my love is a bad boy

my love is a bad boy
episode 6



hiruk pikuk menjadi pemandangan sma venus siang ini, tampak siswa-siswi berjalan meninggalkan kelas mereka masing-masing, waktu pulang sekolah adalah waktu yang sangat membahagiakan bagi sebagian siswa, pasalnya mereka dapat mengistirahatkan otak yang bekerja keras selama mengikuti pelajaran


"mil,mil angelo tuh di depan pintu" linda menyikut sahabatnya yang sedang memasukan alat-alat tulisnya


"biarin aja"


"ish nih anak buru di samperin deh, dia liatin ke sini mulu"


"aihhh, ya ya deh berisik amat lu lin"


"ya udah lu mau ikut gue gak?" tanya mila


"gak gak lu sendiri aja deh jangan bawa-bawa gue sumpah" tolak linda cepat


"ya udah minggir bentar gue mo lewat"


"oke silakan"


mila berjalan meninggalkan linda di tempat duduknya menghampiri angelo yang berdiri menyandarkan badannya di pintu tersenyum menyambut dirinya


dug....dug....dug....


"duh napa sih nih jantung berisik amat liat senyum tuh preman, tenang-tenang" ucap mila dalam hati


"yuk princess" angelo mengulurkan tangannya


"ish lebay banget deh lu" mila berlalu melewati angelo


srettt..... " kan udah gua bilang kalo lo nolak gua ya gua bakalan ngejer lu terus inget tuh" angelo mengatupkan tangannya


" dah lah serah lu gua capek" mila mendengus sebal


angelo mengandeng tangan mila menuju tempat parkir, kling..... ponsel dari arah angelo berbunyi


"bentar gua liat dulu" angelo mengeluarakan ponselnya


"woy gelo lo kemana? gua tungguin di parkiran buru sini" pesan dari dani


"sabar napa, gua mo anterin cewek gua dulu"


kling..." ck gak usah, bawa aja cewe lu kerumah gua repot amat"


"ya ya lu duluan gua nyusul"


"oke"


angelo melirik ke mila, menggandeng tangannya lagi membawanya masuk ke dalam mobilnya


brumm..... mobil angelo melaju meninggalkan halaman sma venus, mila duduk diam melirik angelo lewat kaca kecil di depannya


"ish ganteng juga ni anak, baru sadar gua" gumam mila dalam hati perasaan aneh menyelimuti hati mila saat ini


"napa liatin mulu" lirik angelo dari kaca kecil di depannya


"siapa yang liatin lu ge'er amat" mila mendengus


mobil angelo terus berjalan memasuki perumahan elit jalan cempaka putih, rumah dani, pandangan mila berubah ketika mobil angelo memasuki halaman rumah itu


"lo ngapain bawa gua kesini" mila menoleh ke arah angelo


"dah lu ikut aja"


angelo berlari memutari mobilnya, membuka pintu di samping mila, mila menurut mengikutinya di belakang


ceklek.... angelo membuka pintu rumah itu pandangan matanya menyapu ketiga temannya yang sudah duduk di depan layar memegang stik PS


"dateng juga lo bos" ucap andi


"mana cewe lu" tanya dani


"ada tuh di belakang, princess masuk buru" jawab angelo


"bwahahaha apaan lu bilang princess" dani tertawa memegangi perutnya, rio dan andi pun ikut tertawa


"sttt berisik dah" gerutu angelo, kini angelo menarik tangan mila di belakangnya


mata mila menyapu seluruh ruangan besar itu, melihat lukisan-lukisan indah di dinding, memperhatikan setiap hal yang ada di situ


"bi inah bawain minum sama cemilan" teriak dani keras-keras


angelo membawa mila duduk di sofa di samping andi dan rio, dani sibuk dengan cemilan di pangkuannya


"makan mulu lu dan, kapan mainnya" ucap angelo


"ck berisik amat lu, baru dateng juga, tar gua main sama lu"


