
Episode 36
Cinta datang tak di undang, murni dari dalam hati, lewat tatapan mata semua yang tidak mungkin akan menjadi mungkin, seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang
Pagi yang cerah matahari bersinar seperti biasa, mila baru saja sampai di depan kelasnya dengan angelo yang mengekor di belakangnya
“ thank’s udah anterin gue, udah sampe sini aja, lo gabung sama yang lain sana bentar lagi latian kan”
“ hmmm, gue pengen masuk ke kelas lo “
“udah jangan kaya anak kecil, ntar lo di hukum lagi sama pak heru”
“ya udah deh kalo gitu, nanti istirahat lo liat gue latian kan?” angelo memegang tangan mila
“ya nanti gue liat lo latian”
“oke kalo gitu, gue pergi dulu ya beb” angelo mencium tangan mila lantas melangkahkan kakinya meninggalkan kelas mila
“ dasar angelo, semakin hari tingkahnya gak bisa di prediksi, gue ngerasa kaya melihara anak kucing kalo gini jadinya” gumam mila tersenyum simpul
Mila berjalan memasuki kelasnya, teman-teman yang lain sudah banyak yang datang mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing, hanya satu yang belum kelihatan batang hidungnya, linda sahabatnya belum keliatan sejak dirinya memasuki kelas, biasanya linda akan datang tidak lama setelah mila, namun kali ini sepertinya belum ada tanda-tanda dari linda akan berangkat, semalam mila sempat mengirim pesan padanya untuk menanyakan kegiatannya seperti biasa namun linda tidak membalas pesan mila, berkali-kali mila memberi pesan tetap saja tidak ada jawaban, ia jadi teringat perkataan angelo tadi malam kalau linda pulang dengan tergesa-gesa karena ada urusan di keluarganya
Mila menghela nafas memikirkan banyak hal di kepalanya, tubuhnya merasa lebih baik dari semalam mungkin karena ia minum obat tadi malam dan langsung istirahat tanpa ada gangguan, mila merasa bersyukur akan itu tubuhnya pulih dengan cepat seperti keinginnanya
Teng….teng….teng, bel sekolah berbunyi, mila langsung tersadar dari lamunanya, terlihat teman-teman sekelasnya berhamburan lari menuju tempat duduk mereka masing-masing dan yang masih diluar segera masuk kedalam, mila sempat mendengar percakapan dari teman sekelasnya yang baru saja masuk kedalam kelas, mereka memberi tahu teman di depan bangkunya bahwa akan ada anak baru yang memasuki kelas mereka
Dan benar saja tak lama gosip itu beredar, pak gito datang bersama seseorang di belakangnya, semua anak-anak di kelas 2A hening seketika, pandangan mata mereka langsung tertuju kedepan saat pak gito mulai membuka kelas dan menyuruh seseorang di sampingnya untuk memperkenalkan diri
Teman-teman sekelasnya berbisik saat melihat seseorang di depan mereka mulai melangkahkan kakinya untuk maju satu langkah dari posisinya, mila tidak terlalu tertarik dengan apa yang ada di depan kelasnya, dengan malas ia menoleh sembari meletakan dagunya di atas telapak tangan, paginya terasa ada yang hilang karena linda tidak datang sampai saat ini
“ hallo semua, perkenalkan nama saya yuda faresta, saya pindahan dari paris” ucapnya lantang di depan kelas lantas tersenyum ramah menyapa seisi kelas 2A
Anak-anak cewek langsung heboh melihat senyum yuda, bagaimana tidak pemuda berdarah campuran itu sangat tampan, badanya bagus, dia juga sangat tinggi dan yang menarik dari dirinya adalah warna matanya yang berwarna hazel sangat indah cocok dengan wajahnya yang putih mulus serta hidung mancungnya
“ baik kalau begitu yuda bisa duduk di samping mila untuk hari ini, karena teman sebangkunya tidak berangkat” ucap pak gito melihat ke arah meja mila
Di belakang mila memang ada satu bangku kosong karena hari ini ada 2 orang yang tidak berangkat sekolah yaitu linda dan teman yang duduk di belakang mila, namun karena yuda anak baru jadi pak gito menyuruhnya untuk duduk bersama mila agar mila bisa membantunya selama proses belajar mengajar
“ pak jangan di kasih duduk dulu dong, masih ada yang mau kita tanyakan nih” teriak wakil ketua kelas, anak-anak cewek mendukung ucapannya
“ tidak ada pertanyaan lebih, kalian bisa bertanya padanya saat istirahat, sekarang kalian buka buku paket halaman 20”
Anak-anak cewek mengeluh kesal dengan jawaban pak gito, sedangkan yuda mengangguk pada pak gito lantas berjalan untuk duduk di bangku kosong samping mila, mila tidak menghiraukan kedatangannya, ia sibuk mengeluarkan buku-buku dan alat tulis yang lainnya
