
Episode 48
Deruan motor terdengar memenuhi indera pendengaran, dalam suasana ramai lalu lintas, angelo dan mila sudah meninggalkan SMA venus beberapa waktu lalu, motornya pun sudah melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah mila, seharusnya saat ini angelo mengajak mila berjalan-jalan sebentar sebelum mengantarnya pulang ke rumah, namun mila menolak ajakannya karena ia ada tugas kelompok yang harus segera di kerjakan, oleh sebab itu angelo dengan perasaan sedikit kecewa menuruti permintaan mila untuk segera mengantarnya pulang ke rumah.
“ sayang lo marah ya sama gue” ucap mila tiba-tiba dalam perjalanan, karena merasa angelo hanya diam saja setelah mendengar dirinya tidak mau ikut jalan-jalan sebelum pulang ke rumah
Ucapan mila langsung membuat angelo tersentak hingga menghentikan laju motornya tiba-tiba, pasalnya baru kali ini mila memanggilnya sayang
“ aishhh, kenapa sih ko tiba-tiba berenti, kan gue jadi kebentur helm lo” gerutu mila
“ maaf, maaf, tadi lo bilang apa beb?” ucap angelo menengok ke belakang
“ gue bilang kenapa berenti tiba-tiba”
“ bukan, bukan yang itu, yang pertama”
“ gak, gue gak bilang apa-apa kok, lo salah denger” wajah mila langsung memerah
Angelo mencopot helm full facenya lantas turun dari motornya,
untung saja mereka sekarang sudah memasuki area perkomplekan, jadi jalanannya lumayan sepi lalu lalang
“ eh, eh, apa yang lo lakuin gel, nanti gue jatuh” ucap mila panik melihat angelo bergerak turun dari motornya, tanganya reflek memegangi ujung seragam angelo
“ gak bakal jatuh, kalo jatuh kan ada gue tinggal gue tangkap aja” angelo nyengir
Mila diam mempoutkan bibirnya,
masih duduk di kursi belakang motor angelo, sedangkan angelo sudah berdiri di sampingnya menatapnya dengan tatapan berbinar
“ aishhh, napa sih musti berenti, gue gak suka duduk disini sementara lo udah turun, gue juga mau turun”
“ eitt, gak boleh turun sebelum lo ngasih tau apa yang lo bilang tadi”
“ apaan sih gel, lo salah denger serius, gue gak bilang apa-apa”
“ hmmmm, gue gak percaya tuh” ledek angelo mulai jail
“ ishhhh, serius sayang, upsss” mila langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya setelah kata-kata sayang keluar dari mulutnya, “ astaga begonya gue” batin mila
“ hmmmm, apah, tadi lo bilang apa beb, coba ulangi dong”
Ledek angelo semakin menjadi-jadi tanganya tetap menahan tubuh mila agar tetap duduk di motornya, mila sudah memberontak berkali-kali, tetap saja tidak bisa melawan kekuatan angelo, dirinya juga merasa malu padanya karena tidak sengaja memanggilnya sayang, angelo tetap terus mencecarnya dengan ledekan-ledekan sampai ia merasa kewalahan dan mau mengikuti kata-katanya untuk mengulangi perkataanya
“ iya iya deh gue ngalah, gue bilang, sayang lo marah ya sama gue” ucap mila dengan nada paling lembut yang ia punya, wajahnya langsung memerah bagaikan udang rebus
Angelo tertawa memegangi perutnya melihat wajah merah mila hingga matanya mengeluarkan air
“ tuh kan gue gak mau kalo musti ngulangin lagi”
“ hahahahha, iya, iya maaf yah sayangku, habisnya lo imut banget, kan gue jadi pengen ketawa, gigit boleh gak” angelo memegang kedua pundak mila, menatapnya lekat-lekat dengan wajah berbinar
“ gak, lo kira gue makanan main gigit aja, gue bilangin bang dimas nanti lewat linda kalo lo gigit gue” ancam mila
“ hmmmm, mentang-mentang punya sahabat pacar abang gue, sekarang udah main ngaduin nih ceritanya, oke gapapa, gue gak takut kok sama bang dimas, malahan dia yang takut sama gue”