" ya ya serah lu"


mila duduk diam di samping angelo, ia bingung mau apa sekarang, ia hanya mendengarkan obrolan dari mereka berempat di ruang itu


tak selang waktu lama bi inah datang dengan nampan yang berisi minuman dan cemilan


"siapa den? cantik amat" tanya bi inah melihat mila dengan tersenyum


" temen bi" jawab dani


"selamat siang, saya mila" ucap mila tersenyum


"oalah ndu-ndu cah ayuh ko mau-maunya di bawa bocah-bocah bandel ini " lirik bi inah pada dani


dani mendelik ke arah bi inah, bi inah hanya tersenyum melihat anak majikannya mendelik padanya, sejak kecil dani di urus bi inah,orang tua dani semua tinggal di luar negeri, makanya rumah besar itu walaupun sangat mewah namun begitu sepi, hanya ada dani, bi inah dan satpam di depan, abang dani juga jarang pulang dari tempat kuliahnya yang berada di luar daerah, maka dari itu bi inah sangat dekat dengan dani bahkan sangat paham dengan sikap maupun sifatnya


"ish apaan sih si bibi,kami gak bandel bi cuma bosan jadi anak baik terus,mumpung masih SMA puasin-puasin dulu.hahahha" ucap dani songong


"dasar den dani ini, ya udah bibi ke belakang dulu" bi inah berlalu meninggalkan ruangan itu


"woy ndi lu tidur yak kalah mulu" ucap rio memegang stik


"sialan lu, nih terima pembalasan gua"


" ish sial, gak bakal bisa lu ngelawan gua"


rio dan andi ribut dengan layar di depan mereka, dani hanya jadi penonton lengkap dengan cemilan di pangkuannya, persis seperti di bioskop kelakuan dani


tukk.... angelo mendaratkan kepalanya di pangkuan mila, dengan tatapan kaget mila melihat ke wajah angelo yang sudah di pangkuannya, mulutnya terbuka namun dengan cepat angelo mencegahnya


"diem, gua capek biarin gua kaya gini dulu" ucap angelo


mila terdiam melihat wajah angelo yang memejamkan matanya perlahan senyum menghiasi sudut bibir mila tanpa ia sadari


angelo tersenyum melihat senyum mila, ia hanya pura-pura memejamkan matanya


wajah mila memerah melihat senyum angelo, kini tak ada tatapan galak di wajah angelo hanya ada wajah tampan yang begitu tenang di pangkuannya, tanpa ia sadari jantungnya sudah berdegup dengan sangat cepat


"ck dasar bucin " celetuk dani mengunyah keripik kentang melirik angelo tak jauh darinya


srushh..... aroma bulgari rose terhirup hidung angelo dengan segera ia mengangkat badannya dari pangkuan mila, wajahnya memerah


"napa lu gelo" tanya dani


"gapapa, gua mau ke toilet dulu" angelo berjalan meninggalkan mereka menutup mulutnya


"woy mil lo udah di apain aja ma tuh gelo?" ucap dani


"maksud lo apaan"


" itu loh, ck udahlah lupain aja"


mila menatap bingung dani, pasalnya dia bener-bener gak tau apa maksud dari ucapan dani.


ring....ring....ring ponsel dari arah mila berbunyi, mila mencari ponselnya di dalam tas, ayah mila menelpon


"hallo bapak" ucap mila


"kamu dimana nak belum pulang jam segini?" ucap suara dari ujung telepon


"mila sama angelo pak, bentar lagi pulang"


"cepet kamu pulang sekarang ya nak"


"emang ada apa pak?"


"adit kecelakaan"


"loh kok bisa? bapak dimana sekarang?"


