
Episode 23
Tanpa pikir panjang angelo melayangkan tinjunya ke wajah sendy, belum sempat tinjunya menyentuh wajahnya ia langsung menangkap kepalan tinju angelo, tersenyum sinis melihat tatapan penuh amarah angelo
“ heh, lemah banget tinju lo gel, gue kira setelah lama gak ketemu lo bakal lebih kuat dari dulu, ck ” ucap sendy masih dengan senyum sinis yang menghiasi wajahnya
Anggota geng xtc sudah bersiap di posisi mereka begitu juga dengan anggota geng fire wolf, angelo yang menyadari anggota gengnya bergerak maju setelah melihat tinjunya berhasil di cegah, lantas mengangkat tangannya memberi kode untuk tidak ikut campur, rencana mereka nanti malam harus tetap berlanjut apa pun yang terjadi
“banyak bacot lo sen”
Angelo menarik kembali tangannya lantas menghajar kembali sendy secara membabi buta tanpa memberinya waktu untuk membalas, anggota geng lainnya hanya menatap perkelahian sengit ketua mereka dari arahnya berdiri, mereka tau persis untuk tetap berjaga di posisi masing-masing selama ketua mereka berduel satu lawan satu
Buk…..pukulan keras sendy tepat menghantam ulu hati angelo membuat ia mundur beberapa langkah dari posisinya, angelo menatap tajam sembari memegang titik ulu hati yang terasa sedikit ngilu, sendy tertawa puas melihat angelo yang menahan sakit akibat pukulan darinya pasalnya ia dapat membalas kekalahan satu tahun silam, tak sia-sia ia berlatih setiap hari hanya untuk membalas dendam yang sudah mendarah daging pada angelo
Sendy berbalik badan menyeringai ke samping setelah puas melumpuhkan angelo dengan pukulan keras, ia sedikit mengendurkan pertahanan dirinya tanpa berfikir angelo akan menyerang balik
Buk……angelo menendang tubuh sendy dengan keras hingga tersungkur cukup jauh dari posisinya, angelo terengah-engah menatap sendy yang berusaha bangkit kembali, tatapan matanya masih tajam seperti sebelumnya meski sudah ada darah mengalir di sudut bibirnya akibat perkelahiannya beberapa saat lalu dengan sendy, wajahnya juga sudah penuh lebam sana sini, luka kemarin yang belum sembuh sudah di tumpuk lagi dengan luka yang baru, begitupun dengan kondisi sendy, mereka sama-sama kacau
“ jangan sombong lo sen, lo kira gue bakal tumbang hanya dengan pukulan lemah lo, cih ngimpi” angelo tersenyum sinis dengan tangan yang masih mengepal
Atmosfir di sekitar angelo menjadi tegang mereka satu sama lain saling pandang dalam hening hanya nafas angelo dan sendy yang memburu di tengah-tengah keheningan
“ ini baru permulaan gel, lo tunggu pembalasan dari gue, cuih” sendy meludah kesamping, ia berbalik badan lantas menginterupsi anggota geng fire wolf lainnya untuk mundur, angelo masih berdiri di tempat menatap tajam anggota geng fire wolf beserta sendy dari tempatnya, sumpah serapah terdengar dari arah mereka yang harus mengalah untuk hari ini
Dani berlari menghampiri angelo yang masih mengepalkan tangannya
“lo gapapa gel?” ucap dani memegang pundak angelo
Angelo menoleh menepuk tangan dani yang masih menempel di pundaknya, ia mengangguk, anggota geng yang lain menatap paham dengan jawaban angelo lantas ia berbalik bersama dengan dani di sampingnya mereka duduk kembali di dalam warung mbok jum
“sialan tuh geng fire wolf, gel lo kenapa sih gak ngebolehin kita bantu lo hajar tuh orang” ucap rio di depannya
“stttt, berisik bisa diem gak, kalian liat kan gue gapapa, gue gak mau main keroyokan selama gue masih mampu”
