my love is a bad boy

my love is a bad boy
episode 70



Episode 70


Langit berwarna biru, cerah tak berawan sama sekali, matahari tersenyum dengan hangatnya. Waktu menunjukan pukul 10.00 WIB pagi, hari yang cerah untuk memulai semua aktifitas.


Lalu lalang di rumah sakit memang sudah terjadi sejak pukul 05.00 WIB tadi pagi dan itu akan berahir jika sang fajar telah di gantikan cahaya bulan.


Pemandangan itu sudah tidak membuat angelo asing lagi, bahkan saat ini ia juga ikut larut dalam lalu lalang itu, ia merasa sangat bosan hanya berdiam diri di ruangannya, oleh sebab itu, angelo keluar untuk berjalan-jalan di taman samping rumah sakit.


Namun ia berjalan sendirian disana, entah kemana dua cecunguk yang biasa menemaninya, ia sendiri pun tidak tau kemana mereka berdua pergi.


Angelo tidak mau menunggu sendirian di kamarnya, jadilah ia keluar sendirian menikmati udara pagi yang sangat cerah.


Hatinya sudah bertekad setelah tadi pagi mengobrol dengan dani dan rio, walaupun ia masih samar-samar mengingat sesuatu yang hilang dari hatinya tapi ia ingin sembuh dengan cepat, rasanya hatinya sudah tak ingin menyakiti seseorang lebih dalam lagi. itu yang ada di fikiran angelo saat ini.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Angelo terus berjalan menyusuri taman samping rumah sakit tanpa memperhatikan sekelilingnya, tiba-tiba ada bola menyasar ke arahnya, tetapi angelo tidak menyadari akan hal itu.


Bukkk…….hantaman cukup kuat mengenai kepala angelo, seketika angelo merasa limbung hingga ia jatuh terduduk ke tanah memegangi kepalanya yang sedikit terasa berdenyut


Ingatan-ingatan mulai muncul satu persatu memenuhi kepalanya, suara-suara yang ia dengar kemarin menjadi semakin jelas, samar-samar wajah tersenyum seorang gadis mulai tampak di ingatanya, senyum hangatnya, kata-kata yang terlontar dari mulutnya seakan bergema memenuhi kepalanya, angelo merasa sangat bising, ia terus saja memegangi kepalanya, menutup telinganya.


Orang-orang mulai berkerumun menuju angelo, mereka hendak menolongnya.


Salah satu dari mereka berjongkok di depan angelo dan bertanya, β€œ nak, apakah kamu baik-baik saja, bisa dengar saya β€œ ucap seorang perempuan berusia setengah abad dengan ramah


Angelo tidak menjawab, ia masih sibuk dengan ingatan-ingatan yang seperti menghantamnya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Sementara itu,


Mila baru saja sampai di depan rumah sakit, ia berjalan beriringan bersama dengan adit sembari menenteng kotak bekal di tangannya, senyum simpul menghiasi wajah manisnya.


Baru kakinya menginjakan kaki di halaman rumah sakit, matanya sudah tertuju pada kerumunan orang yang tidak jauh dari arahnya berdiri, rasa penasarannya langsung muncul, mila merasa ia harus menuju ke kerumunan itu.


Maka dengan langkah yang lebih cepat dari sebelumnya, mila bergegas menghampiri kerumunan itu.


Dan benar saja, ikatan batinnya tidak salah, ia dapat melihat angelo tengah terduduk memegangi kepalanya dengan sekeliling orang yang berjongkok di hadapannya bermaksud ingin menolongnya.


β€œ maaf permisi β€œ ucap mila, ia berusaha menyibak kerumunan itu


Begitu kerumunan tersibak, mila langsung berjongkok di depan angelo β€œ gel, gel kamu gak papa β€œ ucapnya langsung


Mendengar suara mila, angelo langsung memeluk tubuh mila dengan sangat erat, air mata turun langsung membasahi pipinya.


Orang-orang yang berkerumun di samping kanan, kiri angelo dan mila perlahan memudar, melihat adegan angelo dan mila.


