my love is a bad boy

my love is a bad boy
episode 43



Episode 43


Pagi yang cerah, matahari sudah mengucapkan selamat pagi bagi setiap orang yang melihatnya, begitu juga dengan mila, langkahnya pelan menuju ke ruang kelasnya, di susul beberapa teman-temannya yang juga baru sampai di SMA venus sama dengan dirinya, setelah bergulat semalam suntuk dengan perasaannya memikirkan angelo, tidak terasa pagi menghampirinya, kantung mata menghitam sudah menjadi ciri khas dari wajahnya beberapa hari ini akibat dirinya tidak bisa tidur dengan nyenyak, hatinya sudah memutuskan hari ini harus bertemu dengan angelo dan menyelesaikan kesalah pahaman yang terjadi diantara mereka berdua, sudah cukup hari-harinya terasa masam akibat tidak mau mengalah dengan egonya, hari ini semua harus selesai


Tapi sebelum bertemu dengan angelo, mila terlebih dahulu meletakan tasnya di ruang kelas, terlihat juga suasana SMA venus belum terlalu ramai karena memang masih pagi, daripada harus berdiam diri di rumah mila lebih memilih untuk berangkat awal dan berharap bisa mengurangi sedikit beban di hatinya


“dorr”, linda menepuk kedua pundak mila berusaha mengagetkannya, namun yang di kagetkan justru tidak bereaksi apa pun terhadapnya, menengok pun tidak


“ apa sih lin “ mila mendengus sebal kepada sahabatnya


“ lo mau kemana? Pagi-pagi udah keluar kelas?” tanya linda menyelidik


Mila menghentikan langkahnya menatap linda jengah, menghela nafas panjang, jika tidak menjawab pertanyaannya pasti akan sangat menyusahkan dirinya, mengingat watak linda yang jika sudah ingin tau harus di kasih tau apalagi masih pagi, senyumnya saja sangat cerah mengalahkan sinar matahari pagi, pasti harinya cukup menyenangkan untuk menggodanya seharian nanti


“ heuh, mau nyari angelo”


“ nah gitu dong, gue udah bosen liat lo kaya zombie beberapa hari ini, apalagi tuh kantung mata lo, astaga, gue gak bisa lagi deh ngomong apa-apa”


“ ck, ya udah lo diem aja jangan berisik, gue udah bête gak mau debat sama lo”


“ ya ampun mil, galak amat, gue juga bisa bantuin lo kali”


“ haishh, gak usah lah lin, ini masalah gue sama dia, lo bantu doa aja biar masalah gue kelar”


Mila menyentuh pundak linda, tatapan matanya meyakinkan agar tidak perlu mengikuti langkahnya dan diam di tempat menunggu masalahnya selesai


“ okeh, kalo ada apa-apa jangan diem aja, gue bakalan bantu kok”


“ siip, ya udah gue pergi dulu”


Linda mengangguk menjawab pertanyaan mila, mila sudah melangkahkan kaki meninggalkan tatapan kecewa linda sesungguhnya linda ingin ikut bersamanya namun melihat tatapan mila yang seolah berkata


“semua akan baik-baik saja, lo gak perlu ikut gue”, membuatnya sangat paham dan harus mengubur dalam-dalam keinginannya untuk mengikuti mila, ia hanya bisa menghela nafas panjang diam di tempat memperhatikan punggung mila yang menjauhinya


🍂🍂🍂🍂🍂


Laju motor angelo berhenti tepat di parkiran SMA venus, setelah motornya berhenti angelo langsung meloloskan helm full face yang di kenakannya, mencabut kunci motor dan berjalan meninggalkan parkiran, matanya terlihat merah, rambutnya cukup acak-acakan, sepertinya angelo juga melewatkan malam yang sulit sama seperti mila


Hari ini dia berencana akan menemui mila maka dari itu sengaja berangkat lebih pagi dari biasanya, sebenarnya bisa saja dirinya menjemput mila namun di urungkan, menurutnya lebih baik bertemu di sekolah sambil menata hatinya sebelum bertemu dengan pujaan hati yang sudah sangat di rindukannya itu, rasa marah beberapa hari lalu seakaan sudah lenyap sempurna menyisakan rasa bersalah dan rindu di hatinya