Angelo menyandarkan kepala ke tembok di belakangnya, anggota lainnya kasak kusuk dengan ucapan angelo, mereka merasa tidak puas tidak bisa ikut dalam pertarungan kali ini
“gue tau kalian gak terima sama gue, kalian
masih inget rencana kita tar malem, tenang kalian bisa lampiasin tuh dendam, kita masih punyak banyak waktu buat seneng-seneng” angelo tersenyum miring
“ oke kali ini gue setuju sama lo gel, gak sabar gue hajar muka ron tar malem” ucap dani
Anggota lainnya manggut-manggut setuju
dengan perkataan angelo, sedangkan angelo sendiri tersenyum miring di tempatnya mendengar keriuhan anggota gengnya yang mulai bersemangat kembali
🍂🍂🍂🍂🍂
Mila berjalan ke luar dari kelasnya di ikuti linda di belakangnya, anak-anak SMA venus pun sudah berhamburan keluar kelas mereka masing-masing, mila menghela nafas panjang setelah mengikuti ulangan matematika dadakan di kelasnya, ia merasa sedikit kesal dengan guru matematikanya yang suka memberi ulangan tiba-tiba padahal dia belum sempat belajar tadi malam, karena begadang mengerjakan surat permohonan maaf yang di berikan pak gito kemarin
“arghhh, gila banget emang pak hans, benci banget gue sama tuh orang” gerutu mila
“sabar, sabar ini bukan ahir dari hidup lo kan, segitunya”
Linda meledek mila yang masih menggerutu di sampingnya
“lo enak punya IQ tinggi, gak belajar pun gue jamin nilai lo bagus apalagi matematika, coba aja lo kasih sedikit tuh IQ buat gue kek, ga adil amat”
“hahahaha, makanya dulu waktu pembagian IQ kamu datengnya pertama jadi dapet lebih banyak” linda terkekeh mendengar ucapan mila
“ck, kalo gue tau ya gue udah nyerobot IQ lo kale lin, biar lo bego aja, gue yang pinter”
Linda tertawa menimpali ucapan mila, ia tau persis sahabatnya sangat lemah dalam pelajaran matematika di tambah ia benci dengan pak hans guru matematikanya, jadilah mila seperti jalan di tempat ketika pelajaran pak hans sebab ia terlalu keras kepala untuk menurunkan sedikit egonya ketika pak hans memberi penjelasan di depan kelasnya
Mereka berdua masih berjalan bersama menuju kantin yang sudah penuh sesak dengan anak-anak lainnya, mereka berusaha mengisi perut yang berteriak minta makan, sama halnya dengan mila dan linda saat ini, sesampainya di depan kantin, feni memandang mila dari arahnya, tampaknya ia sedang berbincang dengan via dan nindy mengenai masalah tadi pagi di lapangan namun tanpa sengaja pandangannya menangkap mila yang baru saja memasuki kantin
“hey guys gue kesana bentar “ feni beranjak dari duduknya sembari memegang minuman soda di tangannya
“mau kemana fen” tanya nindy
“Cuma bentar, bersihin tikus got yang baru masuk”
Feni berjalan meninggalkan nindy dan via
yang menatap tubuhnya dari belakang, ia berjalan ke arah mila yang baru saja memasuki kantin bersama dengan linda
Brugh…. Feni dengan sengaja menabrak tubuh mila hingga membuat mila terjatuh serta terkena tumpahan minuman soda yang di bawa feni
“sorry gue gak liat” ucapnya enteng
“lo gak punya mata yah, apa mata lo gak di bawa” linda menunjuk bahu feni dengan telunjuknya
“heh, gue kan udah minta maaf gue gak sengaja”
“maaf apaan, lo pasti sengaja”
Linda menatap tajam feni yang tersenyum sinis di depannya lantas mereka adu mulut saling dorong, perkelahian linda dan feni mengundang tatapan anak-anak lainnya suasana kantin menjadi riuh akibat mereka berdua, mila bangkit dari posisinya berusaha melerai linda yang sudah menjambak rambut feni, ia menarik tubuh linda kuat-kuat agar melepaskan tangannya dari rambut feni, nindy dan via pun berlari ke arah mereka bertiga