β€œ gel, kamu bisa dengar aku? Ada yang sakit? β€œ ucap mila panik


Angelo masih memeluknya dengan erat, tidak ada jawaban darinya


β€œ maaf nak, tadi cucu saya tidak sengaja menendang bola ke arah sini, hingga mengenai kepalanya β€œ ucap seorang wanita yang pertama kali berjongkok di depan angelo


Mila menoleh ke samping, tersenyum dengan ramah, β€œ tidak apa-apa bu, teman saya hanya shock mendapat hantaman bola tersebutβ€œ


β€œ benarkah? Jika ada apa-apa bilang saja ya, biar saya bertanggung jawab β€œ ucapnya lagi


β€œ tidak, tidak usah bu, biar ini saya saja yang mengurusnya, terimakasih sudah berniat membantu β€œ


Wanita itu tersenyum, lantas mengangguk dan meninggalkan mila yang masih di peluk oleh angelo, mila masih merasa kebingungan, ada apa dengan angelo, kenapa ia bisa langsung memeluknya, apakah dia sudah bisa mengingat dirinya? Pikir mila


Mila memberanikan diri bertanya, β€œ emmm, gel, bisakah kita berdiri dan duduk di sana? β€œ ucap mila


Angelo perlahan mengendurkan pelukannya, menatap nanar wajah mila, lantas mengangguk.


Sementara itu, adit sepertinya sangat sadar dengan situasi yang terjadi saat ini, oleh sebab itu, ia memilih untuk menghindar terlebih dahulu menunggu situasi untuk dirinya bisa masuk di antara kakaknya dan angelo.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Mila dan angelo sudah duduk di kursi panjang samping rumah sakit, mereka berdua berdiam diri beberapa saat, mila masih mencerna setiap keadaan yang di terimanya baru saja.


β€œ mmmm, gel, kamu…..”


β€œ iya, aku sudah ingat semuanya β€œ sambungnya


Mata mila terbelalak seakan tak percaya mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya


β€œ kamu tidak salah denger kok, maafin aku yah selama ini hanya melupakanmu, aku bukan pacar yang baik untukmu, maafin aku β€œ ucapnya tertunduk


Mila bangkit dari duduknya, berjongkok di depan angelo, ia ingin melihat wajah kekasihnya yang sudah sangat ia rindukan beberapa minggu ini.


β€œ gak gel, kamu jangan ngomong kaya gitu, kamu gak salah, aku yang salah, jangan minta maaf yah, aku seneng banget kamu bisa inget lagi sama aku, Tuhan mengabulkan doaku β€œ ucap mila matanya berkaca-kaca


β€œ walau bagaimana pun, aku sudah sangat jahat sama kamu, aku hanya melupakanmu saja, aku tau selama beberapa minggu ini hatimu pasti sangat sakit kan menghadapi sikap ku? Kamu berhak marah, tampar aku sepuas kamu, aku bakal menyerahkan segalanya untukmu, aku ingin mengurangi rasa sakitmu β€œ


Mila memegang kedua pipi angelo, mengangkatnya perlahan, β€œ lihat aku, apakah aku terlihat sedih? Apa aku terlihat tersakiti? Kamu tau gel, aku sangat bahagia hanya mengetahui kamu dapat mengingatku lagi, aku tidak mau menamparmu, karena kamu tidak salah apa pun, ini semua ujian untuk kita, aku tidak pernah menyalahkanmu sedikit pun, aku sangat bahagia saat ini, aku benar-benar berkata yang sesungguhnya” ucap mila dengan air mata yang berderai, air mata bahagianya


Angelo memeluk mila, β€œ terimakasih, terimakasih sudah menungguku dengan sabar, terimakasih sudah tetap di sampingku sampai saat ini β€œ ucapnya


Mila mengangguk, mengelus punggung angelo, terlihat air mata mulai turun ke pipi angelo, mereka berdua hening masih dalam posisi berpelukan, rasa haru, bahagia dan lega bercampur jadi satu dalam hati mila.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Di dalam rumah sakit,


Tuk….., seseorang meletakan minuman kaleng di sampingnya, lantas adit menoleh ke samping


β€œ sendirian dit? Mana kakakmu? β€œ tanyanya


β€œ ada, di taman sama kak angelo, oia, kak rio kenapa disini? Bukannya sama kak angelo yah? β€œ ucap adit


β€œ hmmmm, hah, angelo ada di taman? Pantes aja gue cari-cari di kamar gak ada, di tinggal ke toilet bentar udah ngilang, untung si dani sama kak dimas lagi pulang, kalo gak, bisa-bisa gue habis di amuk mereka berdua β€œ cerocos rio


Ia bangkit dari duduknya.


