
Episode 37
Tuk….tuk….tuk…..tuk, suara langkah kaki angelo terburu-buru membawa dirinya dan mila menuju ruang UKS, tidak jauh dari perpustakaan, begitu banyak tatapan mata tidak senang mengarah pada mereka berdua terutama tiga orang yang setiap hari berdiri di pojokan untuk melihat aksi angelo ketika latihan, mereka bertiga adalah nindy, feni dan via
“ mimpi apa semalam tuh si miskin, bisa-bisanya di rebutin dua cowok ganteng, bikin kesel aja” ucap feni di sebelah nindy
“ iya tuh, mana tuh si bule berani banget ngadepin angelo, apa bagusnya si miskin daripada kita” via menimpali
Nindy diam, tangannya mengepal, pandangan matanya lurus kedepan, ia sangat jengkel melihat yuda sepupunya dekat dengan mila, melihat angelo dengan mila saja sudah membuat hati nindy terbakar sekarang sepupunya malah ikut-ikutan seperti berebut mila dengan angelo, nindy mulai mengutuk mila dalam hatinya agar dia cepat putus dengan angelo dan tidak pernah tersenyum lagi
Feni dan via saling tatap satu sama lain setelah memperhatikan ekspresi nindy dia bahkan tidak merespon ucapan mereka berdua tidak seperti biasanya
“ eh nin, lo gak papa?” ucap feni menyentuh bahu nindy
Nindy tersentak, lantas menoleh padanya “ eh iya maaf, nindy ngerasa kurang enak badan nih”
“ kok kamu gak bilang dari tadi nin, ya udah mau di anter ke uks gak?” tanya feni
“iya yuk ke uks aja nin, kita temenin”
“ gak usah lah, balik ke kelas aja yuk, nindy gak mau kalo ke uks nanti ganggu angelo sama mila lagi”
“ ya ampun nindy gak usah mikir gitu kali”
“ udahlah nindy beneran lagi gak enak badan fen”
“ya udahlah yuk kita ke kelas aja” ajak via
Mereka bertiga ahirnya memutuskan untuk kembali ke kelas mendengarkan usulan nindy
🍂🍂🍂🍂🍂
Sementara itu diruang UKS,
Angelo duduk di depan mila, tangannya meraih kaki mila hendak membuka sepatu yang dikenakannya
“ lo mau ngapain gel” ucap mila berusaha mencegah tangan angelo
“ gue mau buka sepatu lo, mau liat gimana keadaan kaki lo”
“ gak usah, gue buka sendiri aja”
“udah jangan bawel, gak usah mikir apa-apa, biar gue yang lakuin” ucap angelo menatap wajah mila tanpa ekspresi
mila hanya diam pasrah membiarkan angelo membuka sepatunya setelah melihat wajah angelo tanpa ekspresi, tak lama angelo sudah berhasil membuka sepatu mila, terlihat kaki mungil berwarna putih milik mila memerah dan membengkak di bagian bawah tumit, dengan hati-hati angelo meletakan kaki mila diatas pahanya
“ sakit gak” tanya angelo seraya mengusap lembut kaki mila
“ eummm, lumayan”
“ bisa tahan dikit kan, cuma sakit sebentar”
Mila menganguk pasrah sembari memperhatikan kakinya di urut perlahan oleh angelo, rasa sakit langsung terasa sampai ubun-ubun saat angelo menyentuh bagian kakinya yang bengkak, mila meringis menahan sakit yang terasa, wajahnya pun ikut memerah, ia tidak bersuara sama sekali tangannya kuat mencengkeram sprei di bawahnya
“ udah, udah selese, lo bisa buka mata lo” ucap angelo kemudian, ia tau mila dari tadi menahan sakit
“ fyuh, thank’s gel”
“ hmmmm, nih minum dulu biar enakan”
Mila menerima satu botol air mineral dari tangan angelo yang sudah terbuka tutupnya, lantas menyesapnya secara perlahan, ia berusaha mengatur nafasnya agar normal kembali, setelah selesai meminum air yang di berikan angelo, mila mengedarkan kembali pandangan matanya pada lelaki di depannya
Terlihat angelo tertunduk dengan posisi tangan berada diatas pahanya
“ gel lo kenapa?” tanya mila
Angelo diam tidak menjawab pertanyaan mila, melihatnya seperti itu mila langsung teringat adegan beberapa waktu lalu saat dirinya berada di depan perpustakaan bersama dengannya dan yuda, mila menghela nafas mengingat hal itu
“ liat gue gel” mila meraih pipi angelo
“ apa yang musti gue liat” ucapnya
“ gue tau lo marah sama gue, tapi apa yang lo fikirin itu gak bener gel, yang tadi lo liat juga gak seperti yang lo liat”
“terus apa yang terjadi?”
