
Episode 53
Waktu menunjukan pukul 2 siang, waktu yang seharusnya untuk istirahat bagi siwa siswi SMA venus setelah seharian belajar di kelas, tapi tidak dengan angelo, saat semua teman-temannya bersiap pulang ke rumah agar bisa merebahkan diri, makan masakan ibu, atau bahkan main bersama teman, dirinya justru baru keluar dari tempat persembunyiannya yaitu kamar yuda
Tubuhnya merasa lebih baik setelah seharian hanya berbaring sambil memainkan ponsel miliknya, ia memutuskan untuk keluar kamar dan pergi ke rumah mila, sudah sejak semalam hatinya ingin bertemu dengannya namun karena kondisi yang tidak memungkinkan ahirnya angelo hanya bisa bersabar menahan semua rasa yang sudah campur aduk dalam hatinya, bukan tidak mau bertemu dengan kekasih hatinya, namun ia lebih tidak mau lagi jika suasana hatinya akan mempengaruhi sikapnya di depan mila, begitu pikirnya
Angelo berjalan menuruni tangga melihat ke sekeliling rumah besar dan mewah itu, terasa begitu sepi beda dengan rumahnya meski sama-sama besar entah kenapa suasananya berbeda, rumahnya lebih terasa hangat meski ia sering di rumah hanya dengan asisten rumah tangganya, jika ayah,bunda dan kakaknya pergi dengan pekerjaan mereka masing-masing, belum pernah dirinya pergi ke rumah mewah dan besar bernuansa dingin seperti sekarang
“ maaf den anda mau kemana?” ucap seorang wanita paruh baya, penampilannya sama dengan si mbok di rumahnya
Angelo cukup terkejut, ia tidak menyadari seseorang melihat dirinya yang sedang melihat-lihat sekitar sebelum ke luar dari rumah itu
“ emmm, saya mau pulang mbok, sudah jam segini, sebentar lagi yuda pasti akan pulang, tolong sampaikan rasa terima kasih saya padanya, jika ada kesempatan saya pasti akan mengajaknya berkunjung kerumah” ucap angelo tersenyum ramah
“ begini, den yuda berpesan pada kami yang ada di sini jika temannya den yuda belum membaik belum boleh keluar dari rumah ini, dan den yuda sepertinya tidak pulang lagi hari ini” katanya ramah
“ saya sudah baik-baik saja kok mbok, sebelumnya terimakasih sudah merawat saya, tolong sampaikan salam saya ke yuda, terimakasih, saya pamit dulu mbok” angelo tersenyum ramah sembari mengangguk
Wanita paruh baya itu hanya mengangguk dan tersenyum ramah, meski angelo dapat melihat dari sepasang manik kelam miliknya ada sedikit kecemasan membiarkan tamu majikannya pergi begitu saja, padahal sebelumnya sudah di beri pesan agar menahannya sampai merasa baik.