“ gue boleh duduk disini” tanya yuda saat sampai di samping mila
“ hmmm “
Mendengar jawaban singkat mila, yuda mengangguk lantas segera mendaratkan tubuhnya untuk duduk di samping mila, ia juga segera mengeluarkan alat tulisnya
“ hey, gue yuda “ sapa yuda ramah
“ hmmm, gue mila” ucap mila tidak menengok sedikit pun kesamping
Yuda diam setelah mendengar ucapan mila baru pertama kali dirinya bertemu dengan cewek jutek sepertinya, tidak seperti cewek lainnya yang akan berteriak histeris ketika mendengar suaranya atau melihat senyumnya dan mereka akan menempel seperti permen karet padanya sembari terus mengakrabkan diri , diam-diam yuda memperhatikan wajah mila, yuda seperti terpana melihat wajah manis mila
“ nih bukunya, kita barengan aja, lo belum dapet kan?” ucap mila sembari menggeser buku paket di depannya
Yuda tersentak mendengar ucapan dan pergerakan mila yang menurutnya tiba-tiba lantas ia mengusap belakang kepalanya untuk mengalihkan pandangan matanya
“ oke, thank’s”
Mila dan yuda mengikuti pelajaran dengan tenang meski sesekali yuda melirik mila di sampingnya namun mila tetap tenang pada posisinya tanpa menengok sedikit pun kesamping, mila terus fokus pada apa yang di sampaikan pak gito, ia juga mencatat hal-hal penting yang mungkin berguna untuknya belajar nanti sepulang sekolah
Tak terasa waktu berlalu sangat cepat sebelum istirahat berlangsung pak gito menyuruh mila untuk mengajak yuda berkeliling seraya memperkenalkan lingkungan SMA venus padanya, meski mila tidak mau melakukannya tapi dia tidak bisa menolak perintah dari pak gito, teman-teman cewek di kelasnya kasak kusuk mendengar perintah pak gito, mereka iri dengan mila bahkan ketua kelas pun ada tapi pak gito tidak menyuruhnya untuk menemani yuda, hal itu juga yang membuat teman-temannya iri dan merasa tidak suka
Setelah mendengar perintah dari pak gito bel istirahat berbunyi, pak gito segera keluar ruangan di susul beberapa anak cowok di belakangnya untuk segera istirahat, mila merapikan meja di depannya, baru saja mila memasukan buku kedalam tasnya teman-teman ceweknya bergerombol mendekat kemejanya, mereka mengerumuni yuda seakan yuda adalah idol yang datang ke kelas mereka, mereka semua berebut bertanya
Mila menghela nafas panjang mendengar celotehan berisik dari teman-temannya sedangkan yuda tersenyum mencoba menjawab pertanyaan mereka satu-satu, mila tau yuda merasa tidak nyaman dengan suasana saat ini, itu terlihat sangat jelas dari gerak tubuhnya meski senyum terus tersungging di wajahnya
“ekhmm……guys sorry, boleh kasih jalan gak buat gue” ucap mila berdiri dari tempat duduknya
Semua teman-temannya langsung mengalihkan pandangan mata kearahnya, mila tau mereka pasti kesal karena percakapannya di ganggu olehnya, namun siapa peduli mila sudah merasa lapar dan dia juga harus kelapangan melihat angelo latihan di tambah lagi tugas yang di berikan pak gito belum dilaksanakan
“ ummmm oke, sekalian gue ikut yah, tadi pak gito kan nyuruh lo nemenin gue” ucap yuda, tatapan matanya penuh harap
“oke”
“ sorry guys, tanyanya di lanjut nanti lagi ya setelah gue selesai keliling”
Beberapa dari mereka mendengus sebal
mendengar ucapan yuda sembari memberi jalan untuknya dan mila meninggalkan kelas
Mila berjalan di depan dengan diikuti yuda di belakangnya
“lo mau kemana dulu? Waktu gue gak banyak” tanya mila menghentikan langkahnya lantas menengok kebelakang
“ gue pengen ke perpus deh boleh” yuda tersenyum
“ ya udah kalo gitu yuk kita kesana, setelah itu gue mau ke kantin dulu, terserah lo mau ikut atau gak”
“ ya udah kalo gitu, gue ikut lo”
“ eh mil, lo suka ke perpus gak?” tanya yuda memecah keheningan diantara mereka
“ lumayan, kalo lagi gak ada kegiatan ya gue suka kesana”
“biasanya apa yang lo baca kalo di perpus?”
“ banyak sih, kadang kalo lagi bete gue suka baca komik atau gak novel romantis”
“wah serius, kalo gitu sama dong, oia lo tau gak novel romantis karya Jessica agnes yang judulnya sepatu kaca?”
“ serius lo baca itu?” mata mila berbinar mendengar salah satu judul novel dari penulis kesukaannya
“ iya, emang ada yang salah?”