“ fyuh, gini, di kelas gue ada anak pindahan, gue di suruh pak gito buat nemenin dia keliling sekolah, pas gue lagi jalan tiba-tiba ada seseorang yang nabrak gue dan dia
cuma nolongin gue bangun aja gak ada yang lain” tutur mila menjelaskan
“ tapi gue gak suka liat cara dia mandang lo, gue gak suka lo deket-deket sama dia”
“ya ampun gel, lo kenapa jadi kaya anak kecil gini sih, lo gek percaya sama gue?”
“bukan gitu”
“ oke gue tau, percaya sama gue ya dan gue minta lo jangan berantem kaya tadi, lo bisa”
“hmmmm”
“ ya udah kalo gitu, gue mau kembali ke kelas, lo bisa balik latihan lagi”
“ gue anter yah, lo gak boleh nolak, kalo lo nolak, gue gak mau ikut latihan lagi”
“ hmmm oke, yuk”
Angelo meraih tangan mila lantas menciumnya dengan lembut lalu bangkit dari posisinya dan mencium kening mila penuh kasih sayang
“ gue sayang lo mil” ucap angelo mengusap lembut pipi mila
“ gue juga”
Angelo mengangguk tersenyum mendengar ucapan mila lalu membantunya turun dari ranjang dan memapah tubuhnya untuk berjalan meninggalkan uks, sebelum berjalan angelo mencarikan mila sepasang sandal jepit agar kakinya merasa lebih baik untuk di bawa berjalan
Mereka berdua berjalan dengan pelan menuju kelas 2A, angelo sudah menawarkan diri pada mila untuk kembali membopongnya namun mila menolak usulannya oleh karena itu angelo mengalah dan membiarkan mila berjalan dengan pelan bersama dirinya
Suasana ramai kelasnya terlihat dari luar kelas, mila sudah bisa menebak kenapa kelasnya hari ini sangat ramai tidak seperti biasanya , benar saja tebakan mila tepat saat dia dan angelo menginjakan kakinya di depan pintu, seseorang sedang duduk di mejanya dengan di kerumuni anak-anak cewek yang terus berceloteh, mila menghela nafas panjang mendapati mejanya penuh dengan teman-teman sekelasnya bahkan ada dari kelas lain juga, nampaknya angelo tidak terlalu menghiraukan apa yang terjadi di kelasnya nyatanya dia tetap membimbing tubuh mila dengan hati-hati menuju ke bangkunya
“ woey, bisa minggir gak, gue mo lewat” teriak angelo
“ woey sialan, kalian budeg yah, apa musti gue hajar baru denger” teriaknya lagi lebih keras dari sebelumnya
Seketika kerumunan di depan mila dan angelo hening, mereka mulai menggeser tubuhnya masing-masing memberikan jalan pada angelo dan mila
“ ba*ot, ngapain lo duduk di sini hah”
Angelo kembali berteriak marah melihat yuda duduk di bangku mila, mendengar teriakan dari angelo, yuda langsung bangkit dari posisinya, ia memandang wajah marah angelo tanpa ekspresi
“ udah gel udah, lo udah janji kan sama gue gak bakal berantem, inget” ucap mila berbisik di telinga angelo
Angelo diam, nafasnya naik turun mencoba menahan amarahnya lantas membantu mila untuk duduk di bangkunya, setelah merasa mila cukup nyaman duduk di tempatnya angelo berbalik badan, ia mengedarkan pandangan matanya keseluruh anak-anak yang berkerumun di samping kanan kirinya
“ dengerin, gue mau kalian semua yang ada disini bubar”
Semua yang berkerumun di sekitar meja mila berbisik-bisik mendengar perintah angelo