“ gak percaya tuh”
“ aishhh, gigit beneran nih”
Angelo mendekatkan wajahnya pada wajah mila, ia berusaha menghindarinya dengan mata yang terpejam erat,usahanya sia-sia angelo merasa sudah tak tahan lagi beneran ingin menggigit mila hari ini, jarang-jarang kan kekasihnya bersikap imut seperti sekarang, begitu pikirnya, angelo mulai membuka mulutnya mendekatkannya ke pipi mila, cupppp, gigitannya berubah menjadi ciuman lembut di pipi merah mila
Mata mila terbuka saat bibir angelo menyentuh pipinya, jantungnya langsung berdegup kencang, perasaan hangat membanjiri hatinya, sangat nyaman,
tanpa sadar tangannya menarik kepala angelo, cuppppp……ciuman tepat di bibir angelo, mila langsung melepaskan tangannya ketika kesadaran sudah menguasainya kembali, namun belum sampai dirinya menjauhkan wajahnya, angelo sudah menarik kepalanya, menciumnya kembali tepat di bibir, ahirnya mereka berdua berciuman di pinggir jalan yang sepi dengan suasana hembusan angin ringan menerpa keduanya
Jantung mereka berdua berdetak dengan kencang seakan bersahut-sahutan, selama 5 menit mereka berpangutan ahirnya angelo melepaskan ciumannya lantas memeluk mila penuh dengan kasih sayang, menciumnya kembali di kening, tersenyum manis menatap wajah merah kekasihnya, mila hanya terdiam memandang wajah tampan kekasihnya itu
“ gue sayang lo mil, gue janji gue bakal selalu buat lo bahagia, jika suatu saat gue nyakitin lo, lo berhak sakitin gue balik, atau kalo gak bunuh gue aja, gue gak mau putus sama lo lebih baik gue mati daripada harus putus sama lo”
“ aishhh, ya gak adil dong”
“ lah kok gak adil?” angelo mengerutkan keningnya menatap mila yang mempoutkan bibirnya
“ iya, kan lo udah nyakitin gue tuh, lo bilang gak mau putus sama gue kan? Lo minta gue bunuh lo aja, ya lo cuma sakit bentar dong terus selanjutnya udah tenang deh tuh diatas sana, lagian gue juga gak bakal tega kali nyakitin lo gel apalagi bunuh lo”
“ kenapa lo gak tega? Kan gue udah nyakitin lo”
“ ya karena gue cinta sama lo” ucap mila tersipu
“ apaa, coba ulangi lagi, gue tadi gak denger, gara-gara angin”
“ gak ada kata pengulangan, salah sendiri lo gak denger”
“ hahaha, oke, oke, gue bercanda kok, gue juga cinta sama lo beb banget malah” angelo mengusap rambut mila
“ hmmmm, gue tau kok “ ucap mila sembari melipat kedua tangan di depan dada
“ aishh gak adil nih, lo udah tau perasaan gue”
Angelo mengusap belakang kepalanya pura-pura kesal, sedangkan mila sudah tertawa memperlihatkan cekungan mendalam di kedua pipinya, terlihat sangat manis
“ ahhh, udah lah, ayo pulang sekarang, nanti gue di marahin linda lagi, pas dia dateng ke rumah, gue belum pulang”
“ hmmm, oke, yuk kita pulang” angelo mendaratkan ciuman kembali pada pucuk kepala mila
Lantas melajukan kembali motornya menuju rumah mila, hari ini hatinya terasa sangat bahagia terlihat jelas di wajahnya senyum tak henti-hentinya bersemayam di sana
sedangkan mila diam di belakang sembari memperhatikan lalu lalang
beberapa menit kemudian motor angelo telah memasuki halaman rumah mila, ia langsung mematikan mesin motornya, membuka helm full facenya
"thank's ya gel udah anterin gue" ucap mila berdiri di samping angelo
" aishh, gak kaya biasanya aja lo ngomong gitu ah, ya udah gue gak mampir yah, takutnya ganggu kerja kelompok lo, sekarang juga udah jam setengah 2 siang " ucapnya sembari memperhatikan jam tangannya
" gak papa, masih ada hari besok, btw weekend kita jalan kan, gue mau nepatin kata-kata gue dulu sama lo, masih inget kan?"
