my love is a bad boy

my love is a bad boy
episode 57



Episode 57


Hari cerah, matahari bersinar dengan teriknya, waktu sudah menunjukan pukul 1 siang, waktu dimana mila dan yuda berencana untuk bertemu, dan benar saja, yuda baru saja sampai di depan komplek jalan mawar, ia tampak lebih tampan dari biasanya, dimana ia mengenakan kaos berwarna putih bertuliskan "swag" di dadanya, celana pendek selutut berwarna coklat muda, tak lupa sepatu kets berwarna putih dan tas slempang kecil hitam yang melekat di dadanya, ia sudah siap dengan semua persiapan dan hal-hal yang akan di lakukan nanti bersama mila, langkahnya mantap menuju halaman rumah sederhana milik mila.


Tok….tok….tok, yuda mengetuk pintu rumah mila, menunggu sang empu rumah membukakan untuknya.


Ceklek…..pintu terbuka, menampakan sesosok yang sangat ingin ia lihat sedari semalam, tampak manis, mengenakan dress selutut tanpa lengan, berwarna kuning kupu-kupu dengan sedikit kerah berwarna putih menghiasi bagian depan, rambutnya ia gerai dengan sedikit sentuhan jepit rambut berwarna pink cantik bertengger di sisi rambut sebelah kiri, wajahnya yang putih sangat manis dalam balutan dress itu, yuda diam, terpana melihat mila di depannya.


“ hey yud, udah dateng, sini masuk dulu” sapa mila tersenyum


“ eh, iya, sorry gue bengong, lo cantik banget hari ini” ucap yuda tanpa sadar


“ mmmm, apaan sih yud, berarti biasanya gue gak cantik yah?”


“ eh, eh bukan gitu maksud gue”


“ hahahha, gue bercanda kok, duduk dulu yud, gue buatin minum”


“ hmmm, gak usah repot-repot mil, kita kan bentar lagi mau jalan”


“ eh iya gue lupa, ini gue bawa buah buat adek lo, gue denger adek lo sakit” imbuhnya lagi


“ udah sembuh ko yud, lo tuh yang repot-repot bawain buah segala, bentar yah tunggu sini, gue buatin minum dulu”


Yuda mengangguk, tersenyum, menatap punggung mila yang hilang di balik tembok, sepeninggal mila, yuda menyapu seluruh ruangan tempatnya duduk, meski bukan pertama kalinya ia berkunjung ke rumah mila namun tetap saja ia masih tetap merasa asing jika berada di rumah seseorang.


Ceklek…..terdengar pintu terbuka dari arah ruangan adit, yuda menoleh ke samping saat mendengar langkah kaki mendekat ke arahnya, ia tersenyum


“ adiknya mila yah, hay, aku yuda, temen kakakmu, salam kenal” sapanya ramah


“ mmmm, aku adit, kaka temannya dia yah” ucapnya


Yuda mengerutkan kening mendengar ucapan adit


“ hmmm, dia, maksud kamu angelo? Bukan kok, kaka cuma kenal dia, tapi gak deket, emang kenapa?”


“ gak papa kak, nanya doang” ucapnya tersenyum sambil lalu


“ kamu mau kemana? Bukankah masih sakit”


“ mau keluar bentar nyari angin, bosen di rumah mulu”


“ mmmm, mau ikut jalan gak?”


Adit menoleh ke samping,” gak lah kak, kalian aja, aku lebih enak di rumah aja, ya udah kalo gitu, aku tinggal ya” adit mengangguk


Yuda tersenyum menjawab ucapan adit, tanpa mengetahui mila tengah berjalan menghampirinya dengan membawa nampan berisi satu cangkir teh hangat


“ ada apa yud”


Yuda menoleh mendengar suara mila, “ eh, gak, itu adek lo keluar, jadi gue tanya mau kemana, gue ajakin jalan gak mau”


“ mmmm, gak biasanya dia akrab ke orang” gumam mila


“ kenapa mil?”


“ eh gak kok, gak papa, oia mau kemana kita?


