my love is a bad boy

my love is a bad boy
episode 8



episode 8


matahari mulai menampakan dirinya menyapa lembut setiap orang yang melihatnya


🍁🍁🍁🍁🍁


mila ardelia terduduk lesu di sofa ruang tamunya, nampak ia menghela nafas beberapa kali, hari ini ia berniat ijin untuk tidak berangkat sekolah namun ayahnya menolak usul mila, pak maman bersikeras agar mila tetap bersekolah tak perlu menghawatirkan keadaan adit dan dirinya, dengan berat hati mila hanya mampu menuruti ayahnya dengan perasaan sedih sebagai gantinya ia akan menggantikan pak maman setelah pulang sekolah nanti


mila menyenderkan kepalanya di sofa tiba-tiba ia teringat dengan sikap angelo tadi malam, sebenarnya ia sangat gelisah anak nakal itu belum kelihatan batang hidungnya, tanpa sadar sesekali ia membuka gorden di belakangnya tatapan matanya mencari sesosok cowok tampan itu, mila menghela nafas mendapati angelo tak berada di depan teras rumahnya


“aish kenapa gue jadi nungguin si preman si” gumam mila kembali duduk rapi


Ia baru merasakan kehilangan angelo, saat mendapati dirinya tak berada di luar rumahnya, biasanya angelo akan di kerumuni ibu-ibu komplek membuat suasana rumahnya ramai, namun kini suasana rumahnya begitu sepi sangat kontras dengan tidak adanya pak maman dan adit di sana,


"apa yang sebenarnya angelo lakukan saat ini", batin mila menghela nafas


Mila mengusir jauh-jauh fikiran tentang angelo mengusir kegalauan hatinya, ia bangun dari tempat duduknya mengambil sarapan di dapur duduk sendiri, mata mila berkaca-kaca duduk sendiri disana, biasanya ia selalu sarapan bersama dengan adit dan ayahnya sembari makan mereka membicarakan apa pun yang menyenangkan bersama, kini ia sendiri, adiknya tertidur tak berdaya jauh darinya, mila mengatupkan kedua telapak tangannya ia berdoa untuk kesembuhan adit, untuk kesehatan ayahnya


Tok…tok…tok…


Suara ketukan pintu membuka mata mila yang telah selesai berdoa, ia berjalan menghampiri asal suara, membuka pintu di depannya


Tatapan matanya tak dapat berbohong ia sangat senang dan lega melihat angelo berdiri di depannya saat ini, doanya terkabul, semalam ia tak bersungguh-sungguh menolak ajakan angelo kini ia berdiri tepat di depannya, entah karena rasa haru, sedih karena kesepian atau bahagia, tanpa ia sadari tubuhnya memeluk lelaki di depannya, matanya berkaca-kaca


Angelo diam membatu di pelukan mila, jantungnya seperti melocat dari tempatnya karena saking kagetnya mendapat pelukan dari mila, angelo bengong tak bereaksi apa pun, mila tersadar dengan cepat beringsut mundur menutup wajahnya yang merah karena malu


“ya ampun apa yang gue lakuin, malu-maluin banget” batin mila menutup wajahnya mundur dari tatapan angelo


Angelo yang linglung sedari tadi ikut tersadar dengan perilaku mila yang tiba-tiba beringsut dari tubuhnya, ia sama bingungnya dengan mila wajahnya pun merah saat ini , jantungnya berdegup 2x lebih cepat dari biasanya


Angelo menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tak gatal, mencoba bersikap senatural mungkin, ia mendekat ke arah mila memegang tangan yang menutupi wajahnya


“lo kenapa sih pagi-pagi udah heboh, malu-maluin diri sendiri aja” celetuk angelo jail seperti biasa


Ucapan angelo menyadarkan mila yang beberapa menit lalu sempat berdebar melihat kedatangannya, yang di lihat dari sudut pandang mila sangat keren bak pahlawan yang menyelamatkan dirinya dari kesepian,


kemudian ia berfikir angelo ya tetap angelo tidak mungkin akan berubah menjadi pangeran berkuda, ia mendengus sebal mendengar ocehan angelo yang menghancurkan espektasinya beberapa menit yang lalu