Namun angelo sudah tidak bisa berdiam diri lebih lama lagi di rumah seseorang yang bahkan ia sendiri tidak terlalu akrab dengannya,
Angelo membuka ponselnya mencari aplikasi greb untuk mengantarnya ke tempat tujuan karena ia sudah tau motornya ada di rumah dani, jadi ia tidak perlu merasa khawatir lagi akan hal itu, sekarang yang terpenting adalah bertemu dengan kekasihnya dan melihat wajahnya, berharap dapat mengusir segala kegundahan dalam hatinya
🍂🍂🍂🍂🍂
Ramai, sesak, seperti biasa menjadi pemandangan setiap kali pulang sekolah tiba, semua anak yang berada di dalam kelas seperti berebut ingin keluar terlebih dahulu untuk merasakan udara di luar kelas setelah merasakan pengap seharian di dalam dengan latihan-latihan soal untuk persiapan ujian kenaikan kelas, belum lagi tugas makalah dan presentasi yang di berikan sebagian guru cukup membebani fikiran mereka
Mila pun merasa begitu apalagi besok hari senin adalah jadwalnya presentasi makalah biologinya dan itu artinya hari ini dirinya dan linda harus kerja kelompok lagi tanpa pulang ke rumah terlebih dahulu, sebenarnya besok bisa saja kerja kelompok namun linda tidak bisa lama karena ada urusan dengan keluarga katanya, jadilah mereka sepakat untuk kerja kelompok hari ini dan langsung menyelesaikan hari ini juga agar bebannya berkurang sedikit
Saat ini mereka berdua tengah berjalan ke luar kelas dengan wajah kusut setelah berkutat dengan soal-soal matematika persiapan ujian, apalagi mila wajahnya yang terlihat masam sejak tadi pagi saat ini terlihat lebih masam lagi, helaan nafas berat terdengar dari arahnya
“ heuh, astaga lin, rasanya gue pengen rebahan di kamar deh, capek banget ni otak sama badan” keluh mila
Linda menepuk bahu sahabatnya dengan cukup keras, nyengir “ ya elah mil, semangat dong, gue tau lo galau karena pangeran lo gak ada kabar tapi bukan berarti lo harus pusing sendiri mikirinnya, percaya aja sama dia, gue yakin dia juga mikirin lo”
“ haihhh, bukan masalah gak percaya lin, lo tau kan gue udah ngomong sama lo tadi waktu istirahat di kantin, dia sempet ngejawab telepon gue tapi kenapa gak ngomong apa-apa kan gue jadi kepikiran terus, mana denger dari dani dia lagi nyariin juga ya udah lah lengkap nih otak mikirin mulu, lo gak tau sih rasanya” oceh mila menghela nafas panjang
“ sayangku, bukannya gue gak tau rasanya, tapi lo juga gak boleh gini terus dong, nanti kalo angelo tiba-tiba datengin lo terus liat wajah lo kusut kaya gak ada nyawanya gitu, mau ngomong apa dia? Bisa-bisa kabur duluan sebelum sempet ngomong sama lo saking takutnya liat wajah lo” linda terkekeh di samping mila
Mila menoleh, menatap linda jengah “ ahhhh, udahlah makin bête deh gue kalo ngomongin ini sama lo, eh nih kita ke rumah sakit lagi kan? Secara yuda belum berangkat hari ini”
“ ehehe, iya kita ke rumah sakit dulu, semoga aja hari ini kita selese yah biar besok weekend bisa santai gak mikirin tugas, gue juga sibuk sih, tapi gue heran deh mil, kira-kira siapa yah yang di jaga sama yuda di rumah sakit”
“ hmmm, semoga aja deh yah, makanya otak lo di kuras hari ini biar kita cepet selese, ya mana gue tau, bukan urusan kita ah, kita kesana kan cuma buat kerja kelompok doang”
“ ehh, tapi…..” ucapan linda menggantung, mendelik ke arah mila yang berjalan cepat meninggalkan langkah pelannya
“ udah gak usah tapi-tapian, yuk buruan, nanti gak selese kita” ujar mila di depan
Linda berlari menghampiri mila yang sudah berjalan agak jauh darinya, lantas mereka berdua masuk ke dalam mobil milik linda dan sesaat kemudian mobil yang membawa mereka sudah melesat meninggalkan halaman SMA venus
🍂🍂🍂🍂🍂
Settt…..laju mobil greb yang di tumpangi angelo berhenti tepat di depan komplek jalan mawar, angelo membuka pintu mobil sebelum itu ia membayar dahulu tariff yang tertera pada layar ponselnya untuk perjalananya dari rumah yuda menuju ke rumah mila
Setelah itu ia berjalan pelan menyusuri gang sempit komplek jalan mawar sembari menahan rasa perih pada sisi perut sebelah kanannya, pandangan matanya lurus ke depan tanpa memperhatikan sekeliling lagi, tak selang waktu lama langkah kakinya, ahirnya berhenti di halaman rumah sederhana milik kekasihnya
Terlihat sepi, ya mungkin mila belum sampai ke rumah, begitu pikirnya, meski sudah berfikir begitu anehnya dirinya tetap mengetuk pintu rumah mila lantas tertawa kecil
“ dasar b*go, ya gak bakal ada yang buka lah” gumamnya
Krekk…..pintu terbuka, angelo terkejut bukan kepalang setelah berguman sendiri
“ eh, kak mila belum pulang” ucap adit menyambut angelo
“iya kaka tau kok, tadi gak sengaja aja ngetuk pintu, ternyata ada orang, kamu udah pulang sekolah” ujar angelo mengusap belakang kepalanya sembari mengatur ekspresinya setelah merasa kaget
“ masuk dulu “
Angelo menghela nafas pelan, ia tau adit memang cuek padanya namun ada rasa sedikit lega ia di persilahkan masuk oleh calon adik iparnya itu
“ makasih dek, kaka bakal lama disini gapapa?”