“lepasin gue mil” linda meronta menatap feni dengan amarah yang tinggi
Sementara feni juga di tahan oleh via, ia juga sama dengan linda yang masih berusaha untuk melawannya balik
“ ishhh udah lin gue gapapa beneran, tinggal di bersihin aja udah cukup, lo gak mau di hukum guru BP kan gara-gara masalah sepele”
“ck, sial, ya udah yuk aku temani ke toilet”
“gak sengaja mata lo buta hah, dasar rubah betina” linda maju lagi setelah mendengar ucapan nindy
Mila meraih lengan linda, menenangkannya kembali untuk tidak memulai keributan lagi
“iya gapapa nin, lagian cuma air kan bisa di bersihin, ya udah kalo gitu gue pamit dulu”
Mila berbalik menarik tangan linda yang masih mengucapkan sumpah serapah kepada nindy dan kawan-kawan, ia berjalan menuju toilet untuk membersihkan tumpahan air soda berwarna merah yang mengenai seragam osisnya
“ sumpah gue gedeg banget liat tuh rubah betina sama cecunguk dua “ ucap linda, mereka baru sampai di depan toilet
“ shhh, udah biarin aja “ mila mengusap pundak linda
“ gue kesel banget mil ya ampun, kalo bukan di kantin udah gue bejek-bejek kali tuh mereka “
Mila berjalan menuju wastafel yang ada di samping pintu toilet setelah ia menenangkan linda
Linda berdecak kesal sembari memperhatikan mila dari tempatnya berdiri, cukup lama mila membersihkan bekas tumpahan di seragamnya sedikit susah untuk membersihkannya sebab seragam mila berwarna putih sedangkan tumpahan airnya berwarna merah, kalaupun berhasil juga masih tetap meninggalkan sedikit bekas warna merah disana
Setelah di rasa cukup bersih mila berjalan menghampiri linda yang sepertinya sudah merasa tenang dari sebelumnya
“gimana mil? Susah banget yah bersihinnya?”
“iya nih, tapi gapapa lah besok kan gak di pake lagi jadi bisa gue rendem ntar pulang sekolah, yuk kita jalan”
“ ck, harusnya tadi gue bales siram tuh cecunguk kalo tau susah di bersihin” gerutu linda sembari menjajarkan langkahnya dengan mila
“udah gue kan udah bilang cuma hal sepele gak usah di bahas lagi,sekarang mau ke kantin lagi apa ke kelas aja”
“ke kelas aja lah, gue udah gak mood ke kantin, males kalo musti liat muka-muka bertopeng”
“ ya udah kita ke kelas aja, gue juga udah kenyang rasanya”
Mila tertawa garing di samping linda yang masih kesal, mereka berjalan menuju kelas kembali, sesampainya di kelas anak-anak lainnya juga sudah banyak yang kembali dari kantin mereka sudah duduk bergerombol untuk bergosip seperti biasa, selama masih ada waktu sebelum bel masuk berbunyi
Mila dan linda juga baru sampai di tempat duduk mereka lantas segera duduk, mila mengeluarkan tisu dari dalam tasnya yang selalu ia siapkan untuk persediaan, ia mengelap seragamnya yang masih basah untuk membuatnya sedikit kering
“btw angelo ko gak keliatan yah mil”
Mila menoleh mendengar ucapan linda, ia baru sadar hari ini angelo tidak menemuinya setelah mereka berpisah tadi pagi di lapangan
“eh iya lin, kemana yah tuh anak”
“bolos palingan mil, lo tau kan angelo siapa”
“iya lo bener lin, ya udah lah biarin aja, udah biasa dia bolos, gue juga gak bisa ngelarang dia”
“kenapa lo gak bisa ngelarang angelo? Lo kan pacarnya”
“iya emang gue pacarnya, tapi gue kan bukan orang yang ngelahirin dia, bundanya aja gak bisa ngelarang apalagi gue, gue punya cara sendiri buat ngerubah tuh anak”
“oke lah gue percaya sama lo mil, semoga aja angelo bisa berubah jadi baik gara-gara lo”