Tapi tetap saja mila tak bisa membohongi hatinya meski ia sebal pada angelo, ia sudah merasa nyaman dengan sifat angelo yang seperti itu, malah mila sudah mulai menikmatinya sebagai hiburan untuk dirinya


“nyesel gue” celetuk mila kemudian


“nyesel napa? Nyesel nglepasin pelukan dari gue, sini gue peluk lagi” ledek angelo


“apaan sih lah, yuk ah berangkat sekarang, tar di kira ngapain lagi di dalem rumah cuma berduaan” ucap mila mengajak angelo keluar


“ish peduli setan sama omongan orang” angelo melangkahkan kakinya keluar dari dalam rumah mila


“buruan, gue tunggu di depan” teriak angelo keras-keras


“iya iya sabar napa, gue kunci pintu dulu” ucap mila sembari memutar gagang kunci yang sudah tertanam di pintu


Angelo sudah jalan duluan meninggalkan mila di belakang,ia sengaja jalan dulu untuk menyembunyikan perasaanya saat ini, jantungnya masih berdegup dengan sangat kencang akibat kelakuan mila yang memeluknya tiba-tiba, semenjak semalam angelo tak pulang ke rumahnya bahkan perasaannya sangat kacau, namun setelah bertemu dengan mila kekacauan dalam dirinya perlahan mulai runtuh, mila seperti obat penenang untuknya, keputusannya semalam berarti tak salah untuk tidak meninggalkan mila seperti ucapan dani


Angelo menghentikan langkah setelah di rasa mila tak menyusul dirinya , ia menoleh ke belakang cup….tanpa sengaja mencium kening mila, angelo tak menyadari mila mengikutinya di belakang sedari tadi, ia sibuk sendiri dengan pikiran dan perasaanya hingga tak bisa mendengar langkah kaki di belakangnya


angelo langsung mundur beberapa senti dari mila saat bibirnya menyentuh keningnya, wajahnya kembali merah, mila hanya diam saja mendapat ciuman dari angelo, tak seperti biasanya mila diam seperti itu, angelo bingung ada apa dengan mila di depannya


" lo kenapa mil? sakit? mananya yang sakit" tanya angelo menyapu seluruh tubuh mila dari atas sampai bawah


"apaan sih, gue gak sakit" jawab mila wajahnya merah menahan malu


mila bingung dengan dirinya saat ini, biasanya ia akan marah-marah pada angelo saat angelo menciumnya, namun pagi ini sikapnya sangat aneh,merasa senang melihat angelo, memeluk tubuhnya, jantungnya berdebar tak karuan, hingga saat angelo menciumnya ia tak bereaksi apa pun, mila tak sadar bahwa dirinya sudah mulai menerima angelo di dalam hatinya, namun ia terlalu malu untuk mengakuinya


"lah diem aja, apa lo salah makan yah" tatap angelo kebingungan


" ish berisik, dah ayo jalan tar telat " mila berlalu meninggalkan angelo yang masih bertanya-tanya sendiri


"ish bego banget sih gue hari ini, kenapa coba,arghhh malu-maluin" batin mila menjerit dalam hati


" woy lo mau di situ terus" teriak mila berbalik badan merasa angelo tak mengikutinya


"eh iya " angelo berlari ke arah mila, ekspresi angelo persis seperti orang bodoh, jauh dari kata garang seperti biasanya


brum....wushhh mobil angelo sudah melaju dengan cepat menuju sma venus, di dalam mobil angelo dan mila sama-sama diam, angelo tetap fokus dengan kemudinya sedangkan mila sesekali melirik angelo dari kaca kecil di depannya memperhatikan air muka angelo yang begitu serius, biasanya ia akan menggoda mila di dalam mobip tapi hari ini angelo banyak diam


beberapa menit kemudian, mobil angelo sudah memasuki area halaman sma venus, lalu lalang di depan menjadi pemandangan sma venus pagi ini, angelo memarkirkan mobilnya dengan rapi, segera membuka pintu mobilnya untuk mila


tatapan angelo tak sengaja melihat dani yang baru saja memarkiran mobilnya tak jauh dari mobil miliknya


