my love is a bad boy

my love is a bad boy
episode 67



Episode 67


Apa yang terlihat belum tentu benar, apa yang di dengar belum tentu tepat dan apa yang kita sangka belum tentu jadi kenyataan.


Setelah menerka-nerka sendiri hingga memenuhi kepalanya, ahirnya mila menyerah berasumsi sendiri, ia mulai berfikir, cepat atau lambat pasti akan tau juga dengan sendirinya.


“ sudahlah, bapak pasti sudah menunggu, lebih baik gue pesen makanan buat mereka daripada mikir hal yang gak penting “ gumam mila


Ia bangkit dari duduknya, membuang botol minuman yang sudah kosong ke tempat sampah, lantas berjalan menuju antrian yang sudah tinggal sedikit itu, ia menunggu dengan sabar hingga antrian tiba pada dirinya.


Setelah selesai memesan makan malam untuk ayah dan adiknya, mila langsung membawanya ke ruangan adit.


Tidak butuh waktu lama bagi mila untuk sampai ke ruangan adit yang memang tidak terlalu jauh dari kantin.


Cklek….......mila membuka pintu ruangan adit begitu ia sampai di depan ruangan adit, ayah dan adiknya itu langsung melihat ke arahnya .


“ maaf pak mila lama, tadi mila nunggu antrian agak panjang “ ucapnya sembari membawa satu kantung kresek berukuran sedang menuju ke meja samping ranjang adit.


“ tidak apa-apa nak, sekarang kita makan sama-sama yah, adit kamu belikan apa nak? “ tanya pak maman lembut


“ mila masih kenyang pak, adit mila belikan sup ayam biar dia cepet sembuh, kalo buat bapak, mila belikan nasi lengkap sama lauknya “


“ hmmmm, sepertinya enak dit, kakakmu bakal rugi ini tidak mau ikut makan dengan kita “ ucap pak maman sembari membuka kantung kresek yang mila bawa


Mila hanya diam menanggapi ucapan pak maman, lantas ia mengeluarkan ponselnya dari saku rok seragamnya, menyalakan ponselnya, waktu menunjukan pukul 20.00 WIB di ponsel mila, tapi ia belum berganti seragam dan belum mandi juga, sepertinya malam ini mila akan tidur seperti itu karena melihat dirinya yang tetap duduk-duduk saja sambil memainkan ponselnya padahal waktu sudah semakin larut.


Melihat kelakuan anak gadisnya, pak maman berkata, “ nak, apa kamu tidak akan mandi dan berganti pakaian? “ ucapnya lembut, ia tengah menyendok nasi untuk dirinya sendiri, sedangkan adit juga sedang makan dengan lahap di tempatnya


Mila menoleh ke samping, melihat ke arah ayahnya, “ nanti lah pak, mila masih agak malas, nanti pasti mila bakal mandi “ jawabnya


“ hmmmm, anak gadis itu gak boleh mandi kemalaman nak, gak baik buat kesehatan, apalagi kamu habis ujian tadi siang “ ucapnya lembut memberi nasehat pada mila


“ mmmm, ya sudah kalau begitu pak, mila ke kamar mandi dulu buat bersih-bersih “


“ nih, bapak bawakan baju ganti tadi, bapak tau, kamu pasti tidak bawa baju ganti kan “ ujar pak maman sembari menyodorkan tas selempang milik mila


“ iya pak, terimakasih ya pak, ya sudah kalau begitu mila bersih-bersih dulu “


Mila bangkit dari duduknya lantas berjalan menuju kamar mandi yang memang masih satu ruang dengan kamar adit, sebenarnya ada rasa malas dalam dirinya, namun ia tidak mau membantah ucapan ayahnya itu, alhasil dengan perasaan malas mila mulai mengguyur tubuhnya, rasa dingin langsung memenuhi sekujur tubuhnya, sedingin itulah perasaan mila saat ini, walaupun tadi sempat melupakan meski hanya sejenak tapi begitu ia sendiri dan berada di tempat yang sepi, perasaan tidak enak itu muncul lagi.


Helaan nafas panjang terdengar dari arahnya


🍂🍂🍂🍂🍂


Di ruangan angelo,


Dani dan rio masih menikmati pizza gigitan terahir mereka, sedangkan ny.sabrina sudah pamit pulang sedari pukul 19.30 WIB tadi, bukan ny.sabrina tidak mau menginap dan menemani angelo tapi angelo lah yang menyuruhnya untuk pulang dan berganti menjaga dirinya dengan dimas saja, mengingat kondisi ny.sabrina yang belum lama pulih dari sakitnya membuat angelo tidak mau jika ny.sabrina sakit lagi


Jadilah sekarang dirinya di tinggal bersama dengan dua curut yang setia menemaninya setiap hari.