β€œ mau kemana kak?” tanya adit


β€œ nyusul angelo sebelum kak dimas sama dani dateng β€œ jawabnya


β€œ ehh, tunggu kak, jangan kesana, biarin kak mila sama kak angelo punya waktu berdua β€œ cegah adit


β€œ hmmmm, kamu ada benernya juga, ya udahlah gak jadi, lagian kalo sama mila udah pasti aman, gue temenin kamu aja deh disini ya dit β€œ


Adit mengangguk, mengiyakan ucapan rio


β€œ oia dit, gue perhatiin kemaren sepertinya kamu mau ngomong sesuatu ke angelo yah? Apa gue boleh tau apa itu? β€œ ucap rio sembari meraih satu kaleng minuman miliknya mendekatkannya ke bibir


Adit menoleh ke samping, β€œ hmmm, iya kak, aku cuma mau ngucapin terimakasih sama dia udah mau nolongin aku dan aku mau minta maaf sama dia β€œ ucap adit termenung sejenak


β€œ loh memangnya ada apa? Sampe kamu minta maaf segala ke angelo? β€œ rio mengerutkan keningnya


β€œ kalo aku bilang pun sepertinya kakak gak bakal tau, lebih baik kakak cukup tau sampai itu aja”


β€œ hmmmm, oke lah kalo itu mau kamu dit, gak masalah, tapi yah saran gue nih, kamu bisa pake atau gak itu terserah kamu, kamu gak usah nyalahin diri kamu sendiri sampe harus minta maaf ke angelo segala, ucapin terimakasih aja itu udah cukup kok , angelo itu orangnya simple, lagian kamu kan adiknya pacar dia, kamu itu sama berartinya kaya pacar dia, jadi jangan salahin diri kamu sendiri kaya gitu yah, kalo kamu minta maaf ke angelo dengan wajah sedih, dia pasti bakal kecewa sama kamu usahanya sia-sia nyelametin kamu, dia bakal ngerasa udah bikin beban ke anak orang, itu aja si saran dari gue, kan gue udah kenal lama sama angelo jadi ya dikit-dikit tau kebiasaan dia β€œ ujarnya melanjutkan acara minumnya kembali


Adit terdiam menimang ucapan rio, tapi hatinya sudah bertekad untuk meminta maaf pada angelo, memang dia sudah salah sama angelo, rio hanya melihat apa yang dia lihat tapi tidak tau apa yang adit alami, adit hanya berfikir, tak ada salahnya rio memberinya saran, dia berhak melakukan itu, tapi ia tidak ingin mengikuti saran rio. Begitu pikirnya


Setelah mengucapkan beberapa kata rio terdiam masih di samping adit masih menikmati minumannya sambil melihat lalu lalang di depan meja mereka berdua


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Di taman samping rumah sakit,


Angelo sudah duduk dengan rapi di samping mila setelah beberapa saat yang lalu mengharu biru dengan mila, perasaan hilang yang ia rasakan beberapa minggu lalu terjawab sudah, hatinya merasa lega ia sudah menemukan apa yang ia cari, setelah merasa kebingungan, kosong dan hampa, perlahan hatinya mulai terasa hangat, perasaan yang sangat ia rindukan


Begitu juga dengan mila, usahanya tidak sia-sia dengan terus menjenguk angelo, meski sempat beberapa kali mendapat perlakuan yang tidak enak dari angelo, sempat kabur dari kenyataan, memilih untuk tidak datang menemui angelo, ahirnya penantian yang ia tunggu penuh dengan rasa hampa dan sesak terbayar sudah, Tuhan menjawab doanya,


Tuhan masih bersama dengannya.