mila mengangguk tersenyum sambil mengingat maksud perkataan angelo
" ya udah kalo gitu, gue duluan yah beb"
angelo mengenakan kembali helm full facenya, memutar kunci motornya lantas mengangguk pada mila sebelum melajukan kembali motornya, mila melambaikan tangannya pada angelo sembari menatap laju motornya hilang dari pandangan matanya
🍂🍂🍂🍂🍂
laju motor angelo bergerak cepat menuju base camp xtc untuk bersantai sejenak sebelum ia pulang ke rumah, tak lama motornya sudah memasuki halaman base camp xtc, terlihat sepi, tidak ada siapa pun di luar
" bagus, gue bisa tiduran bentar tanpa ada yang ganggu" gumam angelo seraya melepas helm full facenya
langkahnya cepat menuju ke dalam ruang utama base camp, dimana terdapat beberapa matras yang siap menerima kedatangannya, ia berjalan sambil bersenandung ria menyanyikan sebuah lagu tentang cinta
" ck, orang **** dateng, firasat gue gak enak" ucap dani yang sedari tadi tiduran di atas matras sembari memainkan ponselnya, ia berencana akan ke rumah sakit nanti malam mengajak angelo, karena merasa bosan di rumah ahirnya ia memutuskan pergi ke base camp untuk bersantai, namun sayang di base camp yang biasanya ramai, hari ini tidak seperti biasanya, sepi, tapi dia tidak peduli yang penting bisa bersantai, begitu pikirnya
tuk....langkah angelo berhenti di sisi matras, matanya berbinar, senyum lebar menghiasi wajahnya sambil menatap tubuh dani yang berbaring membelakanginya, angelo tau, dani pasti pura-pura tidak mendengar kedatangannya
smirkkk, senyum sinis tergambar di wajah angelo
" duh napa tuh anak diem aja liatin gue kaya orang mesum " batin dani
srekkk....dani membalikan badannya untuk melihat apa yang angelo lakukan hingga diam berdiri di sisi matras melihat ke arahnya
" aishh, ****, ngagetin gue aja, napa lu senyum-senyum kaya orang ga waras?, gue jadi takut liatnya "
brukk......angelo langsung memeluk tubuh dani tanpa ba bi bu lagi setelah mendengar ucapan dani, tebakannya benar kalau dani pura-pura tidak tau dirinya datang, maka dari itu ia harus mendapat hukuman darinya
" apaan sih gel, lo gila yah, lepas gak, ihh jijik gue sumpah, ya gusti, harga diri gue sebagai laki " protes dani sembari memberontak di pelukan angelo
semakin dani memberontak malah semakin ketat angelo memeluknya
" ya ampun gel, lo sekarang beneran demen sama gue yah? tapi sorry deh yah, gue musti nolak lo, secara gue laki normal, gue gak doyan pisang lo "
cuppp.....angelo mencium pipi dani, ciuman angelo membuat dani mual-mual, wajahnya memerah menahan rasa mualnya, angelo hanya cekikikan dengan reaksi dani
" lo gak bisa diem emang yah dan kalo belum gue cium, ahhhh gue lagi bahagia hari ini " angelo melepaskan pelukannya, ia telantang membentangkan kedua tangannya, tersenyum menatap langit-langit di atasnya
" bahagia si bahagia gel, tapi kenapa musti nyium gue sih, lama-lama gue bilangin mila juga nih lo" dani mengusap-ngusap pipinya dengan keras berharap bekas ciuman angelo hilang
" ah elah lebay amat lo dan jadi orang, itu hadiah buat lo, harusnya lo bangga dong di cium sama orang tampan kaya gue, ketua geng lagi, gue yakin anak-anak yang lain kalo tau pasti mereka iri sama lo dan "
" iri pala lo, yang ada mereka pada bergidig semua kali, daripada hadiah cium sama lo, gue mending milih di belikan keripik kentang satu karung sumpah gel "