“ gak sih, baru tau aja ada cowok suka baca novel apalagi novel romantis, temen gue aja yang cewek gak suka” mila menghela nafas
“ loh apa yang salah dengan itu, namanya suka ya gak mandang gender kan, lagian novel karya Jessica agnes itu bagus-bagus, gue aja punya semua koleksi dari setiap judul karyanya”
“ serius? Beruntungnya”
“ lo mau, besok gue bawain”
“ eh gak usah, di perpus juga banyak walaupun yang terbaru belum ada”
“gapapa, besok tak bawain ya”
Mila dan yuda terus berbincang selama perjalanan, karena mempunyai kesukaan yang sama dengan yuda, mila sudah tidak jutek dengannya, ia malah merasa seperti menemukan partner baru yang bisa di ajak bercerita mengenai novel yang ia sukai, obrolan mereka menjadi nyambung setelah mengetahui dan mengenal satu sama lain, berbeda dengan linda yang tidak terlalu menyukai novel, maka ketika mila membahas cerita novel yang baru di bacanya linda hanya mendengar tanpa ikut membahasnya terkesan membosankan
Priiiiiittttt…..priiiiiiiiiiitttt, terdengar bunyi peluit panjang dari posisi mila dan yuda berjalan, mereka baru akan memasuki area lorong perpustakaan seraya terus bercerita banyak hal, tanpa sadar mila tidak memperhatikan keadaan sekitar karena saking asiknya bercerita dengan yuda
Brugh……seseorang menabrak dirinya sangat keras saat ia hampir sampai kedepan perpustakaan, mila terjatuh cukup keras
“ hey, apa yang lo lakuin” teriak yuda pada seseorang yang menabrak mila
“ sorry gue gak sengaja, gue buru-buru” ucapnya lantas berlari meninggalkan yuda dan mila tanpa membantu
🍂🍂🍂🍂🍂
Angelo bersama dengan dani, aan dan rendi duduk membentuk lingkaran di pojok lapangan, mereka bercerita sambil tertawa sembari menikmati waktu istirahat mereka sebelum memulai latihan kembali, angelo meraih botol minuman di samping tubuhnya dan segera meminumnya
“ eh gel, bukanya itu cewek lo” ucap dani saat melihat yuda mengulurkan tangannya hendak membantu mila bangkit
Angelo segera menutup botol di tangannya lantas melihat ke arah yang di tunjuk dani, tanpa bicara apa pun angelo langsung bangkit dan berlari ke arah mila berada
Mila tidak tau angelo sedang berlari kearahnya dengan ekspresi wajah tidak senang
“ pegang tangan gue mil” ucap yuda ia masih mengulurkan tangannya bahkan sampai berjongkok
“ gak usah, gue bisa sendiri kok”
Mila berusaha bangkit dari posisinya, baru setengah ia bangkit tiba-tiba pergelangan kakinya merasa sangat sakit
“auwww” teriak mila, tubuhnya limbung
Belum sampai mila terjatuh lagi ke lantai dengan sigap yuda langsung menangkap tubuh mila hingga membuatnya terjatuh kedalam pelukannya
“lo gak papa mil? Bisa jalan” tanya yuda dengan ekspresi khawatir masih memegang tubuh mila
“ iya gue gak papa, kayaknya kaki gue terkilir”
“ gue bantu duduk disana ya, nanti gue cariin sesuatu buat di oles”
“ oke “
Yuda membimbing tubuh mila, belum sempat mereka berjalan, dengan gerakan sepersekian detik, angelo menarik tubuh mila kedalam pelukannya
“ siapa lo *******, pegang-pegang” teriak angelo penuh amarah
Mila tersentak tubuhnya ditarik tiba-tiba, sementara angelo terus berbicara dengan
nada tinggi pada yuda
“ udah gel jangan teriak-teriak” ucap mila mencoba menghentikan angelo yang mencengkeram kerah yuda
“ gak bisa gitu, apa maksudnya dia pegang-pegang lo mil, gue gak terima”
“ aishh, dia cuma bantuin gue berdiri gel gak ada apa-apa, kaki gue sakit”
“ sebelah mana yang sakit, yuk gue anterin ke uks ya” ucap angelo dengan nada yang kembali normal
“ mil perlu gue bantu gak, gue cariin es batu ya biar kaki lo enakan”
“ lo budeg yah, udah gue bilang lo gak usah ikut campur urusan mila, perlu gue hajar biar lo paham”
“ udah-udah, makasih yud, gue gak papa, yuk gel ke uks”
“ awas lo yah, urusan kita belum selese, kalo gue liat lo pegang-pegang mila lagi gue bunuh lo” teriak angelo, tatapan matanya penuh amarah
Angelo berlalu meninggalkan yuda yang terdiam tanpa ekspresi mendengar ancaman dari angelo, angelo membopong tubuh mila saat merasa langkah kaki mereka cukup lambat karena harus menjaga tubuh mila tetap stabil, meski wajah mila memerah akibat dirinya di bopong angelo namun ia tidak mempunyai pilihan untuk menolak, rasa sakit di kakinya lebih memilih dirinya untuk menerima perlakuan dari angelo, dalam perjalanan ke uks angelo terdiam pandangan matanya lurus kedepan tanpa ekspresi sedangkan mila tertunduk malu sembari kedua tangannya bergelayut di leher angelo, sejuta perasaan muncul dalam benak mila, ia sudah tidak bisa memikirkan pandangan-pandangan mata yang memperhatikan dirinya sedari angelo memulai keributan dengan yuda beberapa saat lalu
Tbc….