"woy dan " sapa angelo melambaikan tangan


dani tampak bergidik melihat ke arah angelo ia teringat apa yang di lakukan angelo padanya tadi malam, dani mengalihkan pandangannya pergi tanpa menyapa angelo balik


mila heran dengan kelakuan dani yang seperti itu, ada apa dengan mereka berdua, sedangkan angelo menyeringai menatap dani yang menjauh secepat kilat darinya


" kenapa temen lo?" tanya mila, melihat kepergian dani


"biasa urusan lelaki" angelo terkekeh


"ish dasar aneh" ucap mila sembari melangkahkan kakinya


angelo menyusul mila di belakangnya, mengatupkan tangannya menggenggam tangan mila mereka berjalan bersama ke arah kelas mila, di perjalanan mereka berpapasan dengan nindy


"hay mila, hay angelo selamat pagi" sapa nindy tersenyum


"hay nindy selamat pagi juga" mila membalas sapaan nindy


angelo mengalihkan pandangannya tak peduli dengan sapaan nindy, sikap angelo membuat mila merasa tidak enak dengan nindy, ia pun mencubit pinggang angelo


"ish sakit tau" angelo meringis


"salah lo sendiri gak sopan! ada orang nyapa gak di bales" bisik mila


nindy memperhatikan tingkah laku mila dan angelo di depannya, ia merasa tak suka dirinya di abaikan namun senyum masih tetap menghiasi bibirnya


"kalian mesra banget yah" ucap nindy tertawa anggun


"hoo jelas dong kita kan pacaran ya jelas mesra" timpal angelo songong


" gak ko nin, angelo ngaco, siapa juga yang mau mesra-mesraan sama dia" ujar mila memukul punggung angelo


" ck, munafik banget si lo mil jadi orang, berani banget di depan gue, awas aja nanti" gerutu nindy dalam hati, terus melangkah menjauhi angelo dan mila


🍁🍁🍁🍁🍁


" udah sampai sini aja, sana lo balik ke kelas" ucap mila di depan pintu ruang kelasnya


" ck, pelit amat si lo mil gue gak boleh masuk ke kelas lo" gerutu angelo


" biarin, bentar lagi lo juga ke sini kan, dah sana pergi"


"iya iya cerewet, ya udah gue pergi nih jangan nyesel" ledek angelo sembari membalikan badan


"ck, sapa juga yang nyesel" teriak mila


angelo berlalu meninggalkan mila ia bersenandung di perjalanannya menuju kelas


"hoy ndi, hoy yo" sapa angelo pada andi dan rio mereka bertos ria


angelo celingak celinguk mencari anggota gengnya satu lagi


"mana dani ndi?" tanya angelo menyapu seluruh ruangan kelasnya


"dani ya, tadi gue liat di kantin" jawab andi


"lagi galau dia gel mukanya di tekuk-tekuk" rio menimpali


"hahahaha" angelo terkekeh mendengarnya


" lo kenapa gel?" tanya andi, andi dan rio saling menatap bingung


"hahahaha gak gak, kocak banget gila" angelo memukul-mukul meja di depannya


"ish gila lo ya gel" ucap rio


" iya tuh, jangan-jangan lo kesurupan yah?" andi menimpali


" hahaha sembarangan, kalian tanya dani dah kalo pengen tau" angelo masih tertawa memegangi perutnya


angelo tertawa terbahak-bahak mendengar kondisi dani, ia tau persis apa yang di rasakan dani adalah akibat dari dirinya semalam


andi dan rio hanya menatap satu sama lain kebingungan melihat angelo yang tertawa sendirian