Katanya lo ada sesuatu yang mau di omongin sama gue, penting banget yah?” ujar mila sembari meletakan tubuhnya di samping yuda agak jauh


Yuda menghela nafas pelan, “ gue ada rekomendasi film bagus, tayang nanti sih jam 4 sore, lo mau gak nemenin gue nonton, terus jalan-jalan ke jalanan yang suasananya sejuk, ini kan panas jadi cuacanya mendukung buat ke situ”


Mila terdiam, “ kok yuda kaya ngajakin gue kencan yah” batin mila


“ itu kalo lo mau sih, soalnya gue gak ada temen buat nonton film, lo tau kan gue baru dateng ke Indonesia jadi cuma tau tempat nonton film, jalanan sejuk, sama mall doang, gue ngerasa bosen satu minggu di rumah sakit terus nungguin sepupu” ucapnya, merasa mila hanya diam saja, ia langsung cepat-cepat memberi penjelasan


“ mmmm, oke deh kalo gitu, tapi paling kita gak bisa nyampe malem banget yud, lo tau kan bapak gue kerja, adit di rumah sendiri” mila mengangguk menatap yuda


Yuda tersenyum, lantas menyeruput teh hangat buatan mila, sambil berbincang sesekali dengannya.


🍂🍂🍂🍂🍂


Rumah rio,


“ gila banget lo gel sumpah, baru tau yah gue ada ketua preman kaya lo” gerutu dani di samping angelo


“ apaan sih dan, crewet banget lo jadi anak deh, kan sekarang rionya udah pulang”


“ ya gue tau, tapi lo nyebelin banget, gak mau bantuin gue bawain barangnya rio, udah kaya babu gue jadinya”


“ jadi lo gak ikhlas nih dan, bantuin gue” sahut rio, keluar dari dalam rumahnya


“ tau nih anak, rese banget “ cibir angelo


“ aishh, diem deh gel, gak ko bukan gitu yo, gue sebel aja sama kampret ni satu”


“ hahaha, udah, udah gimana kalo hari ini kita jalan-jalan buat ngerayain gue udah keluar dari rumah sakit, gue yang traktir, ajak andi sekalian” usul rio penuh semangat


“ lo yakin yo udah baik-baik aja, takutnya nanti lo pingsan lagi, kalo jalan-jalan sama kita, ya gak dan”


Dani mengangguk menjawab pertanyaan angelo


“ aishh, gak lah, gue udah sehat banget nih, liat”


“ okeh, okeh, mau jalan kemana?” tanya dani


“ ke mall aja gimana? Kita makan-makan disitu sepuasnya, gue traktir” ucap rio memberi saran


Dani menatap angelo, tatapannya seolah bertanya padanya untuk setuju atau tidak, angelo mengangguk paham dengan tatapan dani, lantas mereka bertiga sepakat untuk jalan bersama ke mall, sebelum jalan, rio menghubungi andi terlebih dahulu untuk menanyakan padanya bisa ikut atau tidak.


🍂🍂🍂🍂🍂


Di dalam mobil,


Nanana…..nanana……nanana, ponsel dari arah mila berbunyi, ia langsung meraihnya


“ hallo gel” ucapnya


Yuda menoleh menatap mila, mereka


sudah duduk di dalam mobil dalam perjalanan menuju jalanan bernuansa sejuk


“ lagi dimana kamu sekarang beb?” ucap suara dari ujung telepon


“ mmmm, ini lagi mau nemenin temen jalan, ada apa”


Mila tersenyum malu, “ hmmm, nonton film, kamu lagi sama temen-temenmu ya, rame banget”


“ ohh, nanti malam aku mampir ke rumah yah, jangan pulang malam, iya, ini lagi mau makan-makan buat ngerayain rio sama andi keluar rumah sakit”


“ mmmm, aku usahain ya, kalau gitu, salam buat andi sama rio selamat udah keluar rumah sakit, kamu hati-hati jangan ngebut bawa mobilnya”


