
Episode 24
Suasana SMA venus siang ini sudah mulai sepi, hanya tersisa dirinya dan beberapa orang yang sebentar lagi juga akan meninggalkan sekolahnya itu
Mila masih menatap bingung sesosok di depannya, yang mengenakan helm full face, ia merasa takut membayangkan kalau-kalau yang berdiri di depannya itu orang aneh yang akan berbuat jahat pada dirinya, ia ingin lari dari tempatnya sekarang, namun ia tidak bisa menggerakan kakinya yang tiba-tiba merasa kesemutan
“ plis jangan gangguin gue, gue gak bawa duit” cicit mila
Angelo tertawa geli mendengar ucapan mila lantas membuka kaca helm full face yang ia kenakan
“tenang gue gak mau duit lo ko beb, gue mau lo nya aja” angelo tertawa menatap mila
“ish ngagetin aja, gue kira siapa”
“hahaha, sorry beb, yuk naik, gue anter ke rumah sakit”
Mila terdiam beberapa saat sembari meluruskan kakinya yang kesemutan, menunggunya sebentar hingga merasa lebih mendingan, angelo menunggu dengan sabar sembari memperhatikan tingkah laku kekasihnya itu
“ iya gue kesemutan, tunggu bentar” ucap mila kemudian
Angelo tertawa mendengar ucapan mila padahal ia tidak bertanya padanya tapi mila mampu membaca fikiran angelo seperti peramal
“kenapa lo ketawa, emang ada yang lucu”
“gak ada, cuma pengen ketawa aja”
“ck, dasar aneh emang”
Mila mulai berdiri dengan perlahan setelah ia merasa sedikit lebih baik, menghentak-hentakan kakinya sebentar, lantas melangkahkan kakinya untuk menaiki motor angelo yang di rasa cukup tinggi
“gimana, bisa naik gak? Apa perlu gue gendong” ledek angelo
“ish, lo kira gue pendek banget apa! sampe gak bisa naik ke motor lo”
Angelo tertawa menjawab pertanyaan mila yang sedang berusaha untuk naik di belakangnya
🍂🍂🍂🍂🍂
Hap…..mila berhasil mendaratkan tubuhnya tepat di atas jok motor angelo, ia sedikit merapikan roknya
“udah yuk jalan” ucap mila setelah ia merasa cukup nyaman
“ oke siap my princess, jangan lupa pegangan tar kamu jatoh gue gak tau” angelo tertawa
“emang lo kira gue kapas”
“iya emang lo kaya kapas, putih, imut, ringan” angelo tertawa lagi meledek mila
Mila memukul punggung angelo setelah mendengar ocehannya, angelo hanya tertawa mendapat pukulan ringan di punggungnya lantas meraih tangan mila untuk memeluknya dari belakang, wajah mila memerah, ia berusaha menolak namun usahanya sia-sia tarikan angelo cukup kuat hingga ia takut kalau tidak menurut bisa jatuh beneran dari motor akibat guncangan keras perbuatannya sendiri
“ oke siip, kita meluncur ke rumah sakit ”
Mila diam tersipu di belakang angelo sembari mengatur nafasnya
lantas angelo menancapkan gas motornya, mereka berdua melaju membelah jalanan ibukota yang ramai, maklum lah jamnya pulang sekolah bagi anak-anak SMA
“eh gel, gue mau pulang aja lah” ucap mila tiba-tiba
“loh kenapa? Bukannya bapak sama adek lo masih di rumah sakit”
“iya bener, tapi gue ada urusan di rumah”
“oke siap my princess”
Angelo mempercepat laju motornya, mila diam sembari memeluk erat tubuh angelo dari belakang, jangan tanya lagi dengan hatinya, sudah jelas berdegup sangat kencang sedari tangannya di tarik angelo, ia hanya bisa berkonsentrasi dengan jalanan di depannya sembari tetap mendekap erat tubuh angelo, dari posisinya duduk mila dapat mencium wangi parfum khas angelo, ia sudah hafal dengan bau parfumnya, kalaupun mereka berada dalam kegelapan pasti mila dapat mengenali angelo hanya dengan mencium bau parfumnya itu
🍂🍂🍂🍂🍂
Sementara angelo terus memusatkan pandangannya lurus kedepan sembari mengatur laju motornya agar tidak sampai oleng akibat dirinya yang mati-matian menahan degupan jantungnya yang terlalu cepat, wajahnya memerah, ia merasa panas di dekap begitu erat oleh mila, namun juga merasa senang secara bersamaan, angelo merasa seperti sedang terbang karena saking bahagianya merasakan perasaan yang bertumpuk di hatinya