“ kalian semua budeg, apa berani sama gue, sini maju kalo berani biar gue hajar” teriak angelo, tangannya mengepal
Perlahan semua yang ada di samping kanan kirinya melangkahkan kakinya pergi meninggalkan meja mila, dari tempatnya duduk mila dapat mendengar bisikan serta lengguhan kesal dari teman-temannya, ia hanya bisa diam sembari memperhatikan kerumunan yang mulai menghilang secara perlahan
Angelo kembali membalikan badannya, baru setengah dia membalikan badan, pandangan matanya langsung menangkap yuda yang masih berdiri di samping bangku mila
“ apa yang lo lakuin disini? Lo budeg gue ngomong apa tadi?”
“ meja gue disini”
“ apa lo bilang! Sejak kapan meja mila jadi meja lo”
“ aishhh, udah dong gel, jangan teriak-teriak terus, yud sorry lo dengerin omongan angelo yah, lebih baik lo pergi dulu” ucap mila memecah peredebatan diantara yuda dan angelo, kepalanya merasa pusing sejak ia mendengar angelo terus berteriak
“ oke kalo gitu, gue dengerin lo, kalo ada apa-apa lo bisa minta bantuan gue”
“gak perlu, pergi sana lo jauh-jauh” angelo menunjuk dada bidang yuda sembari berlalu di depannya
Yuda diam tanpa ekspresi lantas melangkahkan kakinya meninggalkan angelo dan mila berdua, ia cukup kesal hari pertamanya di SMA venus cukup buruk ketika dirinya bertemu dengan angelo beberapa saat lalu di depan perpustakaan, ia pikir tidak akan bertemu dengan angelo kembali setelah itu nyatanya mereka bertemu kembali bahkan angelo sampai memancing amarahnya namun dirinya tidak bisa berbuat apa pun selain diam dan menyimpan kekesalannya sendiri, yuda diam tidak melawan angelo atau berdebat dengannya bukan karena dia tidak berani dengan angelo, akal sehatnya lebih maju duluan daripada emosinya mengingat dirinya baru pertama kali masuk ke SMA venus tidak akan baik baginya jika memulai perkelahian di hari pertamanya masuk pasti akan menciptakan imej buruk baginya, yuda hanya bisa menarik nafas panjang menahan emosinya
🍂🍂🍂🍂🍂
Suasana hening di kelas mila menemaninya bersama angelo saat ini, angelo sukses membuat seisi kelasnya pergi keluar
“ gel lo boleh pergi sekarang gue udah gapapa”
Mila menyentuh pundak angelo mencoba memecah keheningan
“ oke, lo jaga diri ya, jangan sampai jatuh lagi”
“ hmmmm, thank’s gel”
“ ya udah gue pergi dulu, tar gue jemput pulangnya”
Mila mengangguk menjawab ucapannya, angelo berlalu meninggalkan mila tanpa ekspresi di wajahnya, kakinya berjalan menuju ke lapangan meski hatinya merasa tidak enak, ada begitu banyak perasaan bercampur menjadi satu di dalamnya, angelo tidak bisa berbuat apapun saat ini
Sesampainya di lapangan, dani menyambutnya dengan menepuk dada bidang angelo seperti biasa senyum lebar menghiasi wajah tampan dani
Angelo tidak menghiraukan ekspresi bodoh dani, ia langsung masuk ke tengah lapangan memulai latihannya bersama dengan tim garuda bangsa yang lain
Dani mengerutkan keningnya melihat wajah angelo tanpa ekspresi padahal sudah di godanya, dani diam lantas ikut gabung dengan yang lainnya