“ elah kalian tega amat sama gue sih “ celetuk angelo memperhatikan rio dan dani yang masih asik dengan suapan terahir pizza mereka


“ lah, gue si mau aja kasih ke lo gel, tapi nanti kalo lo tambah lama disini bisa-bisa gue di bunuh sama bang dimas “ ucap dani


“ betul tuh kata dani, emang lo betah disini terus gel, kalo gue mah ogah, sehari aja rasanya udah kaya 1000 tahun disini “ timpal rio


“ halah lo mah lebay yo, kalo di nikmatin kaya gue ya gak bakal kerasa lama, emang sih rasanya bosen kalo kalian belum kesini, gue


cuma sama bang dimas doang, kadang-kadang dia suka ngilang tiba-tiba “


“ lah tu tau sendiri konsekuensinya napa masih ngrengek minta ke kita, ya gak yo “


Rio mengangguk menjawab pertanyaan dani


“ aishhh, ya lah, ya lah serah kalian berdua deh “ ucapnya menghela nafas panjang


Lantas angelo memalingkan wajahnya ke jendela kaca sampingnya, ia menatap malam gelap yang dingin di luar sana, ada perasaan aneh dalam dirinya saat melihat malam gelap di luar sana, ia merasa ada sesuatu yang hilang dari dalam hatinya, tapi ia tidak tau, apa sesuatu yang hilang itu, rasanya begitu menyesakan, sangat sedih dan menyakitkan.


Dalam diam angelo terus menatap ke luar, sesekali ia menghela nafas pelan


“ ada apa gel, ada yang sakit? “ tanya dani, ia rupanya memperhatikan tingkah angelo sedari tadi yang hanya diam menatap ke luar kaca jendelanya


“ gak ada dan, gue cuma ngerasa, kenapa yah hati gue rasanya sepi, sakit, kaya ada yang hilang, tapi gue gak tau itu apa, kira-kira lo bisa kasih tau gue gak “


Dani menatap ke arah rio lantas mengangguk, sedangkan angelo masih menatap ke luar kaca jendelanya


“ hmmmm, gue tau gel, kenapa lo bisa ngerasa kaya gitu sekarang “ ucapnya menghela nafas panjang


Mendengar jawaban seperti itu dari dani, angelo langsung menoleh ke arah dani,


“ apa yang lo tau dan, lo bisa ngomong ke gue“ ucapnya


“ gue bisa aja ngomong ke lo, tapi gue takut lo sakit kepala lagi, terus emosi lo meledak-ledak, gue gak mau itu terjadi ke lo lagi gel “


“ gak, gue udah gak papa sekarang dan, kalo gue sakit kepala lagi, lo bisa panggil dokter buat gue, kita masih di rumah sakit, gue bener-bener pengin tau “ bujuk angelo


“ baiklah, gue bakal ceritain ke lo, tapi janji yah, setelah denger ini lo jangan emosi, cukup diem terus dengerin aja”


Angelo mengangguk patuh, dani menatap rio, tatapan matanya seakan berkata, “ kita mulai pelan-pelan “, rio paham dengan tatapan mata dani, ia hanya mengangguk yakin


“ hati lo sepi, lo merasa kehilangan kan gel? “


Angelo mengangguk


“ karena lo udah ngelupain cinta tulus lo sama seseorang, lo gak inget sama sekali sama dia, itu yang ngebuat lo seperti ini “ ucap dani


“ sejak kapan gue bisa cinta-cintaan dan, lo tau kan gue anaknya kaya gimana, gue gak demen cinta-cintaan kaya gitu, mana mungkin gue bisa punya pacar dan mencintai dia lebih dari apa pun “


Angelo diam, mencerna baik-baik setiap ucapan yang dani keluarkan


“ jika benar kaya gitu, berarti gue udah buat seseorang nangis, hati dia pasti sakit banget tau gue gak inget sama dia, gue gak bisa bayangin itu dan “ ucapnya mengusap keningnya


“ ya mau bagaimana lagi, kita juga gak bisa nyalahin lo gel, memang sekarang lo lagi sakit, dia pasti paham sama lo, walaupun dia sedih, makanya lo berusaha inget sesuatu walaupun dikit tapi jangan sampe memaksakan diri lo, gue sama rio bakal selalu nemenin lo, apa pun keadaan lo “


“ bener gel, lo semangat ya, fokus sama diri lo sendiri biar lo bisa cepet sembuh, bisa main-main lagi bareng kita “


“ hmmm, thanks dan, yo, kalian udah mau ngertiin gue, gue bakal usaha pelan-pelan, semoga saja gue cepet inget “


“ mmmmm, selalu ada jalan bagi setiap orang yang mau berusaha gel “ ucap dani


“ iya, sok bijak lo deh dan. Hahaha “


“ elah ni anak, di bilangin juga “


“ iya, iya tau, eh btw jam berapa sekarang dan? “


“ bentar, biar gue lihat dulu di ponsel, ohh, udah jam 20.30 WIB gel, ada apa emang? “


“ oh, masih sore, gue pengen jalan-jalan bentar ke luar, lo bisa nemenin gue? “


“ mau kemana? Di luar dingin banget loh gel, bisa-bisa lo flu “ ucap rio


“ tenang bentar doang kok, gue pengen liat bintang, kali aja ada tuh bintang yang nyangkut di pohon. Hehehe “