Langkah kakinya mantap berjalan menuuju kelas 2A, ruang kelas mila, namun sebelum itu entah mengapa angelo lebih memilih mencari jalan yang cukup jauh ke kelas mila daripada harus melewati jalan tercepat menuju ke sana, kakinya hanya reflek mengikuti otaknya, dari posisinya berjalan terlihat tiga orang berjalan di depannya, kehadiran mereka bertiga di depan tidak membuat fokus angelo teralihkan, baru kakinya akan melewati ketiga orang di depannya, tiba-tiba salah satu dari mereka terjatuh, membuat langkahnya harus terjeda sebentar


“ eh lo gak papa nin?” teriak via di sampingnya, tiga orang yang berjalan di depan angelo adalah via,feni dan nindy, entah karena sengaja atau memang nindy beneran terjatuh yang pasti saat ini nindy terlihat setengah sadar dengan badan di tahan oleh via dan feni


Angelo melirik sekilas sebelum kembali melangkahkan kakinya meninggalkan mereka bertiga, namun lengannya merasa di cekal hingga membuatnya harus menoleh ke samping


“ sorry gel, gue gak ada maksud gangguin lo, tapi bisa gak lo bantuin kita, bawa nindy ke uks” pinta feni memelas


“ ck, napa gak kalian berdua aja yang gotong dia, gue gak ada waktu buat urusin kalian” angelo mendengus sebal ke arahnya


Namun feni tidak kehilangan akal, sudah kepalang tanggung dirinya mencekal angelo, mungkin ini saatnya membuat nindy lebih dekat dengan angelo, begitu pikirnya


“ kalo kita bisa, kita gak bakal minta tolong sama lo gel, lagi pula siapa yang harus bawain tasnya, gue sendiri yang gotong kan gak mungkin, ayolah gel tolongin kita kali ini aja” ucapnya dengan nada di buat-buat sembari mengatupkan tangan ke depan wajahnya


Angelo menatap jengah, sedikit kesal, paginya sudah amat buruk dan sekarang harus di rusak kembali oleh seseorang yang tidak ingin di lihatnya setelah kemarin memberinya minuman sehabis selesai bertanding, meski dengan susah payah angelo menolaknya namun dia tetap kekeh mengikutinya seperti memaksanya, alhasil dirinya mengalah dan menerima sebotol minuman yang di sodorkannya


“ ck, ya udah gue tolongin kali ini, minggir”


“ thank’s gel” feni menyeringai sembari menyingkir sedikit ke samping


Angelo sudah mengangkat tubuh nindy berjalan menuju uks di ikuti feni dan via berjalan di belakang agak jauhan dari mereka berdua, langkah kakinya berjalan lebih cepat dari sebelumnya dengan membawa beban di depannya, pandangannya lurus kedepan tanpa memperhatikan sekitarnya yang sudah mulai ramai karena memang hari sudah semakin siang dan pastinya proses belajar mengajar akan berlangsung tidak lama lagi sebelum bel masuk berbunyi


Ada beberapa yang memperhatikan mereka berdua, ada juga yang berbisik-bisik penuh arti, namun semua itu tidak membuat langkahnya berhenti, tepat ketika langkahnya menginjak belokan di lorong, sepasang bola mata menatapnya dengan nanar, berhenti membatu di tempatnya, begitu juga dengan dirinya langsung berhenti tepat di depannya, mereka berdua diam satu sama lain dengan fikiran masing-masing


Satu menit mereka hanya diam saling tatap, gerakan di depannya membuatnya tersadar dan langsung bergegas meninggalkan tatapan mata kosong, diam membatu di tempatnya, ya itu mila, dia berencana akan menuju ke parkiran SMA venus mencari angelo setelah mencari di kelasnya tidak ada, namun siapa sangka dirinya malah berpapasan dengan seseorang yang sedang di carinya sejak tadi dan yang membuatnya tertegun adalah posisi angelo yang membopong seorang gadis setengah tersadar, hatinya merasa sesak