“ siap laksanakan, ya udah kalau gitu, aku tutup teleponnya ya, kamu juga hati-hati, aku sayang kamu”


“ mmmm, aku juga”


Sambungan telepon terputus, mila tersenyum menatap layar ponselnya. Sedangkan yuda masih terus memperhatikannya lewat kaca kecil di depannya, ada perasaan tidak enak dalam dirinya melihat wajah tersenyum mila selepas menerima telepon dari angelo, ia tidak tau mengapa ia merasa seperti ini ahir-ahir ini, padahal jauh sebelumnya ia sudah bertekad untuk tidak mengharapkan cinta yang tidak mungkin pernah ia dapat, namun sekarang rasanya ia merasa egois untuk dirinya, ia ingin mengungkapkan perasaannya pada mila, mengajaknya jalan, membuatnya tersenyum, menjaganya semampu yang ia bisa, meski kecil kemungkinan ia akan di terima, namun ia sudah tak peduli dengan itu.


“ yud, yud, lo gak papa” ucap mila


Yuda tersadar merasa pundaknya di sentuh dari samping, ia menoleh, tersenyum


“ gak kok mil, gue gak papa, cuma ini lagi inget-inget jalan aja, soalnya gue kesini pas gue umur 14 tahun dulu sama sepupu, gue liat jalanannya juga udah banyak yang berubah”


“ ohh, gue kira lo ada apa-apa yud, ngelamun gitu, iya wajar sih udah banyak yang berubah kan udah lama banget lo gak kesini”


Yuda mengangguk, kembali fokus ke depan meski kepalanya di penuhi banyak fikiran, tapi ia tidak mau merusak momennya bersama mila hari ini.


🍂🍂🍂🍂🍂


Setelah cukup lama menempuh perjalanan, ahirnya mereka berdua sampai ke tempat tujuan pertama, mila terpana melihat jajaran pohon tinggi rindang di sisi kanan kiri jalan, ada danau juga di ujung jalan, ia tak menyangka di kota Jakarta yang padat ada hal seperti itu juga, yuda memarkirkan mobilnya di sisi jalan dan tentunya ada tanda boleh parkir di situ, ia langsung membuka mobil dan berlari ke sisi samping mobilnya untuk membukakan pintu mobil di samping mila


“ thank’s yud” mila tersenyum


Mereka berdua berjalan bersama menyusuri jalanan sejuk di bawah pohon rindang, suasananya sangat sejuk, membuat fikiran tenang dan damai berada di sana


“ lo kok tau tempat kaya gini yud” ucap mila membuka percakapan


“ hmmmm, iya ini sebenernya gue dulu sering kesini sama mami, terus sepupu gue buat


jalan-jalan ngilangin stress atau biasanya kita piknik bertiga disini, tapi dulu gak kaya sekarang, dulu jembatannya masih bambu, masih banyak bunga di sisi danau, sedangkan sekarang jembatannya sudah di beton, tanaman bunga juga sudah jarang, namun gue bersyukur pohon disini gak di tebang” ujarnya menghela nafas pelan


“ gitu, lo deket banget yah sama sepupu lo, kenapa lo bisa pindah ke paris? Sedangkan lo disini juga ada keluarga yang sangat sayang sama lo”


“ entahlah, gue cuma ikut orang tua gue aja, mereka kan pebisnis jadi sering pindah-pindah, tapi pindahnya cuma ke Indonesia sama paris sih, gue ada rumah dua disini sama di paris, sebenernya gue pulang kesini pengin ketemu mami, sekaligus ngeliat sepupu gue, tapiii….”


Mila menoleh ke samping memperhatikan raut wajah yuda yang berubah seperti akan menangis setelah menggantung kata-katanya di ahir kalimat


“ hmmm, gue tau lo gak bisa ceritain ini ke gue, lo gak musti harus cerita ko yud, kita disini kan buat seneng-seneng, bukan buat lo sedih ngulang memori lo”


Yuda menoleh, tersenyum menatap wajah mila, mereka terus berjalan menyusuri pohon rindang, hingga sampai di jembatan beton di atas danau kecil, mila merentangkan kedua tangannya menghirup udara disana


Yuda tersenyum melihat tingkah mila, semakin merasa jatuh hati ia di buatnya, ingin rasanya ia menyentuh rambut hitam lurus mila yang tergerai tertiup angin.