Beberapa menit kemudian angelo dan yang lainnya selesai melakukan latihan untuk hari ini, besok adalah hari terahir mereka latihan sebelum acara turnamen yang akan di laksanakan hari senin besok, angelo segera bergegas mengambil tas ransel yang berada di pojokan, berjalan tanpa menghiraukan panggilan dari dani, pikirannya kacau selama latihan, ia juga banyak menerima teguran dari pak heru akibat dirinya beberapa kali salah mengoper bola dan bahkan sampai membuat pelanggaran yang tidak di sengaja
“ woey gel, elah gue panggilin juga gak denger” ucap dani menjajari langkah angelo
Angelo diam tidak menjawab pertanyaan dani, menoleh pun tidak sama sekali
“ mau kemana gel”
“warung mbok jum”
“ serius, mau bolos nih kita? Gue ikut yah”
“hmmm”
Dani diam sembari berfikir dengan apa yang dilihatnya hari ini, ada yang salah dengan angelo, begitu pikirnya, namun ia tetap mengikuti langkah kaki angelo menuju kebelakang sekolah untuk mengambil motor
angelo langsung meraih helm full facenya ketika kakinya sampai di depan motornya begitu juga dengan dani lantas angelo menancapkan gas motornya dengan kencang menuju warung mbok jum di susul dengan dani di belakangnya
pandangan mata angelo menerawang jauh kedepan sembari terus mengemudikan motornya, pikirannya masih sangat kesal dan marah ketika mengingat tatapan mata dingin milik yuda dan air muka tanpa ekspresi miliknya saat ia berteriak di depannya beberapa saat lalu, ingin rasanya angelo melayangkan tinju ke muka sombongnya untuk memberinya peringatan siapa yang ada di hadapannya saat itu, akibat janjinya dengan mila untuk tidak berkelahi membuat dirinya merasa sangat tersiksa menahan emosi, angelo menghela nafas beberapa kali di perjalanannya
Tak selang waktu lama, angelo sudah menghentikan laju motornya tepat di depan warung mbok jum dengan cepat angelo turun dari motor, melepas helm, lantas melangkahkan kakinya masuk ke dalam warung
“ mbok buatin angelo kopi hitam 2 gelas ya” teriaknya
“gel, lo ngamuk yah, apa kesurupan, dateng-dateng langsung minta buatin kopi 2 gelas, mana kopi item lagi”
Angelo diam tidak merespon ucapan dani, tangannya sibuk mematik rokok yang sudah di apit bibirnya
Fyuhh…..asap mengepul menghiasi langit-langit warung kecil mbok jum, angelo menikmati rokoknya dengan banyak fikiran menemani
“ gel lo kenapa sih hari ini? Lagi dapet yah?”
“ dan gue boleh minta satu permintaan gak sama lo” ucap angelo tiba-tiba pandangan matanya serius menatap wajah dani
“ apa, jangan aneh-aneh, gue gak mau”
“ gue cuma mau minta satu hal sama lo, diem, bisa gak! Berisik, gak tau gue lagi pusing”
“mana ada orang yang tau kalo lo lagi pusing, orang di tanya diem aja”
“udahlah terserah lo dan, gue lagi gak mood ngadepin celotehan lo”
“ aishhh, jangan marah dong gel, gue kan
cuma bercanda, lo kenapa sebenernya”
Fyuhhhhh……angelo kembali menghembuskan asap ke langit-langit, menyenderkan kepalanya ke tembok menatap kepulan asap di atasnya yang bagai menari-nari di pandangannya, angelo bingung harus menjawab seperti apa ucapan dani saat perasaan di hatinya juga campur aduk jadi satu
Tbc....