Mila tersenyum menoleh ke samping memperhatikan angelo yang tengah memandang lurus ke depan, mila tidak tau apa yang sedang angelo pikirkan saat ini, mungkin sama dengan dirinya.


β€œ mmmm, gel, kamu beneran gapapa nih, kita gak ke dalam aja dulu yuk, periksa dulu ?” ucap mila membuka percakapan, setelah cukup lama hanya diam satu sama lain


Angelo menoleh ke samping, senyum terlihat di sudut bibirnya, senyum yang sangat mila rindukan, begitu tampan, ramah


β€œ aku gapapa kok beb, tadi pusing sebentar, tapi sekarang udah baik-baik aja, aku bener-bener bersyukur, kamu masih tetap di sampingku meskipun aku sudah menyakitimuβ€œ


β€œ husttt, jangan bilang seperti itu, udah aku katakan berapa kali tadi, kamu gak pernah nyakitin aku, siapa juga yang mau hilang ingatan, kalo misalnya nih, aku yang ada di posisimu, kamu bakal gimana? β€œ tanya mila memandang kedua manik kelam milik angelo


β€œ hmmm, kalo kamu yang ada di posisiku, ya pasti aku bakal terus ada di samping kamu, walaupun nih yah, kamu ngusir aku 1000 kali, aku bakal tetap datang 2000 kali, aku bakal terus datang dua kali lipat lebih banyak dari kamu mengusir aku β€œ


Mila terkekeh, β€œ lebay kamu gel, ya seperti itulah setidaknya perasaanku ke kamu, aku juga sempat menyerah kok, jadi ya aku juga salah, maafin aku ya gel β€œ


β€œ heyyy, jangan minta maaf okey, udahlah capek minta maaf mulu β€œ ucap angelo


β€œ hehehe lah lagian kamu, siapa yang nyuruh coba buat minta maaf terus? Gak ada kan? "


Angelo tertawa kecil, di ikuti dengan mila, raut wajah mereka berdua tampak begitu cerah secerah cuaca hari ini


β€œ ehh, btw, sampai lupa aku, ini aku buatin bekal kesukaan kamu gel, oia kamu udah boleh makan berat kan ?” ucap mila ragu


β€œ wah beneran? Makasih loh beb, aku terharu, di sering-sering kalo bisa, mmmm kalo itu aku gak tau sih, kalo dikit mungkin boleh, sayang lah udah di bawain masa gak di makan β€œ


β€œ hmmm kalo milih sayang kamu atau bekal ku ya aku milih sayang kamunya lah gel, kamu baru aja inget aku, takutnya kalo kamu makan sembarangan tuh kamu bakal lupa ke aku lagi β€œ ucap mila tersipu


β€œ ini beneran mila kan? β€œ


Mila mengerutkan keningnya menatap angelo, β€œ terus kenapa emangnya? β€œ


β€œ baru kali ini aku denger kamu ngomong kaya gitu loh mil, aduh jadi pengen sakit terus deh biar di perhatiin sama kamu β€œ ledek angelo


β€œ awas aja kalo kamu sakit lagi sampe lupa ingatan kaya gini lagi, gak mau lah aku nengokin kamu, kalo kamu mau sakit terus ya silakan β€œ ucap mila cemberut


β€œ aih, iya, iya, becanda doang kok sayang β€œ


β€œ apaan sih gel manggilnya β€œ


Angelo terkekeh melihat wajah mila yang merah karena malu


β€œ udahlah jangan ledekin aku mulu, nih kamu mau cobain gak bekalnya? Kalo gak, aku kasih ke dani nih β€œ ancam mila


β€œ ishhh ya mau dong, mana sini, suapin dong aaa” angelo membuka mulutnya


β€œ makan sendiri lah masa di suapin, emang kamu bayi, tapi jangan banyak-banyak loh” ucap mila melotot


Angelo hanya tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu yang menurutnya sangat imut itu.


Tbc…..