Mereka diam selama perjalanan, hanya menyisakan suara deru motor serta hembusan angin yang menerpa tubuh mereka selama perjalanan
🍂🍂🍂🍂🍂
Beberapa saat kemudian, motor angelo sudah
memasuki area komplek jalan mawar, angelo membawa motornya masuk melewati gang kecil sebelum sampai ke rumah mila, sepertinya kedepan angelo akan menggunakan motor jika akan menjemput mila ia merasa motornya jauh lebih bisa masuk ke dalam gang daripada mobilnya yang harus ia parkir jauh-jauh di seberang jalan membuat ia harus berjalan untuk mencapai rumah mila
Angelo mematikan mesin motornya ketika ia sampai di halaman rumah mila, ia tetap di posisinya menunggu mila turun
“masuk dulu yuk, gue buatin minum” ucap mila yang sudah turun dari motor angelo, kini ia berdiri di depan angelo
Angelo membuka kaca helm full facenya, ia mengangguk menjawab pertanyaan mila lantas turun dari motornya tanpa mencopot helm terlebih dahulu, mila sudah berjalan di depan membuka pintu agar mereka bisa masuk, angelo berjalan di belakang mila
“ kok lo gak buka helm, emang gak panas?”
Angelo diam sambil lalu, ia mendaratkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu mila tanpa menjawab pertanyaannya
“ lo kenapa sih? aneh banget”
Mila duduk di sampingnya, ia penasaran dengan sikap angelo yang tidak mau membuka helmnya padahal itu helm full face, ia tetap memakainya di dalam ruangan apalagi ruangan mila tidak ada ACnya
“gue gapapa kok, udah sana katanya mau buatin gue minum”
“lo bohong, kalo gak kenapa-napa coba lo buka helmnya, gue mau liat” mila menatapnya garang
Angelo terpaksa menuruti ucapan mila, perlahan ia membuka kancing helm yang berada di bawah dagu lantas menarik helm dari kepalanya, taraaa terlihatlah wajah hancur angelo dimana masih ada bekas darah di samping bibirnya, luka di pelipis yang belum kering terbuka lagi, lebam di sana sini, rambut acak-acakan, mila bengong menatap kondisi wajah angelo, ia sudah tidak bisa berkata-kata lagi untuk mendeskripsikannya
“ lo berantem lagi yah” tanya mila setelah lama memperhatikan wajah angelo
“hmmm” angelo menjawabnya dengan singkat
Mila menghela nafas, “ bentar, lo tunggu sini”
“lo mau kemana?”
“gue mau obatin luka lo, lo tunggu sini”
Mila melangkahkan kakinya menuju dapur, ia mengambil kotak P3K yang berada di atas lemarinya, mengambil air mineral di atas meja makan lantas kembali berjalan menuju ruang tamu, mila duduk kembali di samping angelo yang menyandarkan kepalanya di sofa
“ nih minum air putih dulu” mila menyerahkan
satu botol air mineral ke depan angelo
Angelo bangkit dari posisinya menerima air mineral dari tangan mila, meminumnya dengan segera, sedangkan mila sudah sibuk dengan kapas dan antiseptik untuk luka di dalam kotak P3K setelah menyerahkan air mineral pada angelo
“siniin wajahmu”
“ada apa? Ko diem” tanya angelo menoleh
Mila segera mendorog wajah angelo untuk tidak menoleh padanya, ia mulai menempelkan kapas yang sudah di beri antiseptik sebelumnya, angelo meringis menahan perih saat kapas tersebut menyentuh luka di pelipisnya
“ sakit yah” ucap mila, tangannya telaten mengusap kapas di wajah angelo
“mana ada sakit, cuma segini mah gak ada apa-apanya”
Mila menekan lebih keras tepat di pipi angelo yang sudah berwarna ungu setelah mendengar jawaban songong dari arahnya
“aish sakit beb, ko kamu jahat” angelo beringsut mundur
“lah katanya tadi gak sakit, ya udah gue buat biar sakit sekalian”
“ ya gak gitu juga kali” protes angelo
“ gel kenapa sih lo suka banget berantem? Emang enak apa berantem?”