“bolehkah gue merasa egois lagi” batinnya, telapak tangannya menyetuh dada, perlahan air mata yang sudah di tahannya sejak berpapasan dengan angelo turun membasahi kedua pipinya tanpa bisa di bendung lagi, perasaanya lemas, lungrah, sakit, kecewa semua berbaur menjadi satu seperti menembakan diri pada dirinya dan menggulungnya ikut kedalam


🍂🍂🍂🍂🍂


Angelo sudah sampai di uks, baru saja membaringkan tubuh nindy di atas ranjang yang berada di sana, tatapan tanpa ekspresi yang di dapatnya tadi masih terbayang jelas di ingatannya, ada banyak pernyataan terlintas di benaknya seperti, mila pasti salah paham padanya, mila pasti semakin marah, atau dirinya harus segera menemui mila dan menjelaskan segalanya, tapi bagaiamana caranya, angelo mengacak rambutnya yang memang sudah sedikit acak-acakan sedari baru sampai di sekolah, membuatnya lebih berantakan lagi, ia masih berdiri di sisi ranjang nindy berkutat dengan perasaan yang menderanya


Helaan nafas panjang langsung membawa angelo berbalik badan berencana harus segera menemui mila, bagaimana pun caranya dan seperti apa ekspresinya nanti dia harus bertemu secepat mungkin seperti niatnya ketika baru menginjakan kaki di sekolah


Baru berbalik badan, nindy sudah mencekal tangannya, kali ini angelo benar-benar kesal mendapati seseorang dua kali mencekal lengannya dan itu bukan kekasihnya, dengan perasaan malas di ikuti helaan nafas berat, angelo terpaksa menoleh


“ ada apa lagi, tugas gue udah selese, lo tungguin temen lo”


“ apa hak lo ngelarang gue pergi, dan lepas tangan lo, gue gak sudi lo pegang tangan gue”


Angelo galak menatap nindy, yang di tatap justru hanya memandangnya tak berdaya dengan wajah yang memelas, mungkin saja nindy benar-benar demam terlihat matanya sedikit berair, wajahnya memerah juga sedikit terbatuk-batuk


“ gue ada hak ngelarang lo”


“ ck, sejak kapan lo ada hak! Gue gak punya urusan lagi sama lo, jangan ganggu gue lagi, kalo bukan karena terpaksa, gue gak bakal anterin lo ke uks”


Angelo menghempaskan tangan nindy dengan kasar, berjalan menuju pintu


“ kenapa lo dingin banget sama gue gel, apa salah gue sama lo” teriak nindy


Teriakan nindy menggema di seluruh ruang


uks yang hanya ada mereka berdua di sana, menghentikan langkah kaki angelo yang sudah sampai di bibir pintu, tangannya mengepal kuat menoleh ke belakang, menatap nindy dingin tanpa ekspresi


“ tanpa gue bilang, lo harusnya udah tau jawabannya kalo lo gak buta”


Isakan tangis mulai terdengar dari sisi nindy, sudah terlanjur dirinya seperti itu tidak ada kata untuk mundur lagi sekarang, jika mundur pasti tidak akan ada hari seperti sekarang yang hanya ada dirinya bersama dengan angelo saja, angelo kembali menghampiri nindy setelah melihatnya terisak menunduk di tempatnya, tangannya mengusap belakang tengkuknya yang tidak gatal


“ lo bisa diem gak, kalo lo nangis kaya gini, bisa-bisa orang nyangka gue ngelakuin sesuatu sama lo” ucap angelo masih dengan posisi tangan di belakang tengkuknya


Nindy mendongak mendengar ucapan angelo, nasi sudah menjadi bubur, begitu pikirnya namun ada rasa lega di hatinya angelo berbalik mengahmpirinya kembali


“ oke bagus, gue tinggal sekarang”


“tunggu”


“ apa lagi? Lo udah diem sekarang, gue juga ada urusan gak ada waktu buat lo”