“ duduk dulu kalo gitu, jangan panggil aku dek, kita gak sedekat itu, mau minum apa?”
Krekk…..terasa seperti ada yang patah dalam hati angelo mendengar ucapan yang terlontar dari mulut calon adik iparnya itu , ia diam sambil mengusap dadanya
“ gak usah repot-repot, kamu kan masih belum enakan, gak usah pikirin kaka disini, kamu istirahat aja “
“ bagus deh kalo gitu, siapa juga yang mikirin kamu, jadi orang tuh jangan kepedean, itu cuma bentuk sopan santun aja ke tamu” ucapnya cuek tanpa ekspresi
Angelo menghela nafas pelan, “ sabar gel sabar, dia calon adikmu” batin angelo
Sembari menyunggingkan senyum di bibirnya.
“ ya udah aku tinggal ke kamar ya “
“ oke kalo gitu”
Adit mengangguk, berjalan meninggalkan angelo sendiri di ruang tamunya
Ia memposisikan dirinya senyaman mungkin seperti biasa di sofa sederhana milik mila tempat yang ia rindukan
🍂🍂🍂🍂🍂
Srashhhh……..hujan turun saat mila dan linda baru sampai di kantin rumah sakit menunggu yuda datang menghampiri mereka
“ aishhh, kenapa sih ahir-ahir ini sering banget hujan” mila menghela nafas
“ ya biarin aja kali mil, lo sensi banget deh, aih ni mana lagi makanan kok lama banget gak dateng-dateng”
Mila terdiam kembali setelah mengeluh pada linda, pandangan matanya menangkap yuda yang berjalan mendekat ke mejanya
“ sorry yah lama, tadi ada masalah dikit” ucapnya sembari meletakan tas dan bukunya di atas meja
“ hmmm gak papa yud, kita aja baru duduk disini” jawab mila
“ eh kalian udah pesen makanan belum?” tanya yuda masih berdiri di depan mila dan linda
“ udah kok yud, ini lagi nunggu, lo duduk aja” ucap mila, ia mulai membuka buku
Yuda mengangguk memposisikan tubuhnya duduk di depannya bersiap membuka tasnya
“ eh yud, lo jagain siapa sih di rumah sakit?Perasaan lo sibuk banget deh dari kemarin udah dua hari kan lo gak berangkat sekolah?” tanya linda ingin tau
Yuda menghentikan tangannya yang sebentar lagi membuka resleting tasnya
Menghela nafas panjang, “ gue belum cerita yah sama kalian? Sorry yah, gue jagain sepupu gue, bukan sepupu asli sih cuma gue sama dia udah temenan dari kecil, dulu waktu gue belum pindah ke paris gue sama mamanya deket banget kita berdua juga udah kaya adek kaka jadi aku nganggep dia udah kaya adek sepupu gue”
“ wow, lo pernah di indo? Gak heran si lo jago bahasa indonesianya, emang berapa lama?” tanya linda, matanya berbinar kemudian mendengar cerita yuda
“ emmm,lama sih, gue pindah ke paris pas kenaikan smp, itu juga ngikut ayah”
“ oh gitu, lah kamu disini sama siapa?”