" wkwkwkwk, sayangnya gue yang gak mau beliin lo keripik kentang satu karung, sayang duit gue, mending di pake buat jalan sama bebepku tersayang "
" hiyyyy, orang bucin emang rada sedeng yah, apa cuma lo doang yang kaya gitu gel, astaga"
angelo tertawa lepas menjawab ocehan dani, mereka berdua larut kembali dalam candaan absurd seperti biasa
🍂🍂🍂🍂🍂
mila dan linda sudah berada di dalam mobil saat ini, mereka berdua hendak menghampiri yuda, untung saja mila ingat kejadian dirinya berpapasan dengan yuda beberapa waktu lalu di rumah sakit sebelum dirinya membantu adit untuk pulang
jadilah ia mengajak linda ke rumah sakit setelah linda menjemputnya tadi
" lo yakin mil, yuda ada di rumah sakit? " tanya linda di samping mila
" gue yakin lin, gue pernah papasan sama dia kemaren pas gue jemput adit "
" ngapain tuh anak di rumah sakit? lo gak nanya?"
" ya mana gue tau lin, gimana mau nanya, pas papasan aja, angelo udah masang muka galak banget ke yuda, ya gue gak mau lah mereka berantem lagi "
" oia gue lupa, peliharaan lo kan galak" linda terkekeh
" aishhh, sembarangan aja lo lin ngomongnya"
ucap mila menatap linda jengah, mereka berdua terus berbincang, hingga mobil yang di tumpanginya berhenti di parkiran rumah sakit husada
" yuk jalan " ajak mila di luar mobil
" oke, bentar, gue ambil tas "
mila mengangguk menunggu linda di samping mobil, sebelum berjalan, linda terlebih dahulu memberi pesan pada supirnya untuk meninggalkan dirinya di rumah sakit, setelah itu mereka berdua langsung melangkahkan kakinya ke dalam rumah sakit,
tatapan matanya awas menyapu seluruh penjuru yang ada di pintu masuk, memperhatikan setiap orang yang berlalu lalang di depan mereka berdua
" gila mil, bisa koleng nih kita, rumah sakit segede gini, gimana kita mau cari satu orang, mana gak punya petunjuk lagi "
" sttt, diem bisa gak, jangan ganggu konsentrasi gue "
linda mendengus sebal mendapat ucapan seperti itu dari mila, namun mila tidak peduli dengan reaksinya, tatapan matanya terus saja menyapu seluruh penjuru pintu masuk rumah sakit, berharap dapat menemukan yuda di dalam kerumunan orang yang berlalu lalang
" ikut gue " mila menarik tangan linda
linda hanya diam mengikuti langkah kaki mila di sampingnya, tidak ada gunanya juga menggerutu sekarang, begitu pikirnya, ia sudah ikut mencari keberadaan yuda sama dengan mila sembari terus melangkahkan kakinya menyusuri koridor ruangan rumah sakit
namun nihil, yuda tidak terlihat dimana pun, walau begitu tidak membuat mila berputus asa mencarinya, langkahnya tetap terus berjalan hingga sampai di ujung koridor dan ahirnya berbelok menuju taman kecil di sampjng rumah sakit, disitu pandangan matanya langsung menangkap sesosok yang di carinya sejak tadi, ia sedang duduk sendiri di kursi panjang sembari tertunduk lesu
" lin, itu yuda kan " ucap mila
" iya bener lo mil, kita samperin yuk sekarang, eh tapi kayaknya dia lagi dalam mood gak bagus deh "
" aishh bukan waktunya sekarang mikir gitu, kita bisa langsung tanya ke dia daripada buang-buang waktu di sini "
" oke lo bener " ucap linda
mila mengangguk menatap linda, mereka berdua berjalan menuju yuda berada, tanpa melihat keadaan kacau yuda saat ini
Tbc.....