🍁🍁🍁🍁🍁


di ruang kelas mila


mila duduk diam di kursinya memperhatikan teman-teman sekelasnya berlalu lalang di depan, kondisi kelasnya mulai ramai, namun sahabatnya linda belum kelihatan juga, ada perasaan khawatir di dalam hati mila, ia takut sesuatu terjadi dengan sahabatnya seperti kemarin, pandangannya tertuju pada pintu ruang kelasnya


tak selang waktu lama, pandangannya menangkap tubuh sahabatnya yang berlari ke arahnya, mila menghela nafas lega untunglah tidak terjadi apapun pada sahabatnya


"hosh...hosh...hosh gila hampir aja gue telat" ucap linda ngos-ngosan menaruh tas di mejanya


"lo kenapa lin? kaya di kejar-kejar anjing gila aja" ucap mila memperhatikan sahabatnya


" ini lebih parah dari anjing gila mil" ujar linda sembari duduk di tempatnya


"terus apaan?"


"gua bangun kesiangan terus saking gugupnya sampe lupa sarapan, kebayang kan gue lapernya kaya apa musti lari-lari lagi" ucap linda menjelaskan


"ck, cuma gara-gara lu belum sarapan, hebohnya udah kaya di kejar anjing gila, yaelah lin nyesel gue khawatirin lo" mila menepuk jidat sahabatnya


" paan sih mil, itu lebih gawat tau daripada di kejar anjing gila, lu gak tau sih" gerutu mila


"emang lu mau di kejar anjing gila?"


"ish amit-amit mil jangan sampe" linda mengetuk-ngetuk meja di depannya


"ya udah diem, pagi-pagi udah heboh" ucap mila cuek


"eh mil temenin gue bentar yuk ke kantin gue beneran laper sumpah" ajak linda memohon


"ck, gak ah gue males" mila mengalihkan pandangan matanya


"ayolah mil pliss, lu gak mau kan sahabatmu mati kelaparan" ajak linda mengguncang tubuh mila


" ya ya ya yuk gue temenin, berisik banget tapi cepetan 15 menit lagi bel"


"iya iya yuk buruan" tarik linda


mila dan linda berjalan dengan cepat menuju kantin, sesampainya di kantin linda meninggalkan mila berdiri sendiri di depan kantin, sahabatnya sudah sibuk mencari makanan untuk mengganjal perutnya yang sedari tadi terus berisik meminta makan


pandangan mila menyapu seluruh isi kantin, tatapan matanya terhenti saat ia melihat segerombol cowok-cowok duduk di pojokan menyesap es teh sambil tertawa berisik


tidak salah lagi itu geng angelo


mila yang menyadari angelo ada di sana pura-pura tak melihat mereka, dengan cepat ia masuk ke dalam kantin menutupi wajahnya dengan telapak tangannya mencoba menghalau pandangan teman-teman angelo,namun sayang kelakuan mila justru menyita perhatian rio yang duduk tepat di depan angelo


"gel, gel tuh cewek lu bukan" celetuk rio tiba-tiba pandangannya terarah pada gadis yang menutupi wajah dengan telapak tangannya


" mana " tanya angelo menoleh ke belakang badannya


" tuh yang nutupin muka pake tangan" ucap rio


andi dan dani ikut memperhatikan apa yang di tunjuk rio


"iya tuh gak salah lagi" timpal andi


" ya udah gue cabut bentar,bayarin punya gue dan" ucap angelo menyesap es teh di depannya, ia bangkit dari duduknya


" ck, kebiasaan gue rasa bukan gue deh yang lahirin angelo, napa kaya gue yang jadi ibu dia yak" dani mendengus menatap kepergian angelo


"hahahaha itu udah jadi nasib lo dan" ucap andi


"iya bener banget terima aja rejeki lo dan.hahaha " rio menimpali


angelo berlari menghampiri mila meninggalkan ocehan dani tetap di tempat mereka


author's: hay author disini, gimana nih ceritaku hari ini semoga nyambung ya dan semoga kalian suka, salam hangat dari ku untuk kalian semua yang udah mau luangin waktu mampir ke sini 💙💙💙❤️❤️❤️😘😘