambut lo apaan, buntelan kentut” timpal angelo tak mau kalah


Andi dan rio tertawa mendengar dani dan angelo saling mengejek, alih-alih menengahi pertengkaran yang terjadi mereka berdua justru ikut-ikutan dalam ejekan dani dan angelo.


🍂🍂🍂🍂🍂


Mobil mewah berwarna biru berhenti di depan area komplek jalan mawar.


“ terimakasih kak, udah nganterin aku sama adikku” ucap mila sembari melepas sabuk pengaman yang melilit tubuhnya


“ okey, tak masalah mil, kamu kan sama aja kaya adekku, jadi santai aja sama aku ya jangan sungkan” ucap dimas tersenyum


“ iya kak, mau mampir dulu kak?”


“ hmmm, kayaknya gak dulu mil untuk hari ini, kan kakak mau ke rumah sakit lagi bawa barang angelo sekalian gantian sama dani dan rio, lain kali deh kakak mampir nanti kakak ajak linda”


“ mmmmm, ya sudah kak, gapapa kalo gitu, sekali lagi terimakasih”


“ hmmmm” dimas mengangguk, tersenyum


Mila membuka pintu mobil dan menutupnya kembali perlahan, mila dan adit berdiri di sisi mobil yang sudah mengantar mereka, kaca mobil terbuka sedikit, terlihat dimas mengangguk dan tersenyum pada mila dan adit, mila menjawab dengan tersenyum, sesaat kemudian mobil yang di kendarai dimas sudah melesat meninggalkan mila dan adit.


“ yuk dit jalan, bapak udah nungguin kita di rumah” ajak mila


Adit mengangguk, mereka berdua berjalan bersama menyusuri gang sempit sebelum sampai ke rumah.


Cukup lama mereka berdua berjalan tanpa berbicara satu sama lain, ahirnya mereka sampai.


Begitu sampai di depan pintu, ceklek……, pintu terbuka, terlihat pak maman berdiri di sana menyambut putra dan putrinya


“ ahirnya kalian pulang juga, yuk masuk yuk” ucapnya tersenyum ramah


“ bapak sudah menunggu lama ya” ucap adit


“ tidak kok, bapak baru aja selese sembahyang tadi, masuk dulu yuk”


Adit dan mila mengangguk, lantas mereka berdua mengikuti pak maman di belakangnya, mereka bertiga berjalan menuju meja makan.


“ pak, mila mau menaruh tas dulu di kamar ya, nanti mila menyusul” ucapnya


“ iya, adit juga mau menaruh topi sama ganti celana dulu pak”


Pak maman tersenyum lantas mengangguk.


Mila dan adit berjalan menuju kamar mereka masing-masing, sedangkan pak maman mengambil gelas bersiap membuat minuman hangat untuk putra dan putrinya


Tapi sebelum dirinya mengambil teh dan gula, mila sudah berdiri di belakangnya


“ biar mila aja pak yang buat, bapak duduk aja, nunggu adit” ucap mila di samping pak maman


Pak maman menoleh,” ya sudah kalau begitu, kalau buat bapak teh nya jangan manis-manis ya nak”


“ iya pak, tenang aja, mila udah hafal kok, hehehe” mila tertawa kecil


Pak maman pun ikut mengangguk lalu ia berjalan menuju meja makan hendak duduk di sana.


Tak butuh waktu lama untuk mila membuat tiga cangkir teh hangat, terlihat dirinya sudah menaruh tiga cangkir itu ke atas nampan dan membawanya ke meja makan, menaruhnya dengan pelan ke depan pak maman, untuk dirinya dan adit, lantas ia mengembalikan nampan pada tempatnya, bersiap untuk duduk di samping pak maman


Ketika mila menarik kursi di depannya, terlihat adit baru saja keluar dari kamarnya, ia sudah berganti celana pendek, ia pun segera ikut gabung ke meja makan


“ ya sudah yuk kita makan sekarang, bapak sudah buatkan sop ayam kesukaan adit dan balado terong kesukaan mila” ucap pak maman


“ wah pasti enak nih, bapak masak sendiri?” tanya adit sembari membalikan piring di depannya


“ iya bapak sengaja masak sendiri, tadi kebetulan pekerjaan bapak selesai cepat dan sepertinya ny.sabrina tau kondisi bapak jadi beliau menyuruh bapak untuk pulang awal hari ini”


“ hmmmm, baik yah pak mamanya kak angelo”


“ iya dong, kalo gak baik mah gak mungkin bapak kerja lama di rumah mereka, kamu juga harus menghormati den angelo yah jangan bersikap tidak sopan dan sembrono padanya”


“ iya pak adit udah nyesel kok”


Mila tersenyum mendengarkan percakapan antara ayah dan adiknya itu.


“ nah seperti itu dong, mereka kan sudah berbaik hati menolong kita, bapak juga denger, kalau gak ada den angelo kamu pasti sudah celaka kan, syukurlah keluarga kita di kelilingi orang-orang baik” ucap pak maman menghela nafas pelan


“ iya pak” jawab adit


“ mmmmm, itu pak, mila ada sesuatu yang mau di bicarakan” ucap mila menyela


Pak maman menoleh ke samping, “ apa itu nak? “


“ itu, ini sih baru rencana, mila gak tau jadi atau gak, tapi gak ada salahnya sih mila ngomong dulu sama bapak minta izin dulu sama bapak, mila gak mau buat bapak cemas sama mila”


Pak maman mengangguk dan tersenyum, ia sabar menunggu mila mengucapkan maksud dan tujuannya


“ itu, angelo ngajakin mila liburan di puncak pak, di vila rumah kakek sama neneknya, kira-kira mila boleh gak ikut pak?” ucapnya pelan


Pak maman terdiam mendengar ucapan mila, ia menatap ke depan.


“ tapi adit juga ikut kok pak, itu juga kalo bapak mengizinkan” sambung adit, ia menyadari atmosfir di sekitar mereka berubah


Pak maman menatap adit, ia masih diam tidak berekspresi apa pun pada putranya, mila pun ikut diam di sampingnya, ia tidak berani berkata lagi, selain menunggu jawaban dari ayahnya itu.


Tbc…..


author's note : hallo teman-teman, bagaimana kabar kalian? masih tetep stay kan sama aku. terimakasih banyak yah semuanya untuk dukungan kalian. semoga kalian selalu sehat dan dalam lindungan-Nya. amin


jangan lupa selalu jaga kesehatan dan rajin cuci tangan ya, semoga bumi kita dan negara kita bisa seperti dulu lagi, virus serta penyakit yang saat ini sedang gencar cepat hilang. amin 🙏