" iya bapak belum tau kejadiannya,ini bapak lagi di rumah sakit"


"ya udah mila kesitu sekarang"


"iya bapak tunggu"


tut.... mila memutuskan telepon, ia berdiri


"lo kenapa" ucap dani yang sedari tadi memeperhatikan mimik mila


"gapapa gua mo pulang"


"iya bener banget tuh, ntar kita di jadiin kambing guling bisa-bisa" ucap andi


"ish bego lo ndi liat depan lu pengen kalah lagi" timpal rio


"iya ya brisik amat" gerutu andi menikmati permainan mereka lagi


"ck, ya udah panggilin dia sekarang"


"oke, bentar"


dani berlari menuju toilet di rumahnya menghampiri angelo


tok....tok....tok


"woy gelo lo mati apa di dalem lama amat"


"ck, sial bentar-bentar"


ceklek.... "apaan?" jawab angelo, wajah angelo masih merah akibat mencium aroma tubuh mila


" muka lo kaya kepiting rebus sumpah " ucap dani memperhatikan dengan seksama wajah di depannya


"ck, mo mati lo ya, paan sih nyari-nyari gua?"


"cewek lu minta pulang"


angelo tak menjawab ucapan dani, ia berlari cepat ke arah mila


"apa apa?"


"buru anterin gua, ntar gua jelasin"


angelo mengambil hoodie berwarna biru doker milik rio yang tergeletak di atas sofa


"yo pinjem dulu"


"yoi" ucap rio pandangannya masih tertuju ke layar


mila tanpa sadar menarik tangan angelo membawanya pergi dari rumah mewah itu


"andi,rio gua cabut dulu, dan gua cabut" teriak angelo yang di tarik mila


brumm.... mobil angelo meninggalkan perumahan elit jalan cempaka putih dengan cepat


"mo kemana kita?" lirik angelo


" ke rumah sakit"


" hah, siapa yang sakit?" tanya angelo kaget pandangannya melihat mila


" adit kecelakaan"


"ko bisa?"


"gua gak tau, nanti tanya bapak aja"


mobil angelo melaju semakin cepat menembus jalanan yang cukup lenggang, karena sekarang waktu menunjukan pukul 4 sore, angelo mengambil jalan tercepat untuk sampai ke rumah sakit


mila dan angelo di sambut tatapan khawatir pak maman ketika mereka sampai di rumah sakit


"gimana pak?" tanya mila


" masih di dalam nak, dokter belum keluar" ucapnya matanya berkaca-kaca


" ko bisa pak adit kecelakaan "


"bapak juga ga tau mila, tadi bapak masih di rumah den angelo tapi tiba-tiba rehan teman adit ke rumah den angelo ngasih kabar adit kecelakaan, bapak belum sempet tanya-tanya, taunya adit sudah di bawa ke rumah sakit" pak maman tertunduk


angelo diam di samping mila melihat pak maman yang menahan tangisnya, begitu terlihat kesedihan serta kekhawatiran disana


" mil bentar lo tunggu disini "


" mau kemana lo?"


" beli minum bentar, lo disini dulu sama bapak"


angelo berjalan meninggalkan mila dan pak maman, langkahnya menuju kantin rumah sakit mengambil dua botol minuman kemasan


langkah kaki angelo terhenti di luar kantin, ia mengambil hp di saku celananya, menelpon dani


tut....tut.....tut


"hallo kenapa gel?" ucap suara di ujung telepon


" bantuin gua dan, lo cari tau info dimana adik mila kecelakaan, gua takut ni berhubungan sama geng firewolf lu tau kan anggota mereka siapa salah satunya, gua mau info itu sore ini"


"ck, yaya gua cari tau "


"ya udah kalo gitu gua matiin teleponnya"


angelo melanjutkan langkahnya menuju mila dan pak maman, mereka duduk di kursi tunggu samping ruangan gawat darurat


"mil minum dulu, pak minum dulu" ucap angelo memberikan minuman di tangannya pada mila


"trim's, lo gak minum?" mila mendongak menatap angelo


"gak, gua gak perlu" ucap angelo


" terimakasih den angelo"


angelo mengangguk, ia duduk di samping mila memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang di ujung ruangan


hatinya tak tenang menunggu kabar dari dani, hingga ia menghela nafas beberapa kali


mila yang sadar akan hal itu melirik ke arahnya


"lu kenapa?"


