my love is a bad boy

my love is a bad boy
Episode 77



Episode 77


Angin berhembus pelan, memainkan rambut panjang mila. Hening tidak ada tanda-tanda seseorang berada di sana, di dalam kolam renang milik angelo, setelah terdengar suara keras dari sana, dimas segera bergegas memeriksa di ikuti dengan angelo, linda dan mila namun saat sampai di sana tidak ada seorang pun yang terlihat.


“ woey, dan, jangan bercanda lo yah, gak lucu bercanda lo” teriak angelo di tepi kolam


Tidak ada jawaban, air pun terasa sangat tenang.


“ ada yang gak beres ini gel, biar gue aja yang nyebur, lo disini aja, lo kan baru keluar dari rumah sakit beberapa hari yang lalu, kalo lo kenapa-kenapa gue yang bakal di omelin sama bunda” ucap dimas melepas kaosnya


Angelo mengangguk, “ hati-hati bang, awas aja kalo si kampret bercanda gue bunuh beneran tuh anak gak ada ampun lagi “


“ iya, tenang aja “


Byur……dimas mencemburkan diri ke dalam kolam renang. Mila yang sedari tadi berbisik-bisik bersama linda, berjalan menghampiri angelo yang tengah melihat ke arah kolam di depannya


“ bisa gawat kalo dani sampe tenggelem gel” ucapnya


“ gak mungkin lah, dani tuh jago banget renang asal kamu tau beb, bisa aja dia cuma bercanda kan kita gak tau, kalo dia sampe beneran bercanda keterlaluan banget berarti”


“ iya sih, tapi kayaknya beneran deh, buktinya airnya tenang banget” ucap mila


Setelah menunggu kurang lebih lima menit, dimas menampakan dirinya bersama dengan dani yang tidak sadarkan diri.


Angelo yang melihat itu langsung berlari ke tepi kolam lebih dekat ke arah dimas yang membawa dani


“ gimana bang, kenapa dani” ucap angelo


Dimas membawa naik tubuh dani dengan di bantu angelo, membaringkan tubuh dani di tepi kolam


“ woey be*o bangun, akting lo buruk banget sih, jangan bercanda, gak lucu” ucap angelo mengguncang tubuh dani


Diam tidak ada jawaban dari arahnya.


“ bentar gel, biar abang cek” ucap dimas


Linda dan mila diam memperhatikan dimas dan angelo dengan berdiri di sisi mereka berdua.


Angelo diam mengikuti perintah dimas.


Dimas mulai menekan bagian dada dani perlahan menggunakan dua tangannya.


Air muncrat dari mulut dani,


"uhuk…..uhuk…..uhuk”


“ udah bang, ada reaksi dari dia” ucap angelo yang sedari tadi diam memperhatikan dimas di samping tubuh dani yang tergeletak tak sadarkan diri


Perlahan dani mulai membuka kedua matanya, terbatuk-batuk.


“ lo gapapa dan” ucap angelo langsung


Dani mengangguk perlahan merespon ucapan angelo.


“ fyuh, syukurlah” ucap dimas, mila dan linda secara bergantian


Angelo membantu dani bangkit dari posisinya, membiarkannya duduk dan mencerna hal yang baru saja ia alami.


“ lo kenapa dan, bisa-bisanya tenggelem, biasanya lo gak gitu kok, apa lo mau bunuh diri? Kalo mau bunuh diri jangan disini dong, gue gak mau lo jadi hantu di sini, gak enak kan kalo gue mau berenang tiba-tiba lo nongol di dalam air, hiyyy” ucap angelo bergidig ngeri


“ aishhh, sembarangan omongan lo gel, ya mana gue tau kalo gue mau tenggelem, gue tadi ngerasa kaki gue kram, terus gak bisa keluar dari dalem air ya udah, btw thank’s bang” ucapnya sembari mengangguk pada dimas


“ hmmmm, lain kali ati-ati dong, bikin orang panik aja, pasti lo gak pemanasan dulu tadi kan, makanya tenggelam”