“jelas dong enak, kan amarah jadi bisa hilang kalau berantem”
Mila menghentikan gerakan tangannya, ia memandang lekat-lekat wajah angelo
“ kan gak harus dengan cara berantem kalo nyelesein masalah, bisa juga secara baik- baik, apa gak bisa?"
“emmm, kalo soal itu aku gak bisa”
“kenapa? “
“kalo gue nyelesein masalah secara baik-baik, udah mati kali gue sekarang, lagian juga berantem udah jadi keahlian gue sejak lahir” angelo tertawa sumbang
“ck, gini yah gel, gue gak bermaksud ngelarang hobi lo maupun tindakan lo, cuma gue gak mau lo masuk rumah sakit lagi, kan baru tadi pagi lo keluar” mila menatap serius wajah angelo
Angelo diam, ia merasa bersalah membuat pujaan hatinya merasa khawatir akibat kelakuan yang ia perbuat
“ lo paham kan maksud gue, silakan lo bergaul sama anggota geng lo, terus lo tawuran misalnya, apa nyerang geng lain, tapi gue minta sama lo, jaga diri lo baik-baik, lo bisa gak?”
“ iya gue bisa, lo tenang aja beb, gue gak bakal masuk rumah sakit lagi”
Mila mengangguk mendengar jawaban angelo, walau mulutnya berbicara seperti itu namun tetap saja hatinya merasa ingin melarangnya untuk menghentikan semua aksi yang di lakukan angelo, ia takut angelo akan masuk rumah sakit lagi minusnya lebih parah dari yang kemarin namun ia tidak dapat mengekang apa yang akan di lakukan angelo, mungkin dengan ia bersikap seperti itu, suatu saat nanti angelo akan luluh dan mendengarkan isi hatinya
🍂🍂🍂🍂🍂
Mila melanjutkan lagi membersihkan luka angelo dengan telaten, angelo menatap wajah serius mila yang hanya berjarak beberapa senti darinya, terlihat imut seperti biasa, angelo tersenyum
" oke, sudah selesai, cepat sembuh ya " ucap mila menyentuh plester yang baru saja ia pasangkan di pelipis angelo
angelo tersenyum lantas ia memegang tangan mila, menatapnya penuh arti
" beb gimana kalau kita jalan-jalan besok hari minggu "
mila menatap angelo sembari menimang-nimang jawaban untuk angelo
" eummm, gimana ya"
" mau ya, gue mau ajak lo ke suatu tempat yang pasti lo bakal suka" angelo menatap mila penuh harap
" hmmmm oke deh, tapi gue ijin bapak dulu, kalo gak boleh ya gue gak bisa ikut "
" tenang, gue yang bakal ijin sama bapak lo"
" oke kalau gitu, ya udah gue ganti baju dulu, lo kalo mau istirahat, istirahat aja gapapa "
ucap mila sembari beranjak dari duduknya
" emm ok, eh seragam lo kenapa? kok kotor " tanya angelo yang tidak sengaja melihat noda di baju mila
mila menunduk memegang bekas tumpahan soda tadi siang, memang sudah sedikit pudar tapi kalau di lihat dari dekat tetap saja masih terlihat jelas bekas tumpahannya
" oh ini, tadi siang gue gak sengaja ketabrak orang pas bawa minuman "
" ck, dasar, baru setengah hari gue gak liatin, udah kambuh lagi tuh penyakit ceroboh lo "
" ish, apaan sih, emang gue anak kecil musti kudu di awasin 24 jam sama lo "
angelo tertawa sembari memegang sudut bibirnya yang sedikit perih, mila tak menghiraukan tawa angelo, ia berjalan meninggalkan angelo sendiri di ruang tamunya, jantungnya sudah cukup berisik sedari tadi, jika ia terus berada di sana kemungkinan ia tidak bisa lagi menahan perasaan hatinya yang hampir meledak sebab melihat tawa angelo yang begitu lepas