"gapapa, cuma capek aja" pandangan matanya lurus ke depan


"mau pulang dulu? gapapa kalo gitu "


"gak bentar lagi gua pulang "


" ya udah kalo gitu "


mila dan angelo terdiam dengan fikiran mereka, hati angelo merasa tak tenang pasalnya dia punya keyakinan kecelakaan adik mila di sebabkan geng fire wolf


geng fire wolf adalah musuh angelo sejak lama, mereka mulai bermusuhan ketika salah satu anggota geng xtc (geng pimpinan angelo) mati terbunuh geng fire wolf dari situ mulai terjadi perpecahan dari yang masalah kecil hingga masalah besar, dendam mereka begitu mendarah daging


hingga membuat angelo yang mulai hidup dengan tenang terusik kembali dengan keberadaan geng fire wolf


angelo menyandarkan kepalanya kebelakang menatap langit-langit rumah sakit, tak biasanya dia menjadi diam, biasanya dalam situasi apa pun pasti dia akan berisik menggoda mila, pikirannya kini penuh dengan berbagai macam hal


ceklek.... seorang dokter keluar dari ruang gawat darurat, pak maman berdiri tepat ketika mendengar suara pintu terbuka


"keluarga pasien" ucap suster di belakang dokter


"iya saya bapaknya, bagaimana dokter kondisi anak saya?" tatapan mata pak maman begitu khawatir


"operasi berhasil, namun sayang luka di kepalanya sangat parah besar kemungkinan pasien akan mengalami hilang ingatan atau bahkan keterlambatan berfikir, kita belum periksa lebih teliti lagi " ucap seorang dokter di depan pak maman


" baik, terimakasih dokter" pak maman menutup mulutnya menahannya menangis


"pak gapapa, adit pasti baik-baik saja, kita harus saling mendukung" ucap mila mengelus punggung ayahnya


pak maman hanya mengangguk mendengar ucapan putrinya, adit kini sudah di pindahkan di ruang rawat inap, pak maman dan mila segera melihat kondisi adit yang berbaring matanya tertutup, wajahnya penuh dengan bekas luka, pemandangan yang begitu ngilu


"angelo lu kalo mo pulang sekarang gapapa?" ucap mila melirik angelo ysng sedari diam di sampingnya


"bentar lagi, gua masih pengen di sini nemenin lo" jawab angelo dengan nada lirih


tak biasanya angelo bersikap seperti itu, mila bukannya tak menyadari ke anehan sikap angelo saat ini hanya saja ia tak berani bertanya padanya, ia hanya mampu menerka-nerka apa yang sesungguhnya angelo fikirkan


ring.....ring.....ring ponsel dari arah angelo berbunyi


"mil bentar gua angkat telepon dulu" ucap angelo sambil lalu


tut.... " ya hallo, gimana dan hasilnya"


"persis seperti dugaan, adek mila kecelakaan gak jauh dari sarang geng fire wolf, menurut saksi di kejadian, mereka melihat adik mila mengendarai sepeda motor sendirian dari arah belakangnya ia di tabrak sebuah mobil " ujar suara dari ujung telepon


"ck sial " tangan angelo mengepal meninju dinding di dekatnya, tatapannya penuh dengan amarah


"terus apa yang musti kita lakuin selanjutnya?"


" kita diam dulu aja, pantau terus mereka, laporkan berita terbaru secepatnya, jika mereka berulah lebih dari ini kita serang"


" oke kalo gitu, lu baik-baik disitu" ucap dani menutup telepon


angelo terdiam menyenderkan kepalanya di dinding, ia sangat marah tapi belum bisa melakukan apa pun untuk sekarang selain mengamati dari kejauhan


author's : hay tak bosan-bosan saya menyapa disini, sebenernya tuh saya masih bngng gimana cara ngidupin cerita, tapi saya masih terus berusaha meningkatkan kemampuan saya, maaf jika masih banyak typo ataupun gak nyambung ceritanya, semoga kalian suka saya mengharap kritik serta saran dari kalian. terimakasih💙💙💙❤️❤️❤️