Srushhh….aroma bulgari rose parfum mila tercium indera penciuman yuda, yuda menutup matanya menikmati hembusan angin yang menerpa tubuhnya serta aroma parfum bulgari rose milik mila, jantungnya berdetak dengan kencang


“ yud, thank’s ya udah ngajak gue ke tempat indah kaya gini, gue ngerasa semua beban fikiran gue ilang berada disini”


“ hmmm, syukurlah kalo lo suka mil”


Mila mengangguk, “ oia lo ada mau ngomong sesuatu ke gue? Lo bisa ngomong sekarang”


Yuda melangkahkan kakinya mendekat ke arah mila, ia menggerakan tangannya, perlahan menyentuh rambut mila dengan lembut tanpa ia sadari, “ mmmmm, gue mau ngomong….”


Ring…..ring…..ring, ponsel dari saku celananya berbunyi, yuda menghela nafas panjang meraih benda tersebut, terlihat nama vian di ponselnya


“ hallo”


“ iya hallo, tuan muda ada dimana? Nona nindy mau ngomong sesuatu” ucap suara dari ujung telepon


“ heuh, mau ngomong apa dia, kasihkan ponselnya”


“ hallo, ada dimana lo sekarang” ucapnya


“ ada ini, ada perlu apa hubungin gue?”


“ gak papa, gue cuma mau nitip beliin cheese cake kalo lo pulang, bisa gak”


“ aishhh, kenapa gak minta vian beliin aja sih”


“ bisa sih gue minta ke vian, tapi yang tau toko kesukaan gue kan lo doang, kalo gue udah enakan juga gak minta tolong ke lo kok”


“ ya, ya oke lah kalo gitu, udah itu aja? Apa ada yang lain lagi?”


“ gak cuma itu aja, ya udah kalo gitu, thank’s”


“ hmmmm”


Yuda memutuskan sambungan teleponnya, merasa kesal momentnya di rusak nindy


“ siapa yang telepon?”


“ sepupu gue biasa, eh udah jam 3 sore ini, yuk kita ke bioskop tinggal satu jam lagi nih filmnya mulai”


“ ya udah yuk kita jalan sekarang”


Mereka berdua berjalan bersama menuju mobil untuk melanjutkan rencana kedua yaitu menonton film, dalam perjalanan yuda lebih banyak diam, mila hanya meliriknya sekilas memperhatikan wajah yuda yang tidak ada senyum menghiasi disana, ia jadi penasaran dengan sepupu yuda yang berhasil menghancurkan moodnya


🍂🍂🍂🍂🍂


Di mall, angelo and the geng berada,


“ selamat untuk kesembuhan rio dan andi, cheers” angelo mengangkat gelas berisi minuman cola ke depan wajahnya mengajak ketiga temannya untuk menyatukan gelas sebelum meminumnya


“ fuhhh, ahirnya bisa makan ayam sama cola gratis” ucap dani


“ elah dan segitu sukanya lo,gue ajak kesini, tau gitu, sering-sering deh kita nongkrong disini” ujar rio


“ yo gue bilangin, dani lo kasih makan bekatul sama nasi aking aja pasti mau kalo gratis, gak usah mahal-mahal kesini” timpal angelo songong


Tak….dani memukul kepala angelo,


“ sembarangan, lo kira gue itik, dasar be*o”


Rio tertawa lebar, sedangkan andi hanya ikut dalam keseruan mereka bertiga, dirinya masih merasa canggung jika mengingat pernah menghianati sahabat baik seperti mereka bertiga.


Ia hanya bisa menghela nafas panjang, tersenyum memperhatikan tingkah laku ketiga sahabatnya dalam perasaan lega meski masih canggung namun ia berusaha menikmatinya.


Tbc….