“ hehehe”


“ huuu, dasar be*o, gak kaya biasanya aja berenang, bikin orang jantungan, untung kita langsung tanggap, kalo gak, bisa-bisa lo mati beneran dan, gak ada yang tau, gue kira lo bercanda tadi beneran” cerocos angelo


“ ya gak lah, ngapain juga gue bercanda kaya gitu”


Mila dan linda hanya diam memperhatikan angelo, dimas dan dani yang masih di sisi kolam


“ beb, ambilin air minum buat dani” ucap angelo


Mila mengangguk, linda pun inisiatif mengambilkan handuk bersih yang terletak di kursi santai sisi kolam untuk dimas


“ nih gel minumnya” mila menyerahkan segelas air putih


Angelo mengangguk, lantas menyerahkannya untuk dani, “ nih minum dulu, lain kali jangan gitu lagi okey, kalo mau kegitu lagi di kolam lo sendiri aja jangan disini”


“ iya, iya bawel, makasih udah khawatir sama gue”


“ hmmm”


Sementara itu linda sudah berdiri di samping dimas sembari menyerahkan handuk bersih untuknya


“ makasih sayang” ucap dimas


“ heleh sayang-sayang, pala lo bang “ celetuk angelo


Mila tertawa mendengar ucapan angelo, sedangkan linda diam tersipu malu di buatnya


“ apaan sih, syirik aja lo gel” jawab dimas


“ siapa juga yang syirik, kan gue gak jomblo, kalo mau ngomong gitu harusnya ke dani bang baru cocok”


“ loh, kok gue di bawa-bawa, hey, sorry yah meskipun gue jomblo, gue happy-happy aja tuh gak ngenes, gak bucin juga kaya lo” timpal dani


Angelo diam tidak bisa menyangkal ucapan dani, memang apa yang di ucapkan dani ada benarnya, meskipun dani jomblo tapi dia terlihat santai dan bahagia menjadi dirinya sendiri, angelo tidak tau dengan jalan pikiran dani, meski begitu ia tidak pernah memusingkan hal itu, biarlah itu menjadi rahasia dani. Begitu pikirnya


“ hahahaha, iya deh iya, lo emang jomblo paling bahagia yang pernah gue tau dan” timpal dimas yang sedari tadi mengelap rambutnya dengan handuk kering dengan di bantu oleh linda


“ iya dong bang harus, bahagia kan gak harus pacaran, sendiri juga bahagia, lagian gue juga belum terlalu mentingin masalah pacaran, yang penting mah sahabat gue bahagia”


“ heleh lebay, ngomong aja gak ada yang mau sama lo” celetuk angelo


“ hey, mana mungkin, gak bakal ada yang nolak cowok setampan gue gel, yang antri banyak kok, gue aja yang belum mau pacaran,


emang cuma lo doang yang populer”


“ hahahaha, iya tau deh, di kandang ayam kan yang ngantri. Hahahha” ucap angelo terkekeh


“ si*lan lo gel, awas lo yah”


“ hahahaha” angelo tertawa


Dani mendengus sebal melihat angelo,dimas, linda dan mila tertawa


“ udahlah, gue mau makan, laper” ucap dani bangkit dari duduknya, sengaja menghentikan ejekan angelo


Angelo menghentikan tawanya, “ lo mau makan disini? Boleh aja, bentar, gue ngomong dulu ke bibi”


“ nah gitu dong baru best friend gue” ucap dani tersenyum


“ hmmmm, ya udah yuk kita ke dalem” ajak dimas


Angelo sudah berjalan di depan, mila langsung menyusul angelo dan menjajari langkahnya, “ anu gel, aku mau bantuin bibi masak boleh gak” ucapnya


“ eh, gak usah beb, biar bibi aja yang masak, lo sama linda duduk aja di meja makan dengan tenang, sama bang dimas dan dani juga, gak usah repot-repot”


“ tapi gue pengen ngebantuin bibi gel, boleh ya” ucapnya, tatapan matanya penuh harap


“ ayolah gel, aku pengen banget bantuin bibi” ucapnya lagi


“ hmmmm, oke deh boleh, dengan catatan aku juga ikut bantuin, gimana?”