Angelo membalikan badan, merasa sudah tidak ada lagi yang perlu di bicarakan dengan nindy


“ gue suka sama lo gel” ucap nindy tiba-tiba


saat angelo baru melangkahkan kakinya beberapa langkah dari posisinya


Ungkapan hati nindy membuat angelo berhenti kembali, dengan segera berbalik badan menatap sepasang manik kelam milik nindy, tatapannya begitu serius lebih serius dari sebelumnya


“ sorry, tapi gue gak bisa nerima perasaan lo, harusnya sebelum lo ungkapin perasaan lo sama gue, lo udah tau jawabannya” angelo berucap dingin masih menatap nindy yang berjarak tak jauh dari posisinya


“ tapi kenapa? Gue mau kok nunggu lo putus sama mila”


“ sayangnya gue gak bakal putus sama dia, lebih baik lo nyari yang lain daripada musti nyakitin perasaan lo sendiri”


“ gue gak bisa, hati gue udah terpaku buat lo”


“ kalo gitu, itu urusan lo sendiri, gue udah bilang sama lo, gue gak bisa nerima lo, udah itu aja, urusan kita udah selese sampai sini, gue harap lo gak usah gangguin hidup gue lagi” ucap angelo dingin menusuk ke hati nindy


Dengan cepat angelo meninggalkan ruang uks, kini dirinya sudah tidak peduli lagi dengan perasaan nindy yang menangis akibat dia menolak perasaannya, langkah kakinya cepat tanpa menoleh sedikit pun


Sepeninggal angelo, rasa marah langsung memenuhi fikiran nindy, nafasnya naik turun di ikuti tatapan tajam mengarah ke pintu kosong di depannya


“ oke kalo itu mau lo gel, gue gak bisa dapetin lo, berati tidak ada yang bisa dapetin lo juga selain gue” gumamnya dengan tangan mengepal kuat di samping kiri kanannya


🍂🍂🍂🍂🍂


Hiruk pikuk mulai memenuhi sepanjang lorong SMA venus, tatapan angelo masih lurus ke depan tanpa ekspresi, keinginan hatinya kuat ingin segera bertemu dengan mila menyelesaikan segala salah paham yang sudah semakin rumit


“ yo, gelo “ dani melambaikan tangannya saat pandangannya berpapasan dengan angelo, namun angelo diam tanpa ekpsresi dan terus melanjutkan langkah kakinya tanpa menoleh sedikit pun


Dani menggaruk kepala yang tidak gatal mendapati sapaannya tidak di respon angelo lanjut kembali melangkahkan kakinya dengan, keheranan menuju ruang kelasnya


Angelo sudah sampai di bibir pintu ruang kelas 2A, pandangan matanya gencar mencari sesosok yang sangat ingin di temuinya, kakinya melangkah dengan cepat masuk kedalam ruang kelas 2A, saat pandangan matanya sudah menangkap yang di carinya


“ ikut gue sebentar” ucap angelo berdiri di samping meja mila


Mendengar suara yang begitu familiar di indera pendengarannya, membuat dirinya menoleh ke samping menghentikan pandangannya yang sedari tadi mencari sesuatu di luar kaca jendela untuk mencari hiburan dan membuang jauh-jauh segala kegundahan hatinya, namun sayang nyatanya semua usaha yang di perbuat tidak bisa dengan mudah menghilangkan semua perasaan tidak enak yang mendera hatinya dan ucapan angelo langsung membuatnya menoleh tertegun


“ ikut gue sekarang, gue bilang” ucap angelo tegas dari sebelumnya


Linda diam menciut di samping mila melihat ekspresi dingin angelo di sampingnya, ingin rasanya dia pergi sejauh mungkin dari tengah-tengah percakapan yang mulai memanas, seakan panasnya dapat membakar kulitnya, merasa tidak enak, linda ahirnya bergerak sedikit hampir beranjak dari posisi duduknya namun lengannya merasa tercekal


“ mampus gue, jadi obat nyamuk beneran ini” batin linda, duduk kembali, komat kamit tertunduk


Tbc…..