🍂🍂🍂🍂🍂
sedangkan angelo menyandarkan kembali kepalanya ke belakang, ia menatap langit-langit ruang tamu di atasnya, ada sedikit sarang laba-laba yang menghiasi lampu di sana, angelo menghela nafas, ia sudah kembali lagi memikirkan rencana penyerangan yang akan ia lakukan nanti malam, ada sedikit perasaan cemas dalam hatinya, meski ia tertawa sangat lepas beberapa saat lalu
entah ada apa dengan dirinya yang merasa seperti itu, padahal dulu ia tidak akan pernah merasa cemas, khawatir atau bahkan sampai membayangkan hal-hal yang belum tentu akan terjadi, ia cukup benci dengan dirinya saat ini yang merasa seperti pengecut
bohong jika ia merasa baik-baik saja seharian ini, masih terbayang jelas raut wajah sendy yang sudah sangat berubah dari penampilannya satu tahun silam
kini penampilan sendy terlihat lebih tidak mempunyai perasaan di dalam tatapan matanya, seperti ada kekuatan besar yang belum ia keluarkan sepenuhnya, angelo mulai berfikir dari mana datangnya tatapan tak berperasaan itu, darimana asal kekuatan barunya?
tapi walau angelo merasa sedikit cemas, ia sudah tidak bisa untuk mundur lagi, ia harus menuntaskan masalahnya, jika beruntung ia bisa membawa andi balik lagi, jika tidak, ia harus tetap memastikan kemenangan untuk geng xtc malam nanti apa pun yang terjadi
hanya ada dua pilihan untuk dirinya dan anggota gengnya, menang atau mati, yang jelas angelo harus berusaha lebih ekstra untuk mengalahkan sendy malam nanti mengingat apa yang sudah ia lihat siang tadi
" gue pasti bakal ngajak lo jalan setelah ini mil, pasti " batin angelo
pandangan matanya masih menatap lurus langit-langit ruang tamu mila, cukup lama angelo terhanyut dengan apa yang ia fikirkan ahirnya ia tertidur tanpa sengaja
🍂🍂🍂🍂🍂
mila yang baru selesai bersih-bersih badan menghela nafas melihat angelo tertidur dengan posisi duduk menyandarkan kepalanya ke belakang
mila berbalik badan, ia berjalan kembali menuju kamarnya untuk mengambil selimut,
tak lama mila sudah kembali lagi dengan selimut di tangannya, ia menghela nafas lantas menyelimuti tubuh angelo,
sebenarnya ia bisa saja membangunkan angelo tapi melihat tidurnya yang begitu damai membuat ia tak tega untuk membangunkannya
"hmmm manis banget lo gel kalo lagi tidur, coba aja kelakuan lo juga manis kaya sekarang pasti lo gak bakal babak belur kaya gitu " ucap mila lirih, ia tersipu setelah mengatakan hal seperti itu
setelah menyelimuti angelo, mila kembali lagi menuju belakang rumahnya untuk merendam seragam osis yang terkena tumpahan soda sembari berharap nodanya akan hilang jika ia merendamnya semalaman
mila mengeluarkan ponsel dari saku celananya, ia membuka layar ponselnya melirik jam yang terlihat di layar ponsel
"hmmm udah jam 3 sore, gue belum sms bapak" gumam mila
lantas ia mengetik pesan untuk ayahnya memberi tahu, kalau ia akan kerumah sakit sekitar pukul 7 malam nanti, mila merasa tanggung jika harus berangkat kesana sekarang apalagi ada angelo di ruang tamunya, ia tidak mau membangunkan angelo selain membiarkannya bangun sendiri nanti