Mila mengangguk, “ aku sih gak masalah, asal kamu gak hancurin dapur aja”


“ huh, ya gak dong “


Ahirnya setelah berjalan beberapa saat, mereka berdua sampai di dapur, di sana sudah ada seorang wanita berusia sekitar 50 tahunan tengah beres-beres di bantu oleh seorang wanita berusia sekitar 30 tahunan, mereka berdua menoleh setelah mendengar langkah kaki mendekat ke arah mereka


“ eh den angelo, ada yang bisa bibi bantu” ucap seorang wanita paruh baya, mengenakan pakaian tradisional khas jawa lengkap dengan sanggul, bi sumi


“ hmmm, ini bi, teman saya kan mau makan apa ada makanan yang bisa kami makan bi?” ucap angelo


“ maaf den, bibi belum masak lagi” ucapnya


Sedangkan wanita yang berusia 30 tahun itu melanjutkan acara bersih-bersihnya setelah menyapa angelo beberapa waktu lalu dan memang itu adalah tugasnya, kalau urusan masak sudah menjadi tanggung jawab bi sumi


“ ya sudah tidak apa-apa bi, kalau begitu, bolehkah saya membantu bibi memasak sekarang? “ ucap mila menawarkan diri


“ aduh cah ayu, *rak usah repot-repot, itu sudah menjadi tugasnya bibi” (gak usah repot-repot)


“ gapapa bi, biarin aja pacar aku masak sama bibi, nanti aku juga sekalian bantuin ya” ucap angelo


Mila mengangguk mengiyakan ucapan angelo


“ aduh, aduh ada apa ini, kenapa rame banget di dapur” ucap suara yang sangat akrab bagi mila dan angelo


Mila dan angelo menoleh ke belakang, ny.sabrina tersenyum ke arah mereka berdua


Bi sumi mengangguk menyapa ny.sabrina.


“ angelo bikin rusuh di dapur yah bi” ucap ny. Sabrina


“ gak kok bun, aku mau ngebantu masak malahan”


“ iya nyonya, den angelo mau masak sama pacarnya katanya, tapi saya gak memperbolehkannya, sayang cah ayu nanti tangannya kasar” timpal bi sumi


“ biarin aja bi, saya juga mau lihat, bagaimana putra ganteng saya masak, anak manja yang cuma bisa ngerengek sama bundanya, apa bener bisa masak” ledek ny.sabrina


“ apaan sih bunda, ya udah, biar aku buktiin, kalo aku juga bisa masak”


Mila tersenyum, merasakan atmosfir hangat yang terjadi di sekitarnya sebab seperti tidak ada jarak antara asisten rumah tangga dan majikannya, wajar saja jika ayahnya sangat betah bekerja bersama keluarga angelo, karena memang ny.sabrina adalah orang yang sangat baik dan selalu menghargai orang lain meskipun mereka adalah asisten rumah tangganya


“ mila sayang, jangan di bantu yah, biar den bagus yang masak sendiri, kan tadi udah sombong mau pamer sama bunda” ucapnya


Mila tertawa kecil


“ loh, loh, ya gak bisa gitu dong bun, kan tadi yang mau masak mila, aku yang bantuin, kenapa sekarang malah jadi aku yang di suruh masak sendiri”


“ oh gitu, kalo gitu ya biar bunda sama mila aja yang masak, kamu duduk rapi sama abangmu di ruang makan “


“ aduh, kok malah jadi rebutan, iki piye toh “ ucap bi sumi ikut nimbrung


“ gapapa bi, biar saya saja yang masak sama anak-anak, bi sumi lanjutin saja bersih-bersihnya” ujar ny.sabrina