“ gue sendiri, sebenernya sih pas dateng sama mama terus ayah tapi mereka langsung ke paris lagi dua hari sesudah nganterin gue, biasa perjalanan bisnis”
Yuda melirik mila di samping linda yang sedari tadi diam mendengarkan ceritanya
“ lo kenapa mil? Kayaknya murung banget”
Mila mendongak melirik yuda, menggeleng
“ lo gak tau yud, mila tuh lagi kehilangan pangerannya tau” ucap linda
Mila menoleh mendelik kea rah linda, “ apaan sih lo lin, gak kok yud gue lagi gak mood aja, capek banget soalnya”
“ hmmm, angelo yah” ucapnya menggantung
“ eh, lo tau yud angelo dimana?” tanya linda
“ emmmm, gak, gue gak tau” ucapnya, “ duh kenapa gue bohong sama mila” batin yuda
Linda menghela nafas panjang, duduk dengan rapi kembali, sementara mila hanya diam dengan banyak fikiran bersamanya,
tak selang waktu lama makanan yang di pesan mila dan linda ahirnya datang juga, linda yang sudah merasa kelaparan sejak pulang sekolah dengan cepat langsung mengambil bagiannya, memakannya dengan penuh perasaan bahagia tergambar di wajahnya
Sementara mila hanya geleng-geleng memperhatikan tingkah sahabatnya itu sembari menyesap minuman es lemon tea pesanannya untuk mengembalikan mood nya
“ eh kita presentasi senin kan yah” tanya yuda di tengah-tengah acara makan mereka
“ emmm yup, berarti kita musti selese hari ini, besok gue gak bisa ikut kerja kelompok” jawab linda sembari terus mengunyah makanannya
“ ya udah yuk kita mulai aja, lo sambil makan juga gapapa” ucap yuda membuka buku paketnya
Mila mengangguk mulai membuka laptop milik yuda bersiap mengetik isi makalah mereka yang belum selesai kemarin, mereka bertiga mulai berdiskusi dengan sedikit perdebatan antara linda dan yuda dan mila hari ini lebih banyak menurut pada usul mereka sambil sesekali memberi masukan sedikit.
Beberapa jam kemudian, mila meregangkan tangannya, menghela nafas panjang
“ ahirnya selese juga, cabut yuk lin, udah jam berapa ini” ucap mila melirik linda yang masih sibuk memasukan buku-bukunya ke dalam tas, lantas mengangguk menjawab pertanyaan mila
“ syukurlah kita selese hari ini, kalian berdua mau gue anterin gak?” yuda menawarkan
“ gak usah yud, gue ada supir kok, udah gue chat tadi, ni lagi di perjalanan” ucap linda
“ oke kalo gitu, kalian berdua hati-hati di jalan, sampai jumpa hari senin ya”
“ hmmm, terimakasih atas kerja keras kalian
berdua, kalo gitu gue sama linda pamit dulu ya yud, salam buat sepupu lo, biar cepet sembuh” ujar mila tersenyum
Yuda mengangguk tersenyum melambaikan tangan pada linda dan mila, mereka berdua berjalan keluar dari rumah sakit,
Sesampainya di luar rumah sakit hujan masih belum reda namun tidak sederas beberapa waktu lalu, hawa dingin mulai menusuk tulang, membuat mila ingin cepat-cepat sampai ke rumah mandi air hangat dan rebahan di kamarnya, pasti akan sangat menyenangkan, begitu pikirnya sambil tersenyum memandang malam gelap dengan guyuran hujan
Linda menepuk bahunya saat melihat mila diam tanpa merespon ucapannya, mila menoleh mengangguk mengikuti linda di belakang untuk segera masuk ke dalam mobil miliknya.
Tbc….