“ okey, gue temenin, yo, lo ikut gak ? “ ajak dani


“ gak lah, gue *mager, kekenyangan nih, lo aja sono sama angelo, biar gue disini aja rebahan di sofa “ ( malas gerak )


“ okey kalo gitu, ya udah gel, lo pake jaket rio aja kalo gitu biar gak dingin banget, biar gue bantu, mau jalan atu naik kursi roda? Nanti gue yang dorongin “ ucap dani menawarkan


“ jalan aja dan, sekalian biar otot-otot kaki gue agak lemes dikit “


Dani mengangguk, lantas membantu angelo keluar dari kamarnya, mereka berdua berjalan perlahan menuju taman samping rumah sakit.


Di perjalanan menuju taman, angelo dan dani melihat mila dan yuda yang hampir bertabrakan, yuda berhasil menangkap tubuh mila yang hilang keseimbangan akibat bertabrakan dengan dirinya.


Nyess….seperti tertusuk, hati angelo merasa sakit melihat pemandangan itu, ia memegangi dadanya.


“ ada apa gel, lo sakit? Gue panggilin dokter ya “ ucap dani mulai panik, melihat angelo yang memegangi dadanya seperti menahan sakit


“ gak, gak perlu dan, gue emang ngerasa sakit, tapi bukan di luar dan, rasa sakitnya ada di dalam, tapi kenapa? Gue gak tau “ ujarnya masih memegangi dadanya


Dani langsung paham mendengar ucapan angelo, ya benar saja hatinya akan merasa sakit jika melihat kekasihnya berada di pelukan lelaki lain dan itu terjadi tepat di depan matanya, begitu pikir dani, meski begitu dani tidak mengatakan hal apa pun pada angelo.


“ gapapa gel itu normal kok, lo gak perlu khawatir, pelan-pelan aja, semua pasti akan normal lagi, yuk kita jalan lagi “


Angelo mengangguk, mereka berdua melanjutkan perjalanan kembali menuju taman, hingga melewati mila dan yuda.


“ hey mil, lo gapapa “ tanya dani begitu ia melewati mila


“ iya gue gak papa, tadi gue gak fokus aja jalannya jadi nabrak “


“ hmmm, ngapain cecunguk kaya lo jam segini ada di sini “ ucap dani menatap yuda setelah mengangguk pada mila


“ bukan urusan lo, gue mau disini kek, mau di luar kek, emang gue harus laporan sama lo? “ jawab yuda songong


“ oh songong yah lo, gue nanya baik-baik, lo malah jawabnya songong, emang minta di hajar “


“ udah dan, gak usah lo tanggepin orang gi*a kaya dia, kita pergi aja, keburu bintangnya ngilang “ ucap angelo yang hanya diam saja sedari tadi


“ okey, berkat angelo lo selamat yah kali ini, awas aja kalo lain kali gue ketemu lo kaya gini, gue bunuh lo. “ ucap dani menatap tajam ke arah yuda


“ cihhh “ yuda memalingkan wajahnya ke samping


“ mil gue duluan ya sama angelo, lo jangan deket-deket sama nih cecunguk, nanti lo rugi “ ucap dani sebelum meninggalkan mila dan yuda


Mila hanya mengangguk menjawab ucapan dani, ia menatap nanar punggung dani dan angelo yang mulai hilang di balik pintu kaca rumah sakit


“ lo gak papa mil “ tanya yuda sekali lagi


“ iya, gue oke kok yud, thank’s udah nangkep badan gue “


“ iya sama-sama, mau gue temenin jalan-jalan bentar di luar “ ujar yuda menawarkan diri


“ gak usah lah yud, gue lagi pengen sendiri dulu nenangin pikiran “


“ hmmm, ya udah kalo gitu, hati-hati ya mil “


“ okey, thank’s, gue duluan yud “


Yuda mengangguk tersenyum membiarkan mila pergi begitu saja meninggalkannya sendiri masih dengan menatap ke arahnya.


Mila berencana jalan-jalan setelah selesai mandi, tapi ia tidak menyangka akan bertabrakan dengan yuda di pintu masuk rumah sakit dan kejadian dirinya hampir saja jatuh di saksikan oleh angelo secara langsung, namun angelo hanya diam saja dan yang menyapanya malah justru dani, ada rasa sakit dalam dirinya mengingat hal itu, namun ia juga tak boleh merasa seperti ini, angelo sedang sakit, jadi ia harus kuat agar angelo juga kuat, begitu pikirnya


Ia juga iseng-iseng berfikir, jika saja itu angelo yang dulu pasti dia akan langsung berlari menarik kerah baju yuda, ia akan merasa tidak terima jika dirinya bersama dengan lelaki lain.


“ heehh” mila tersenyum kecut, berjalan menyusuri taman gelap sendirian.


Biarlah dinginnya malam menjadi temanku, biarlah hembusan angin menjadi tempat menumpahkan segala rasaku. itulah isi hati mila saat ini.


Tbc…..