Mila mengangguk menjawab pertanyaan linda, bel masuk sudah berbunyi tepat ketika mila selesai mengelap seragamnya, ia segera memperbaiki posisi duduknya dengan rapi bersiap menerima pelajaran terahir sebelum ia pulang
Meski tubuh mila berada di dalam kelas dan ia menatap lurus ke depan namun hatinya tidak berada bersama dengan dirinya, ia cemas memikirkan keberadaan angelo yang menghilang sedari mereka berpisah pagi tadi, fikirannya sibuk menerka-nerka apa yang angelo lakukan saat ini
🍂🍂🍂🍂🍂
Angelo masih terduduk di kursi panjang sembari menyesap rokok yang tinggal separuh ia masih di temani anggota geng yang lain, mereka sibuk dengan gurauan masing-masing, angelo terdiam menatap langit-langit sembari memikirkan banyak hal
Entah sudah habis berapa gelas kopi ia di sana, ia tidak dapat membohongi hatinya setelah melihat sendy alvaro beberapa waktu lalu, ia dapat merasakan perkembangan pesat pada diri sendy, kalau itu dulu mungkin angelo sudah bisa menghajar sendy hanya dengan satu kali pukulan tanpa harus bersusah payah menghadapinya, lama angelo terdiam menyisakan suara tawa anggota gengnya di samping kiri kanan
“woey gel, lo lagi mikirin apaan sih?” tanya dani kemudian
Angelo menoleh, “ gak gue gak mikirin apa-apa”
“oia tar malem gue nebeng lo yah gel, tadi gue telepon satpam gue buat cek kondisi si hitam katanya perlu di bawa ke bengkel dulu”
Angelo mengacungkan jempol menjawab pertanyaanya, dani mengangguk paham dengan jawaban angelo lantas ia menyeruput kembali kopi yang tinggal setengah
“eh gel, lo gak jemput princess lo” rio bertanya
Angelo menatap jam dinding yang berada lurus di depannya, jam sudah menunjukan pukul 1 siang, sudah waktunya jam pulang untuk sekolahnya
“ ya udah gue cabut dulu, tar malem ketemu di base camp, jangan lupa pesen gue, siapin alat-alat lebih banyak, kita babat habis geng fire wolf” ucap angelo besungut-sungut menatap anggota gengnya
Semua anggota gengnya mengangguk paham menjawab pertanyaan angelo termasuk dani dan rio yang masih sibuk dengan rokok mereka
Angelo bergegas meraih helm full face yang tergeletak di atas motornya lantas melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan warung mbok jum
🍂🍂🍂🍂🍂
Anak-anak sma venus sudah berhamburan keluar menuju tempat parkir, pemandangan yang selalu mila lihat ketika waktu kepulangan tiba untuk sekolahnya, mila baru saja tersadar dari lamunanya ketika linda menepuk bahunya dengan keras, kini ia sudah berjalan keluar kelasnya bersama dengan linda di sampingnya
“mil lo mau nebeng gue gak?” tanya linda
“gak usah deh lin, gue pesen greb aja ntar, sekalian nunggu di halte depan dekolah, lo duluan aja gapapa”
“ya udah kalo gitu, hati-hati sendiri yah mil, gue cabut dulu, bye”
Linda berlari sembari melambaikan tangannya, mila membalas lambaian tangan linda sembari menatap punggungnya yang sudah hilang di telan kerumunan anak-anak sma venus yang memenuhi halaman
Mila melanjutkan langkah kakinya menuju halte depan sma venus ia berhenti di samping tempat duduk yang ada di sana, tangannya meraih ponsel di tas lantas membawa tubuhnya untuk duduk, baru saja mila menghidupkan ponselnya, deru motor berhenti di depannya, mila mendongak melihat siapa yang datang menghampirinya, ia mengerutkan kening melihat seseorang yang berada di atas motor melihat kearahnya, mila tidak mengenali siapa orang itu pasalnya ia mengenakan helm full face serta hoodie berwarna hitam