“ ini beneran gapapa bu, biar saya saja yang membantu den angelo sama nak mila, ibu duduk saja”


“ udah gapapa bi, jarang-jarang kan den bagusku mau terjun ke dapur, jadi saya mau menikmati masa-masa masak bareng dia”


“ *yowes nek ngono, kalo ada apa-apa panggil saya bu, saya undur diri dulu kalau begitu “ ucap bi sumi ( ya sudah kalo begitu)


“ iya bi, terimakasih” ucap ny.sabrina tersenyum, mengangguk


Mila menyikut angelo, “ kamu kenapa sih gel ngotot banget mau bantuin aku, kan jadi bunda yang turun tangan” bisik mila


“ udah gapapa, biar kamu juga lebih kenal sama bunda, katanya bunda udah jadi mama kamu” jawab angelo berbisik


Mila menghela nafas panjang


“ eh,eh, kok bisik-bisik, bunda ada di sini loh” ledek ny.sabrina


Mila dan angelo menghentikan acara bisik-bisiknya.


“ gapapa bunda “ ucap mila


“ hmmm, ya sudah kalau begitu, yuk kita masak sekarang, mau masak apa”


“ bikin balado ayam aja bun sama sop ayam terus buat perkedel jagung, enak kayaknya” usul angelo


“ mmmmm, bisa juga, ya udah kalau begitu kita masak itu saja”


Mila mengangguk, begitu juga dengan angelo


“ ini mau bunda yang masak atau mila? “


“ bunda aja gapapa bun, biar mila bantu motong sayuran sama nyiapin bahan aja” ucap mila


“ kalo aku bantu nyuci piring sama cicip aja ya bun, ehhehe” timpal angelo


“ hmmmm, ya sudah kalau begitu, den bagus ambilin bunda peralatan masak aja ya, mila, bunda minta tolong ambilkan bahan makanan di kulkas ya sayang “


Mila mengangguk, begitu juga dengan angelo, mereka berdua langsung melaksanakan tugas yang di berikan ny.sabrina


Ny.sabrina tersenyum hangat melihat angelo dan mila yang bersemangat membantunya, ia merasa suasana dapurnya menjadi lebih hidup dari biasanya.


“ aduh, aduh, lagi buat acara masak yah bun” ucap dimas yang berjalan menuju dapur


Ia meninggalkan linda dan dani berdua di meja makan, sebab dirinya merasa haus dan ingin mengambil minum di dapur


“ husttt, kakak, jangan berisik nanti den bagus ngambek” ucap ny. Sabrina


“ hehehe, tumben amat tuh anak mau di dapur bun, pasti karena ada mila makanya dia mau bantu-bantu”


“ iya, justru itu baik kan, biar adekmu jadi anak yang mandiri “


Di tengah-tengah perbincangan dimas dan ny.sabrina


“ bun, ini udah alat masaknya” teriak angelo


“iya sayang, bunda datang” ucap ny.sabrina sedikit lantang


“ ya sudah, bunda masak dulu ya, kakak mau bantuin juga, ayo sini”


“ gak lah bun, aku nunggu matengnya aja”


“ oia, pacarmu juga ikut kan, ajak kesini biar kenal sama bunda kaya mila kenal sama bunda”


“ ho’oh, bentar bun, aku panggil dulu ya”


Ny.sabrina tersenyum, dimas langsung bergegas menuju meja makan untuk memanggil linda


Sedangkan ny.sabrina pun segera menuju angelo berada.


Entah apa jadinya dapur angelo nantinya, mungkin saja akan ada pertandingan memasak antara mila dan linda siapa yang tau, saat ini saja sudah terlihat sangat ramai dengan adanya mila dan angelo apalagi di tambah linda yang baru pertama kali akan bertemu dengan ny.sabrina, yang tau akan menjadi seperti apa hanyalah ny.sabrina sendiri, semua itu sudah tergambar jelas pada raut wajahnya yang tak henti-hentinya tersenyum.


Tbc….